Kodim Tulungagung

Kodim Tulungagung (246)

Tulungagung,Sulutnews.com - Sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang tertuang dalam sila-sila Pancasila, tentu Negara Indonesia memiliki nilai-nilai kebudayaan yang sangat tinggi, baik dalam hal kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena di dalam sila-sila Pancasila, baik itu dari sila pertama sampai sila ke lima saling berkaitan antara satu sila dengan sila yang lainnya.

Hal ini dapayt kita lihat dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 108 Tahun Anggaran 2020 yang saat ini dilaksanakan di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung ini.

Setelah melaksanakan pekerjaan TMMD 108 kOdim 0807/Tulungagung, anggota satgas tentu memerlukan istirahat untuk memulihkan tenaganya. Mereka melakukannya bersama dengan warga masyarakat sambil bercanda tawa sehingga lelah yang dirasakan hari ini dapat dilupakannya.

Karena niat dan keinginan yang tulus para Satgas TMMD 108 ini dalam mengerjakan rumah Supiyah, Satgas TMMD 108 dihadiahi jagung rebus oleh warga untuk digunakan sebagai tambahan camilan setelah makan siang selesai.

Tentu saja hal ini menjadi kegembiraan bagi para satgas dan masyarakat karena disaat nanti mereka merasa lapar, mereka dapat menikmati jagung rebus tersebut.

“Alhamdulillah dan saya ucapkan banyak terimakaih atas jagung rebusnya. Semoga kebaikan ibu mendapatkan pahala dari Allah, Aamiin,” kata Sertu Imam, Rabu (2/7/20).

Akhirnya jagung rebus pemberian warga tersebut dibagi-bagi dan dimakan secara bersama-sama sehingga menambah kehangatan antara TNI dengan warga desa.(*)

Tulungagung,Sulutnews.com - Demi kemajuan suatu desa diperlukan niat dan tindakan yang nyata dalam mewujudkan cita-cita yang diinginkan. Terlebih lagi, dengan adanya program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD 108 yang saat ini telah dilaksanakan, tentu merupakan suatu kebanggaan dan juga harapan baru bagi warga desa.

Satu demi satu pekerjaan dilaksanakan sehingga nantinya diharapkan dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu antara anggota satgas TMMD bersama dengan warga masyarakat selalu bersama-sama dalam mengerjakan pekerjaan tersebut.

Terlebih lagi disaat mereka istirahat mereka tetap saling bersama sehingga menambah kedekatan dan hubungan emosional kekeluargaan yang kuat, karena disamping bisa bersenda gurau mereka juga dapat menikmati jagung rebus yang merupakan salah satu hasil dari pertanian warga Desa Ngepoh.

“Menambah keasyikan tersendiri dengan warga masyarakat sambil menikmati jagung rebus buatan Bu Karni, Ini pasti jadi kenangan yang indah tersendiri bagi kami,” kata Sertu Imam, Rabu (2/7/20).

Setelah dirasa cukup mereka istirahat dan lelahnya berkurang, mereka kembali melaksanakan pekerjaan karena waktu terus berjalan. Tentu dengan sebaik-baiknya waktu tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para satgas dan juga warga desa Ngepoh. (*)

Tulungagung,Sulutnews.com - Dalam mewujudkan impian mereka ini tentunya harus dilandasi dengan semangat gotong royong, saling bahu membahu dan dengan kerjasama yang baik, baik antara warga desa, pemerintah, TNI dan juga yang lainnya. Karena harapan warga, dalam pelaksanaan TMMD yang dilaksanakan di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung ini merupakan harapan mereka dalam meningkatkan ekonomi warga.

Seperti halnya yang dilakukan sebelum pembangunan rumah Mukidi, Kamis (2/7/20) ini, antara satgas TMMD bersama dengan warga masyarakat bergotong royong dalam merajut besi untuk pengecoran agar bangunan yang mereka bangun kuat dan kokoh.

“Dengan cara bersama-sama bergotong royong tentu akan mempercepat pengerjaan serta akan menumbuhkan semangat rasa kekeluargaan,” kata Sertu Imam.

Ia melanjutkan, sebagai wakil dari satgas lainnya mengucapkan banyak terima kasih kepada warga yang ikhlas ikut serta membantu pelaksanaan TMMD ini sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar tanpa ada kendala suatu apapun. (*)

Tulungagung,Sulutnews.com - Pembangunan Rumah Layak Huni yang dikerjakan pada pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa merupakan salah satu bukti bahwa TNI selalu manunggal bersama rakyat, karena mereka selalu bergotong royong dan bahu membahu dengan harapan pekerjaan yang dikerjakan cepat selesai dan tepat waktu.

Seperti dalam pembangunan rumah yang kokoh dan kuat agar tidak cepat roboh, diperlukan pengecoran. OLeh karena itu, sebelum melakukan pengecoran antara Satgas TMMD dan masyarakat yang membantu dalam pengerjaan rumah Mukidi, warga dusun Ngarncah, mereka merajut besi sebagai penguat dalam pengecoran.

“Harus dilakukan pengecoran terlebih dahulu agar rumah yang dibangun nanti kuat dan kokoh,” kata Sertu Imam, Kamis (2/7/20).

Bahkan Imam berharap dengan dibantunya warga desa dalam pelaksanaan pengerjaan TMMD 108 yang saat ini sedang berlangsung dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu sehingga warga yang mendapatkan program tersebut, terutama Mukidi dapat segera menempati rumah yang ia idam-idamkan.(*)

Tulungagung,Sulutnews.com - TNI Manunggal Membangun Desa atau yang lebih dikenal dengan TMMD merupakan persembahan TNI dalam ikut serta membangun masyarakat Indonesia yang tangguh dalam aspek peningkatan ekonomi warga dan juga pemerataan pembangunan di segala bidang. Hal ini dapat dilihat bahwa dalam program TMMD 108 di Desa Ngepoh Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung yang menitikberatkan pembangunan dalam berbagai aspek demi kemajuan desa dalam mewujudkan impian mereka mulai nampak terwujud.

Para Satgas TMMD 108 dengan kemampuan dan juga sikap bergotong royong mulai megerjakan pekerjaan dengan harapan agar cepat selesai dan memberikan dampak yang positif bagi warga.

Tentu saja, dengan bekerja keras dan juga mengeluarkan tenaga yang banyak, memerlukan suplemen tambahan bagi para satgas akan staminanya tetap terjaga. Oleh karena itu mereka di saat istirahat siang, warga yang dengan ikhlas membantu dalam pemberian makan siang ini berdatangan. Ada yang memberikan gorengan, nasi dan juga minuman. Dengan pelaksanaan TMMD ini ternyata dapat menumbuhkan sikap gotong royong.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Sertu Imam di waktu istirahat, ia menikmati hidangan singkong goreng yang dibuat oleh Supiyah yang kebetulan rumahnya sedang dilaksanakan perehaban oleh satgas TMMD bersama warga.

“Ternyata singkong goreng buatan bu Supiyah enak tenan,” kelekar Sertu Imam, Kamis (2/7/20).

Sementara itu, Supiyah merasa terharu dengan apa yang dimakan oleh Sertu Imam karena seorang tentara mau makan singkong goreng buatannya. “Saya terharu dengan Pak Imam karena singkong goreng saja beliau mau untuk makan,” pungkasnya.

Setelah dirasa cukup untuk beristirahat, Sertu Imam bersama anggota satgas dan warga yang lain kembali untuk bekerja menyeleasaikan pekerjaan membangun rumah milik Supiyah agar nantinya dapat cepat selesai. (*)

Tulungagung,Sulutnews.com - Supiyah, warga Dusun Ngepoh, Desa Ngepoh Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung yang saat ini rumahnya ditempati oleh para satgas yang melaksanakan kegiatan pengerjaan program TMMD di desanya, merasa bangga dan senang Karena dirinya dapat membatu para satgas TMMD.

Iapun dengan rela setiap hari untuk memasakkan para satgas baik dalam makan pagi, siang maupun malam karena para satgas ini tidak mungkin untuk membeli makanan di warung makan.

Begitu juga dalam mengambil airpun ia harus mengambilnya lebih dari biasanya yang hanya cukup untuk keluarganya. Bahkan setiap pagi dan sore, sejak adanya para satgas Supiyah selalu pergi ke sumber mata air.

Dengan menggunakan gerobak dorong yang biasa digunakan oleh para satgas dalam mengusung kayu sebagai bahan bangunan, dapat memperingan pekerjaan Supiyah dalam mengambil air.

“Dengan adanya gerobag dorong ini saya lebih mudah untuk mengusung air sehingga tidak perlu digendong, karena jalannya yang naik turun ini,” katanya, Rabu (1/6/20).

Ia berharap dengan tinggalnya para satgas di rumahnya, mereka kerasan dan dapat mengerjakan pengerjaan TMMD 108 dengan sebaik-baiknya.(*)

Tulungagung,Sulutnews.com - Sore hari cuaca yang terang dan matahari mulai merayap ke sebelah barat, menjadikan keindahan tersendiri bagi wajah desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung ini, karena pada waktu sore ini aktivitas kaum hawa mulai nampak terlihat.

Mereka berbondong-bondong menuju sumber mata air yang ada di desanya untuk mencari air yang akan digunakan untuk memasak dan juga mencuci piring karena di rumahnya tidak ada sumur sebagai tempat mencari air.

Apalagi saat ini, para Satgas TMMD yang datang di desanya tinggal bersama mereka karena para satgas tidak mungkin, setelah selesai bekerja pada sore hari pulang ke markasnya karena markas mereka yang jauh dari desanya.

Dengan tulus dan ikhlas para warga khususnya kaum hawa yang saat ini ditempati para Satgas TMMD, rela untuk berjalan mengambil air di sumber mata air untuk digunakan memasak dan minum para satgas. “Hal ini menjadi perjuangan yang luar biasa bagi mereka,” kata Praka Ari Wibowo, Rabu (1/7/20).

Para satgas merasa dihormati dengan kedatangannya. Tentu saja ini merupakan suatu kabenggan tersendiri bagi mereka karena mereka menerimanya dengan baik dan bahkan selalu memperhatikan kebutuhan mereka.

“Semoga apa yang telah mereka perbuat mendapatkan pahala dari Allah,” punglkas Praka Ari Wibowo.(*)

Tulungagung,Sulutnews.com - Dengan mengasah sabitnya, Sumin (65) warga Dusun Ngepoh, Desa Ngepoh yang saat ini mendapatkan kehormatan karena para Satgas TMMD tinggal di rumahnya pada saat TMMD di buka hingga nanti sampai penutupan.

Tentu saja hal ini menjadi kebanggan tersendiri baginya dan keluarga, karena disamping mereka menjadi saudara barunya, rumahnya juga terasa aman dengan adanya para Satgas TMMD. Bahkan ia yang biasanya hanya mencari kayu bakar secukupnya, sekarang dia harus mencari lebih banyak lag kayu bakar untuk memasak yang nantinya buat makan para satgas TMMD.

“Senang sekali rumah saya ditempati pak tentara, yang jelas tumah saya lebih aman,” katanya, Rabu (1/7/20)

Dirinya juga berniat akan selalu membantu program pengerjaan TMMD yang saat ini ada di kampungnya setelah melakukan pencarian kayu bakar di hutan yang tak jauh dari rumahnya, karena daerahnya merupakan daerah pegunungan sehingga banyak pohon dan ranting di dalam hutan.

Sementara itu, Kopda Handoyo, mengucapkan terimakasih kepada Sumin karena dengan ikhlas tempatnya diperbolehkan untuk menginap para anggota satgas. (*)

Tulungagung,Sulutnews.com - Suara ayam jantan berkokok yang menghiasi desa Ngepoh Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung membangunkan semangat dan jiwa seseorang dari tempat peraduannya. Mereka sertamerta harus melaksanakan kegiatan dalam mencari ekonomi untuk dipersembahkan kepada keluarga. Mereka bahkan berharap, dengan datangnya hari ini dapat mendapatkan apa yang mereka harapkan. Semangat merekapun seperti siap untuk menghadapi perekonomian dalam pemenuhan keluarga.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Sumin (65) warga dusun Ngepoh ini, pagi-pagi sudah mengasah sabitnya yang digunakan setiap hari untuk mencari kayu bakar di hutan, karena maklum untuk membeli gas saja mereka tidak mampu. Ia hanya menggunakan kayu sebagai bahan untuk memasak karena di hutan masih banyak pohon-pohon dan ranting kering yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak.

“Kita asah ini biar tajam nanti untuk menebang pohon yang kecil-kecil. Dengan kayu sebagai bahan bakar ini tentu masakan kita akn lebih enak dan nikmat karena tidak memakai minyak ataupun gas,” katanya, Rabu (1/7/20).

Lebih lanjut, saat ditanya untuk apa dirinya mencari kayu bakar ini ia menjawab untuk membantu istrinya karena nanti untuk memasak yang nantinya untuk disediakan bagi para Satgas TMMD yang kebetulan mereka ditempatkan untuk tinggal di rumahnya, karena program TMMD ini bertujuan untuk menciptakan kemanunggalan antara TNI dengan rakyat. (*)

Tulungagung,Sulutnews.com - Eko dan Sandi merupakan dua orang bocah warga Desa Ngepoh yang saat ini seang duduk di kelas 5 dan kelas 6 SD karena mereka usianya selisih satu tahun. Namun hal ini bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk bermain bersama dan bersahabat.

Di saat desanya banyak para TNI yang melaksnaakan pnegerjaan pembangunan, Selasa (30/6/20), berhubung sekolahnya masih mengadakan belajar di rumah karena adanya wabah Covid-19, mereka tidak menyia-nyiakan belajarnya. Bahkan di saat para anggota satgas ini sedang bekerja, mereka selalu ingin melihat dan lebih dekat dengan para Satgas.

Merekapun dengan memberanikan diri, mendekati para satgas yang saat itu sedang istirahat siang di pengerjaan rumah Supiyah. Mereka justru dipersilahkan oleh satgas untuk duduk-duduk bersamanya sambil ngobrol bareng.

“Om, apa boleh kita mengenal om lebih dekat sama om?” Tanya mereka berdua serentak.

Anggota satgaspun menjawabnya dengan tersenyum, “Kenapa gak boleh? Sini mari duduk-duduk sama om?”

Merekapun akhirnya duduk-duduk bersama sambil bercerita panjang lebar. Terlihat mereka sangat kelihatan akrab meskipun baru mengenal, karena para satgas ini bukan dari anggota Kodim 0807/Tulungagung, namun dari pasukan tempur.

Usut punya usut, ternyata mereka berdua ingin lebih dalam tahu apa yang menjadi tugas TNI dalam mengisi kemerdekaan ini, karena mereka hanya tahu bahwa TNI hanya berperang saja.(*)