Manado, Sulutnews.com - Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan ketambahan satu hotel berbintang Luwansa Hotel sangat baik untuk menunjang pariwisata yang jumlah kunjungan wisatawan sudah 1.500 persen saat ini.

"Jadi jumlah Hotel masih dibutuhkan karena masih kurang bila dilihat dari jumlah kunjungan" Kata Wagub saat acara peletakan batu pertama pembangunan Hotel Luwansa di Jalan Pumorouw Kota Manado Senin 29 Juli.

Hadir dalam pembangunan pengusaha Sofyan Wanadi yang juga pemilik Hotel Luwansa. Ketua DPRD Sulut Andre Angow dan pejabat lainnya. Hotel yang akan dibangun pada lahan sekitar lima hektare menelan investasi sekitar Rp 200 milar dan rencana akhir 2020 sudah beroperasi.

Menurut Wagub sektor pariwisata memang menjadi andalan daerah ini sejak Gubernur Olly Dondokambey melakukan gebrakan dengan membuka beberapa jalur penerbangan ke Thiongkok setiap hari dari Sulut.

Pariwisata telah mengerakan ekonomi daerah ini, meskipum harga komoditi kopra cengkeh dan pala turun, tapi ekonomi tetap maju terus karena sektor pariwisatanya maju pesat.

Pembangunan Hotel Luwansa itu langkah maju karena Sulut sangat terbuka untuk investor termasuk sektor pariwisata.

Sementara itu Sofyan Wanadi pengusaha besar dari Jakarta mengatakan di Manado hotel yang ke 6. Pihaknya sudah bangun di Jakarta, Bali, Palangkaraya, Labuan Bajo dan daerah lainnya. Manado Sulut menjadi pilihan karena potensi wisata sangat besar dan juga kunjungan wisatawan meningkat.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey mengapresiasi kegiatan pemecahan rekor dunia-Guinness World Records-selam massal di Pantai Manado, Kawasan Megamas yang diselenggarakan oleh Wanita Selam Indonesia (WASI), 1-3 Agustus 2019 ini.

“Dengan rekor dunia ini tentunya Sulawesi Utara akan lebih dikenal dunia, karena ada banyak peserta yang berasal dari berbagai negara,” ujarnya di pinggir pantai, Sabtu (03/08), sesaat usai penyelaman.

Kegiatan tersebut, lanjutnya, merupakan sebuah kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Sulawesi Utara.

“Karena otomatis akan meningkatkan perekonomian daerah Sulawesi Utara dari segi pariwisata. Tentunya dampaknya juga masyarakat akan lebih mengenal dan mencintai laut,” pungkas Gubernur.(/MS)

Manado, Sulutnews.com – Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian ikut serta dalam pemecahan rekor dunia selam yang diselenggarakan oleh Wanita Selam Indonesia (WASI). Yakni, pemecahan rekor penyelam massal terbanyak (Most People Scuba Diving) di Pantai Manado, Kawasan Megamas, Sulawesi Utara, Sabtu (03/08/2019).

Semula, Kapolri bersama Ketua WASI, Ny. Tri Tito Karnavian menyapa para penyelam dengan menggunakan perahu karet. Tak sekadar menyapa, jenderal bintang empat itu siap terjun ke laut dengan seragam lengkap dan tabung selam, sekitar pukul 08.50 WITA.

Bersama Ketua WASI dan ribuan penyelam, Kapolri lantas menyelam dengan catatan waktu 15 menit untuk dinilai oleh para juri GWR. Lima belas menit berlalu, sorak sorai peserta pun pecah karena merasa telah mematahkan rekor penyelam terbanyak dengan 3100 peserta.

Kapolri terlihat senang saat naik ke pinggir pantai. Baju seragamnya basah oleh air laut. Walau terlihat sedikit lelah usai menyelam dengan seragam dan membawa tabung yang berat, Kapolri tetap bersedia diajak berswa foto dengan masyarakat di pinggir pantai.

Bukan hanya Kapolri, sejumlah PJU (Pejabat Utama) Mabes Polri dan para Kapolda juga ikut berpartisipasi pada pemecahan rekor dunia selam ini. Di antaranya, Kakorpolairud Baharkam Polri, Irjen Zulkarnaen Adinegara.

"Kita bersyukur ikut serta. Bagi saya spektakuler, karena kita bersama-sama di dalam air. Saya pernah menyelam waktu di Maluku Utara," kata Kakorpolairud yang memakai seragam lengkap dan juga basah kuyup usai menyelam.

Begitu pula Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi. "Luar biasa. Baru rasakan orang sebanyak ini menyelam dengan tertib. Bagus semua," ujar Mantan Kakorbrimob ini.

Sementara itu Kapolda Maluku, Irjen Roycke Lumowa mengaku sangat terkesan bisa ikut dalam pemecahan rekor dunia selam ini. "Amazing. Saya sudah 10 tahun (menyelam) di laut," sebutnya dengan wajah sumringah walau seragamnya basah.(/IT)

Manado, Sulutnews.com - Pemecahan rekor dunia selam kembali akan dilaksanakan di Pantai Manado, Sabtu (3/8/2019). Sebanyak 3100 penyelam berpartisipasi dalam Guinness World Record (GWR) selam ini.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang juga hadir memberi sambutan pada acara Wanita Selam Indonesia (WASI) ini, mengatakan sebelumnya pada 2009 sebanyak 2400 penyelam ikut serta dalam Sail Bunaken.

"Hari ini lebih kurang 3100. Mudah-mudahan bisa kita pecahkan rekor ini," ujarnya di Pantai Kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (3/8/2019).

Kapolri mengatakan, selain rekor penyelam terbanyak, akan dipecahkan pula rekor pembentangan bendera terbesar di bawah air. Dalam hal ini Bendera Merah Putih.

"Nanti juga kita lanjutkan Upacara Bendera 17 Agustus, sebentar lagi kita rayakan. Kita sudah rayakan duluan di sini, di bawah laut dalam bentuk upacara. Tentu juga ini akan kita viralkan," tegas Kapolri.

Sebelumnya, aksi pemecahan rekor telah dilakukan WASI bersama 578 penyelam pada Kamis (1/8/2019). Yakni rekor rangkaian manusia terpanjang di bawah air (Longest Human Chain Underwater).

"Kita juga ucapkan terima kasih dan selamat karena pada 1 Agustus kemarin sudah pecahkan rekor gandengan tangan terbanyak," tutur dia.

Untuk itu dia berharap agar hari ini, dua rekor lainnya bisa dipatahkan. Sebab dengan begitu kata Kapolri, nama Indinesia, nama Manado, dan nama Bunaken semakin mendunia.

Sehingga, bisa lebih mendongkrak pariwisata dan menambah investasi di Indonesia. "Welcome to the Indonesia, welcome to the Manado, salah satu destinasi pariwisata yang berkelas internasional. Mudah-mudahan upaya kita memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia bukan hanya di Sulawesi Utara dan Manado," sebut Kapolri.

"Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberi kelancaran bagi upaya kita ini. Selamat berjuang," pungkas jenderal bintang empat itu.(/IT)

Manado, Sulutnews. Com - Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw memberi apresiasi dan ucapan terima kasih atas pemecahan rekor dunia penyelaman massal terbanyak dan pembentangan bendera terbesar serta rangkaian penyelam terpanjang yang telah dilaksanakan oleh Wanita Selam Indonesia (WASI). "Ini berdampak positif dan memberi multiplier bagi dunia pariwisata sulawesi utara," kata Angouw usai menyaksikan kegiatan selam yang digelsr dikawasan Mega Mall Manado.

Foto : Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw pada kegiatan Selam Rekor Dunia di Kawasan Mega Mall Manado

Juga kata Politisi yang dipersiapkan PDIP maju di Pilwako Manado tahun 2020 mendatang ini mengatakan kegiatan pemecahan rekor dunia selam, kiranya memjadi inspirasi bagi Indonesia terlebih bagi Sulawesi Utara untuk berpastisipasi dibidangnya masing-masing untuk mendatangkan prestasi."Hidup ini harus di isi dengan pencapaian pencapaian" harus di isi dengan prestasi. Untuk berprestasi kita harus kerja keras, berada di bawah terik matahari, merasakan hujan membasahi tubuh, melewati rintangan, merasakan kekalahan, bergumul, berusaha; bukan hanya batunggu di  sombar sambil menanti depe oras, tanpa pergumulan dan tanpa merasakan apa arti kerja keras, kesedihan, kekalahan, dan kemenangan, "ungkap Angouw sedikit berpuisi.

Kegiatan selam yang dipimpin langsung oleh istri Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian, Tri Suswati, memecahkan rekor penyelam terpanjang sebanyak 578 orang dalam waktu 9 menit 51 detik, Kamis (1/8/2019). Rekor ini dilakukan di Pantai Kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara dan berhasil melampaui rekor dari Amerika Serikat dengan jumlah penyelam 368 orang.(/Josh Tinungki)

Praha, Sulutnews.Com - Misi sosialisasi gebrakan Gunernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang mencanangkan sektor Pariwisata menjadi program unggulan Pemerintah Sulut, dilakukan sejumlah Anggota DPRD Sulut. Ini terbukti saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Praha Cekoslovakia, wakil rakyat Sulut  ini diterima langsung oleh Duta Besar luar biasa dan berkuasa Penuh Indonesia untuk Repoblik Cekoslovakia Kenssy D. Ekaningsih.

Foto : Anggota DPRD Sulut berfoto didepan Gedung Dubes RI untuk Praha

Saat menggelar pertemuan, para wakil rakyat Sulut ini menjelaskan sejumlah topik penting dalam rangka pengembangan pariwisata Sulawesi Utara yang saat ini sedang dilakukan oleh Pemeri tahan OD-SK.

"Misi sosialisasi potensi pariwisata Sulut menjadi penting sebagai langkah dukungan atas upaya program Gubernur Olly Dondokambey," ungkap Amir Liputo yang menjadi Pimpinan rombongan.

Sementara itu dalam pertemuan tersebut juga dijelaksan potensi Pariwisata kota Praha, kontribusi sektor pariwisata dalam pertumbuhan ekonomi dan perdagangan kota praha, dukungan dan pengembangan infrastruktur bagi destinasi pariwisata, kebijakan pengembangan usaha industri  pendukung. Praha menampilkan karakteristik kota yang unik dan mengandung nilai historikal, serta mengesankan sebagai kota modern. Pemerintah dan masyarakat luar biasa tetap memelihara bahkan mengembangkan bangunan bangunan peninggalan abad pertengahan yang sangat bersejarah. Dan ini menjadi inspirasi bagi pariwisata Sulut. "Sulut harus menjaga bangunan yang punya nilai sejarah dan dipromosikan, serta dibuat souvenirnya" lanjut Amir.

Pada kesempatan yang sama  Sekretaris Komisi III, Edison Masengi mengapresiasi peran Pemerintah dalam memelihara obyek wisata kota praha melalui dukungan pengembangan infrastruktur. Jalan berbatu batu, kastil dan jembatan dijaga dan dipelihara Pemerintah, sehingga tetap memiliki daya tarik yang khas dan modern. "Gereja gereja katolik dengan bentuk yang kokoh dengan  arsitektur religius telah menambah daya tarik para wisatawan", ungkap Masengi yang dibenarkan oleh Ketua Fraksi Gerindra Juddi Moniaga.

Dalam kaitan dengan ekonomi dan perdagangan, menurut Anggota Komisi II DPRD Sulut, Edwin Lontoh, posisi strategis Kota Praha telah meningkatkan arus wisatawan yang datang, yang secara langsung menambah income Kota Praha." kata Lontoh sambil menambahkan Praha Tourism Board, Setiap tahun mencatat jumlah wisatawan sekitar 24 jutaan orang, telah mendinamisasi ekonomi kota praha, serta telah menempatkan Kota Praha sebagai penyumbang nilai tambah terbesar  dalam pertumbuhan ekonomi di Republik Ceko.

"Sulut patut mencontoh pemerintah kota praha dengan kebijakan pengembangan usaha outlet outlet untuk barang barang branded, yang tidak hanya di downtown tapi juga wilayah pinggiran, sehingga mendorong turis mengunjungi daerah pinggiran kota praha, dan membuka peluang tenaga kerja dan pendapatan masyatakat,” demikian Anggota Komisi II Edwin Lontoh. Dalam kaitan itu, menurut Audy Wongkar, majunya pariwisata kota praha, juga karena adanya kebijakan Transportasi Terpadu Kota Praha. Melalui badan pengelolanya, Prazska Integrovana Doprava (PID), turis difasilitasi saat melakukan perjalanan dalam kota. Selain turis menikmati destinasi pariwisata sambil jalan kaki, turis juga menggunakan moda transportasi secara terpadu hanya dengan satu tiket atau kartu, dalam berbagai kategori baik jumlah jam hari atau bulan. Sekali beli tiket dapat menggunakan kereta, tram dan bus sepuasnya. "Ini luar biasa jika Kota Kota di Sulut seperti ini, sangat membantu masyarakat dan turis", lanjut Kader PDIP ini.

Sejumlah Anggita DPRD yang melakukan Kunker diantaranya  Amir Liputo, Edison Masengi, Juddi Moniaga, Edwin Lontoh dan Audy Wongkar, didamping Kabag Umum Jackson Ruaw, sejak tanggal 29 Juli dan akan berakhir 2 Agustus 2019.(/Josh Tinungki)

Foto : Kantor DPRD Sulut

Manado, Sulutnews.Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Provinsi Sulawesi Utara resmi menyampaikan data 45 Anggota DPRD Sulut hasil Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 17 April 2019 ke Sekertariat DPRD Sulut.

Terkait surat yang disampaikan KPU tersebut, menurut staf sekwan , ini berupa pemberitahuan biasa tapi resmi, karena untuk proses penetapan, lewat SK itu menjadi kewenangan KPU. "DPRD akan menunggu sampai SK diterbitkan oleh Mendagri, untuk kemudian dilaksanakan pelantikan," jelas Staf Sekwan.

Sebagaimana diketahui, untuk rencana pelantikan Anggota DPRD Sulut periode 2019-2023 akan dilaksanakan pada 9 September 2019 mendatang.

Berikut daftar nama 45 Anghoya DPRD Sulut periode 2019-2023

Dapil I Manado

  1. Andrei Angouw (PDIP)

2.Kristo Ivan Lumentut (Demokrat)

  1. Richard Sualang (PDIP)
  2. Victor Mailangkay (Nasdem)
  3. Yongkie Limen (Golkar)
  4. Arthur Anthonius Kotambunan (PDIP)
  5. Ayub Ali (PAN)
  6. Amir Liputo (PKS)

 

Dapil II Minut-Bitung

 

  1. Hengky Honandar (PDIP)
  2. Nick Adicipta Lomban (Nasdem)
  3. Pricilya Cindy Wurangian (Golkar)
  4. Berty Kapojos (PDIP)
  5. Netty Agnes Pantouw (Demokrat)
  6. Fabian Kaloh (PDIP)
  7. Johny Panambunan (Nasdem)
  8. Melky Pangemanan (PSI)

 

Dapil III Nusa Utara

 

  1. Toni Supit (PDIP)
  2. Winsulangi Salindeho (Golkar)
  3. dr Fransiskus Andi Silangen (PDIP)
  4. Ronald Sampel (Demokrat)
  5. Syerly Tjanggulung (Nasdem)

 

Dapil IV Bolmong Raya

 

  1. Rocky Wowor (PDIP)
  2. Alfian Bara (Nasdem)
  3. Muslimah Mongilong (PDIP)
  4. Raski Mokodompit (Golkar)
  5. Nursiwin Dunggio (PAN)
  6. Yusra Alhabsyi (PKB)
  7. Mohammad Wongso (Nasdem)
  8. Jems Tuuk (PDIP) 14.422
  9. Sjenny Kalangie (Gerindra)
  10. Tomy Sumendap (Demokrat)

 

Dapil V Minsel-Mitra

 

  1. Jein Rende (PDIP)
  2. James Arthur Kojongian (Golkar)
  3. Sandra Rondonuwu (PDIP)
  4. Billy Lombok (Demokrat)
  5. Boy Tumiwa (PDIP)
  6. Stela Runtuwene (Nasdem)

 

Dapil VI Minahasa-Tomohon

 

  1. Melisa Gerungan (PDIP)
  2. Careigh Naichel Runtu (Golkar)
  3. Vonny Paat (PDIP)
  4. Braiyen Waworuntu (Nasdem)
  5. Wenny Lumentut (Gerindra)
  6. Imelda Novita Rewah (PDIP)
  7. Fanny Legoh (PDIP)
  8. Inggried Sondakh (Golkar)

Manado, Sulutnews.com - Pariwisata bisa majukan daerah dengan pendapatan meningkat dan kesejahtraan rakyat akan terjadi. Jadi Sulut sangat bagus karena kunjungan pariwisata mulai banyak."Ini sangat baik karena dengan demikian PAD meningkat dan ini lah daerah yang bisa mandiri."Kata Angota BPK  RI Harry Azhar Azis Senin 29 Juli 2019 dikantor Perwakilan BPK RI saat menghadiri serah terima Kepala BPK RI perwakilan Sulut dari pejabat lama Drs Tangga M Purba MM kepada pejabat baru  Karyadi SE MM yang sebelumnya menjabat Kepala BPK RI Perwakilan Kalimantan Utara. Yang lama Tangga Purba akan bertugas di BPK RI pusat.

Menurut Azis di Kabupaten Badung di Bali contoh yang baik karena PAD besar bahkan dari Rp 7 triliun APBD 60 persen dari PAD karena sektor pariwisata. Di Sulut sangat baik dan ini mulai terlihat karena Gubernur sangat perhatikan potensi wisata.

Azis juga mengatakan kemiskinan dan penganguran harus menjadi perhatian. Untuk Sulut sangat baik kemiakinannya turun. Kita harus manfaatkan dana untuk kesejahtraan rakyat.

Ia menilai Sulut baik dalam majukan ekonomi daerah. Pejabat BPK yang baru di Sulut ini tantangan baru. Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw bertera kasih kepada pak Purba yang bekerja baik untuk Sulut. Banyak masukan untuk perbaikan pengelolaan keuangan yang baik.Sulut kata Wagub terus benahi yang kurang. Saat ini Pemda Sulut dan 14 Kabupaten dan Kota mendapat WTP dalam pengekolaan keuangan hanya Kabupaten Bolmong yang masih disclamer. Hadir dalam pelantokan itu semua Bupati dan Walikota serta pejabat terkait. Purba banga dalam tugas di Sulut ada kerja sama yang baik. Karyadi menyatakan siap lakukan tugas dengan baik di Sulut.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menilai sektor pariwisata akan majukan ekonomi Sulut kedepan, karena itu sektor ini kita harus terus pacu dengan membenahi infrastruktur kemudian destinasi dan galakkan budaya dan harus lakukan promosi potensi wisata yang ada dan peningkatan sumber daya manusia dalam sektor ini.

Hal itu dikatakan Wagub Steven Kandouw Rabu 17 Juli 2019 saat membuka Festival Pesona Bunaken Di Mantos Manado. Festival yang akan berlangsung hinga 20 Juli itu diwarnai dengan atraksi budaya dan karnafal atau pawai dan pameran produk lokal dari 15 Kabupaten dan Kota serta dari Provinsi lain.

Menurut Wagub saat ini Presiden sangat memperhatikan potensi wisata kita. Bahkan beberapa waktu lalu datang langsung ke Sulut. Jadi kita didaerah harus siap dan jangan diam saja. Kerjasama antar Kabupaten dan Kota dan jangan ada ego sektoral. Saat ini kunjungan wisatawan luar negeri naik siknifikan hinga ratusan persen begitu juga  wisatawan dalam negeri. Kalau kita benahi dan terus bangun sektor ini maka akan ada multiplayer efek yakni kesejahteraan rakyat akan meningkat dan ekonomi secara makro membaik.

Kepala Dinas Pariwisata Sulut Denny Mewengkang mengatakan pihaknya setiap tahun melakukan ini dan masuk kalender iven pariwisata. Festival ini ditargetkan banyak pengunjung. (/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Presiden Joko Widodo (Jokkwi) Jumat pagi 5 Juli 2019 kunjungi Obyek Wisata Taman Laut Bunaken bersama rombongan termasuk Gubernur Sulut, untuk melihat langsung obyek wisata.

Usai ke Bunaken Presiden tjnjau Palabuhan Manado yang juga menjadi tempat kapal wisata ke Bunaken. Kemudian Presiden tinjau Jalan Tol Manado Bitung dan Pelabuhan Bitung serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menjadi pusat industri.

Sebelumnya pada Kamis 4 Juli Presiden Jokowi tinjau rencana perluasan Bandara Sam Ratulangi dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Pantai Pulisang Likupang Minahasa Utara dan juga pusat wisata Jendela di kawasan Bolevard Manado.

Serakan 2.000 Sertifikat

Sementara Kamis sore menyerahkan 2.000 sertifikat secara gratis kepada warga dari 11 Kabupaten dan Kota. Presiden mengatakan sertifikat yang diberikan harus disimpan dengan baik. Dan harus dimanfaatkan dengan baik. Ia mengatakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey telah membantu juga dalam pembuatan sertifikat secara gratis. Presiden memberikan sepeda kepada beberapa warga yang menjawab pertanyaan presiden secara benar.

Obyek Wisata

Sementara itu usai meninjau beberapa obyek wisata di Likupang dan Kota Manado serta Bandara Sam Ratulangi Presiden mengatakan harus diperbaiki Bandara Sam Ratulangi  karena banyak wisatawan yang ke Sulut belakangan ini. Kemudian jalan menuju Obyek wisata KEK Likupang diperlebar serta hotel hotel harus ditambah. Intinya harus ada kerjasama atara pemerintah pusat dan daerah. Serta benahi aturan yang menghambat.

Presiden melihat potensi wisata di Sulut sangat baik dan banyak. Dan banyak wisatawan ingin ke Sulut. Karena itu harus benahi infrastruktur yang kurang. Dan budaya bersih .

Gubernur Banga

Sementara itu Gubernur Sulut Olly Dondokambey merasa banga dan bertera kasih atas perhatian Presiden Jokowi terhadap Sulut. "Saya sebagai Gubernur dan mewakili masyarakat Sulut berterimah kasih karena Presiden terus membantu Sulut."Kata Gubernur. Ia mengatakan sektor pariwisata memang menjadi perhatian Pemda Sulut karena itu perlu dukungan untuk pembangunan infrastruktur jalan Bandara dan juga pembangunan hotel oleh swasta."Ia optimis ekonomi akan maju pesat kedepan. Saat ini saja pertumbuhan ekonomi capai 6.4 persen memiskinan turun dan penganguran. "Kata Gubernur. Dukungan warga juga kami butuhkan untuk pembebasan lahan untuk pembangunan jalan dan juga hotel san sarana lainnya.

Adanya KEK Pariwisata dan KEK di Kota Bitung maka daerah ini akan lebih maju kedepan.(/Fanny)