Kodim Batang

Kodim Batang (17)

BATANG,Sulutnews.com -- Aparat gabungan dari Koramil 03/Gringsing  bersama Polsek  terus menegakkan protokol kesehatan dengan menggelar Operasi Yustisi di Jl. lama Gringsing, Kecamatan Gringsing. Senin (26/10/20).

Oprasi ini digelar untuk menghimbau dalam rangka penegakan disiplin dalam mewujudkan masyarakat yang produktif serta aman dari Covid-19 di wilayah Kecamatan Gringsing.

Danramil 03/Gringsing Kapten Cba Dwi Kristanto mengungkapkan," kegiatan penegakan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan tersebut untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Gringsing.

" Kami bersama instansi terkait tidak pernah henti–hentinya menghimbau dan menerapkan penegakan disiplin protokol kesehatan terutama tentang penggunaan masker," katanya.

Menurutnya, ketika ditemukan pelanggar disiplin protokol kesehatan, para petugas agar  memberikan tindakan kepada mereka seperti membersihkan lingkungan jalan, atau menyayikan lagu-lagu kebangsaan, dengan tujuan supaya mereka selalu ingat serta menyadari pentingnya menjaga kesehatan dimasa  pandemi Covid-19.

Sementara itu AKP Deko selaku Kapolsek Gringsing menambahkan, selama Pandemi ini saya berharap kepada semua warga agar selalu mematuhi protokol kesehatan, jika keluar rumah wajib memakai masker, jauhi kerumunan dan selalu cuci tangan dengan sabun setiap selesai melaksanakan kegiatan." harapnya.

" Mari kita bersama-sama  berdoa agar pandemik ini cepat berlalu dan kita bisa beraktifitas seperti dahulu lagi, terimakasih saya ucapkan kepada warga yang sudah mematuhi protokol kesehatan, sayangi keluarga dan diri sendiri ", pungkas AKP Deko. (Pendim0736)

BATANG,Sulutnews.com -- Pembangunan akses jalan penghubung antara Desa Jolosekti menuju Desa Kebumen telah selesai dikerjakan oleh anggota Kodim 0736/Batang bersama jajaran Polres Batang dibantu warga setempat, sejak 20 September hingga 21 Oktober.

Selesainya pembangun infrastruktur tersebut ditandai dengan penutupan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III, oleh Wakil Bupati Batang Suyono didampingi Dandim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto bersama Wakapolres Batang Kompol Made Iriawan Budaya, Kepala Dispermades Agung Wisnu Barata beserta perangkat desa.

 “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya karena pengerjaan jalan desa ini sudah selesai yang tentunya akan sangat bermanfaat baik dari sisi ekonomi dan mempermudah warga menjangkau lokasi-lokasi lain,” ungkap Wakil Bupati Suyono, usai menutup program TMMD Sengkuyung Tahap III, di Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (21/10/2020).

Wakil Bupati menegaskan, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan akan lebih baik. Membangun jalan maupun bendungan akan lebih sempurna dibandingkan membangun yang lain, karena akan memberikan kemudahan akses vital bagi masyarakat setempat. “Jika negara membangun jalan dapat dipastikan konten lokal akan berperan lebih besar dibandingkan tenaga ahli dari luar negeri. Kecuali pembangunan teknologi yang lebih banyak mengangkat konten luar negeri,” katanya.

Pembangunan infrastruktur di Desa Jolosekti dapat dilanjutkan karena kemanfaatannya akan lebih besar dirasakan masyarakat, daripada hanya membangun satu sarana saja, namun aksesnya tidak terhubung. “Ketika disambungkan akan menjadi jalan tanpa putus tanpa batas, sehingga membuat akses masyarakat pun tanpa batas serta akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” bebernya.

Wakil Bupati juga mengapresiasi dengan kerja sama antara TNI/Polri maka akan selalu dicintai oleh masyarakat, karena keberadaan kedua institusi tersebut memberikan manfaat yang besar bagi Kabupaten Batang.

Sementara itu, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto menyampaikan, pembangunan dapat dilihat secara langsung dengan beberapa waktu lalu dilakukan pengecekan, ternyata hasilnya bagus dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kepercayaan yang saya berikan bisa dilaksanakan dengan baik karena sebagai Dansatgas selalu memantau, termasuk pengerahan anggota Kodim Batang dan semuanya adalah tanggung jawab saya,” tegasnya.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan wujud pengabdian Kodim 0736/Batang bersama masyarakat membantu program-program Pemerintah Daerah di Kabupaten Batang.

Kodim Batang selalu berkoordinasi dengan Pemda dan tetap memprioritaskan pada infrastruktur. Apabila jalan sudah baik kegiatan ekonomi pasti akan berjalan lancar. “Tadi juga disampaikan Pak Wakil Bupati, memang rencana kami ke depan akan dilanjutkan untuk jalan yang tadinya sudah sepanjang 959 meter dan lebar 3 meter, insya Allah tahun depan semoga bisa dilanjutkan ke Desa Kebumen sampai selesai, sehingga kemanfaatannya dirasakan masyarakat sekitar,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Jolosekti, Eko Santoso menanggapi positif atas rencana Kodim 0736/Batang yang akan melanjutkan pembangunan infrastruktur penghubung kedua desa tersebut. “Saya sangat terharu bahwa kelanjutan pembangunan ini bisa terealisasi di tahun depan. Saat ini aksesnya belum menyambung ke Desa Kebumen, sehingga belum bisa digunakan maksimal oleh masyarakat Desa Jolosekti dan sekitarnya,” ungkapnya.

Ia mengharapkan, nantinya roda perekonomian bergerak cepat dan masyarakat dapat menikmati akses jalan desa yang semakin baik. “Jika disambungkan hingga Desa Kebumen akan mencapai 1,8 km lagi sehingga kegiatan jual beli hasil pertanian masyarakat menjadi lebih cepat,” terangnya. (Pen-dim0736)

BATANG,Sulutnews.com -- Forkopimda Kabupaten Batang bersama seluruh elemen masyarakat dan pelajar menggelar Deklarasi Damai Menolak Segala Bentuk Aksi Anarkisme dalam setiap menyampaikan aspirasi, di Alun-alun Kabupaten Batang, Senin (19/10/2020).

Deklarasi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Batang Wihaji, Dandim 0736/Batang Letkol Inf. Dwison Evianto, Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka, Ketua MUI Batang KH. Zainul Iroqi, Organisasi Kemasyarakatan dan perwakilan pelajar.

Bupati Wihaji menyampaikan, aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan anarkisme dan unjuk rasa di jalanan namun dengan cara yang bertentangan dengan undang-undang. “Negara kita negara hukum dan demokrasi yang menghormati apapun sikap masyarakat, selama tidak bertentangan dengan undang-undang, Pemerintah Daerah mempersilahkan warga menyampaikan aspirasinya,” kata Bupati.

Poin penting yang dapat dipetik, bahwa seluruh elemen masyarakat bersepakat menolak sikap-sikap anarkisme yang dapat merugikan diri sendiri. “Kabupaten Batang harus guyub rukun bersatu menolak anarkisme dan menyampaikan pendapat secara santun,” tandasnya.

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka mengatakan, situasi Kamtibmas di Kabupaten Batang masih dalam keadaan kondusif. Namun pihak Polres Batang tetap melakukan langkah-langkah antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengganggu kondusivitas Kamtibmas di Kabupaten Batang. “Deklarasi yang sekarang diadakan ini mencerminkan bahwa warga Batang secara keseluruhan menolak unjuk rasa yang sifatnya anarkis dan apabila ingin berpendapat sampaikanlah secara santun,” sanjungnya.

Sementara itu, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto, ''menyampaikan komitmennya untuk selalu mendukung Polres Batang sepenuhnya dalam melakukan pengamanan di setiap kali ada penyampaian aspirasi dari masyarakat.'' Ungkap Dandim.

Dalam kesempatan yang sama, berkaitan Undang-undang Cipta Kerja, Ketua DPRD Batang, Maulana Yusuf masih memonitor beberapa kebijakan Pemerintah Pusat dan perlu dilakukan pengkajian.

" Nanti kita tinggal menunggu aturan-aturan turunannya apakah berbentuk Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden,” terangnya.

Ia memaparkan, berdasarkan kajian yang disampaikan para mahasiswa ada beberapa poin yang dinilai oleh mereka merugikan kaum buruh. Namun secara kelembagaan, DPRD tidak bisa menyimpulkan langsung, karena belum mengkaji lebih mendalam.

Ditemui usai mengikuti deklarasi, pelajar asal SMKN 1 Kandeman, Nurul Awaludin mewakili para pelajar mengapresiasi deklarasi yang disampaikan seluruh elemen masyarakat. “Kegiatan ini sangat baik karena bisa menunjukkan kondusivitas di Kabupaten Batang, dengan tidak menyampaikan aspirasi secara anarkis,” ujarnya.

Menurut dia, penyampaian aspirasi menggunakan cara-cara anarkis adalah mencerminkan contoh yang buruk karena merusak fasilitas umum. “Deklarasi ini dapat menjadikan masyarakatnya lebih waspada lagi. Yang terpenting kita harus mematuhi peraturan khususnya pelajar dan sikapilah secara lebih dewasa tentang Undang-undang Cipta Kerja, agar situasi negara tetap kondusif,” bebernya. (Pendim0736)

BATANG,Sulutnews.com -- Tak henti- hentinya aparat gabungan terus melakukan patroli menghimbau kepada warga masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan sesuai Inpres no 6 tahun 2020 dan perbub no 55 tahun 2020, guna memutus mata rantai Covid- 19.

Seperti halnya yang dilakukan Koramil 11/Warungasem bersama Polsek Warungasem yang kini terus melaksanakan patroli di pusat keramaian serta jalan raya Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Sabtu (17/10/20)

Dalam kegiatan patroli gabungan tersebut dari Koramil 11/Warungasem yang dipimpin oleh Pelda Eko, Ia pun menyatakan '' bahwa masih banyak ditemukan warga masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan , bila keluar rumah tidak mengenakan masker, bahkan juga melanggar lalu lintas, masih banyak warga masyarakat bila berkendara sepeda motor namun tidak memakai helm. '' Ujarnya

'' Saya berharap kepada seluruh masyarakat agar mematuhi aturan dari pemerintah melakukan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, mari kita bersama sama putus penyebaran Covid -19. '' Harap Eko

Koramil bersama polsek Warungasem akan terus melakukan upaya memberikan himbauan kepada masyarakat supaya mereka sadar dan tetap mematuhi protokol kesehatan, kami juga akan memberikan tindakan kepada para pelanggar namun tindakan yang bersifat mendidik, seperti menghafal pancasila, menyanyikan lagu wajib nasional, '' tegas Pelda Eko.

Sementara Kapolsek Warungasem Iptu Heri Suprobo membenarkan adanya banyak warga yang masih tidak mematuhi peraturan pemerintah, "Muspika Kecamatan Warungasem tidak henti-hentinya melakukan operasi yustisi dan membagikan masker ke warga, namun masih banyak ditemui penguna jalan yang tidak memakai masker" imbuhnya.

Bahkan banyak kita temui  pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm, saat ini kita baru lakukan hukuman teguran dengan menyanyikan lagu nasional atau pus up, "pungkas Heri Suprobo".(Pen-dim 0736)

BATANG,Sulutnews.com -- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Habib Lutfi bin Ali bin Yahya mengatakan, perjuangan TNI sampai pada usia 75 tahun untuk tetap tegakanya merah putih tidaklah mulus.

"Sampai pada usia ke 75 tahun, TNI berjuang tegaknya merah putih tercatat dalam sejarah tidak mulus," kata Habib Lutfi Bin Yahya, saat doa bersama HUT ke-75 TNI di Gedung Hj Nanik, Wonotunggal Batang.

Berbagai tragedipun telah tercatat dalam sejarah seperti pada tahun 1948 yang dikenal dengan peristiwa Madiun dan juga berbagai perjuangan TNI yang banyak korban nyawa demi tegaknya NKRI, lanjutnya.

"Oleh karena itu,  peringatan ini dapat membangun sejauh mana kita merasa memiliki, sejauh mana anak kita mengerti perjuangan TNI,"Ungkap Watimpres, Kamis (15/10/2020) malam.

Habib Lutfi Bin Yahya juga berharap agar sedini mungkin anak - anak sedikit di berikan pemahan, sehingga mengerti jerih payah dan perjuangan para TNI dan Polri dalam menjaga NKRI.

"TNI dan Polri merupakan putra putri terbaik yang memiliki tugas bersama rakyat menjaga kedaulatan dan demi keutuhan NKRI," jelas Kyai Khatismatik.

Dandim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto menyampaikan, kegiatan doa bersama ini merupakan hasil inisiasi dari seluruh ulama dan tokoh masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Batang, dalam rangka memperingati HUT ke-75 TNI.

 “Jadi beliau melaksanakan kegiatan doa bersama demi kemajuan dan kesuksesan tugas-tugas yang dilaksanakan oleh TNI khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Batang,” kata Dandim.

Letkol Inf. Dwison mengharapkan, kehadiran para prajurit TNI di Kabupaten Batang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya. Masyarakat menjadi semakin terbantu dan program-program kerja Pemkab Batang pun dapat terealisasi dengan maksimal.

Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, peringatan HUT ke-75 TNI  ini luar biasa karena meskipun digelar di tengah pandemi Covid-19 tetapi para tamu undangan mengikuti disiplin protokol kesehatan. “Tentu dengan menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak aman dan semua tersedia berkaitan menjaga agar tidak terpapar Covid-19,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, Cinta terhadap Negara Indonesia jangan hanya menerima haknya saja, tapi juga harus berkontribusi menjaga kesatuan dan persatuan bersama TNI dan Polri.

"Mengimplemntasikan Pancasila dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara merupakan wajib bagi rakyat Indonesia. Hal ini pun merupakan wujud kontribusi menjaga NKRI dan membantu tugas dari TNI dan Polri," kata Suyono. (Pendim)

BATANG,Sulutnews.com -- Komandan Kodim0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto menghadiri acara yang di selenggarakan oleh MUI Kecamatan Tersono sekaligus mengisi materi kebangsaan, bertempat di Aula Rumah Makan  Kampung Sawah, Desa Rejosari, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Selasa ( 13/10/20 ).

Pada acara Halaqoh Kebangsaan tersebut, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto memberikan materi "Menolak Faham Radikalisme". Momen tersebut dimanfaatkan oleh Dandim Batang untuk memperkenalkan diri dan maksud keberadaannya selama melaksanakan tugas dinas sebagai Dandim 0736/Batang.

'' Radikalisme itu merupakan tindakan yang akan melakukan perubahan secara cepat yang tidak mengindahkan aturan. Dengan cara keras atau brutal seperti bom bunuh diri dan lainnya. Terang Dandim.

Dandim juga menjelaskan, '' Bahwa tujuan Radikalisme adalah mengklaim kebenaran beragama bagi kelompoknya sendiri, sedangkan kelompok yang lain salah. Merasa paling paham dengan doktrin agama, merasa punya otoritas dan menghakimi kelompok yang berbeda agama. Dalam jihadnya apapun di perbolehkan termasuk bom bunuh diri, pembantaian dan mengkalim mereka adalah satu - satunya ajaran yang paling benar. '' Jelasnya

Yang menyebabkan adanya mereka berbuat seperti itu di antaranya faktor kemiskinan, kurangnya pendidikan akan mudah disusupi faham radikalisme, dengan orang semakin berpendidikan akan semakin kritis, Marjinalisasi adalah orang yang terpinggirkan atau disisihkan merasa tidak terpakai.

Lanjutnya, tujuan terorisme dan radikalisme di Indonesia antara lain mendirikan Negara Islam di Indonesia yang notabenya banyak berbagai suku , adat istiadat. Contoh kejadian di Indonesia yang pada tahun 99 awal kerusuhan Ambon, konflik di Kalimantan ( antara Jawa dan Madura ), Bom Natal, Bom Bali 1 2002, Bom JW Marriot di Jakarta. Pelatihan para militer di Jantho dan lain- lain. 

Untuk mencegahnya kita harus melaksanakan bersama dalam memberikan pemahaman faham radikalisme , mempererat ukhuwah Islamiyyah dengan hidup berdampingan bersama, kita sesama muslim bersaudara".

" Suku, ras, agama, budaya, adat istiadat merupakan kekayaan dan keberagaman dari bangsa Indonesia, Kita harus jaga serta hidup rukun berdampingan".

" Agama Islam bukan agama Kekerasan, sinergitas antara TNI, Polri dan pemerintah bersama masyarakat yang harus tetap kita laksanakan dan terus kita jaga ". Pungkas Letkol Inf Dwison.

 

Sementara Camat Tersono H. Bambang Urip Widodo M.M mengucapkan terima kasih karena sudah memfasilitasi Halaqoh Kebangsaan. Bahwa ancaman radikalisme sangat memprihatinkan, yang mana kalau melihat tahun - tahun belakang banyak kejadian.

" Dengan harapan para ulama dapat menyampaikan ke masyarakat tetang paham ini, dengan cara pendekatan humanis dan baik. Ini merupakan salah satu tugas kita bersama, saling menjaga sehingga kondisi bisa kondusif. Mudah mudahan generasi muda yang berada di wilayah Tersono dapat di berikan pengertian mengenai Paham radikalisme, sehingga tidak mudah terprovokasi dan di masuki paham radikalisme yang keras. " Tutur Bambang

Selanjutnya KH. Ijroh Saputro mewakili Ketua MUI Batang KH Zaenul iroki secara resmi membuka Halaqoh Kebangsaan. KH. Ijroh mengatakan bahwa MUI Kabupaten Batang setiap hari Selasa keliling di tiap Kecamatan menyelenggarakan acara Halaqoh Kebangsaan, ini yang ke enam kalinya di selenggarakan di Tersono. Dengan mengikuti Kegiatan yang di laksanakan MUI Jawa Tengah.

Sebab radikal itu pasti ada, apa yang disampaikan oleh Nara sumber di sampaikan kepada masyarakat. Kegiatan ini di selenggarakan agar paham radikalisme tidak berkembang di Kabupaten Batang. "Tutupnya.

Hadir pada acara Dandim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto, Kasdim Mayor Kav. Haryono, Danramil Tersono atau yang mewakili, Kapolsek Tersono, Ketua MUI diwakili KH. Ijroh Saputro, Camat Tersono H. Bambang Urip Widodo, Para Ulama.(Pen-dim 0736/Batang)

BATANG,Sulutnews.com -- Untuk memelihara kemampuan aparat teritorial, Kodim 0736/Batang menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan (Binsiap Apwil) dan Kemampuan Teritorial (Puanter) bertempat di Aula Koramil 10/Kota  yang merupakan Program kerja Triwulan IV tahun anggaran 2020 bidang Teritorial dalam rangka pembinaan Teritorial.

Kegiatan Binsiap Apwil dan Puanter Ta. 2020 telah dibuka Komandan Kodim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto yang diwakilkan oleh Kapten Inf sumargiono Danramil Reban, dalam kegiatannya sesuai dengan protokol kesehatan dimulai hari Senin 12/10/ 2020 akan berlangsung selama 2 hari dengan peserta Para Danramil, Para Bati Koramil dan Para Babinsa jajaran Kodim 0736/Batang.

Pada sambutannya Dandim Letkol Inf Dwison Evianto yang diwakili oleh Kapten Inf Sumargiono, " menyampaikan selamat datang kepada Tim Waslakgiat Korem 071/WK yang sudah datang dan mengucapkan minta maaf karena Komandan Kodim atau Kastaf tidak bisa hadir dikarenan ada kegiatan yang tidak bisa di tinggalkan.

Ia menjelaskan, '' Bahwa Kegiatan ini sudah terprogram dan terjadwal yang bertujuan untuk memelihara kemampuan aparat teritorial Kodim 0736/Batang “Sebagai aparat teritorial tugas pokoknya yakni melaksanakan pembinaan teritorial, segala upaya kegiatan dan pekerjaan untuk menyiapkan Kondisi Geografi, Demografi, dan Kondisi Sosial sebagai ruang, alat dan kondisi juang dibidang pertahanan,” Ucapnya.

Kemudian saya berharap agar para aparat teritorial berperan aktif membantu pemerintah daerah untuk kesejahteraan rakyat sesuai dengan jenjang masing-masing sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat.

 “ Untuk para Babinsa supaya dapat menguasai wilayah binaannya seperti halnya apabila ada potensi konflik dan permasalahan lainnya, karena lebih baik mencegah daripada mengatasi permasalahan yang sudah telanjur terjadi serta monitor perkembangan situasi yang terjadi saat ini, " tambah Sumargiyono

Sementara itu Tim Waslakgiat Korem 071/WK Mayor Inf Saing S.Ag ( Pasipuanterem ) memberikan pengarahan kepada para peserta, '' Saya bersama rombongan mengucpakan banyak terimakasih karena sudah disambut dengan baik oleh rekan - rekan dari kodim 0736/Batang. Babinsa adalah sebagai ujung tombak TNI-AD, karena babinsa ini bersentuhan langsung dengan masyarakat , makanya diadakan program seperti ini , yaitu untuk selalu mengingatkan kepada para babinsa supaya yang sudah bagus bisa lebih bagus. "Jelasnya

'' Kegitan seperti ini dilakasanakan setiap tiga bulan sekali supaya kita tetap fokus masalah lima kemampuan teritorial , karena sebagai aparat teritorial kita harus mampu dan betul -betul menguasai ilmu teritorial karena teritorial itu adalah rohnya teritorial. Untuk itu dalam menyampekan atau membuat laporan harus benar - benar akurat atau falid agar tidak menjadi berita hoak. " Ungkap Mayor Inf Saing (Pen-dim 0736/Batang)

BATANG,Sulutnews.com -- Tidak hanya sasaran pembangunan fisik saja, akan tetapi TMMD Sengkuyung tahap III Tahun 2020 Kodim 0736/Batang telah menggandeng PMI untuk menggelar kegiatan non fisik di wilayah Desa Jolosekti.

Kegiatan yang digelar tersebut diantaranya donor darah, Cek darah, serta pembagian masker secara gratis kepada warga masyarakat yang digelar di Balai Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Minggu (11/10/20)

Dandim Letkol Inf Dwison Evianto melalui Pasiter Kapten Inf Winarno saat berkunjung mengatakan, ''Kegiatan Non fisik seperti donor darah, Cek darah untuk mengetahui kadar gula darah juga kolesterol serta pembagian masker secara gratis untuk masyarakat sekitar supaya masyarakat mengetahui tingkat kesehatannya di masa Pandemi Covid-19, ''Katanya

Kegiatan ini digelar sekaligus untuk memperingati Hari Ulang Tahun TNI Ke- 75 dengan tujuan untuk meningkatkan sinergitas antara TNI dengan masyarakat.

" Saya juga berharap kepada warga masyarakat dimasa pandemi Covid - 19 ini supaya tetap mematuhi protokol kesehatan, menjaga kebersihan, apabila keluar rumah harus mengenakan masker, pola makan teratur supaya badan tetap fit. "Pungkasnya

Pada kegiatan diikuti Pasiter Kapten Inf Winarno, PMI Batang, Ormas FKPPI serta warga masyarakat. (Pen-dim 0736/Btg)

BATANG,Sulutnews.com -- Komandan Kodim 0736/Batang Letkol Inf. Dwison Evianto didampingi Kastaf Mayor Kav. Haryono beserta Para perwira  melaksanakan safari shalat Jumat di Masjid Jami' Desa Warungasem, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Jumat (9/10/20)

Kedatangan Dandim bersama rombongan disambut baik oleh Kyai Maskuri Abdul Manan yang merupakan pimpinan pondok pesantren Al - Mabrur dan jama'ah shalat Jumat  Masjid Jami Warungasem.

Seusai melaksanakan Sholat Jumat, Dandim Letkol Inf Dwison Evianto memperkenalkan diri kepada para jama'ah kemudian  menyampaikan, "Alhamdulillah pada saat ini kami bisa melaksanakan sholat jum'at bersama-sama di Masjid Jami' Warungasem.

Dandim juga menyatakan bahwa dirinya sebagai Komandan Kodim Batang akan mengabdikan diri sekaligus turut membantu permasalahan yang terjadi dimasyarakat dan juga bersama-sama pemerintah daerah akan membangun Kabupaten Batang menjadi lebih maju," tuturnya.

Lanjutnya, Alhamdulillah pada situasi saat ini di Kabupaten Batang tetap kondusif, mudah-mudahan masyarakat Batang tetap damai serta guyup rukun.

Dandim juga menekankan kepada masyarakat dimasa pandemi Covid-19 agar tetap mematuhi protokol kesehatan, menjaga pola makan yang sehat serta melakukan olahraga secara teratur sehingga kondisi tubuh tetap sehat, mari kita berdo'a semoga Pandemi Covid-19 cepat berakhir, ''Jelasnya

Tak hanya itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada para santri Pondok Pesantren Al - Mabrur Oleh Komandan Kodim Batang Letkol Inf Dwison Evianto.

" Jangan dilihat seberapa besar harga atau jumlah yang bisa saya berikan untuk adek-adek santri, saya berikan bantuan ini dengan ikhlas, semoga bantuan dari saya ini dapat bermanfaat, " pungkas Dwison

Sementara itu Kyai Maskuri Abdul Manan juga mengucapkan banyak terimakasih, mudah-mudahan apa yang diberikan nantinya dapat bermanfaat dan menjadikan berkah bagi kami, semoga Pak Dandim dan semua anggota selalu diberikan kesehatan serta lancar dalam melaksanakan tugas sehingga dapat menjadi pengayom dan dekat dengan rakyat, "ucapnya. (Pen-dim 0736/Btg)

Batang,Sulutnews.com - Program Keluarga Berencana dan Kesehatan (KB Kes), suatu gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera, sesuai dengan yang telah direncanakan. Sejalan dengan program KB, diharapkan masyarakat dengan kesadaran penuh mau mengikuti program KB. Kodim 0736/Batang bersama BKKBN Kab. Batang, menggelar kegiatan Baksos Pelayanan TNI KB Kesehatan gratis, bertempat di Klinik Pratama 36 Batang JL. S.Parman no. 30 Kauman Kabupaten Batang, Kamis (8/10/2020).

Pelayanan terselenggara dalam rangka Bakti Sosial TNI KB Kesehatan, KB yang di berikan yaitu KB IUD dan Implan. Untuk memenuhi target dari bkkbn, aseptor yang mengikuti KB ada sekitar 60 orang warga sipil di tambah Ibu- ibu Persit 15 orang.

" Peran TNI dengan KB Kesehatan wujud Kepedulian Sejahtera".

Acara di adakan secara serentak di seluruh kabupaten Batang meliputi puskesmas yang ada di wilayah tak terkecuali Klinik Pratama 36 Batang Kodim 0736/Batang.

Kabid KB Advokasi KIE BKKBN Provinsi Jawa Tengah Yuli Arsianto bersama dengan 3 orang. Dalam kunjungan ke Klinik Pratama 36 Batang sempat menanyakan kepada pasien dengan KB yang di pakai.

" IBU Ambarwati memakai KB apa"? tanya Yuli Arsianto.

Ia juga menerangkan bahwa KB IUD itu merupakan KB yang terhitung paling murah, tidak kalah dengan KB yang lain. Walau ada efek terhadap hormonal, namun  KB ini banyak kelebihannya, di antaranya  IUD hormonal mampu mencegah kehamilan hingga lima tahun, sementara IUD tembaga mampu mencegah kehamilan hingga 10 tahun. Tutur Yuli Arsianto.

Dengan di berikan pilihan harapan nya para aseptor dapat memilih apa yang sesuai dengan keinginan. Kalau Ibu-ibu yang baru memiliki anak satu tidak di anjurkan memakai IUD.

" Proses KB IUD yang di lakukan tidak sakit, dengan berbagai kemudahan yang sekarang ada, serta menyarankan kepada salah satu Ibu agar beralih menggunakan KB IUD", terang Ambarwati.

Hadir dalam kegiatan, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Dwison Evianto yang di wakili Kepala Klinik Pratama 36/Batang Peltu Asmuni, Ibu Ketua Persit KCK Cab XXIV Kodim Batang Ny. Zahra Dwison Evianto yang di Wakili Ibu wakil Ketua Persit Ny. Heni Purwaningsih Haryono, Kabid KB Advokasi KIE, Yuli Arsianto dan 3 orang, Pengurus Persit Dim Batang serta anggota, PLKB bapak Zaenal A A mewakili dinas BKKBN, Danramil 10/Batang Kapten Inf Bardi dan anggota Koramil, aseptor 60 orang warga. ( Pendim0736 )