TNI Manunggal

TNI Manunggal (1497)

BLORA, Sulutnews.com — Ketua Persit KCK Cabang XLII Kodim 0721/Blora, Ny.Yenny Ali Mahmudi memimpin langsung pelaksanaan kegiatan non fisik TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, yang dilaksanakan oleh ibu-ibu Persit Kodim Blora dan ibu-ibu Bhayangkari Polres Blora.

Di acara itu, berbagai keterampilan diberikan kepada warga desa sasaran, mulai pelatihan ketrampilan  memotong rambut, keterampilan memasak, termasuk sosialisasi tentang pernikahan dini yang disampaikan dari PKK Kabupaten Blora.

Ketua Persit Ny. Yenny berharap, semoga apa yang diberikan oleh ibu-ibu Persit, Bhayangkari dan PKK Kabupaten Blora, dalam rangka menyuskeskan gelaran TMMD Reguler dapat bermanfaat bagi warga Desa Jurangjero dan sekitarnya. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com — Sinergitas antara TNI Polri terjalin di arena TMMD Reguler ke -104 Kodim 0721/Blora yang digelar di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo. Terbukti tidak hanya ibu-ibu Persit Kodim yang menggelar kegiatan non fisik, melainkan ibu-ibu Bhayangkari Polres Blora juga ambil  bagian dengan memberikan kursus keterampilan memasak bagi ibu-ibu warga Desa Jurangjero. Acara yang digelar di Balai Desa Jurangjero itu diikuti puluhan warga setempat.

Di kegitan itu, ibu-ibu Bhayangkari dai Polsek Bogorejo, diantarnaya Ny. Rizky  mempraktekkan langsung cara memasak kue, dengan harapan nantinya dipraktekan oleh peserta kursus di rumahnya masing-masing.

“Resep ini sangat mudah untuk di pelajari dan di praktekkan di rumah. Bahkan resep kue ini sangat disukai oleh anak-anak, selain gurih juga sehat untuk di konsumsi,'' papar Ny. Rizky. Dikesempatan itu ibu-ibu Bhayangkari juga mempraktekan resep membuat tahu penthol goreng yang saat ini banyak disukai oleh anak-anak.''(/Narto)

BLORA, Sulutnews.com —  Ibu-ibu Persit Kartika Candra Kirana Cabang XLII Kodim 0721/Blora, kembali mengambil peran di gelaran  TMMD Reguler ke -104 Kodim Blora, di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo. Yakni dengan mengandeng ahli potong rambut, memberi pelatihan keterampilan cara memotong rambut kepada sejumlah remaja putri di lokasi TMMD. .

Di pelatihan tersebut, Lia (18), warga Dukuh Nggoloyo, Desa Jurangjero yang di daulat sebagai model untuk potong rambut. Walaupun awalnya malu tetapi setelah tahu hasilnya, gadis semester dua di salah satu universitas swasta Semarang itu akhirnya percaya diri.

''Saya malu pak, potong rambut kok di lihat banyak orang. Hanya saja karena kesempatan ini belum tentu datang dua kali akhirnya saya dengan senang hati menerimanya. Ternyata tenaga  terampil yangdi rekrut ibu-ibu Persit Kodim Blora benar-benar profesional dalam memotong rambut, sehingga hasilnya sangat memuaskan,'' ujar Lia.

Nurul (27), yang juga remaja putri asli Desa Jurangjero mengaku senang dengan adanya  peltihan keterampilan memotong rambut yang digelar ibu-ibu Persit Kodim Blora, ''senang, saya mendapatkan  ilmu baru,'' bebernya. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Wajib hukumnya untuk berkeliling bagi Danramil 02/Jepon, Kapten Inf. Sukemi di gelaran TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora. Dan hal itu bisa dimaklumi, karena memang, Desa Jurangjero yang menjadi sasaran TMMD terebut adalah di wilayah Koramilnya.

Tanggung jawab besar berada dipundak Danramil Sukemi selaku pemangku wilayah yang sedang punya gawe besar, yakni pelaksanaan TMMD reguler.

Sejak diputuskan baha Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo menjadi sasaran TMMMD Reguler ke-104, Kapten Inf. Sukemi, hampir tidak pernah bosan dan lelah selalu berkeliling kampung di Jurangjero.

Sepenuhnya perhatian ditujukan untuk suksesnya kegiatan yang berlangsung selama 30 hari itu.

Keliling kampung Jurangjero, termasuk sebagian wilayah Desa Nglengkir,  merupakan "lagu wajib" yang harus  dilakoninya. Baik saat melakukan sosialisasi, minta restu ke tokoh, dan saat pelaksanaan mengarahkan Satgas dan warga yang sedang bekerja.

Termasuk di gelaran sasaran fisik TMMD, berupa rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang jumlahnya mencapai 7 rumah. Lagi-lagi orang nomor satu di jajaran Koramil 02/Jepon itu juga  rajin keliling kampung.

''Untuk rehab RTLH, saya harus mendatangi satu persatu rumah warga yang mendapat jatah rehab. Selain sosialisasi juga mendata kebutuhan material yang akan diperlukan untuk merehab RTLH-RTLH tersebut,'' ungkap Kapten Inf.Sukemi (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Semua kegiatan TMMD Reguler ke - 104 Kodim 0721/Blora yang menyasar Desa Jurangjero, Kecamatan Bogoerjo, dipubliksikan ke media masa, baik, online, cetak, televisi hingga mealui radio. Hanya saja, hanya sedikit warga desa sasaran yang mengetahui hal itu.

Merupakan kewajiban bagi Serka Margana, anggota Satgas TMMD yang dari TNI AL Lanal Semarang, untuk menginformasikan ke warga desa sasaran bahwa derap langkah pembangunan Desa Jurangjero melalui gelaran TMMD, bisa dilihat melalui internet, dan untuk mengetahuinya cukup dengan pesawat Handphone.

Tak pelak, banyak warga yang "terpukau" dengan semua itu. Mereka beramai-ramai mendekat ke Serka Margana untuk melihat potret pelaksanaan TMMD melalui internet. ''Wah desa kami masuk TV, masuk internet dan smeuanya bisa diakses oleh warga seluruh dunia,'' ungkap Jamal (54), salah satu warga. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com  -  Beberapa anggota Satgas TMMD Regulee ke-104 Kodim 0721/Blora yang mempunyai hoby mancing, memanfaatkan hoby tersebut untuk media satau sarana lebih dekat dengan warga. Dan kebetulan di desa sasaran, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, terdapat sebuah embung cukup besar yang selama ini didatangi banyak pemancing dari luar desa.

Seperti yang dilakukan Serda Yulianto bersama Kopda kartiko, anggota Satgas TMMD yang penghoby mancing berat, memanfaatkan waktu istirahat TMMD untuk melakukan silahturahmi ke sejumlah warga yang juga hoby mancing. ''Menyelam sambil minum air, melakukan Komsos sekaligus ngangsu kawrug tentang permancingan. Khan kita belum tahu jenis ikan apa yang ada di embung Jurrangjero, termasuk jenis umpannya,'' ungkap Serda Yulianto.

Adalah Ngatman (45), salah satu warga Desa Jurangjero yang juga penghoby berat mancing, yang didatangi Serda Yulianto dan Kopda Kartiko, untuk minta informasi jenis ikan yang ada di embung desa setempat berikut jeis umpannya.  Dengan senang hati Ngatman berbagi ilmu mancing dengan TNI terssebut, dan biasaya langsung diilanjutkan dengan mancing bareng. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Saat merehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik sejumlah warga, TNI Satgas TMMD  Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora, menggunakan kayu-kayu yang berkualitas. Hal itu bertujuan supaya hasil perehaban yang dihasilkan akan kuat dan berdayaguna lama.

Sebagaimana diketahui, di TMMD Reguler Kodim Blora yang menyasar Desa Jruangjero, Kecamatan Bogorejo, salah satu sasaran fisiknya adalah merehab sejumlah RTLH milik warga setempat. Tercatat sedikitnya ada 7 RTLH yang direhab dimana rata-rata kondisinya banyak kayu kerangka ruah yang lapuk sehingga perlu diganti dengan kayu baru.

''Dalam merehab RTLH, kayu yang kita gunakan kayu jati, yang merupakan standar yang digunakan warga Blora dalam membangun rumah. Seperti di rehab RTLH milik Suliyat, dimana banyak melakukan penggantian kayu, semuanya menggunakan kayu jati,'' papar Koordinator lapangan, Peltu Suharyanto.

Hal itu dibenarkan Danramil 02/Jepon, Kapten Inf. Sukemi. ''Kami tidak mau main-main saat merehab rumah waraga. Di pembuatan kuda-kuda yang memang harus kokoh, digunakan kayu jati yang bekualitas. Dengan cara itu hasil perehaban akan kokoh dan berdayaguna lama,'' tandasnya. 

Sementar itu, Suliyat (65), salah satu warga yang mendapat jatah rehab RTLH di gelaran TMMD Reguler Kodim Blora menyatakan,  perehaban yang dilakukan TNI Kodim Blora mengunakan kayu jati yang berkualitas, dipastikan hasil pembangunannya akan bisa diwariskan sampai ke anak cucu nantinya. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com  - Warga Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, dengan berbagai profesinya, menyatakan jalan makadam yang menghubungkan Desa Jurangjero ke Desa Nglenkir, dimana saat ini tengah dibangun Tentara Kodim 0721/Blora, melalui TMMD Reguler ke-104, sangat membantu kelancaran saat memasarkan hasil panenan mereka. Karena akan mempersingkat jarak dari Desa Jurangjeo ke ibukota Kecamatan Bogorejo.

Seperti dikemukakan Sukirjan (60), yang mempunyai lahan jagung cukup luas di lereng-lereng bukit seputar Desa Jurangjero. Selama ini untuk memasarkan hasil panenan jagungnya ke Bogorejo atau Jepon harus memutar denganjarak yang jauh, ''karena harus memutar megakibatkan ongkos trnasportasinya mahal,'' ungkapnya.

Kini, dengan adnaya TMMD Kodim Blora yang membangun jalan makadam dari Jurangjero tembus ke Desa Nglengkir, nantinya bagi warga desa Jurangjero yang akan memasarkan hasil panenan baik ke Bogoerjo atau Jepon akan lebih dekat.

Sekedar diketahui, Desa Jurangjero merupakan salah satu desa sentra penghasil jagung terbesar di wilayah Kecamatan Bogorejo. Geografis desa yang sebagian besar merupakan lereng perbukitan itu sangat cocok untuk tanaman jagung maupun palawija lainnya. Hanya saja untuk memasarkan hasil panenannya warga erhambat dengan tidak tersedianya infrastruktur jalan yang memadai.

''Terima kasih banyak Pak Tentara yang telah membangun jalan tembus dari Jurangjero ke Desa Nglengkir. Nantinya kalai saya mau jual jagung ke Kecamatan Bogorejo bisa lebih dekat sehingga bisa menekan ongkos transportasi,'' papar Sukirjan. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Koptu Herianto, anggota Koramil 02/Jepon sudah tidak terhitung menjadi Satgsa TMMD, dengan daerah tugas di banyak pedesaan. Termasuk bertugas di lokasi  TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Jepon, di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo. ''Ini lokasi TMMD yang paling ekstrim yang pernah saya lakoni,'' paparnya mengomentari kondisi medan sasaran TMMD Reguler Kodim Blora itu.

Menurutnya, medan yang paling ekstrim adalah di lokasi sasaran fisik pembangunan jalan makadam sepanjang 1.360 Meter. Dimana di beberpa titik diantaranya terdapat tanjakan yang cukup tinggi, dimana di kanan kirinya terdapat jurang yang cukup curam. Kondisi medan yang seperti itu, membuat droping material tidak bisa sampai ke titik sasaran, sehingga harus dilangsir secara manual.

Belum lagi, lanjut Koptu Herianto, waktu pelaksanaan TMMD yang berbarengan dengan musim hujan. Semua itu mengakibatkan target waktu penyelesaian pekerjaan menjadi molor, ''bagaimana target terpenuhi, seperti di sasaran fisik pembangunan jalan, jika hujan turun dipastikan pekerjaan dihentikan. Saat hujan reda kondisi jalan belumpur dan licin.'' bebernya. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Banyak hal positif yang dilakukan para Satgas TMMD yang sedang bertugas di loksi TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo. Salah satunya menyerap ilmu terapan beternak sapi kepada warga desa sasaran.

Seperti yang dilakukan oleh Pratu Yuslan. Disela-sela bekerja di perehaban Mushola Al-Ikhlas desa setempat, saat istirahat, ia melakukan komuniksai sosial (komsos) dengan warga peternak sapi yang ada di sekitar mushola. ''Saya sengaja menyempatkan diri untuk "mendekati" warga peternak sapi. Selain untuk menambah keakraban sekaligus belajar ilmu beternak sapi kepada mereka,'' ungkap Pratu Yuslan.

Sekedar di ketahui, warga di desa sasaran TMMD Kodim Blora, Desa Jurangjero, kebanyakan berprofesi sebagai petani, dan beberapa diantara mereka ada yang beternak sapi. Menurut Pratu Yuslan, dirinya tertarik belajar beternak sapi di lokasi TMMD, menyusul menurut pengamatannya, ternak sapi yang dimiliki warga gemuk-gemuk sehingga cukup menjanjikan. (/Narto)