Manado,Sulutnews.Com - Usaha penjegalan hingga menimbulkan cerita jika kedatangan Ketua DPD I Partai Golkar Christiany Eugenia Paruntu di Istana beberapa waktu lalu tidak diundang sehingga gagal menjadi Mentri dikabinet Indonesia Maju, perlu mendapatkan penjelasan. Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Sulut, Raski Mokodompit mengatakan pihak istana harus memberikan klarifikasi yang sejujur-jujurnya.

“Pihak Istana melalui Mensesnek Pratikno dan protokol Bey Machmudin harus memberikan klarifikasi agar berita tidak simpang siur. Apalagi ini terkait dengan nama baik pribadi Christiany E. Paruntu maupun kapasitas beliau sebagai Bupati Minsel dan Ketua DPD Golkar Provinsi Sulut,”tegas Politisi politisi muda partai Golkar Sulut ini.

Terkait apakah benar ada tukang jagal di istana, Kerua Fraksi Golkar DPRD Sulut itu juga membeber beberapa fakta ketika Lima tahun lalu nama Maruarar Sirait calon menteri yang tidak dilantik juga menjelang Pilpres nama Mahfud MD yang gagal berpasangan dengan Jokowi padahal sudah diundang di Istana dan sekarang ada Ibu CEP yang kembali sengaja dijegal."Ada apa dengan Istana ? Apakah ada tukang jegal didalam Istana ? Ini yang menjadi pertanyaan banyak orang.

Makanya harus ada klarifikasi dari pihak istana,”kata Mokodompit

Meski Tetty Paruntu sudah menjelaskan secara tegas bahwa dirinya diundang berdasarkan penyampaian resmi dari Mensesneg Pratikno melalui Whatsapp untuk datang ke istana negara, namun akhirnya digagalkan, maka penjelasan resmi sangat penting dilakukan.(josh tinungki)

Manado,Sulutnews.Com - Setelah selesai menjalankan amanat rakyat di DPRD Sulut, figur populis James Karinda (JK) berkomitmen akan fokus dibidang pelayanan baik ditengah persekutuan jemaat lewat Panji Yosua Sinode GMIM maupun kepada masyarakat di Kota Manado. Ditemui Rabu (23/10), JK yang juga caleg DPR-RI dari Partai Demokrat saat Pileg lalu, menyatakan akan istirahat terlibat didunia politik lagi.

“Saya istirahat dari dunia politik,”kata Karinda yang saat ini menjabat Direktur Umum PDAM Manado. Bahkan dirinya mengaku saat ini sedang disibukkan dengan pelayanan sebagai panglima Panji Yosua dan juga melayani masyarakat melalui PDAM  Manado.“Saya konsentrasi dan fokus pelayanan dulu. Sebagai panglima Panji Yosua dan dirum PDAM Manado. pekerjaan ini butuh waktu ekstra,”sambung mantan ketua Konisi IV DPRD Sulut itu.

Karinda juga menyatakan akan bekerja maksimal sebagai Dirum PDAM Manado.

“Karena ini Perseroan Terbatas (PT) butuh tenaga ekstra. Yang terpenting disini adalah pelayanan kepada masyarakat harus benar-benar dioptimalkan,” kata Karinda.

Diketahui, dunia politik bukan hal baru bagi sosok James Karinda. Dirinya pernah menjadi figur potensial dan pengurus inti PDIP Sulut. Kemudian, Karinda juga pernah dipercayakan sebagai direktur eksekutif Partai Demokrat Sulut. Sepak terjang Karinda di dunia politik sarat pengalaman dan teruji apalagi, Karinda benar-benar tampil sebagai sosok wakil rakyat yang sangat kritis dan mati - matian membela kepentingan rakyat.(josh tinungki)

WL : Minta Pelaku Dihukum Seberat - Beratnya

Manado, Sulutnews.Com - Wakil Ketua Komisi I bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Sulut Wenny Lumentut, mengecam keras tindak kriminal yang dilakukan oleh Siswa SMK Ichthus Manado. Menurutnya, munculnya tindak kriminal dilingkup sekolah apalagi disaat jam pelajaran adalah fenomena yang patut mendapatkan perhatian  karena akan berdampak kurang baik tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi dunia pendidikan di Sulawesi Utara.

"Agar ada sikap jerah, maka diminta pelaku dapat dihukum seberat-beratnya," tegas Lumentut. Juga politisi Gerindra Sulut ini berharap, untuk menghilangkan perilaku kriminal oleh siswa, pihak Sekolah juga melakukan berbagai terobosan dengan lebih meningkatkan pengawasan dan pembinaan serta untuk mata pelajaran budi pekerti bagi Siswa juga terus diajarkan."Perlu lebih ditingkatkan sikap bagaimana memahami katakter agar dapat dibentuk sumber daya manusia yang tidak hanya pinter tetapi juga memiliki budi pekerti yang baik," tegas Lumentut.

Sebagaimana diberitakan, telah terjadi tindak kriminal, pada Senin (21/10/2019) oleh tersangka berinisial FL (16) siswa sekolah tersebut yang menikam Gurunya bernama Alexander Pangkey (54) dihalaman sekolah hingga tewas. Sehingga dengan peristiwa tersebut Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHP  pembunuhan berencana dan atas perbuatannya, FL terancam hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.(josh tinungki)

Manado, Sulutnews.Com - Anggota DPRD Sulut Sherly Tjanggulung, berharap agar pemerintah provinsi Sulawesi Utara dapat terus memperhatikan pembangunan khususnya infrastruktur jalan dan jembatan diwilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Talaud, hal ini disampaikan Tjanggulung, mengingat sampai hari ini masih ada wilayah desa di pulau Miangas yang masih membutuhkan perhatian.

"Upaya membangun wilayah perbatasan, memang sudah dilakukan oleh Pemerintah, namun belum optimal, harus ada prioritas dengan mengedepankan wilayah desa yang masih membutuhkan pembangunan terutama jalan dan jembatan," kata Tjanggulung.

Juga politisi partai Nasdem ini mengatakan, progres dari program pembangunan masih sangat lambat, bahkan terlihat seperti yang penting sudah dibangun, tidak mengedepankan kwalitas dari pekerjaan, sehingga belum sempat membangun wilayah yang lain kondisi infrastruktur sudah rusak."Dibutuhkan sebuah perencanaan yang beroedoman pada skala prioritas dengan tidak mengabaikan kwalita pekerjaan itu perlu mendapatkan perhatian," tegas Tjanggulung.

Selain infrastruktur jalan dan jembatan, infrastruktur disektor yang juga perlu mendapatkan perhatian agar lebih ditiingkatkan yakni Perikanan, Kelautan, Pendidikan, Kesehatan juga  perlu mendapatkan perhatian dan ditingkatkan." Ketersediaan sarana dan prasarana masih minim tetapi juga pengembangan SDM juga tak pernah mendapatkan perhatian," ungkap Tjanggulung yang berkomitmen akan allout memperjuangkan aspirasi warga di kepulauan Talaud.(/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Asrama Mahasiswa Papua Kamasan VIII yang terletak di Kelurahan Talete Dua Lingkungan 3, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, terbakar pada Minggu (20/10/2019), sekitar pukul 10.00 WITA.

Kejadian tersebut mengundang perhatian serius Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto.

Sempat beredar informasi simpang siur terkait kejadian tersebut, maka Kapolda didampingi para Pejabat Utama, di antaranya Dirreskrimum, Dirintelkam dan Kabid Humas langsung menyambangi Mapolres Tomohon untuk memperoleh informasi pasti kejadian, Minggu sore.

Di Mapolres, Kapolda bertemu langsung dengan Kapolres Tomohon AKBP Raswin Sirait dan tersangka pembakaran, NRM alias Novel (21). Turut hadir saat itu, Walikota Tomohon Jimmy Eman.

Di hadapan Kapolda dan Walikota, Novel mengatakan bahwa ia juga kaget bisa terjadi kebakaran di asrama yang dihuninya. Iapun bercerita terkait kebakaran asrama tersebut. Saat di kamar sendirian, ia sengaja bermain api.

“Pas cuma main-main, pas bakar kertas biasa, pas mau kontak macis langsung terbakar. Pas mau buang langsung kena busa, busa langsung terbakar tiba-tiba mau padam, takut, jadi langsung keluar. Dapa dengar kebakaran, sudah samua langsung lari keluar,” ujar Novel dengan dialek Papuanya.

Saat itu katanya ada yang mau coba padamkan api, namun karena api terlanjur membesar akhirnya semua lari keluar bangunan.

Noval Ram Man Dibodibo sendiri merupakan salah satu mahasiswa UKIT Tomohon jurusan arsitek, yang masuk tahun 2018.

Saat ditanya bagaimana suasana Kampus dan Kota Tomohon, lelaki asal Biak Papua ini menjawab bahwa di Kampus ia tidak aktif belajar, dan ia hanya sering pulang ke asrama. Iapun mengakui jika hidup di Kota Bunga Tomohon itu enak. “Enak hidup di Sulawesi Utara, Tomohon, Minahasa, orangnya baik-baik, ramah-ramah,” katanya.

Sementara itu Kapolda Sulut saat wawancara wartawan mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Menurutnya kejadian ini menjadi pembelajaran bagaimana cara mengelola keamanan, jangan sampai kejadian ini terulang lagi.

“Saya lebih memprioritaskan tadi dengan Walikota Bagaimana membantu mahasiswa, adik-adik kita ini untuk mendapatkan penampungan sementara, mengingat mereka harus melanjutkan kuliah atau belajarnya. Kita juga meminta kepada Pemda untuk berkoordinsi dengan Pemda Papua untuk merenovasi atau merehabilitasi asrama Papua yang terbakar ini supaya cepat dipergunakan lagi,” tandas Kapolda.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan bahwa kejadian ini murni kecerobohan dari salah satu mahasiswa penghuni asrama Papua. “Kita berharap adik-adik mahasiswa ini secepatnya bisa kembali berkonsentrasi dalam belajar,” singkatnya.(/IT)

Manado, Sulutnews.Com - Bapemperda DPRD Sulut dalam komitmen unruk menselaraskan pendapat tentang apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, dalam kaitan penjabaran fungsi legislasi, maka DPRD akan menuntaskan semua Ranperda baik Inisiatif DPRD maupun usulan Pemerintah, sehingga semua Perda dapat selesai tepat waktu dan sesuai target. Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok usai mengikuti rapat kerja bersama Bapemperda DPRD Sulut Senin (21/10/2019).

Menurutnya dalam setiap pembahasan, Bapemperda akan menilai Perda apa saja yang berpotensi menghambat birokrasi, dan ini pasti tidak akan dituntaskan."Dalam menyelesaikan satu Perda, DPRD selalu mengacu pada Amanat Presiden yang menjadi landasan hukum itu yang digunakan sebagai acuan dalam menerbitkan setiap Perda," kata Lombok.

Sebagaimana pengalaman di periode sebelumnya menurut Lombok, ada banyak sekali turunan undang undang yang mewajibkan untuk dijadikan Perda namun belum dilaksanakan."Akan ada target dan wajib dilaksanakan untuk setiap ranperda yang sudah diajukan wajib diselesaikan untuk menjadi Perda," ungkap Lombok.

Juga kata dia terkait target menghasilkan sebuah Perda yang berkwalitas, DPRD nantinya akan didampingi khusus oleh tim ahli sehingga dapat memberi argumentasi dan membahas Perda lebih konfrehensip yang tentu bertujuan untuk kepentingan masyarakat,"Tim ahli yang ditunjuk akan melakukan kajian terhadap draf ranperda sebelum disahkan menjadi perda," tegas Lombok.

Terkait rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang belum tuntas diantaranya Ranperda Pendidikan, Ranperda Kesejehatraan sosial, Ranperda Pohon dan Perda Minuman Keras. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.Com - Fraksi Partai Nasdem DPRD Sulut bertekat dapat membuat sebuah terobosan agar, peran fraksi partai Nasdem dilembaga Politik DPRD Sulut bisa bersikap terhadap penyusunan APBD dalam koridor aturan yang berlaku sesuai pedoman penyusunan sebagaimana Permendagri no 33 tahun 2019 dalam menjembatani aspirasi rakyat lewat penganggaran APBD tahun 2020. dan untuk mengelaborasi anggaran rakyat lewat APBD yang tujuannya dapat mensejahtrakan rakyat bisa tercapai ada 5 hal utama yang menjadi tujuan Pelaksanaan Focus Group Discission (FGD) Fraksi Nasdem lewat APBD.

"Pelaksanaan FGD Fraksi Nasdem bertujuan untuk memberikan peran lebih besar dalam hal alokasi anggaran rakyat dengan melibatkan masyarakat," kata Mailangkay dalam sambutannya saat membuka FGD yang berjudul Optimalisasi peran Fraksi Nasdem dalam memperjuangkan APBD Sulut tahun 2020 yang  restoratif dan pro rakyat yang dilaksanakan Senin (21/10/2019) di kantor DPRD Sulut.

Menurut Prof Dr Orbanus Naharia dalam penyampaiannya menegaskan dalam hal tujuan mensejahtrakan rakyat lewat APBD, alokasi anggaran tidak hanya sekedar mencantumkan angka tetapi dibutuhkan pendampingan agar anggaran dapat tepat sasaran dan tidak mubasir."Fraksi Nasdem dapat lebih berperan agar alokasi anggaran APBD benar benar menjadi bermanfaat dan berpihak kepada rakyat," tegas Naharia.

Aspek Perikanan, Kelautan, Perkebunan, Pertanian, Kesehatan, Pendidikan mendominasi pelaksanaan FGD yang menghadirkan para pembicara diantaranya Prof DR Orbanus Naharia, DR Jerry Masie, Prof DR Arie Kawulur dan DR R N Walewangko juga peserta dari kalangan akademisi, Mahasiswa dan jurnalis Forward. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.Com - Rapat kerja Komisi I DPRD Sulut bersama Kementrian Pendayagunaan Aparstur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dalam kaitan rekruitmen CPNS tahun 2019 khusus untuk wilayah Sulawesi Utara patut mendapatkan apresiasi, pasalnya Komisi yang membidangi Hukum dan Pemerintahan DPRD Sulut ini berhasil mendapatkan penjelasan terkait syarat dan jatah CPNS di Sulawesi Utara.

"Pihak Kementrian telah memberikan penjelasan jika untuk jatah CPNS Sulut 2019 sudah masuk dan akan berproses sesuai waktu yang dijadwalkan," kata Vonny Paat Ketua Komisi I DPRD Sulut. Juga kata dia untuk formasi tahun 2019 ini, dari segi jumlah CPNS yang dibutuhkan terjadi peningkatan dari tahun 2018 lalu."Untuk formasi CPNS tahun 2019 lebih banyak dan kesempatan ini kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik," kata Paat.

Sebagaimana informasih yang diterima Komisi I DPRD Sulut untuk oendaftaran dimulai pada minggu ke 3 atau ke 4 bulan Oktober 2019, dengan menggunakan sistim CAT dengan Formasi sebanyak 519 yang terdiri atas Tenaga Kesehatan, 34 Orang, Tenaga Teknis 60 Orang dan guru 425 Orang. Untuk tenaga teknis dengan kualifikasi Pangan, Lingkungan , Pengelolaan Keuangan dan Aset serta PU. Sementara untuk tenaga kesehatan yakni Dokter sedangkan tenaga guru akan di sebar di sekolah SMA dan SMK terutama diwilayah kepulauan.

Sedangkan untuk penyebaran guru tenaga teknis dimaksud diatur oleh BKD masing masing daerah.

Untuk seleksi berdasarkan tes kompetensi dasar yakni Wawasan Kebangsaan Intelegensia Umum

Kepribadian dan seleksi selanjutnya berdasarkan passing grade.

Sementara untuk P3K belum ada penerimaan. Jikapun ada seleksinya sama dengan seleksi CPNS meski passing grade nya berbeda atau di turunkan.(/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Sebuah bangunan asrama Papua yang terletak di Kelurahan Talete Dua, Kecamatan Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) terbakar, Minggu (20/10/2019).

Peristiwa yang terjadi kira-kira pukul 10.00 WITA itu, diduga api berasal dari salah satu kamar mahasiswa bernama Noval  Ram Man Dibodibo asal Biak, yang saat itu berada dalam kamarnya.

Mahasiswa Papua yang tinggal saat itu sebanyak 15 orang, dan saat kejadian ada enam orang yang tinggal, dan lainnya sementara ke gereja.

Sebanyak tujuh unit pemadam kebakaran berada di lokasi kebakaran, dan api sudah berhasil dijinakkan.

Kabid Humas Polda Sulut saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.

"Memang betul ada kebakaran asrama Papua, saat ini Polisi sudah turun ke TKP dan melakukan investigasi penyebab kebakaran," ujar Kabid.

Dijelaskan oleh Kabid kronologi kejadian berawal  ketika Noval saat itu sedang bermain-main korek serta membakar kertas dan tidak sengaja jatuh ke busa tempat tidur, yang akhirnya membakar seluruh kamar. Karena takut, ia akhirnya meninggalkan kamarnya yang sedang terbakar.

"Kita saat ini sedang mendalami apakah kebakaran ini disengaja oleh Noval atau karena kelalaiannya," ujar Kabid.

Untuk menampung para penghuni asrama, pihak Polres dan Walikota Tomohon sudah berkoordinasi untuk menyiapkan tempat sementara.(/IT)

Manado, Sulutnews.com - Ratusan Polwan Polda Sulawesi Utara dipimpin Pakor Polwan AKBP Marlien Tawas hadir  di Lapangan KONI Sario Manado. Kehadiran Polwan-Polwan cantik ini dalam rangka mendampingi peserta Parade

Pagi itu, Pemprov Sulut menggelar Parade Sulut Hebat Cinta Damai 191019, dengan tema 'Mari Torang Jaga Indonesia, Sulut Hebat, Rukun, Aman dan Nyaman’, yang digelar di Lapangan KONI, Sabtu (19/10/2019).

"Kehadiran Polwan sebabai wujud kebersamaan antara Polri dengan masyarakat dan seluruh stakeholders di Sulawesi Utara, sehingga pelaksanaan berbagai agenda nasional termasuk pelantikan Presiden dan Wapres besok (20 Oktober) bisa berjalan aman dan kondusif," ucap Pakor Polwan.

Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh Forkopimda Sulut, dan ribuan elemen masyarakat, termasuk TNI, Polri, ASN, FKUB, Ormas dan masyarakat Sulut.

Kegiatan tersebut mengambil start dari Lapangan KONI Sario Manado dan berakhir di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Pusat Kota Manado.

Disamping mendampingi para peserta Parade, para Polwan juga membagikan permen kepada peserta.(/IT)