Manado, Sulutnews.com – Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Utara berupaya meningkatkan literasi masyarakat Sulawesi Utara melalui inovasi perpustakaan digital yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas termasuk siswa dan mahasiswa dilokasi Kantor Perpustakaan dan Arsip akan mulai dibuat akhir tahun ini.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Sulut Ir Janny Lukas MSi kepada Sulutnews Rabu 16 Oktober dikantornya.

Lukas mengatakan kantor yang dia pimpin terkesam sedikit pengujung karena memang sudah tidak memadai. Saat ini kita benahi lewat dana APBD Sulut 2019 atas dukungan Gubernur Olly Dondokambey. Kita melakukan inovasi dengan perpustakaan digital dan juga benahi ruang arsip.

Lebih lanjut Lukas mengatakan semua lembaga pemerintah dan masyarakat luas bisa mengakses data di Perpustakaan digital yang nantinya ada model lafe agar menjadi daya tarik masyarakat.

"Animo masyarakat akan meningkat termasuk siswa dan mahasiswa kalau sudah dibangun perpustakaan digital ini."kata Lucas.

Terkait gudang arsip dia sudah minta semua lembaga pemerintah untuk menyimpan surat surat penting termaduk SK atau surat keputusan dan dokumen lainnya di kantornya. Ini penting saat ini kurang dimanfaatkan. "Kita rubah kedepan agar arsip arsip tersimpan rapi" tangasnya.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Untuk menunjang pariwisata di Sulut para pelaku UMKM terutama para perempuan harus menghasilkan produk berkualitas. Dengan demikian konsumen atau wisatawan yang cukup banyak di Sulut puas dan tidak kecewa kalau membeli ole-oleh.

"Jadi kualitas itu penting diera saat ini agar produk kita laku dan tidak kalah bersaing" Kata Judi Senduk Sekretaris Dinas Pariwisata Sulut Rabu, 16 Oktober pada acara Penguatan Peran Kelompok Perempuan Dalam Kegiatan Industri Pariwisata Di Swisbel Hotel Manado.

Hadir Kepala Dinas Denny Mewengkang dan Kabit Industri Pariwisata Fanny Matheos dan sekitar 200 perempuan Pelaku UMKM. Menurut Senduk saat ini kunjungan wisatawan meningkat, baik dalam maupun luar negeri.  Wisatawan pasti akan membeli ole-oleh. Ini tentunya yang produk berkualitas apakah kue dan jenis produk lainnya.

Acara ini penting untuk mengigatkan pentingnya kualitas. Dengan UMKM maju maka akan meningkat pendapatan dan kemiskinan akan turun "Jadi peran perempuan pelaku UMKM penting dalam menunjang pariwisata."Katanya.

Sementara itu ada pembicara yakni Dr Ingrid dan Syerly Rumagit pelaku usaha. Menurut Dr Ibgrid penting untuk kesehatan para perempuan pelaku usaha Dan produk yang layak makan dan sehat.

Sedangkan Syerly Rumagit mengatakan kita jangan pesimis dalam berusaha. Perempuan Sulut hebat karena sangat banyak menjadi pelaku usaha. Ini harus kita pertahankan dan kembangkan. Namun kualitas harus baik. Karena kualitas itu penting. Selain itu harus bersih dan berpenampilan yang rapih para pelaku. Agar pembeli tertarik.

Fanny Matheos Kabit Industri sebagai pelaksana mengatakan. pihaknya akan lakukan bimbingan kepada semua pelaku usaha yang saat ini ada 200 lebih baru di Kota Manado. Kabupaten Kota lain akan menyusul. Kalau semua UMKM berjalan bagus maka pariwisata maju dan wisatawan senang.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Kadis Perkebunan Sulut Ir Refly Ngantung mengatakan produk cengkeh Sulut kedepan akan meningkat, karena itu pihaknya akan mengenjot penanaman cengkeh pada lahan 62.000 hektare yang berada di 6 Kabupaten. Lahan ini menjadi wilayah pengembangan kawasan perkebunan cengkeh.

"Tahun depan mulai penanaman dan bibit cengkeh dari Pemda dan juga pupuk dan kebutuhan petani. Kita akan kembalikan kejayaan cengkeh Sulut yang cukup terkenal dimasa lalu."kata Kadis Perkebunan Sulut Ir Refly Ngantung kepada wartawan usai acara Sosialisasi Masterplan Pengembangan Kawasan Perkebunan Cengkeh di Hotel Granpuri Manado Selada 15 Oktober 2019.

Acara dihadiri pembicara dari Kementrian Pertanian Pakar Perkebunan serta peserta dari 15 Kabupaten dan Kota. Acara dibuka Asisten II Pemda Sulut Rudi Mokoginta SE MM mewakili Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw.

Meburut Ngantung 6 Kabupaten yang akan menjadi lokasi kawasan pengembangan tanaman cengkeh yakni Kabupaten Minahasa, Minut, Mitra, Minsel, Boltim dan Bolmobg.

Kalau ini berhasil maka akan meningkat produksi, yang saat ini turun sekitar 13.000 ton. Kedepan akan naik. Dan kualitas akan ditingkatkan.

Ngantung menambahkan pengembangan kedepan dengan cara korporasi. Artinya akan ada pembeli produk agar tidak rugi petani kedepan. Kalau saat ini petani rugi karena tidak tau menjual kemana, tapi kalau ada korporasi akan lebih baik.

Sementara itu Wagub Sulut Steven Kandouw dalam sambutanya yang di bacakan Asisten II Rudi Mokoginta menyambut baik acara Sosialisasi ini. Ini baik karena untuk meningkatkan produk cengkeh dan menguntubgkan petani.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.Com - Wacana pembentukan Provinsi Nusa Utara segera dimatangkan dan dalam waktu dekat panitia pembentukan segera menggelar pertemuan untuk membicarakan persiapan agar pembentukan segera terealisasi. Hal ini disampaikan ketua pembenrukan Provinsi Nusa Utara Winsulangi Salindeho.

Menurutnya jika mengacu pada syarat administrasi pembentukan daerah otonom, memang belum memenuhi syarat, namun jika melihat urgensi untuk keamanan dan kepentingan masyarakat yang ada diwilayah perbatasan diharapkan ada perlakuan khusus, agar pembentukan Provinsi Nusa Utara dapat direalisasikan.

"Pemekaran dua Kabupaten untuk memenuhi syarat pembentukan provinsi justru akan menambah anggaran, rapi u tuj wilayah perbatasan kiranya ada perlakuan khusus," kata Salindeho. Mantan Bupati Kabupaten Sangihe ini juga mengatakan, desakan realisasi pembentukan Provinsi Nusa Utara juga didasarkan atas dasar peluang yang disampaikan Presiden Jokowi yang membuka peluang adanya pemekaran daerah otonom baru diwilayah Papua."Jika Papua bisa maka Nusa Utara yang merupakan wilayah perbatasan juga bisa mendapatkan kesempayan yang sama karena memang sangat layak," tegas Salindeho.

Wacana pembentukan Provinsi Nusa Utara bukan untuk kepentingan kelompok tertentu tetapi untuk tujuan lebih memberikan otonomi bagi pelaksanaan administrasi pemerintahan agar pengelolaan wilayah perbatasan lebih fokus, terutama dalam menjaga keutuhan NKRI.(/Josh Tinungki)

Tondano, Sulutnews.com - Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof Dr Julyeta P.A Runtewene, M. S memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Bakti Kesehatan Polri yang digelar Polda Sulut khususnya Bidang Dokkes, di Poliklinik Unima Tondano, Selasa (15/10/2019).

"Selaku rektor saya menyampaikan penghargaaan dan terima kasih yang tinggi kepada jajaran Kepolisian Sulawesi Utara yang telah mempercayakan Poliklinik Kampus ini menjadi tempat pusat bakti kesehatan Polda Sulut," ujar Rektor saat menyampaikan sambutan.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini Kampus Unima dalam kondisi aman dan kondusif sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan baik.

"Tentunya ini tak lepas dari dukungan dan peran aparat Kepolisian dengan berbagai pendekatan inovatif terhadap mahasiswa, baik melalui olah raga maupun diskusi. Terimakasih untuk dukungan jajaran kepolisian atas peran tersebut," ucapnya.

Rektor juga mengatakan kegiatan bakti kesehatan ini sebagai wujud bahwa polisi peduli dan salah satu upaya untuk mendekatkan diri polisi dengan masyarakat.

"Orang tahu polisi hanya untuk penegakkan hukum, ternyata tidak. Ini suatu keteladanan yang luar biasa, maju terus jajaran Kepolisian , kami akan terus mendukung semua program yang ada," tegas Rektor Unima.(/IT)

Tondano, Sulutnews.com - Halaman Universitas Negeri Manado (Unima)  di Tondano mendadak didatangi ribuan warga sekitar dan para tenaga medis, Selasa (15/10/2019).

Pagi itu, di halaman dekat pintu masuk Unima, Polda Sulawesi Utara khususnya Bidang Dokkes bersama Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III bekerjasama dengan stakeholders terkait dan Unima, menggelar bakti sosial kesehatan Polri.

Bakti kesehatan Polri ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Terlihat berbagai kesiapan telah dilakukan oleh Bidang Dokkes Polda Sulawesi Utara sehari sebelum pelaksanaan bakti kesehatan.

Menurut Panitia, target pemeriksaan akan dilakukan terhadap kurang lebih 1000 warga termasuk mahasiswa.

Berbagai pemeriksaan telah disiapkan oleh Panitia, diantaranya KB, khitanan umum, pemeriksaan IVA, pengobatan umum, pengobatan gigi, donor darah.(/IT)

Manado, Sulutnews.Com - Terminal bayangan yang dibiarkan beroprasi ilegal di seputaran SPBU dan patong Kuda Paal 2 Kota Manado terus mendapatkan sorotan pasalnya kendaraan Angkutan Kota trayek Airmadidi dan Lapangan tersebut dibiarkan bebas memarkir kendaraan dititik rawan macet, seperti enggan disentuh aparat lalu lintas dan dinas perhubungan.

"Dinas Perhubungan harus tegas, jangan membiarkan seenaknya dan semaunya sopir menaikan penumpang, dilokasi yang bukan terminal," kata Anggota Komisi III DPRD Sulut Stella Runtuwene.

Menurutnya keberadaan terminal bayangan selain menimbulkan persoalan kemacetan, juga menjadikan wajah Kota sepertinya tidak teratur." Ada apa dengan petugas yang berkepentingan sehingga tidak bisa melakukan penertipan, padahal operasi terminal bayangan jelas meruoakan pelanggaran," tanya Runtuwene.

Menyangkut keberadaan terminal bayangan yang beroprasi bebas dilokasi SPBU dan berdekatan dengan kantor Dinas Perhubungan Provinsi tersebut, sengaja dibiarkan karena diduga petugas menerima upeti dari para sopir." Jika benar sengaja dibiarkan karena diduga petugas terkait menerima upeti, maka ini harus dilakukan infestigasi," tegas Runtuwene.

Oprasional terminal bayangan dari kendaraan angkutan kota jalur Airmadidi dan Lapangan tersebut berlangsung setiap hari yang dilakukan sepanjang jembatan miangas, hingga lamou merah paal 2 dan sering menyebabkan kemacetan. (/Jos Tinungki)

Pengadaan Prasarana Air Bersih, Pembangunan Jalan dan Taksi Laut Mendesak

Manado, Sulutnews.Com - Persoalan infrastruktur pendukung Keberadaan pulau Salibabu Kabupaten Talaud ternyata masih butuh perhatian Pemerintah pasalnya ketersediaan Air Bersih, pembangunan infrastruktur jalan dan Jembatan juga pengadaan taksi laut disejumlah desa mendesak untuk dilakukan. Hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Sulut Sherly Tjanggulung, S, Si. Menurutnya kebutuhan Air Bersih, Pembangunan Jalan dan Jembatan serta taksi laut mendesak untuj direalisasikan

 

"Pemprof melalui dinas terkait agar dapat memperhatikan kebutuhan warga yang ada diwilayah perbatasan, ini harusnya mendaoatkan prioritas karena sudah lama masyarakat mengeluhkan hal ini," kata Tjanggulung.

 

Juga kata politisi Partai Nasdem yang masuk DPRD Sulut dari daerah pemilihan (Dapil) Nusa Utara ini menjelaskan terkait infrastruktur jalan perlu dibuat jalan baru yakni dari Kolongan menuju Sere termasuk perbaikan jembatan juga harus dilakukan."Hampir sepanjang 20-30 kilometer akses jalan dari Kolongan sampai Salibabu melewati, Bitunuris, Balang kondisinya rusak," ungkap Tjanggulung.

 

Juga dibidang Perhubungan Laut hal yang perlu mendapatkan perhatian dan mendesak untuk diadakan yakni terkait taksi laut berupa perahu speed boad angkutan penumpang dari Miangas, Karatung  ke Melong harus terganggu karena menggunakan perahu sewa, sementara jadwal tol laut atau kapal perintis jadwalnya tidak menentu."Kebutuhan transportasi laut sangat tinggi sementara ketersediaan angkutan kurang dan sewa perahu juga sangat mahal," tegas Tjanggulung.

 

Perhatian Pemerintah untuk pembangunan infrastruktur diwilayah Kabupaten Talaud memang sudah ada, tapi belum merata disemua wilayah Kabupaten. (josh tinungki)

Kantor Masih Sewa, Fasilitas kantor Minim

Manado, Sulutnews.Com - Ketua Komisi I DPRD Sulut Vonny Paat mengatakan keberadaan Badan Perbatasan sangat strategis dan perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah, ini penting dilakukan mengingat letak geografis Provinsi Sawesi utara yang berada diberanda terdepan Repoblik I donesia, karena berbatasan langsung dengan negara Pilipina,sangat rawan disusupi oleh berbagai hal yang tidak hanya mengganggu kedaulatan NKRI, tetapi juga kegiatan yang sifatnya kriminalitas.

Sebagaimana hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Kamis (10/10/2019) diketahui ada banyak kebutuhan dalam mendukung terselenggaranya pelaksanaan program masih terkendala akibat minimnya alokasi anggaran.

Menurutnya, keberadaan Badan Perbatasan perlu mendapatkan perhatian khusus, sebab sebagaimana program Presiden Joko widodo yang membangun dari wilayah pinggiran pasti tidak akan terealisasi jika SKPD yang mengurus perbatasan lemah dalam hal pelayanan."Selain anggaran yang sangat minim fasilitas pendukung, seperti ke daraan oprasional dinas juga cuma satu, juga kantor masih sewa, ini tentu sangat mempengaruhi pelaksanaan tugas," kata Paat.

Meski kondisi minimnya anggaran dan fasilitas yang dimiliki, namun kondisi ini tidak menghilang semagat kerja dari ASN yang ada, agar orogres dari tuooksi tetap ada dan bisa tercapai sesuai target. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.Com - Anggota Komisi I DPRD Sulut  Imelda Nofita Rewah (INR) menyatakan dukungan terhadap pembangunan Command Center yang telah diprogramkan oleh Dinas Kominfo dan Persandian Provinsi Sulawesi Utara, ini penting dilakukan, mengingat manfaat dari Command Center sangat membantu penyelenggaraan pemerintahan berbasis informasi digital.

Menurut politisi PDI-Perjuangan ini, perlu ada study banding terkait greend desing agar pemanfaatan anggaran sebesar Rp 9,8 Miliar untuk pembangunan command center dapat mengaplikasi Grand design dari smart city yang ada di Jakarta dan kota besar lain yang sudah lebih dahulu menyelenggarakan pemerintahan berbasis teknologi."Untuk mengejar ketertinggalan dan menjadikan pemerintah Sulut berbasis teknologi, dipandang perlu menggenjot percepatan pembangunan command center,"kata INR saat RDP bersama Dinas Kominfo dan Persandian Sulut Kamis (10/10/2019).

Command Center (Pusat Komando) telah menjadi sebuah keperluan di masa kini, dimana integrasi sangat diutamakan. Command center sendiri adalah ruangan pusat visualisasi dan integrasi data, baik yang diperoleh melalui online, offline, internal maupun eksternal disajikan secara bersamaan di sebuah layar lebar video wall. Salah satu fungsi command center yang terkenal adalah sebagai monitoring room. Tetapi tidak hanya itu, command center sangat membantu dalam mempermudah jalannya meeting dan koordinasi antar bidang. Command center juga dapat membantu memastikan  setiap keputusan penting, respon dan aksi yang diambil adalah seakurat mungkin sesuai data yang ada. Command center sangat penting bagi kantor instansi pemerintahan dan perusahaan-perusahaan yang memerlukan manajemen krisis. Beberapa kantor pusat daerah di Indonesia telah memiliki command center sebagai pusat integrasi data mereka, untuk koordinasi dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang lebih efisien. (/Josh Tinungki