Kodim Tulungagung

Kodim Tulungagung (1150)

Tulungagung,Sulutnews.com – TMMD Reguler 108 Kodim 0807/ Tulungagung belum selesai. Namun pekerjaan sarana fisik sudah hampir selesai semuanya. MCK umum, Rabat jalan, RTLH dan juga mushola semuanya sudah mencapai 98 persen atau dapat dikatakan sudah selesai.

Bahkan, dari 98 persen tersebut semua fasiltas sudah dapat digunakan oleh warga masyarakat. Inilah kerja dari satgas dan juga warga Desa Ngepoh yang begitu kompak dalam satu rasa yang membuahkan hasil cukup memuaskan. Gotong royong merupakan kunci dari keberhasilan pekerjaan yang sudah terlaksana.

Dengan kebehasilan dari satgas dan juga warga maka munculah inisiatif untuk memanjatkan doa kepada sang pencipta yang telah meridhoi semua usaha dari satgas maupun seluruh warga Desa Ngepoh.Rasa syukur tersebut dilaksanakan diseluruh Fasilitas umum seperti Mushola, rabat jalan dan juga MCK umum.

“Malam ini Minggu (26/7) seluruh warga Desa Ngepoh telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pergi ke lokasi TMMD dalam acara silaturokhim, tatap muka dengan seluruh satgas serta memanjatkan doa rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga program kegiatan di desa Ngepoh berjalan dengan lancar dan tiada suatu apapun. Pelaksanaan doa tersebut diikuti oleh seluruh warga baik tua muda maupun anak – anak semuanya telah mengikuti kegiatan tersebut, tanpa terkecuali, ” terang Sunaryo.

Doa pun dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur dari satgas dan warga kepada sang Cholik sehingga kegiatan ini berjalan dengan sukses tidak ada masalah sekaligus sarana fisik selesai sebelum waktu yang ditentukan. (*)

Tulungagung,Sulutnews.com - Demi kemajuan suatu desa diperlukan niat dan tindakan yang nyata dalam mewujudkan cita-cita yang diinginkan. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa selalu mengedepankan keinginan warga dalam cita-citanya ke desa yang lebih maju.

Sesuai dengan moto pengabdian untuk negeri memang sangat tepat dalam pelaksanaan TMMD yang dilaksanakan oleh TNI ini. Pengabdian yang selalu mengutamakan rakyat di atas kepentingan pribadi.

Dengan acara penutupan TMMD yang dilaksanakan hari ini, Rabu (29/7/20), dalam sambutannya, Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo, M.M mengatakan, “Terimakasih atas suksesnya pelaksanaan TMMD di Desa Ngepoh ini, karena dengan adanya TMMD di desa ini, warga akan lebih maju dalam peningkatan ekonomi warga. Tentu kita harus bersyukur dan selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa.”

Sementara itu, Kepala Desa Ngepoh, Sunaryo juga ikut berterimakasih dan juga merasa bangga kepada para satgas dan juga pemerintah yang telah mengabulkan keinginan warga desa Ngepoh dalam pelaksanaan TMMD ini.

Ia bahkan berharap kepada warga untuk selalu tetap menjaga dan merawat dari hasil pelaksanaan pengerjaan TMMD yang sudah selesai ini. (*)

Tulungagung,Sulutnews.com - TNI Manunggal Membangun Desa atau yang lebih dikenal dengan TMMD merupakan persembahan TNI dalam ikut serta membangun masyarakat Indonesia yang tangguh dalam aspek peningkatan ekonomi warga dan juga pemerataan pembangunan di segala bidang.

Menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD ini yang kurang 2 hari, pembangunan mushola dusun Ngepoh, Desa Ngepoh sudah berdiri kokoh dan tinggal membersihkan sisa-sisa bahan bangunan.

Warga dusun Ngepohpun nampak bergembira, karena dengan dibangunnya masjid dusun Ngepoh ini dapat sebagai cermin diri untuk menuju kebaikan serta mendekatkan diri kepada Allah.

“Alhamdulillah semua pembangunan TMMD yang ada di Desa Ngepoh ini semua sudah selesai, tinggal membersihkan sisa-sisa bangunan. Saya yakin hari ini juga akan selesai karena pembersihan tersebut dilakukan dengan gotong royong,” kata Kades Ngepoh, Sunaryo, Minggu (26/7/20).

Ia berharap, dengan selesainya pembangunan masjid ini, warga selalu menjaga dan merawat bangunan serta mempertebal keimanan mereka karena dengan mushola ini, akan diadakan pengajian rutin. (*)

Tulungagung, Sulutnews.com - Komunikasi antar warga dan komunikasi antara pemerintah desa dengan warga harus terus dilakukan untuk membangun desa agar lebih maju dan berkembang. Kalau hal tersebut terus dilakukan maka akan terbentuk jiwa yang sehat dari seluruh masyarakat.

TMMD telah banyak membawa perubahan besaruntuk masyarakt desa ngepoh, untuk selanjutnya tinggal masyarkat meneruskannya, tentunya aparat desa yang terus bergerak, agar tidak macet sampai disini saja. Untuk itu, malam tasyakuran ini warga desa dan aparat pemerintah desa harus banyak merenung agar untuk kedepanya menemukan jalan yang lenih lebar.

“Warga desa harus mandiri, jangan sampai hanya berpangku tangan ataupun diam seribu bahasa. setelah TMMD selesai harus dilanjutkan dengan cara dan strategi yang lain agar pembangunannya terus berjalan, kalau tidak digerakkan tentunya juga sangat sulit untuk maju,” jelas Sumadi, Minggu (26/7/20)

TMMD ini juga merupakan kesempatan emas bagi pemerintah desa untuk menggerakkan lebih tajam kepada warga agar pembangunan berjalan dengan lancar. Dengan masih semangatnya warga seperti saat ini harus terus didukung dengan sepenuhnya agar tidak luntur ditengah jalan.

Sementara Sunaryo mengatakan, ”Kami dari pemerintah desa akan terus berusaha membangun warga agar terus semangat dan jangan sampai luntur ditengah jalan. Kalau sampai luntur justru semuanya akan mengalami kerugian yang besar.”(*)

Tulungagung, Sulutnews.coom - Sejuk, Damai dan asri, itulah pemandangan Desa Ngepoh malam itu disaat diadakannya tasyakuran TMMD. Semua jalan, tempat dan lokasi TMMD begitu nampak ramai dan begitu asri sekali. Kegiatan TMMD yang belum berakhir, namun sudah membuahkan hasil yang sebagian sudah dapat digunakan merupakan hasil kerja yang sangat membanggakan.

Beberapa warga desa mengatakan, bahwa malam tasyakuran ini telah menuntun seluruh warga Desa Ngepoh untuk selalu mengaca pada apa yang telah dicontohkan oleh satgas TMMD, sehingga warga akan terus dapat menjalankan kehidupan gotong royong penuh kekeluargaan dan kekeluargaan yang sehat.

“Kalau malam tasyakuran ini dapat dijadikan kaca ya harus dipakai kaca itu, karena malam ini warga begitu kompak dan semuanya kelihatan bahagia, tidak ada warga yang lesu, canggung dan mungkin tidak bersemangat, tapi justru warga sangat bersemangat sekali,” kata Jumani, Minggu (26/7/20).

Sementara menurut Pakde Kampret,” Seumur hidup saya melihat warga didesa Ngepoh begitu kompak dan bersatu padu, berkumpul penuh keakraban dan begitu bersemangat tiada beban yang dibawa ya baru kali ini. Suatu kekompakan yang sungguh menggembirakan bagi saya, ternyat disaat generasi sekarang ada perubahan nyata.

“Semoga dengan perubahan nyata tersebut akan membawa Desa Ngepoh   menjadi desa yang semakin hebat. Karena, ini pengalaman pertama yang saya lihat, semoga anak – anak sekarang dapat dengan cepat merubah kondisi desa secara menyeluruh,” harapnya.(*)

Tulungagung,Sulutnews.com – Berkaca dari daerah lain tentunya sangat penting untuk mengembangkan suatu desa menjadi desa yang maju. Tidak boleh merasa mampu, tetapi bagaimana merasa dirinya tidak mampu. Itu satu hal yang harus menjadi acuan untuk menuju kesejahteraan yang harus dimbangi dengan kemauan, niat dan tekad yang bulat.

Malam tasyakuran adalah merupakan malam yang membuat warga desa mempunyai daya fikir yang lebih maju. Pemikiran bahwa bisa menjadi maju dengan kebersamaan dan gotong royong secara kekeluargaan. Itulah yang ada dibenak masyarakat ketika melihat warga desa berkumpul dengan kompak dan seperti dalam satu keluarga.

“Kalau kondisi warga masyarakat dalam membangun ekonomi seperti malam ini pasti kehidupan masyarakat akan berkembang dengan cepat. Baik itu secara perkonomian maupun pembangunan wilayah. Karena masyarakat yang kompak menghasilkan tujuan yang pasti, begitu juga dengan masyarakat bersatu pasti menghasilkan kekuatan yang tak terpisahkan, kata Kepala Desa Ngepoh, Sunaryo, Minggu (26/7/20)

Dari masyarakat seperti inilah akan mudah untuk membangun suatu wilayah. Pembangunan yang diinginkan masyarakat tentunya dari semua sumber, karena Sumber yang dibangun memang sangat lengkap, SDM, SDA dan sumber – sumber yang lainya.

“Karena saya selaku kepala desa tentu akan berusaha terus menggali semua sumber yang ada untuk menuju kepada kejayaan dan kesejahteraan dimasa yang akan datang. Dengan begitu akan terwujud cita – cita dari para pendahulu untuk membangun desa ngepoh secara maksimal. Namun, semua itu tidaak dapat sendiri, semuanya pasti nharus dikerjakan secara bersamaan,” pungkasnya. (*)

Tulungagung,Sulutnews.com - Keberadaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ternyata menciptakan beragam sisi positif, salah satunya ialah semangat gotong-royong warga di lokasi TMMD berlangsung.

Hal itu, dikatakan oleh Dansatgas TMMD Kodim Tulungagung, Letkol Inf Wildan Bahtiar melalui via seluler miliknya pada hari Selasa, 28 Juli 2020 siang.

Dansatgas yang juga menjabat sebagai Dandim itu mengungkapkan jika rasa semangat gotong-royong warga, seakan tergugah ketika melihat para Satgas berjibaku menyelesaikan berbagai program pembangunan di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung.

“Banyak warga yang antusias ingin ikut membantu. Tapi, kita batasi karena sekarang kan lagi pandemi. Jadi, warga bergantian membantu Satgas. Itu atas inisiatif warga sendiri,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, kata Dandim, adanya perbaikan rumah milik Widji (74), salah satu warga Desa setempat, ternyata berhasil memicu rasa semangat warga.

“Tetangga kanan kiri rumah mbah Widji berdatangan, ikut membantu memperbaiki rumah mbah Widji,” bebernya.

Ditemui di ruangan kerjanya, Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi menyebut jika respon yang ditunjukkan oleh masyarakat di lokasi TMMD itu, merupakan salah satu bukti jika keberadaan program TMMD, memiliki manfaat positif di kalangan masyarakat.

Ia menyebut, jika gotong-royong merupakan salah satu budaya yang sudah menjadi ciri khas warga Indonesia. “Itu sudah budaya turun-temurun. Warisan bangsa yang sudah mendarah daging di dalam darah masyarakat Indonesia,” jelas Kolonel Imam.(*)

Tulungagung, Sulutnews.com - Keberadaan rabat jalan di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, seakan mewujudka impian warga di daerah terisolir tersebut.

Betapa tidak, rabat jalan beton sepanjangn hampir satu kilometer itu, mulai bisa dilintasi warga. Hebatnya lagi, menjadi akses utama bagi warga antar Dusun di daerah terisolir tersebut.

Ditemui di ruangan kerjanya, Dansatgas TMMD 108 Kodim 0807/Tulungagung mengungkapkan jika pembangunan jalan itu, sudah lama diimpikan oleh warga setempat. Pasalnya, kata Letkol Inf Wildan Bahtiar, kondisi jalan yang sebelumnya terbilang rusak parah itu sudah mulai bisa dilintasi, sekaligus menjadi jalan penghubung antar Dusun.

“Hampir satu kilometer, dengan lebar tiga meter. Pembangunan jalan itu sudah lama dinantikan masyarakat sekitar,” ungkap Dandim. Selasa, 28 Juli 2020.

Keberadaan pembangunan jalan itu, kata Dansatgas, seakan menjadi berkah bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. “Iya, sudah mulai dilintasi oleh warga,” bebernya.

Terpisah, Ngadiman (53) salah satu warga Desa Ngepoh mengungkapkan jika diperbaikinya jalan itu, seakan meringankan beban warga antar Dusun di Desanya. Sebab, ia mengatakan jika keberadaan pembangunan jalan itu, seakan mempermudah akses masyarakat untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

“Biasanya saya harus memutar arah. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Saya hanya cukup lewat jalan itu menuju ke Dusun lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi menambahkan jika dirinya sangat mengapresiasi kinerja Satgas TMMD Kodim Tulungagung.

Bukan hanya itu saja, keberadaan TMMD, kata Kapendam, bukan hanya sebatas mewujudkan Kemanunggalan antara TNI dan rakyat saja. Namun, ujar Kolonel Imam, Satgas TMMD juga diwajibkan untuk bisa mewujudkan berbagai pembangunan guna kemajuan Desa, hingga SDM masyarakat.

“Jadi, semua pembangunan itu nantinya untuk masyarakat dan dikelola untuk masyarakat. Mudah-mudahan, nantinya bisa dirawat dengan sebaik mungkin,” pinta Kapendam.(*)

Tulungagung,Sulutnews.com – Malam penuh kenangan, malam penuh harapan dan malam penuh keyakinan. Itulah yang ada dalam diri setiap insan manusia yang ada di Des Ngepoh KecamatanTanggunggunung Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.

Warga berbondong –bondong menuju tempat atau lokasi berkumpulnya warga yang dibagi menjadi tiga lokasi. Dilokasi perabatan Jalan, Lokasi MCK umum dan Lokasi Mushola.

Semuanya mengadakan tasyakuran dan temu muka dengan satgas TMMD.Warga Desa Ngepoh terbagi menjadi 3 lokasi sehingga suasana ramai terjadi disana sini.

Malam itu warga desa ngepoh menggelar acara tasyakuran atas semua yang telah didapat selama TMMD ini. Rasa Syukur yang dipanjatkan oleh seluruh warga semoga akan membawa desa ngepoh untuk lebih baik daan sejahtera untuk kedepanya.

Mulyono warga Desa Ngepoh, Minggu (26/7/20) mengatakan, ”Acara yang digelar ini sangat besar manfaatnya bagin kami warga desa Ngepoh, karena menyatukan seluruh warga desa serta yang belum tahu akan tahu dengan yang lain yang belum kenal akan menjadi kenal, sehingga acara tasyakuran tersebut juga untuk membangun silaturokhim antar warga sekaligus mempersatukan warga Desa Ngepoh secara keseluruhan.”

Selain itu, khusus karang taruna akan mendapatkan pelajaran dan pendidikan yang sangat berarti sekali, sehingga dengan tasyakuran malam ini membangkitkan semangat generasi muda untuk mandiri dan menjadi generasi yang tangguh. (*)

Tulungagung,Sulutnews.com – Cuaca cerah menyelimuti alam Desa Ngepoh yang sejuk. Diringi suara kicauan burung, langkah warga desa terlihat pelan tapi pasti. Suasana yang biasa sepi disana sini terlihat banyak warga berkumpul. Yang biasa tidur sore, malam itu terlihat berdandan penuh percaya diri.

Begitulah rona dan warna kehidupan malam itu didesa Ngepoh Kecamatan Tunggunggunung Kabupaten Tulungagung. Jalan yang dilewati biasanya tak terasa ada harum mewangi, malam itu jalan seperti banyak bau harum yang tidak biasanya. Namu begitu diamati ternyata bau harum itu banyak digunakan warga desa yang menuju lokasi TMMD untuk mengikuti acara tasyakuran bersama dengan satgas TMMD.

Gadis – gadis desa berkumpul tak ada satupun yang tak harum, menimbulkan greget dan malam bertambah semangat, para pemuda tak kalah menarik, dengan gaya dan ciri kas masing masing berdandan agar dipandang nampak ganteng, Ibu – ibu pun juga tak mau kalah, malam itu suasana memang nampak begitu semangat sekali.

“Malam ini merupakan malam terindah bagi seluruh warga desa baik muda tua dan anak –anak. Semua warga terus mendatangi lokasi TMMD yang sudah ditentukan. Tampak malam ini bagaikan kehidupan baru dari seluruh warga desa ngepoh.

“Kalau hari – hari desa ngepoh ramai orang tentu perekonomian akan meningkat tajam. Mungkin malam ini merupakan pertanda kebangkitan dari desa ngepoh menuju sejahtera,” jelas Sumadi, Minggu (26/7/2020).

Dengan melihat masyarakat tua maupun muda bersatun padu dengan kompak tentunya keyakinan ada pada diri kita semua, bahwa desa ngepoh untuk kedepanya akan lebih maju dan menjadi desa yang dicontoh oleh desa lain. (*)