Tanggul Sungai Apur Kiri Jebol, Babinsa Bersama Warga Laksanakan Kerja Bakti

Written by  Sugeng Jun 24, 2020

Cilacap, Sulutnews.com - Dampak musim pancaroba yang terjadi pada awal bulan Juni 2020 membuat tanggul sungai Apur Kiri di Dusun Banjursari RT 01 RW 03 Desa Ujungmanik Kecamatan Kawunganten terkikis dan jebol dengan panjang 3,5 meter dan kedalaman 1,5 meter.

Untuk mengantisipasi terjadinya banjir rob susulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi, Babinsa Koramil 09/Kawunganten Serma Sugiyanto dan Sertu Mulyanto bersama warga sekitar laksanakan kerja bakti perbaikan tanggul menggunakan karung yang diisi tanah, Rabu (24/6/20).

Menurut Babinsa Ujungmanik Sertu Mulyanto, tanggul jebol terjadi pada tanggal 2 Juni 2020 akibat perubahan musim pancaroba yang membuat air laut pasang sehingga membuat tanggul memisahkan Sungai Ujungmanik dengan Sungai Apur Kiri dan saat ini terkikis dan jebol, akibatnya beberapa wilayah mengalami banjir.

"Akibat kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa hanya saja masyarakat sedikit terganggu namun kejadian tersebut juga sudah kita laporkan", ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, sambil menunggu perbaikan secara permanen oleh dinas yang berwenang, Babinsa Koramil 09/Kawunganten dan warga sekitar lokasi melaksanakan kegiatan kerja bakti perbaikan tanggul memanfaatkan bantuan karung dari BPBD Cilacap sebanyak 300 karung yang diisi dengan tanah sebagai penahan.

"Disamping itu, kita juga berupaya untuk terus mendorong Pemerintah Desa Ujungmanik agar mengajukan proposal perbaikan tanggul kepada pihak-pihak terkait, dengan harapan kejadian tersebut dapat segera diatasi sehingga masyarakat tidak khawatir lagi," terangnya.

Selain Babinsa dan warga, Kepala Desa Ujungmanik Sugeng Budianto beserta Kepala Dusun Banjursari Kholil, Para Ketua RT dan RW juga hadir ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Aparat TNI membuat mereka antusuas dan semangat dalam pengerjaannya sehingga tidak butuh waktu lama, semua karung terisi dengan tanah dan tertata sebagai tanggul atau penahan agar luapan sungai tidak lagi masuk ke pemukiman warga. (Urip)