Manado, Sulutnews.com - Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Drs Erwin Silangen membuka dengan resmi Sosialisasi Pengawasan dan Pelaksanaan Kegiatan Ke-PU-an Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Daerah Provinsi Sulut, bertempat di Swiss Bel Hotel Maleosan di Manado, Senin (21/11) kegiatan berlangsung empat hari.

Silangen, dalam sambutannya mengatakan, pengawasan sangat penting dilakukan di semua kegiatan lingkup Dinas PU, agar ke depan tidak ada yang harus berhadapan dengan proses hukum.

Maka dari itu, penting dibentuk Dream Team Pengawasan internal yang dapat diandalkan, sebelum turunya Team Pengawasan dari eksternal. Tegas Edwin Silangen, SE, M.Si.

Diharapkan seluruh jajaran di Dinas PU Sulut agar menjaga kekompakan dan solid dalam menjalankan tugas masing-masing. Sehingga tidak terjadi saling menjatuhkan sesama teman, atau sengaja mencari – cari kesalahan kemudian saling melaporkan ke pihak penegak hukum.

Dalam kesempatan ini, pihak Kejaksaan Tinggi Sulut selaku pengacara Negara, turut memberi pembekalan dan arahan terkait prosedur dalam administrasi sehingga terhindar dari potensi hukum ke depan.

Moh. Ilham, SH yang didampingi Darman Simanjuntak, SH. mewakili Kejati, menegaskan, perlu keterbukaan terhadap seluruh kegiatan agar dapat diketahui sejak awal jika ada hal yang menyimpang dalam proses pekerjaan.

“Pihak Kejati siap menerima kalau ada yang mau melakukan konsultasi terkait proses hukum dan melakukan pendampingan,” jelas Moh Ilham. Kegiatan tersebut melibatkan semua unsur aparat dan pejabat Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Tata Ruang dan Bidang Sumber Daya Alam.

"Kegiatan ini dimaksud agar aparat hukum seperti Kejaksaan memiliki peran mengawasi pelaksaan pekerjaan PU yang wajib ditaati aparat kita seperti aturan aturan hukum," kata plt.Kadis PU dan Tata Ruang Provinsi Sulut, Ir. Stive Kepel. (y/*)

MANADO, Sulutnews.com - Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, APBD Sulut 2018 yang baru ditetapkan lewat peraturan daerah dalam Sidang Paripurna Kamis (16/11) senilai Rp 4,179 trilliun itu semuanya untuk kepentingan rakyat Sulut. Hal itu dikatakan  Wagub saat penetapan APBD 2018 di kantor DPRD Sulut.

APBD tahun ini mengalami kenaikan sekitar 16 persen lebih. Menurutnya, sektor pendidikan, kesehatan dan juga infrastruktur mejadi perhatian agar masyarakat Sulut bisa sejahtera. Kemiskinan dan penganguran menjadi perhatian kedepan.

Menurutnya, pengunaan dana APBD ini harus diawasi agar pengunaanya tidak disalahgunakan."Jadi kita akan gunakan sesuai ketentuan yang berlaku,"Katanya.

Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sulut Andre Angow dihadiri tiga Wakil Ketua dan angota DPRD lainnya termasuk Kepala SKPD dan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam bagian lain, Wagub mengatakan, pembangunan mega proyek jalan tol dan jalan lingkar serta beberapa Waduk dan juga pembangunan tempat pembuangan Sampah regional baik dari dana APBN dan dana APBD kita akan terus genjot kedepan agar cepat tuntas.

Untuk tempat pembuangan akhir (TPA) regional itu sangat penting karena banyak negara sudah melakukan itu dan tidak bau bahkan warga bisa makan dilokasi tempat sampah, Ia mengatakan, TPA ini akan melibatkan beberapa Kabupaten dan Kota . Ini sangat besar manfaatnya, kata Wagub.

Dalam bagian lain, Wagub mengatakan dana yang bergulir di Sulut baik APBN dan APBD di 15 Kabupaten dan Kota sesuai data dari Kanwil Perbendaharaan Negara sekitar Rp 26 triliun lebih. Ini besar sekali dan akan berdampak bagi pembangunan ekonomi daerah. .

Dalam Paripurna enam Fraksi di DPRD Sulut mendukung penetapan APBD. Namun, ada beberapa catatan kritis seperti harus segera adanya percepatan pembangunan jalan Manado Tomohon untuk pelebaran dan juga masalah pupuk dan juga TPA sampah serta jalan tol. Fraksi Demokrat yang dibacakan Siska Mangindaan mengatakan, masalah atlit berprestasi harus menjadi perhatian juga. Fraksi Golkar lewat Ingrid Sondak mengatakan, sektor pendidikan menjadi penting. Dan Pemda Sulut kami dukung karena sangat memperhatikan masalah pendidikan.(fan)

MANADO, Sulutnews.com-Presiden Joko Widodo mengatakan, kita sebagai bangsa yang besar dengan 250 juta lebih jumlah penduduknya jangan kalah bersaing dengan negara-negara lain termasuk negara tetangga kita. Kita harus maju terus bersatu membangun bangsa. Untuk bersaing secara global maka kita harus membangun infrastruktur yang baik seperti jalan, jembatan pelabuhan bandara yang selama ini masih tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Demikian sambutan Presiden Joko Widodo saat membuka Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke XX di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Rabu, (15/11).

"Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) harus berperan memajukan bangsa ini,"Kata Presiden Jokowi, begitu juga dengan sumber daya manusia (SDM) jangan kalah dan tertinggal dengan negara lain. Kita harus tingkatkan SDM terutama menguasaai teknologi digital yang semakin maju. Bahkan, kalau perlu ada Fakultas Digital di Fakultas Ekonomi dan adanya Politeknik dan sekolah yang menguasai digital, tegasnya.

Hadir dalam Pembukaan Kongres GMNI Ke-XX, yakni Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahaan  Rakyat Basuky S, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur  Stevem Kandow, Gubernur Jawa Timur tokoh GMNI, dan Presidium GMNI saat ini Crishman Damanik,SH serta 1.000 lebih peserta Kongres dari 167 Cabang GMNI di seluruh Indonesia.Kongres yang akan berlangsung hingga 19 November

Menurut Presidium GMNI Crishman Damanik,SH akan menghasilkan beberapa matri terkait persoalan bangsa dan negara. Selain itu, akan merumuskan program untuk menunjang NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45.

Presiden menambahkan, saat ini, pihaknya melakukan terobosan membangun berbagai infrastruktur jalan, jembatan dan bandara serta jalan Tol semuanya didaerah-daerah itu untuk memajukan bangsa terutama ekonomi rakyat dan adanya pemerataan pembangunan dan adanya keadilan. Pertumbuhan ekonomi akan naik Kalau, ada bandara di daerah terpencil seperti di Papua, maka akan muda kita jangkau. Dan harga BBM akan turun tidak lagi Rp 100 /liter. di Papua.

Infrastruktur itu akan menyatukan kita karena dari Aceh ke Papua akan lancar kalau ada transportasi udara dan juga laut.

Ia mengatakan, Indonesia negara besar dan luas. Kita harus terus membangun dengan kebersamaan berdasarkan Pancasila.

Dalam bagian lain, ia mengatakan, kita harus berani mengambil keputusan dalam membangun bangsa ini. Ia mencontohkan Perpu Ormas 2017 yang banyak pro kontra itu saya yang bertangung jawab. Ini harus dibuat agar mereka yang menetang pencasila itu tidak ada, Begitu  juga kebijakan,mengenai saham di PT. Free Port di Papua itu keputusan harus 51 persen.Ini suatu keputasan yang berani. Termasuk, menenggelamkan kapal pencuri ikan. Ada sekitar 7.000 kapal ikan yang mencuri, Kita harus berani melakukan keputusan ini kalau tidak nelayan kita yang rugi 

Sementara itu, Gubernnur Sulut Olly Dondokambey mengatakan Pemda Sulut terus memajukan daerah ini dengan membangun infrastruktur jalan dan bandara. Begitu juga, sarana pendidikan dan kesehatan. Persatuan dan kesatuan didaerah ini sangat baik dan kemajemukan serta cinta akan Pancasila  sangat baik didaerah ini. Kongres GMNI di Sulut ini sangat baik karena sekaligus memperlihatkan kemajuan dan promosi daerah.

Presiden sebelum kembali sempat makan ikan bakar disalah satu restoran tepi jalan Balai Kota Manado dan disambut ribuan warga Manado hingga ke Bandara Sam Ratulangi Manado. (fan)

Manado, Sulutnews.com - Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi para pekerja media massa yang ada Provinsi Sulawesi Utara yang dihadiri 50 Perwakilan Media Masa yang ada di Sulawesi Utara Rabu, (01/11/2017)

Dalam kegiatan ini tampil sebagai nara sumber Kepala Balai Bahasa Sulawesi Utara Supriyanto Widodo, S.S, M.Hum bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut Drs. Voucke Lontaan pada kesempatan ini memberikan materi untuk dibahas terkait diksi (pemilihan kata) dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kepala Balai Bahasa Supriyanto Widodo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dengan kehadiran segenap pekerja Pers yang bersedia menjadi pesuluh dalam kegiatan ini untuk mendiskusikan permasalahan penggunaan kata-kata agar dalam menulis berita selalu menghindari penggunaan kata yang kurang tepat.

“Kegiatan ini memang nomenklaturnya penyuluhan Bahasa Indonesia bagi pekerja media massa di Sulawesi Utara tetapi jangan melihat penyuluhannya pak, sepertinya kelihatan seram ” penyuluhan” saolah-olah kami orang yang paling tau, tetapi tidak seperti itu, tetapi kita hanya akan saling berbagi informasi saja dan kami hanya ingin menyegarkan ingatan bapak ibu supaya dalam menulis berita, menyampaikan artikel baik cetak dan media elektronik radio, televisi dan media online agar penggunaan bahasa Indonesia itu dapat dilakukan dengan baik, benar dan santun”

Widodo, pada kesempatan ini juga mencontohkan bagaimana penggunaan dan penulisan kata yang tepat sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) dengan tidak mengulang kata demi kata dimana dalam penulisan beritanya akan terkesan pemborosan atau bertele-tele.

Kesempatan yang sama Lontaan, ketua PWI Sulut memberikan apresiasi dengan penyelenggaraan kegiatan penyuluhan bahasa Indonesia bagi para pekerja Pers yang ada di Sulut agar dalam menyampaikan tulisannya kepada masyarakat akan lebih santun serta selalu baik dan benar.

“Saya pada kesempatan ini dipercayakan sebagai Nara Sumber itu bukan berarti kita saling menggurui, tetapi lebih jauh saya melihat kegiatan ini saya cukup penting bagi kita, agar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat kita akan dapat lebih bijak dalam memilih kata untuk disampaikan” tuturnya.

Sementara, Ketua Panitia Kegiatan, Nurul Qomariah mengatakan kegiatan penyuluhan bertujuan agar setiap jurnalis bisa menjadi ujung tombak penyampaian informasi yang tepat kepada masyarakat bahkan mengedukasi masyarakat dalam menggunakan Bahasa Indonesia dengan tepat.

Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Provinsi Sulawesi Utara Yoseph Ikanubun didaulat untuk menyampaikan pesan dan kesan darinya terkait pelaksanaan kegiatan ini serta mengharapkan Balai Bahasa Sulut senantiasa dapat terus menggelar kegiatan ini agar para insan pers lebih memami penggunaan kata yang baik dan benar.

Kegiatan ini diakhiri dengan pemeberian sertifikat penghargaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Balai Bahasa Sulut serta foto bersama dengan semua peserta yang menghadiri kegiatan ini.(Merson)