TNI Manunggal

TNI Manunggal (1680)

BLORA, Sulutnews.com — Berakhirnya kegiatan TMMD Reguler ke -104 Kodim 0721/Blora ditandai dengan upacara penutupan di lapangan Desa Nglengkir, dilanjutkan dengan prosesi pengguntingan pita oleh Dansatgas TMMD yang Dandim Blora, Letkol Inf.Ali Mahmudi,SE.

Seusai menggunting pita, Dandim Ali mahmudi mengucapkan terimakasih kepada Kades Jurangjero, Juwartik, juga kepada semua warga Desa Jurangjero, yang telah berpartisipasi maksimal sehingga  pelaksanaan TMMD berjalan sukses.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas,Letkol Inf.Ali Mahmudi,SE setelah melaksanakan pengguntingan pita di lokasi TMMD Desa Jurangjero tepatnya di nol kilometer rabat beton.

''Kami atas nama keluarga besar Kodim Blora, mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi warga Desa Jurangjero yang telah banyak membantu atas berlangsungnya kegiatan TMMD. Sekarang TMMD sudah berakhir, selaku Dansatgas mohon maaf bila selama ini ada salah kata atau perilaku yang kurang berkenan kepada warga Desa Jurangjero,'' ujar Dandim Ali mahmudi. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Terkuak sudah, bahwa suksesnya upacara penutupan TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/blora di lapangan Desa Nglengkir, karena berkat koordinasi yang matang dengan banyak pihak, termasuk dilibatkannya semua Perwira jajaran Kodim setempat.

''Selain itu, kemeriahan pada rangkaian seremonial tersebut, selain karena dukungan dan partisipasi penuh dari anggota Kodim Blora, juga peran serta warga desa setempat yang telah membantu selama penyiapan lapangan yang akan digunakan untuk upacara penutupan TMMD,'' jelas Pasiter Kodim 0721/Blora, Kapten Inf. Puryanto.

Selain itu, lanjut Pasiter Puryanto, dengan banyaknya rangkaian kegiatan saat upacara penutupan, mau tidak mau bukan hanya Koramil Jepon saja yang mempunyai beban, melainkan keseluruhan Danramil dan Perwira Staf Kodim Blora telah dibagi tugas dan tanggung jawabnya masing masing.

Seperti Danramil 07/Sambong, Kapten Inf. Sugiyono yang ditunjuk sebagai penanggung jawab untuk kesiapan baliho yang membentang di belakang pasukan saat upacara penutupan TMMD.

''Seluruh perwira Kodim Blora dilibatkan pada kegiatan upacara ini dan kebetulan saya yang ditunjuk sebagai perwira koordinator untuk pemasangan background atau Baliho yang segini besar bukanlah hal yang ringan. Saat pembongkaran seperti ini harus lebih berhati hati, karena harus memanjat untuk melepas rangkaian besinya,'' papar Kapten Sugiyono. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com  - Senada dengan yang dirasakan Sukatmi, keluarga Kandar (45) di Dukuh Goloyo, juga mengaku sangat senang dengan telah dibangunkannya jamban oleh TNI Kodim Blora, melalui gelaran TMMD Reguler ke-104 di desanya.

Dia mengaku, karena keterbatasan ekonomi, sehingga tidak mampu membuat jamban. Selama ini, kalau BAB lebih banyak dilakukan di sungai. Disaat-saat tertentu karena cuaca misalnya, keluarga Kandar menumpang ke tetangga dekat.

Yatmi (40), istri Kandar menambahkan, mungkin kalau tidak ada TMMD di desanya, kapan bisa membangun jamban dirinya belum mengetahui. ''Untuk makan sehari-hari saja sudah sulit, sehingga tidak mampu membangun jamban. Kini akhirnya dibangunkan oleh Pak Tentara, ''terimakasih Pak Tentara, mungkin kalau tidak ada TMMD, keluarga saya tidak kuat untuk membangun jamban,'' tuturnya. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Gelaran TMMD reguler ke-104 Kodim 0721/Blora telah usai, namun kebahagiaan keluarga Sarijan (55),  warga Dukuh Goloyo, Desa Jurangjero, tidak pernah usai sampai kapanpun. Dia adalah  salah satu warga yang telah menerima pembuatan Jamban sehat di TMMD tersebut.

Sukatmi (45), istri Sarijan, mengaku tidak akan melupakan jasa baik Tentara Kodim Blora yang telah membangunkan jamban bagi keluarganya. ''Alhamdulillah sekarang saya sudah punya jamban sehat sendiri. Saya sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak-bapak TNI,  khususnya Kodim 0721/Blora yang telah membuatkan kami jamban sehat sehingga sekarang kalau BAB tidak lagi numpang ke saudara atau tetangga lagi,'' ungkap Sukatmi.

Menurutnya, kebahagiaan yang dirasakan juga dirasakan semua warga Desa Jurangjero, dengan hasil pembangunan TMMD. Baik pembangunan jalan makadam, rehab rumah, pembangunan jamban, dan sejumlah kegiatan lainnya. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com  - Seiring dengan telah selesainya gelaran TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora, di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo dan sukses, senyum bahagia tersungging dari Babinsa Jurangjero, Serda Suwarno.

Senyum bahagia itu bukan tanpa alasan. Menurut Serda Suwarno, setelah melalui perjuangan berat mulai dari Pra TMMD hingga selesainya TMMD, akhirnya membuahkan hasil yang gemilang.

''Semua tenaga, pikiran dan waktu saya curahkan demi suksesnya TMMD Jurang jero ini. Kini semuanya telah berakhir, dan kita lihat bersama hasilnya sangat luar biasa. Ini semua berkat kerjasama antara anggota Satgas dan warga Desa Jurangjero serta semua instansi yang mendukung. Saya sangat bangga bisa menyelesaikan semua program TMMD Kodim Blora tepat waktu,'' papar Serda Suwarno. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Seiring dengan telah usainya pelaksanaan TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, banyak warga setempat yang menanyakan kapan kegiatan serupa bisa dilaksanakan kembali.

''Sejak adanya Tentara di desa kami yang melaksanakan TMMD, Desa Jurangjero menjadi maju. banyak warga kurang mampu terbantu. Wajar kalau kami menanyakan kapan pak Tentara membangun desa kami lagi,'' ungkap Sutarmi (39) warga Dukuh Goloyo RT 03/ RW 03, Desa Jurangjero.

Dia mengaku, secara pribadi, juga dirasakan seluruh warga, aktivitasnya mulai lancar dengan selesainya pembangunan jalan makadam. ''Jalan makadam yang dibangun pak Tentara ini sudah lama didambakan warga. Kini sudah jadi, semuanya jadi lancar,'' papar Sutarmi. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Usai menggunting pinta tanda diresmikannya jalan makadam sepanjang 1.360 Meter dengan lebar 2,5 Meter yang merupakan sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora, Dandim 0721/Blora, Letkol Inf. Ali mahmudi menyampaikan banyak pesan kepada warga Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo.

''Terimakasih atas antusias warga Jurangjero yang maksimal membantu TNI dalam pelaksanaan TMMD ini. Saya hanya berpesan supaya setelah jalan ini jadi supaya dirawat dengan baik agar awet. Kalau ada kerusakan, supaya dikoordinasikan dengan pihak desa untuk segera diperbaiki,'' pesan Dandim Ali Mahmudi.

Selain itu, lanjutnya, semangat gotong royong yang sudah mulai kembali terbangun selama pelaksanaan TMMD agar terus dijaga, bahkan ditingkatkan. Terbukti dengan cara gotong royong, seberat apapun pekerjaan akan bisa terselesaikan. (/narto)

BLORA, Sulutnews.com - Ini totalitas Kapten CPL Sumanto, yang didaulat untuk menjadi Dansatgas  Penerangan TMMD Reguler ke -104 Kodim 0721/Blora. Sejak TMMD dibuka, bahkan jauh sebelum itu, saat Pra TMMD, Kapten Sumanto harus mondar mandir dari Makoramil Ngawen - Makodim Blora - Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo.

''Sebagai Danramil 12/Ngawen saya harus menghandel segala tanggung jawab di wilayah Ngawen. Sebagai Dansatgas Penerangan TMMD, saya harus meluangkan waktu ke Kantor Penerangan di Makodim Blora. Setelah itu merupakan satu paket, saya juga harus sering kontrol anggota yang tengah meliput kegiatan TMMD di desa sasaran, Desa Jurangjero, kecamatan Bogorejo. Alhamdulilah, diberi kesehatan dan semua pekerjaan bisa terkontrol,'' papar Kapten CPL Sumanto.

Dia menjelaskan, saat upacara penutupan TMMD, dirinya juga tidak mau ketinggalan untuk naik gunung, ke Desa Jurangjero. Menyusul di upacara tersebut banyak sekali acara tambahan yang semuanya penting, dan tidak boleh lepas dari peliputan anggota Tim Pendim lapangan. ''Saya harus berada di tengah-tengah mereka, dan mengingatkan jangan sampai ada secuil acara pun yang tidak terdokumentasi,'' tegasnya.

Bahkan, lanjutnya, meski pelaksanaan TMMD telah berakhir namun lomba jurnalistik TMMD masih berjalan, pihaknya tetap memantau, mengkoordinir kerja Tim Penerangan Kodim Blora untuk terus menghimpun berita secara maksimal. (/narto)

BLORA, Sulutnews.com - Tiang bendera yang didirikan kokoh di lapangan Desa Nglengkir untuk  keperluan upacara penutupan TMMD Reguler ke -104 Kodim 0721/Blora telah dirobohkan Tentara. Bersamaan dengan robohnya tiang bendera itu, sesuatu yang kontras dialami oleh warga Jurangjero dan Nglengkir yang mulai menaikan semangat hidup.

''Tiang bendera boleh dirobohkan oleh Pak Tentara, kami-kami justru sebaliknya mulai menaikan semangat hidup. Betapa tidak, dengan telah dibangunnya jalan tembus dari Nglengkir ke Desa Jurangjero, aktivitas warga nglengkir menjadi lancar,'' ungkap Sukirno, warga Desa Nglengkir yang mempunyai lahan di Desa Jurangjero. Setiap harinya praktis dia akan melalui jalan makadam yang dibangun oleh TNI Kodim Blora.

Sekedar diketahui, di TMMD Reguler Kodim Blora, salah satu sasaran fisik utamanya adalah jalan makadam sepanjang 1.360 Meter yang menghubungkan antara Desa Jurangjero dengan Desa Nglengkir, Kecamatan Bogorejo. Jalan tersebut sudah lama diidam-idamkan warga. Selain itu Tentara juga membangun  talud penahan jalan di beberapa titik, rehab Rumah Tidak Layak Huni(RTLH), rehab mushola, jambanisasi dan banyak  kegiatan non fisik. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - ''Ini sebuah kebetulan atau memang jalan saya mendapat rejeki berawal dari penutupan TMMD Reguler Kodim Blora di lapangan Desa Nglengkir beberapa waktu lalu,'' ungkap Sutinah (38), warga Desa Nglengkir, yang kini mulai menapaki usaha barunya sebagai penjual nasi pecel.

Sutinah menuturkan, awalnya dia mencoba mengais rejeki dengan menjual nasi pecel bebek, di seputaran lapangan Desa Nglengkir yang dijadikan ajang upacara penutupan TMMD. "Waktu itu saya dan suami tahu ada kabar akan ada acara upacara penutupan TMMD, saya dan suami mencoba berjualan minuman dan makanan. Ternyata banyak yang beli dan malah pada suka masakan nasi pecel dan rujak,'' bebernya.  

Dia mengaku, waktu itu kebetulan saat dirinya berjualan di foto oleh Tentara katanya dari bagian penerangan, hingga akhirnya berita tersebar dimana mana. ''Alhamdulilah, berkat di foto itu sampai saat ini banyak yang datang, bahkan dari luar daerah untuk mencoba nasi pecel saya,'' ungkap Sutinah. Ditambahkan, mungkin Tuhan sudah membuka rezeki bagi keluarga saya, berawal dari pedagang dadakan, sekarang menjadi pedagang tetap. (/Narto)