Manado, SulutNews.Com – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulut James Karinda mendesak pihak Pertamina untuk kiranya segera melakukan proteksi terhadap distribusi LPG 3 kg yang saat ini sulit ditemui dipasaran, ini ditegaskan Karinda menyikapi keluhan masyarakat yang sulit mendapatkan gas LPG 3 kg.

“Pertamina harus bertanggungjawab terhadap ketersediaan gas bagi masyarakat dan segera menertibkan pangkalan-pangkalan nakal yang sengaja menjual LPG ke warung dengan harga di atas HET,” tegas Karinda Rabu (12/12/2018)

Selain masalah Gas, Ketua Komisi IV ini juga menyoroti pelayanan PT PLN yang mulai sering melakukan pemadaman aliran listrik kepada masyarakat. " Bulan Desember adalah bulan yang menjadi momentum perayaan hari besar keagamaan dan penuh dengan hari ibadah bagi umat kristianihari besar keagamaan, yang tentunya menjadi bulan Ibadah bagi Umat Kristiani, sehingga manajemen PLN Suluttenggo harus profesional,” tandas Karinda.

Ketua Komisi IV DPRD Sulut ini juga mengingatkan pemerintah daerah melakukan operasi pasar untuk menjamin harga bahan-bahan pokok, Juga Pertamina dan PLN harus menjamin ketersediaan LPG, aliran Listrik bagi masyarakat. "Jangan setiap menjelang hari besar keagamaan kebutuhan penting masyarakat justru diabaikan," pungkas Karinda.(/Josh Tinungki)

Sudah Dua Tahun Tak Terima Tunjangan

Manado, SulutNews.Com - Entah apa yang merasuk pikiran para pengambil kebijakan di Dinas Pendidikan Sulawesi Utara, sehingga tak merekomendasikan pembayaran tunjangan guru- guru yang ada di Wilayah Kepulauan Miangas.

Saat menyampaikan keluhannya Alwin Pongowal, SPd Kepala Sekolah SMA 2 Tabut (Miangas) Bernad Sumolang menyesalkan kebijakan Dinas Pendidikan Propinsi yang lambat merespon keluhan para guru yang bertugas di Wilayah perbatasan. Menurutnya tunjangan adalah hak mereka yang wajib dibayarkan tapi yang terjadi hanya janji yang menyatakan proses administrasi sementara dikerjakan dan akan segera diusulkan ke Gubernur. " Kami yang bertugas diwilayah kepulauan terluar butuh biaya hidup, jadi kalau kami tidak menerima tunjangan yang adalah hak kami, bagaimana biaya kami?" tanya Pongowal mengeluh.

Juga dikatakan Bernard Sumolang yang merasa pengalihan tanggungjawab SMA dari pemerintah Kabupaten Kota ke Propinsi justru lambat direspon oleh pejabat pengambil keputusan ditingkat Propinsi dan ini menjadikan kami yang ada diwilayah perbatasan menderita, karena sudah dua tahun kami tak menerima tunjangan. "Sangat disayangkan, mereka yang bertugas di wilayah perkotaan atau kabupaten yang dekat dengan pusat pemerintahan justru tidak masalah, sementara kami yang bertugas di wilayah kepulauan perbatasan justru harus menahan siksa karena sudah dua tshun tidak menerima tunjangan. " rintih Sumolang berkeluh kesah.

Menanggapi keluhan para guru yang "Dibiarkan" oleh Dinas Pendidikan tersebut, Anggota DPRD Sulut Meiva Lintang berharap segera menindak lanjuti, karena rentang waktu dua tahun hak tunjangan yang seharusnya dibayarkan tiap bulan tidak direalisasikan ini adalah sebuah tindakan yang tidak berperikemanusiaan." Mereka sudah bertugas dan bersedia ditempatkan diwilayah perbatasan,  harusnya mereka inilah yang harus didahulukan, karena tidak semua ASN yang ingin bertugas diwilayah perbatasan," tegas Meiva.

Terkait kewajiban menerima tunjangan bagi Guru yang bertugas di wilayah perbatasan sudah diatur, sebagaimana Undang-undang no 14 tahun 2005 pasal 18 jadi jika sudah dua tahun belum direalisasikan maka ini patut dipertanyakan.

"Ini sangat miris, perintah undang-undang jelas, tapi pihak Diknas justru mengabaikan dengan tidak membayar tunjangan para guru yang bertugas di wilayah perbatasan, " tegas Lintang. (Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Memaknai peringatan kelahiran Yesus Kristus yang nanti jatuh pada 25 Desember 2018, Keluarga Besar DPRD Sulut menggelar ibadah menyambut natal.

Pada perayaan yang digelar di ruang rapat paripurna kantor DPRD Sulut Selasa (11/12/2018) Pdt Hany Awuy dalam khotbahnya yang diambil lewat pembacaan Lukas 2:10 menyampaikan berita sukacita natal tidak hanya sekedar perayaan dengan memasang ornamen natal, bukan hanya berbicara kegiatan liturgi, tetapi ada hal penting yakni berita sukacita tentang kelahiran Yesus untuk membawa perubahan dan menjadikan semua orang percaya agar dapat menjadi terang bagi orang lain dan dapat menyinari semua yang ada disekitar kita  menuju keselamatan kekal yang dirancangkan Allah bagi kita.

Sementara itu dalam acara perayaan yang bertemakan “Menjadi Terang dan Damai dalam Perbedaan”, ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dalam sambutan Natal menyampaikan, bagaimana anggota DPRD dapat menjadi terang dan juga berkat bagi masyarakat lewat tugas dan pekerjaan,  setiap keputusan politik DPRD diharapkan dapat menjadi terang bagi nasyarakat Sulut. Program yang ditetapkan oleh DPRD bertujuan dapat menerangi masyarakat agar masyarakat sulut dapat menikmati kemakmuran maka DPRD dalam setiap keputusannya menjaga inflasi agar tidak tinggi, sehingga stabilitas ekonomi masyarakat dapat dipertahankan." Anggota DPRD dalam setiap pelaksanaan tugas kiranya dapat menjadi terang dan berkat bagi masyarakat," kata Angouw

Juga Angouw mengharapkan semua perangkat yang membantu tugas kesekretariatan dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan secara profesional." Masih terdapat hal-hal yang justru mengganggu setiap pelaksanaan kegiatan dari Anggota DPRD, yang dilakukan oleh staf dan kedepannya diharapkan untuk diperbaik untuk peningkatan kinerja," ungkap Angouw.

Juga dalam menghadapi pesta demokrasi Pemilu 2019, Angouw juga mengajak segenap komponen masyarakat turut mensukseskan pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR-RI, DPD-RI, DPRD Sulut dan DPRD Kabupaten Kota." Politik sangat penting namun jangan jadikan politik menjadi kotor." kata Angouw

Pada perayaan natal tahun 2018 yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Sulut Stevanus Vreke Runtu, Anggota Meiva Lintang, Noldy Lamalo, Novie Mewengkang. Edwin Lontoh, Edison Masengi, Adriana Dondokambey, Jane Mumek, James Tuuk, dan Forkopimda, Ketua Panitia Jeane Mumek tersebut juga mengacarakan penyerahan diakonia Natal oleh Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD DAN Anggota DPRD bagi sejumlah panti Asuhan yang ada di Kota Manado. (*/Josh Tinungki)

Bukit Kasih Kanonang Bakal Suguhkan Festival "Tondurukan"

Kanonang, SulutNews.Com - Sekertaris Komisi IV DPRD Sulut Vanny Legoh, mengatakan, lembaga DPRD dalam perannya sebagai lembaga yang memiliki fungsi legislasi, sangat berharap agar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat terutama diwilayah desa berkembang dan dapat menjadikan masyarakat maju. Hal ini disampaikan Legoh dihadapan ratusan warga saat pelaksanaan reses Senin (10/12/2018) Desa Kanonang 2 Kabupaten Minahasa.

Menurutnya reses adalah wadah untuk masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, sehingga srgala kebutuhan yang diharapkan dapat direalisasikan dapat disampaikan kepada wakil rakyat. "Semua yang menjadi harapan dari masyarakat dapat disampaikan dalam kegiatan reses," kata Legoh saat membuka dialog bersama warga kanonang.

Sementara itu, Hukum Tua Kanonang Welly Rawis saat menyampaikan aspirasi mewakili warga mengatakan soal keberadaan Bukit Kasih Kanonang yang merupakan salah satu objek wisata milik pemerintah propinsi Sulut yang saat ini mulai kurang terawat dan terancam, sehingga sangat membutuhkan perhatian terutama dalam hal anggaran pemeliharaan. "Dibutuhkan biaya untuk pengelolaan bukit kasih. Dan sangat disayangkan jika bangunan yang sudah ada tidak terpelihara sementara potensi untuk menarik perhatian khusunya bagi turis sangat bagus, dan ini tentunya akan memberi nilai tambah bagi masyarakat." kata Rawis.

Juga kata dia, sebagaimana rencana yang sudah disusun untuk pengelokaan Bukit Kasih, akan ada oagelaran Festifal budaya yang bertajuk" TONDURUKAN" dan ini akan menjadi momentum promosi budaya lokal agar lebih dikenal dan tentunya memberi nilai positif bagi keberadaan abjek wisata Bukit Kasih Kanonang. "Kami pemerintah dan nasyarakat akan berupaya menjadikan Bukit Kasih Kanonang, semakin dilirik oleh dunia untuk menjadi salah satu temoat tujuan wisata," ungkap Rawis.

Menanggapi hal tersebut, Vanny Legoh memberi apresiasi rencana yang disusun okeh masyarakat dan pemerintah, dan atas aspirasi yang sudah disampaikan pihaknya akan berusaha melakukan oendampingan agar anggaran yang dibutuhkan bisa terealisasi, sehingga rencana pemeliharaan dan promosi Vestifal akan dapat terealisasi. "Tidak hanya anggaran yang bersumber dari APBD tetapi akan diupayakan lewat APBN," kata Legoh.

Pada kegiatan reses yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa tersebut, hadir pula Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama bersama pemerintah setempat. (Josh Tinungki)

Manado, SulutNews.Com - Guna menjalankan amanat undang - undang jika Anggota DPRD wajib melaksanakan kegiatan menyerap aspirasi langsung ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing - masing yang juga disebut Reses, maka sejak tanggal 30 November sampai 7 Desember 2018, pimpinan dan Anggota DPRD Sulut, mengunjungi konstituen guna menjaring aspirasi.

Ketua DPRD Sulut Andrey Angouw pada Jumat (07/12/2018) menyerap aspirasi lewat kegiatan Reses III tahun 2018 di dua tempat berbeda yakni  di Gereja KGPM Sidang Petra, Cempaka, Kelurahan Molas Kecamatan Bunaken Manado dan di Gereja GPDI Kemah Daud Perum Sekar Alam Sumompo, Manado. Beberapa aspirasi warga cempaka menyampaikan perbaikan Drainase, bantuan untuk Kelompok Nelayan, penertiban dan pengesahan sertifikat-sertifikat tanah. Yang juga diminta untuk diperjuangkan adalah pengadaan air bersih. Masyarakat juga meminta adanya pemekaran lingkungan sebab Cempaka hanya satu Lingkungan  yakni Lingkungan V dengan jumlah KK seribuan/penduduk tiga ribuan lebih dalam satu lingkungan.

Sementara di Sumompo ikut dikemukakan persoalan Drainase, lampu jalan dan masalah sosial kemasyarakatan lainnya.

Reses di dua tempat ini sekaligus dikaitkan dengan Ibadah Pohon Terang menyambut Natal Yesus Kristus. Dalam Ibadah ini, Angouw turut menyampaikan sambutan sekaligus pesan-pesan agar masyarakat tidak terjebak pada hal-hal yang sifatnya konsumtif yakni mempersiapkan segala sesuatu diluar kemampuan. Bagi Angouw, hal yang paling penting menghadapi Natal adalah kesiapan Iman dan hidup sederhana seperti 'kedatangan' Yesus Kristus ke dunia ini yang juga sangat sederhana.

"Hadapi Natal agar bisa menjadi berkat dan terang bagi banyak orang, juga menjadi berguna bagi Bangsa dan Negara," kata Angouw.

Foto Reses Wenny Lumentut

Sementara itu wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut juga menggelar reses di Kelurahan Kayawu Kecamatan Tomohon Selatan. Selasa (4/12/2018)  warga mengharapkan ada perhatian pemerintah kepada petani yang berharap bantuan mesin pengering, bantuan,

Foto reses Mangumbahang

Anggota DPRD Sulut Ferdinand Mangumbahang juga menggekar reses Rabu (5/12/2018) menggelar Reses di Desa Naha Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Sangihe. Kegiatan yang dilaksanakan guna menjaring aspirasi masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat yang datang menyampaikan aspirasi.

Sebagaimana aspirasi yang berhasil dijaring, warga Desa Naha mengeluhkan soal turunya harga komoditi pertanian, dukungan Pupuk bagi petani, bantuan modal usaha bagi Nelayan dan pedagang pasar, juga soal pengangguran yang tinggi dan bantuan sosial untuk rumah rumah ibadah.

Foto reses Amir Liputo

Juga Anggota DPRD Sulut Amir Liputo yang menggelar reses pada Sabtu (8/12/2018) di kelurahan Mahawu Lingk IV Kota Manado dan berhasil menjaring aspirasi masyarakat yang mengeluhkan soal Bantuan Rumah Layak Huni, bantuan Bea Siswa, BPJS, juga mengeluhkan soal fasilitas Pos Yandu yang tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Pada reses tersebut Liputo menyerahkan bantuan kursi roda, juga digelar pemeriksaan Kesehatan dan kacamata gratis

Foto Reses James Karinda

Pada Jumat (7/12/2018) Anggota DPRD Sulut James Karinda juga menggelar Reses bersama warga di Kelurahan Dendengan Dalam Kota Manado dan berhasil menjaring aspirasi masyarakat yang mengeluhkan soal lapangan pekerjaan terutama untuk para tukang yang mengeluhkan soal banyaknya pekerja dari luar yang dianggap telah mengganggu lahan pekerjaan para tukang yang ada di Sulut, juga soal penanggulangan banjir terutama di wilayah kampung merdeka yang menjadi langganan banjir.

Foto Reses Ingrid Sondakh

Kegiatan reses juga dilaksanakan oleh Anggota DPRD Sulut Ingrid Sondakh pada Kamis (6/12/2018) di Desa Kalasey Satu Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Dalam reses tersebut, Inggrid bekerjasama dengan Pemprov Sulut dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi, juga membagikan sekitar 250 kaca mata gratis dan lima kursi roda untuk masyarakat.

Begitu pula masalah galian C yang materialnya sangat mengganggu lingkungan.

Untuk pelaksanaan reses kali ini merupakan reses terakhir di tahun 2018 dan nantinya akan digelar paripurna untuk menyampaikan hasil reses dari daerah pemilihan. (Josh Tinungki)

Tahuna, SulutNews.Com - Anggota DPRD Sulut Ferdinand Mangumbahang ST, pada Rabu (5/12/2018) menggelar Reses di Desa Naha Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Sangihe. Kegiatan yang dilaksanakan guna menjaring aspirasi masyarakat tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat yang datang menyampaikan aspirasi.

Sebagaimana asoirasi yang berhasil dijaring, warga Desa Naha mengeluhkan soal turunya harga komoditi pertanian, dukungan Pupuk bagi petani, bantuan modal usaha bagi Nelayan dan pedagang pasar, juga soal pengangguran yang tinggi dan bantuan sosial untuk rumah rumah ibadah. " Warga di wilayah kepulauan kurang mendapat perhatian dari pemerintah Provinsi, karna ada banyak fasilitas bantuan yang diluncurkan oleh pemerintah yang justru kurang diberdayakan untuk warga di Kabupaten Sangihe," ungkap Tokoh Masyarakat.

Menanggapi sejumlah aspirasi yang disampaikan Mangumbahang menyatakan harga kopra turun karena, mekanisme pasar, namun pemerintah propinsi telah dan sedang melobi pengusaha kopra untuk meningkatkan harga." Akan lebih baik ada badan usaha milik daerah atau negara yg diberi kewenangan untuk membeli hasil pertanian masyarakat," jelas Mangumbahang. Juga kata politisi Partai Gerindra ini, menyangkut permohonan bantuan seperti modal Usaha, bantuan Nelayan dan bantuan untuk rumah ibadah bisa diakomodir lewat Proposal." Harus disampaikan lewat proposal agar pertanggungjawabannya jelas," kata Mangumbahang.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di balai oertemuan desa Naha tersebut Mangumbahang didampingi Kepala Bagian Umum sekertariat DPRD Sulut Jekcson Ruauw selaku koordinator tim Monitoring Reses, Pemerintah Kecamatan dan Desa. (Josh Tinungki)

Manado, SulutNews. Com - Jelang perayaan hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru di bulan Desember, Anggota DPRD Sulut Amir Liputo mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan Empat hal yakni menjaga ketersediaan bahan pokok dan harga Sembako, Transportasi, Pasokan Listrik dan Gas Elpigi, ini ditegaskan liputo, mengingat setiap jelang perayaan hari besar umat kristiani harga bahan pokok, Transportasi, Pasokan Listrik dan Gas sering mengalami kendala.

"Pemerintah lewat dinas terkait agar melakukan pengawasan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan menyulitkan masyarakat," tegas Liputo.

Juga kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut ini, soal pasokan Listrik dan Gas juga wajib diawasi mengingat, disaat bulan Desember banyak kegiatan ibadah yang dilaksanakan umat kristiani, juga kebutuhan Gas meningkat karena ada perayaan." Diharapkan agar jangan sampai ada pemadaman Listrik karena akan sangat mengganggu jalannya ibadah," kata Liputo.

Selain Soal ketersediaan bahan pokok, Transportasi, Listrik dan Gas, hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan yakni soal keamanan, menurutnya jangan sampai ada pihak yang dengan sengaja memanfaatkan momentum perayaan hari besar keagamaan dengan melakukan sesuatu yang justru memcederai stabilitas yang selama ini sudah terpelihara. "Perlu ada pengawasan melekat, terutama kepada orang yang masuk wilayah Sulut yang hendak mencoba mengganggu stabilitas, itu dapat segera diamankan," pungkas Liputo yang selalu oeduli dengan persoalan rakyat. (/Josh Tinungki)

Rumah Ibadah, Kelompok Tani dan Ormas, Terima Bantuan

Tomohon, SulutNews.Com - Ratusan warga Desa kayawu Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon memberi apresiasi kepada Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut, pasalnya saat melaksanakan kegiatan reses guna menjaring aspirasi rakyat, Lumentut, menjanjikan akan memperjuangkan akses jalan Kayawu tembus Koha.

" Kami memberi apresiasi yang tinggi kepada Wakil Metua DPRD Sulut Wenny Lumentut, yang telah mendengarkan apa yang menjadi aspirasi kami, dan kami sangat berharap, bisa segera terealisasi," kata Elias Lasut waga Kayawu.

Juga warga mengharapkan ada perhatian pemerintah kepada petani yang berharap kiranya ada mesin pengering, karena ini sangat dibutuhkan oleh petani." Saat ini mesin pengering dikelola oleh perorangan dan itu tidak mampu menangani kebutuhan petani, dari hasil olahan di lahan garapan seluas 60 hektar, " ungkap Lasut.

Senada juga disampaikan Jantje Wenas yang berharap agar ada bantuan dari Pemerintah berupa hand tractor bagi petani karena sangat dibutuhkan." Hasil pertanian akan sangat menguntungkan petani jika, pengolahan dapat didukung oleh infrastruktur yang memadai," kata Wenas.

Sementara itu menanggapi aspirasi yang disampaikan masyarakat, Wenny Lumentut mengatakan, reses DPRD adalah untuk menjembatani aspirasi rakyat, untuk itu semu program yang sudah disampaikan, hendaknya dapat dituangkan lewat proposal yang ditujukan kepada Pemerintah Propinsi. "Semua aspirasi yang disampaikan dapat dituangkan dalam proposal dan akan saya kawal, hingga ada realisasi, karena secara kelembagaan DPRD bertanggungjawab terhadap semua aspirasi yang disampaikan lewat pelaksanaan reses," kata Lumentut.

Kegiatan masa reses III tahun 2018 ini, digelar pada Selasa (4/12/2018) di Aula Santo Yosep, dan dihadiri ratusan warga, serta unsur yang mewakili Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Desa Kayawu, dimana Lumentut juga memberikan bantuan dengan total sebesar Rp 100 juta. (/Josh Tinungki)

Manado,Sulutnews.com - Mengusung tema “Aku Cinta Sehat, Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita”, Peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Propinsi Sulut yang dilaksanakan di Ruang Mapalus kantor Gubernur Sulut senin, 3/12/18 sukses di gelar.

Wagub Steven Kandouw saat sambutan mengingatkan seluruh tenaga kesehatan di Sulut untuk selalu menjaga integritas dalam menjalankan tugasnya dalam melayani masyarakat.

“Selamat merayakan Hari Kesehatan Nasional. Tingkatkan integritas dalam melayani kesehatan masyarakat demi Sulut Sehat dan Sulut Hebat,” kata Kandouw.

Pemerintah Kota Tomohon diwakili Kadis Kesehatan Kota Tomohon dr. Deestje Liuw, M.Biomed beserta jajaran menghadiri kegiatan tersebut.Di kesempatan itupula, pemerintah kota tomohon menerima penghargaan serta thropy atas prestasi yang diraih yaitu Juara I Puskesmas Berprestasi, pelayanan Juara I KIA dan Juara I  Santun Lansia, serta juara III Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga.

Ditambah dengan Juara III Dokter Umum Teladan  Puskesmas  oleh dr.Putu, Dokter Gigi terbaik juara II Drg. Mirsa dari Puskesmas Rurukan.(/Prise)

 Manado, Sulutnews.com - Ibadah Natal Bersama Kepala, Pejabat dan ASN di lingkungan Dinas Ke-PU-an berlangsung hikmat, Senin (3/12) bertempat di Aula Gedung Dinas PUPRD Sulut Manado, Sulawesi Utara.

Ibadah dipimpin Pendeta Iriane Suot,STh dengan didahului puji-pujian pegawai menyambut kedatangan Yesus Kristus yang sejak 2000 tahun lalu menerangi dunia.

Perlu diketahui Perayaan Natal bersama ini merupakan salah satu acara yang digagas oleh Panitia memperingati Hari Bakti PU Ke-73 yang digelar usai Apel KORPRI pukul 7.00 wita 3 Desember. Ibadah ini dihadiri Kadis Prasarana Pemukiman PUPRD Sulut Ir Eddy Kenap, Sekretaris PUPRD Alex Watimena, wakil BPJN Sulut, TP PKK Unit PUPR, Pejabat, ASN dan warakawuri serta undangan.

Pendeta Irene Suot dalam kotbahnya menekankan sikap umat menyambut kedatangan anak domba Allah kedunia melalui Natal. Penting bagi umat yang dipeliharaNya  meningkatkan kewaspadaan dalam pemenuhan akan janji kebahagiaan. Domba sangat lemah di sini Masmur menggambarkan domba binatang yang lemah oleh sebab itu berjaga-jaga karena singa bisa saja datang menerkam. Allah sebagai gembala domba hadir untuk mengembala kawanannya.

"Hendaklah kita selalu meningkatkan kewaspadaan pada kehadiran binatang buas singa dan harimau di malam hari yang dapat memangsa di saat kita bekerja, pemazmur memberikan pemahaman untuk tidak bekerja pada malam hari,"kata Pendeta Suot untuk menggambarkan betapa ngerinya jika kita bekerja bukan sebagai kawanan domba Allah dan diwaktu malam. Namun jika berada di dalam kemanya diwaktu malam kita akan mendapatkan perlindungan dari binatang buas.

Kadis Ir Eddy Kenap dalam sambutannya mengatakan pentingnya segenap pejabat dan pegawai meningkatkan kenireja serta memupuk kebersaamaan menyambut Natal Kristus. Ia berharap pula Hari Bakti PU menjadi momentum semangat etos kerja pegawai dan pejabat dalam melaksanakan tugasnya membangun Indonesia kini. Acara diwarnai pemasangan lilin dan foto bersama.Hut Hari Bakti PU diperingati dalam serangkaian lomba PBB, Lari Karung, Lari Kelereng dan Poco-Poco. (*Yy)