Manado, Sulutnews.com - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mengancam Provinsi Sulawesi Utara, untuk itu Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengajak kepada para Bupati dan Walikota se Sulut untuk memberi perhatian khusus bagi daerah masing-masing dengan melakukan pencegahan serta pengendalian DBD.

Sekretaris Provinsi (sekporv) Sulut Edwin Silangen mengatakan kepada Sulutnews Jumat(11/01) di Manado “Gubernur Sulut Olly Dondokambey sudah menyurat ke 15 Kabupaten dan Kota untuk mengatasj penyakit DBD”. Bulan ini sekitar 67 orang terkena DBD dan tiga diantaranya meningal dunia. Jadi Edwin mengatakan, surat Gubernur ke semua kabupaten dan kota penting karena kalau kebersihan diabaikan maka akan berkembang terus penyakit DBD.

Semua pihak harus bersihkan lingkungan disemua Kabupaten dan Kota. Instansi pemerintah dan swasta serta sekolah sekolah harus lakukan agar nyamuk tidak berkembang biak yang menyebabkan DBD, tegas Silangen.(/Fanny)

Manado, SulutNews.Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Prooinsi Sulawesi Utara, merilis untuk jumlah wajib pilih penyandang disabilitas yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2).

Sebagaimana data yang dirilis KPU Sulut melalui Komisioner bidang Hukum Meidi Tinangon, untuk jumlah pemilih yang masuk kategori disabilitas berjumlah 6.176 atau jika dipersentasekan hanya ada 0,32 persen dari total 1.907.841 pemilih yang terdaftar se Sulawesi Utara.

" KPU telah mendata wajib pilih dan jumlah yang tercatat sudah sesuai fakta lapangan," jelas Tinangon.

Juga dijelaskan dari total 6.176 itu, 33 persen di antaranya adalah tuna daksa. Tuna netra sebanyak 15 persen, 17 persen tuna rungu, tuna grahita sebanyak 19 persen, dan 16 persen sisanya adalah disabilitas lainnya.(/Josh Tinungki)

Sudah Seminggu Pasca Libur Natal dan Tahun Baru Tak Terlihat Ngantor

Manado, SulutNews.Com - Meski masih banyak tugas yang berhubungan dengan kepentingan rakyat yang harus dituntaskan oleh Anggota DPRD Sulut, namun hingga hari ke 8 pasca libur Natal dan Tahun Baru ada banyak Anggota DPRD Sulut yang belum terlihat melaksanakan aktifitas kantor, mereka lebih fokus pada kegiatan organisasi partai dan juga kegiatan pribadi.

"Mau libur atau tidak anggota DPRD Sulut periode 2014-2019 memang kurang fokus, membahas persoalan rakyat, apalagi yang diharapkan, lihat saja buktinya target kinerja untuk membuat Peraturan Daerah yang merupakan salah satu kewajiban, hingga tahun 2018, belum ada satu Perda yang dituntaskan dari target 16 Perda, padahal masa kerja efektif tiggal menghitung bulan,"sindir Taufik Tumbelaka, pengamat politik Sulut.

Sejumlah ruangan anggota DPRD Sulut masih rapat terkunci.

Terkait belum ada aktifitas kantor dari Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut, kepala sekertariat DPRD Sulut Batrholomeus Mononutu saat dikonfirmasi, mengatakan untuk agenda nanti akan ada gelar paripurna pembukaan masa sidang, karena minggu berjalan ini (mulai selasa 8/2/2019 - red) ada bimtek salah satu parpol sehingga ada Pimpinan dan Anggota DPRD yang masih diluar daerah. " Soal Pimpinan dan Anggota Dewan yang belum beraktifitas di kantor, saya tidak bisa berkomentar," kata Mononutu.

Terpantau hingga Selasa 8 Januari 2019 anggota DPRD Sulut belum beraktifitas apapun, meski Rita Lamusu Anggota Komisi IV sudah terlihat masuk kantor.(Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Dua tahun memimpin Polda Sulut, Irjen Pol Bambang Waskito telah banyak meraih prestasi. Tak hanya prestasi,  Irjen Pol Bambang Waskito juga banyak membangun fasilitas gedung dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) personil Polda Sulut.

Itu dia lakukan agar Polda Sulut yang telah dinobatkan menjadi Polda Tipe A benar-benar maksimal dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat di daerah bumi nyiur melambai. Bahkan, suami tercinta Ny Deonisya Ruthi Bambang Waskito itu juga kerap membantu pemerintah dalam mengembangkan destinasi wisata Sulut.

Salah satu bentuk dukungan sahabat karib Presiden Republik Indonesia Joko Widodo itu dengan mendatangkan Hyperbaric Chamber di rumah sakit Bhayangkara Manado.

Pemasangan Hyperbaric Chamber, dilakukan karena destinasi wisata internasional Sulut merupakan penyelaman. “Nah, penyelaman itu salah satunya yang harus dicukupi untuk kelengkapannya itu Chamber terapi, yang sekarang saya pasang di rumah sakit Bhayangkara,” kata Irjen Pol Bambang kepada Koran Manado, Senin (7/1).

“Karena itu sudah berlaku internasional. Setiap ada lokasi wisata penyelaman harus ada itu (Hyperbaric Chamber). Itu fungsinya yang pertama untuk kesehatan, yang kedua juga untuk kecantikan, untuk permasalahan-permasalahan masalah penyelaman. Terus tujuannya juga untuk mendukung wisata kelautan Pemda. Jangan sampai nanti kejar-kejar wisata nyelam tapi nggak dilengkapi pengamanannya. Itu kan sebagai keamanan, apabila ada masalah penyelaman bisa dimasukkan di situ sebelum naik pesawat atau bepergian jauh gitu loh,” tuturnya.

Terobosan kreatif lain yang dicanangkan Irjen Pol Bambang Waskito yakni, memberikan pendidikan kepada Babinkamtibmas tentang bercocok tanam.

“Lokasi itu ada di Tompaso Minahasa, untuk proyek pembinaan Babinkamtibmas. Itu saya pake untuk wisata pendidikan untuk pertanian terpadu. Di sini Babinkamtibmas kita bekali SDMnya ditambah dengan cara menanan, cara membuat pupuk, cara memberantas hama, itu di sana semua. Tujuannya, selain menambah penghasilan personil, cara-cara tersebut juga bisa mereka tularkan di masyarakat,” tuturnya.

Sedangkan, renovasi gedung Polda Sulut yang dibuat Irjen Pol Bambang Waskito antara lain, Aula Catur Prasetya, Aula Tribrata, gedung Polresta lama di jalan  17 Agustus yang kini ditempati Dit Pamovit dan Bagian Keuangan, maupun gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulut.

Adapun gedung SPKT Polda Sulut yang baru sudah mempunyai standar internasional. “Di situ (gedung SPKT) sudah ada standar internasionalnya juga, saya suruh berikutnya nanti mengikuti pelayanan tingkat nasional, karena di situ ada ruang tunggunya, tempat main anak-anak, terus ada kursi roda. Di situ sudah disiapkan jalurnya, jadi sudah memenuhi standar. Termasuk tempat menyusuin anak,” ketusnya.

Bahkan, ada pula kegiatan Bhayangkari soal kecintaan laut. “Di sini kita mengedukasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di laut. Kita juga mengedukasi agar binatang-binatang dilindungi jangan sampai dikonsumsi,” sebut Kepala Sespim Lemdiklat Polri itu.

Lebih lanjut, ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sulut karena terus bersinergi dengan Polda Sulut dalam menjaga situasi keamanan.

“Saya berharap Sulut tetap mempertahankan kerukunan antar umat beragama yang selama ini terjalin begitu baik sehingga tolenrasi Sulut itu menjadi salah satu baromoter Indonesia,” tandasnya.

Diketahui, selama memegang tongkat Komando Polda Sulut Irjen Pol berhasil menciptakan kamtibmas yang kondusif. Pilkda serentak yang berlangsung di enam Kabupaten dan Kota, perayaan Natal Nasional di Tondano, ivent Tomohon International Flower Festival (TIFF) dan ivent Manado Fiesta.

Selain melakukan pengamanan, Polda Sulut juga kerap memeriahkan ivent-ivent bertaraf internasional.

Prestasi tersebut, hanya beberapa dari berbagai prestasi yang diperoleh Polda Sulut pasca Irjen Pol Bambang Waskito memegang tongkat Komando Polda Sulut. (Adrian)

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE menyerahkan 1.112 sertifikat tanah untuk masyarakat Manado. Penyerahan dilakukan secara simbolis melalui perwakilan warga penerima sertifikat di Auditorium Mapalus Kantor Gubernur, Senin (7/1/2019) sore.

Adapun rinciannya, untuk Kelurahan Buha 578 bidang dan Kelurahan Bengkol 534 bidang.

Dalam sambutannya, Gubernur Olly mengucapkan selamat kepada seluruh warga penerima sertifikat tanah.

"Sertifikat ini diberikan secara gratis merupakan hadiah tahun baru bagi kita semua, baik bagi masyarakat maupun pemerintah karena bidang tanah yang terdata semakin lengkap," kata Olly.

Olly menegaskan, penyerahan sertipikat ini merupakan upaya Presiden Joko Widodo untuk mengurangi sengketa tanah yang terjadi di wilayah Indonesia melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

"Target Presiden Jokowi pada tahun 2018 sebanyak tujuh juta sertifikat di Indonesia telah terlampaui. Tahun 2019 penyerahan sertipikat akan terus dilakukan. Ini adalah bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat," ungkap Olly.

Lebih lanjut, Olly mengharapkan pihak ATR/Badan Pertanahan Nasional mampu menjangkau lebih banyak lagi desa dan kelurahan, baik di Manado maupun kabupaten dan kota lainnya di Sulut.

"Agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan pelayanan pensertipikatan tanah yang mudah, cepat dan menjamin kepastian hukum," imbuh Olly.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Sulut Freddy Kolintama menargetkan hingga akhir 2019 ini dapat menyerahkan sebanyak 21 ribu sertipikat tanah di Manado dan 90 ribu sertipikat di seluruh Sulut.

Penyerahan sertipikat tanah untuk masyarakat turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS dan para pejabat Pemprov Sulut. (/Fanny)

Manado, SulutNews.Com - Kerusakan terumbu karang disepanjang pantai malalayang Manado, kini sangat memprihatinkan, ini diakibatkan oleh kegiatan Reklamasi Pantai yang dilakukan oleh Investor. Menanggapi hal tersebut Rocky Wowor Sekertaris Komisi II DPRD Sulut yang membidangi Lingkungan Hidup menegaskan izin reklamasi di Pantai Malalayang Manado, perlu ditinjau ulang, sebab jika ini dibiarkan maka biota laut yang ada akan punah.

"Jika merusak ekosistim, yang menyebabkan rusaknya terumbu karang, sebaiknya izin reklamasi di pantai Malalayang harus di batalkan," tegas Wowor.

Politisi PDIP, yang duduk di DPRD Sulut dari Daerah Pemiluhan (Dapil) Bolmong Raya ini, juga meminta agar area pantai Malalayang yang penuh temburu karang itu bebas dari seluruh kegiatan pembangunan yang merusak.

“Imbas dari rusaknya ekosistem dan terumbu karang, selain berdampak buruk bagi keberlangsungan pelestarian alam tetspi juga berdampak kurang baik terhadap masyarakat disekitar pantai,” ungkap Wowor.

Sebagaimana diketahui, maraknya aktivitas rekamasi diareah pantai malalayang telah melanggar  Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau kecil, dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2007 Tentang Konservasi Sumber Daya Ikan dan beberapa peraturan lainnya tegas mengatur ini,” terang politisi muda yang kembali mencalonkan diri pada Pileg 2019 ini. (/Josh Tinungki)

Lumentut :Pemerintah Diminta Ambil Langkah pencegahan

Manado, SulutNews.Com - Meningkatnya pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat dibeberapa Rumah Sakit yang merupakan warga di Kabupaten Minahasa, menjadi tanda awas bagi pemerintah Daerah untuk segera melakukan langkah pencegahan. Ini harus dilakukan agar penyebaran virus Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang berjangkit lewat gigitan nyamuk segera terdeteksi sehingga tidak menambah banyak warga yang dirawat dirumah sakit akibat terserang DBD.

Menyikapi kondisi ini Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut meminta agar pemerintah kabupaten lewat dinas terkait untuk segera melakukan upaya pencegahan guna meminimalisasi penyebaran virus DBD yang disebarkan lewat nyamuk.

"Perlu tindakan nyata dari Pemerintah, jangan hanya menghimbau, karna penyebaran virus sangat cepat dan jika tidak segera ditangani, maka akan sangat membahayakan." tegas Lumentut.

Juga kata politisi Partai Gerindra yang kembali mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Sulut pada Pileg 2019 ini mengatakan, Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Demam berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot sehingga jika penanganannya terlambat virus ini bisa mematikan. "Upaya pencegahan dengan melakukan cara 3M yakni Menguras, Menutup dan Mengubur tidak bisa mematikan nyamuk, sehingga ada langkah yang lebih dari pemerintah kewat dinas terkait," ungkap Lumentut.

Sebagaimana data yang berhasil dihimpun oleh tim SulutNews. Com, sejak November 2018 sampai 5 Januari 2019 sudah ada 40 warga Minahasa yang terjangkit virus Aedes aegypti, belum termasuk 1warga di Kecamatan Sonder yang baru dirujuk ke RSUD Prof Kandouw Malalyang akibat DBD. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, perayaan Natal di Sulut berjalan aman dan damai. Ini menunjukan, masyarakat Sulut yang cinta damai. Kerukunan tetap terjaga. Dan silaturahmi berjalan baik."Ini harus kita pertahankan terus menerus,"kata Gubernur Olly Dondokambey kepada wartawan di Manado  Kamis (27/12)

Gubernur bersama Keluarga  dalam perayaan Ibadah Natal Selasa (25/12) lalu beribadah di Gereja GMIM Eben Haezer Bumi Beringin Manado bersama Keluarga Wakil Gubernur dan pejabat pemda lainnya. Menurut Gubernur, kedamaian  terjadi karena masyarakat Sulut memang sejak lama hidup damai.

Dengan Natal kita harus hidup damai dan harus saling mengasihi. Gubernur meyampaikan banyak terima kasih karena masyarakat Sulut tetap menjaga kepadamian dan persatuan di Sulut. Ini menjadi kembangaan bagi kami karena masyarakat Sulut tetap rukun dan damai.

Dalam perayaan Natal Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda Provinsi melakukan silaturahmi dengan masyarakat luas dikediaman mereka sejak Siang hari hingga malam pada Selasa (25/12) lalu.

Tokoh-tokoh agama, masyarakat dan kepala daerah mendatangi rumah dinas Gubernur dan Wakil Gubernur di Bumi Beringin.

Sebelumnya Gubernur pada Minggu (23/12) malam menghadiri Konser Festival Natal 2018 di Stadion Maesa Tondano Kabupaten Minahasa Wakil Gubernur Steven Kandow, Bupati Minahasa Royke Roring dan dihadiri ribuan Umat Kristen.

Dalam acara tersebut, hadir beberapa artis seperti Grup Ben ALL 4 One dari Amerika Serikat, Ruth Sahanaya, Sammy Simorangkir dan beberapa artis lainnya. Puluhan lagu-lagu natal dinyanyikan para artis termasuk Grup Band dari Amerika Serikan ALl 4 One.

Gubernur mengatakan, Festival Natal ini sangat menghibur warga Kristen. Ini sudah setiap tahun dilaksanakan. Dengan Festival Natal maka kita juga merasa terhibur dan untuk menjaga kebersamaan. Ketua Panitia Rocky Wowor mengatakan, kegitaan Konser di Tondano ini memang tujuannya untuk menghibur masyarakat terutama menyambut Natal dengan mendengar lagu-lagu Natal.Kegiatan ini berjalan sukses aman dan lancar.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncenakan akan meresmikan Jalan Tol Manado-Bitung  pada akhir bulan Maret tahun 2019. Gubernur Sulut Olly Dondokambey kepada Sulutnews usai meninjau jalan Tol  Manado-Bitung pekan lalu mengatakan, jalan Tol yang akan diresmikan, yakni untuk tahap pertama sepanjang 25 kilometer dari 39 km panjang Jalan tol yang akan dibangun. 

Dalam peninjauan dan uji coba Jalan Tol, ikut juga Wakil Gubernur Steven Kandow, Sekda Sulut Edwin Silangen, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasaional XV Kementrian PU di Sulut Triono Junoasmono dan Kepala Dinas PU Sulut Stif Keppel

Pada saat menjelang Natal pada Senin 24 Desember sudah diuji coba seebagian jalan tol. "Jadi ini untuk mengatasi macet yang terjadi diruas jalan Manado-Bitung. Bila sudah diresmikan, makan akan berdampak pada pembangunan ekonomi di Kota Bitung dan juga Manado serta Kabupaten Minahasa Utara. Dan juga  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

"Pembangunan jalan Tol ini merupakan perhatian pemerintahan Jokowi untuk Sulut. Karena ini sejarah baru adanya jalan Tol Manado-Bitung”, kata Gubernur.

Dalam peninjauan tersebut. Ia mengatakan, jalan Tol ini memang kerinduan masyarakat Sulut sejak lama. Dan baru pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla baru tercapai. Gubernur menambahkan, pembangunan infrastruktur di Sulut terus kita bangun. Selain jalan Tol ada juga beberapa ruas jalan Nasional dan Provinsi yang kita kebut. Karena pembangunan infratruktur itu penting bagi masyarakat Sulut. Tahun depan pihaknya akan terus membangun infrastruktur. 

Sementara Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional XV kementrian PU di Sulut Triono Junoasmono mengataklan, pihaknya terus bekerja cepat untuk memrampungkan  pembangunan Jalan Tol Manado Bitung. Pihaknya optimis akan rempaung semua tahun depan. Dari data yang ada, Pembangunan Jalan Tol yang deibangun pemerintah pusat lewat beberapa BUMN seperti PT Hutama Karya, PT PP dan PT WIKA ini dibangun sejak tiga tahun lalu. Dan diperkirakan menelan angaran Rp 3 triliun lebih. Sejumlah warga kepada SulutNews mengatakan, bangga dengan adanya Jalan Tol. "Kami bangga karena jalan tidak akan macet lagi. Dan ini sangat dibangakan,"kata Jemmy L dan  Ny Deasy K warga Kota Bitung dan Minahasa Utara, Bahkan, Jhony K sopir truk besar yang sering melawati Jalan Manado Bitung menilai, ini suatu kemajuan dan kemudahan bagi kami karena tidak akan macet lagi disaat kami mengangkut kontainer dari Pelabuhan Bitung."Selama ini macet, kalau lewat Jalan Tol pasti tidak macet lagi,"katanya.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulut Olly Dondokambey berbaur bersama umat Gereja Patekosta Di Indonesia (GPDI), Selasa (25/12/2018), untuk merayakan Natal bertempat di Gedung Gereja GPDI Jln Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara.

Perayaan Natal GPDI ini diawali dengan ibadah dipimpin Pendeta MT Boham. Dalam pesan Natalnya Pendeta Boham mengajak umat Pantekosta berhati-hati dalam membaca perkembangan dunia dewasa ini dan terus berdoa. Dan selayaknyalah kita menjadi pelayan bagi sesama sebagai hamba Tuhan, yakni bagi Yesus yang lahir dari dara perawan Maria dan menjadi penebus dosa umat manusia.

Perayaan Natal warga GPDI ini, ikut melibatkan para gembala Pantekosta dan diwarnai pula gerak tari putra-putri altar serta atraksi koor umat dengan mengumandangkan kidung Natal. Ketua Majelis GPDI Ny  Ivonne Awui hadir memberikan sambutan pendek bagi umatnya. Hal ini melahirkan pujian dari Gubernur kepadanya sebagai satu-satunya pendeta wanita dalam jajaran kepala gereja di Sulut.

Gubernur Olly Dodokambey  datang bersama Ketua TP-PKK Sulut Ny Ir Rita Tamuntuan-Dondokambey. Ia tiba saat kotbah Pdt Boham itu. Ikut serta Wagub Drs Steven Kandouw dan Ny dr Kartika Tanos, Sekprof Drs Edwin Silangen dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulut Ny M Silangen, serta Kaban Kesbang Sulut Drs Mecky Onibala bersama nyonya.

Dalam pesan Natalnya Gubernur Olly Dondokambey mengajak umat untuk terus bersyukur berterima kasih karena dengan datangnya Natal semua orang memiliki kesempatan mencari Yesus sebagai juru selamat yang lahir di kandang domba yang hina. Ia menambahkan saat ini pemerintah terus bekerja keras untuk warga gereja dan masyarakat. Dan berusaha menghadirkan berkat untuk dirasakan seperti membangun akses jalan baru. Contohnya jalan di Desa Airmadidi sampai di Bitung, yang pada tahun 2019 nanti akan diresmikan oleh Presiden Jokowi

"Harapan saya dengan dibukanya fasilitas infrastruktur ini akan menjadikan warga masyarakat lebih giat memuji Tuhan dan pergi beribadah berdoa di gereja-gereja serta terus berbuat kebaikan," kata Gubernur Olly, kemarin.

Usai mengikuti Ibadah warga GPDI diajaknya menghadiri resepsi Natal atau Open House di Rumah Dinas Gubernur, Walikota DR Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Drs Mor Bastiaan, Forkopindo Danlantamal Bitung, Ketua Pengadilan Tinggi dan lain-lain.(*/Yy).