Sulutnews

Sulutnews

Tomohon,Sulutnews.com - Dalam rangka menuju gelaran akbar Festival Film Indonesia 2018, PARFI ( Persatuan Artis Film Indonesia) 56 Sulawesi Utara menyelenggarakan Festival Film Pendek untuk sineas muda.Senin (3/12/2018).

Dari sekian film yang masuk penialian juri dari beberapa kategori, salah satunya film pendek 34 MENIT karya sineas muda asal Kota Tomohon yang meraih beberapa penghargaan di ajang ini.

Para pemeran film pendek 34 MENIT bersama Ketua PARFI 56 SULUT Jane Sumendap-Rende Ketika dihubungi secara online, salah satu pemeran dalam film pendek 34 MENIT Wulan Roeroe mengatakan film ini sendiri dibuat oleh 545 Creative Production di Kota Tomohon dengan talent yang semua berasal dari putra putri terbaik di Kota Tomohon.

 Adapun penghargaan yang diraih oleh Film Pendek “34 MENIT” ini yaitu :

THE BEST SHORT FILM

SUTRADARA TERBAIK : RAFAEL TURANG

AKTRIS TERBAIK : AIKO MAMPOUW

SINEMATOGRAFI TERBAIK : RAFAEL TURANG, PETTER TANGKUDUNG

545 Creative Production adalah bentukan dari Wakil Walikota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan.

Terpisah, Wawali Tomohon Syerly A. Sompotan mengatakan bahwa ini adalah wadah anak muda di bidang Perfilman. “Jadi saya membentuk Golden Chrysant Management yg di dalam itu terdiri dari beberapa divisi ada tarian,Choir dan Dance Sport serta Modeling ini agar seluruh bakat anak2 muda di Tomohon bisa tersalur dgn adanya Management ini.” Ungkap Wawali Sompotan.

Wawali Sompotan yang juga adalah Produser dalam film 34 Menit ini merasa bangga dgn hasil yg diraih.

“Ini adalah hasil kerja keras para generasi muda tomohon, sehingga bisa meraih hasil yg baik , semoga kedepan dengan hasil prestasi ini dapat lebih mendorong semangat para muda mudi di kota tomohon untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik agar kota tomohon dapat lebih dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional.” Kunci Wawali.

“Prestasi yang telah kami raih ini juga tidak lepas dari dukungan seluruh Crew dan Terlebih dukungan dari Ibu Wakil Walikota Ibu SAS sehingga kita dapat menyelesaikan film ini dan bisa mendapatkan hasil yang baik.” ungkap Rafael Turang yang adalah Sutradara dalam Film ini sekaligus kordinator dari 545 Creative Production.(/Prise)

Tomohon, Sulutnews.com - Memaknai hari guru yang ke 73 di tahun  2018 dari Dinas pendidikan dan kebudayaan kota Tomohon Dengan melaksanakan hari puncak hari guru.Saat di wawancarai beberapa awak media, Jumat,30/11/2018.

Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan daerah kota Tomohon Dr.Juliana dolvin karwur Mkes,Msi mengatakan bahwa dengan memaknai banyak faktor-faktor dan menjadi faktor yang pertama faktor kebersamaan penyatuan persepsi adalah Faktor persamaan persepsi dalam sebuah kekompakan sebagai guru untuk maju bersama dalam membangun negara ini,dan lebih khususnya juga akan lebih  lagi maju bersama untuk kota Tomohon,

Dengan memberi tema meningkatkan profesionalisme kemajuan guru ke abad 21,Disamping itupula guru-guru akan  semakin memberi kompentensi agar semakin membangun anak didik sehinngga dapat memberi penguatan terhadap pendidikan karakter bagaimana kemampuan guru dalam hal memenejemen sehingga pada abad 21  betul- betul dapat membanggakan diri sebagai guru karena output daripada guru tidak dapat kita rasakan saat ini tapi akan dapat dirasakan saat outcame pada waktu yang akan datang.

Menjadi harapan dengan  menyatukan persepsi dengn memperkuat dan memperkokoh, dengn menyatukan kekompakan itu merupakan sebuah strategi sehingga dalam peningkatan profesionalisme guru akan sangat tepat dan akan merapatkan barisan untuk terus meningkatkan kopentensi guru dan akan menghasilkan anak didik yang luar biasa.

Dengan adanya peningkatan kompentensi yang menjadi sebuah pilar utama yang menjadikan penilaian-penilaian sebagai nilai budaya yang harus kita bangun sehingga betul-betul ada makna yang berarti."ucap karwur"

Dan menjadi baromater dengan di tahun 2019 sudah dapat diukur dengan memberikan theacher aword memberikan strategi kedepan ditahun 2019 yang akan semakin banyak peserta didik bisa tampil baik ditingkat nasional maupun internasional,

Dengan demikian juga ibu bapak guru ataupun kepala sekolah semakin di perkuat pembimbingannya dan  kopentensinya sehingga semakin bersaing di tingkat daerah,propinsi maupun ditingkat nasional dan di tingkat internasional."jelas karwur.(/Prise)

Tomohon, Sulutnews.com - Dalam Rangka Pembukaan Rangkaian Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan ke-19 yang mengambil start dari Mall Pelayanan Publik(MPP) Wale Kabasaran dan Finish di kompleks Menara Alfa Omega, Jumat(30/11/2018).

Sekretaris Daerah Kota Tomohon Ir Harold Lolowang Msc MTh membuka dan mengikuti Jalan Sehat Pemerintah Kota Tomohon.

Sekretaris Daerah mengatakan, dalam rangka menyukseskan HUT DWP ke-19, maka DWP Kota Tomohon akan melaksanakan kegiatan sebagai berikut: Pembukaan rangkaian kegiatan dengan jalan sehat bersama dengan Pemkot Tomohon pada 30 November 2018; Lomba senam poco-poco nusantara antar unit DWP perangkat daerah se Kota Tomohon; acara puncak sekaligus ibadah perayaan menyambut Natal pada tanggal 5 Desember 2018 bertempat di GMIM Kakaskasen Eben Haezer; Anjangsana ke panti asuhan werda.

Harapan kepada seluruh jajaran pemkot Tomohon melalui seluruh perangkat daerah untuk berperan aktif dalam menyukseskan HUT ke-19 DWP. Dalam Kegiatan ini  sangat bermanfaat bagi kesehatan kita semua.

Oleh karena itu  berolahraga, banyak sekali manfaat yang dapat kita terima antara lain: Mencegah penyakit jantung dang stroke; Mengendalikan Diabetes; Menurunkan tekanan darah tinggi; Mencegah nyeri punggung; Menangkal obesitas; Menunda keterbatasan fisik saat usia tua; Menekan resiko osteoporosis; Mengatasi stres serta meningkatkan kualitas hidup.

Mengajak  kepada kita semua segenap masyarakat Kota Tomohon apapun profesinya, untuk hidup aktif utamanya melalui olahraga secara rutin da teratur."tutup lolowang

Tampak hadir Ketua DWP Kota Tomohon Ibu Eva Lolowang-Mince SPd MPd, Asisten Kesejahteraan Rakyat Drs ODS Mandagi, Asisten Perekonomian Max Mentu SIP MAP, Asisten Umum Corry Caroles, jajaran pemerintah Kota Tomohon serta unit DWP se Pemerintah Kota Tomohon.(/Prise)

Husnizar Hood: Indonesia Jazirah Puisi, Bukan Tanah Tumpah Hoax

Bintan, Sulutnews.com - Tiga negara, 130 penyair, 350 lebih puisi, berkumpul dalam suatu Jazirah, Kamis malam (29/11) lalu, memaknai jejak-jejak Hang Tuah. Di 'Jazirah' --yang tak lain merupakan judul buku antologi puisi setebal 400-an halaman-- Hang Tuah 'hidup' kembali.

Para penyair dari berbagai belahan ranah estetik menulis sajak tentang pahlawan Melayu paling legendaris dari abad ke-15 itu, dalam perspektif dan diksi puitika masing-masing. Riuh. Penuh gairah. Bergema bersama-sama.

Sekitar delapan dekade silam, Chairil Anwar barangkali merasa cukup baginya seorang diri menyerukan sejarah lewat puisi, memanggil-manggil nama Diponegoro, maha-wira Nusantara lainnya dari abad yang lebih muda. Abad ke-19.

"Di zaman pembangunan ini, Tuan hidup kembali," demikian Chairil berkalam mengenang Pemimpin Perang Jawa itu, "...berselempang semangat yang tak pernah mati."

Bagi Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi, hari ini diperlukan lebih banyak lagi suara-suara Chairil demi merawat-melestarikan nilai-nilai historis. Sebab itu, tiga bulan lalu, bersama Ketua Dewan Kesenian Kepri Hoesnizar Hood, Datuk Rida mengundang sastrawan tanah air dan mancanegara merayakan sosok Hang Tuah dalam bait-bait puisi, sebagai sumbangan karya sastra terhadap sejarah.

"Mulanya saya dan Husnizar ragu, jangan-jangan tema Hang Tuah ini kurang akrab di telinga para penyair."

Tapi keraguan segera pupus. Pasalnya, beberapa pekan setelah pengumuman jemputan menulis puisi jejak Hang Tuah tersiar di kalangan publik sastra, surel panitia tak henti-henti menerima kiriman naskah.

"Hampir seribu karya puisi yang masuk," terang Ketua Panitia Fatih Muftih. Setelah melalui proses kurasi yang ketat di bawah --meminjam istilah Fatih-- mahkamah  para pengadil bijak bestari, Datuk Sutardji Calzoum Bachri dan Hasan Aspahani, dari total 900-an karya puisi akhirnya hanya 350-an judul dinyatakan lolos.

Ya, 350 lebih puisi, ditulis oleh 131 penyair, dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura, terhimpun dalam sebentang Jazirah, mencari ruang-ruang pemaknaan baru pada tapak besar tamaddun Melayu yang diwariskan Laksamana Hang Tuah.

Di Kamis malam yang agak renyai pada pelataran MTQ Telukbakau, Bintan, itu, kitab antologi puisi Jazirah diluncurkan secara takzim, sekaligus menandai dibukanya perhelatan Festival Sastra Internasional Gunung Bintan.

Ketua Dewan Kesenian Kepri, Husnizar Hood, punya pandangan menarik soal Festival Gunung Bintan. Festival ini, ujar Nizar, bukan setakat panggung para penyair untuk memberi sumbangsih akal-budi tatkala menapak-tilasi jejak kebesaran Hang Tuah yang memang berawal dari kaki Gunung Bintan.

Namun, lebih luas dari itu, Festival Gunung Bintan baginya adalah salah satu jeda atau rehat terbaik dari segala kebisingan politik. "Melalui Festival Gunung Bintan, kearifan budaya Melayu meyakinkan kita semua, bahwa Indonesia itu juga Jazirah Puisi, bukan cuma tanah tumpah hoax."(/SMSI)

Tomohon, Sulutnews.com - Upacara memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2018 di Kota Tomohon digelar di Stadion Babe Palar Tomohon, senin (26/11/18) yang ditandai dengan penaikan bendera merah putih.

Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy kesempatan itu dibacakan Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak selaku inspektur upacara.

"Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para guru atas dedikasi, komitmen dan segala ikhtiar yang telah dilakukan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dan dalam kesempatan yang sangat baik ini pula, dalam tuntunan yang Maha Kuasa, semoga martabat guru semakin dijunjung tinggi seiring dengan meningkatnya profesionalisme, yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan dan dedikasi dalam menjalankan tugas mulia", urai Eman.

Diungkapkannya tema Hari Guru Nasional Tahun ini adalah "meningkatkan profesionalisme guru menuju pendidikan abad dua puluh satu" tema tersebut dipilih mengingat tantangan pendidikan di abad ini semakin berat. "Hal ini meniscayakan peningkatan profesionalisme menyangkut sikap mental dan komitmen para guru untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman", ucapnya.

"Marilah kita jadikan Hari Guru Nasional ini sebagai semangat untuk terus membangun peradaban bangsa sehingga Indonesia tetap menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu dan berkarakter, selamat Hari Guru Nasional, semoga Tuhan selalu melindungi kita semua dalam mengemban tugas yang mulia ini", ujar Eman mengutip sambutan Mendikbud.

Eman menambahkan untuk prestasi guru dan murid di Kota Tomohon patut dibanggakan terlebih lagi untuk raihan prestasi dari beberapa siswa yang ikut Olimpiade Matematika Internasional di Bulgaria, walaupun baru memperoleh medali perunggu. "Apresiasi kepada para guru karena kesuksesan dalam keikutsertaan lomba ini, hal ini tentu tak luput dari peran guru kaitan pendidikan di sekolah", kata Eman.

Untuk diketahui, peraih medali perunggu pada Olimpiade Matematika Internasional di Bulgaria yakni Imanuel Satoshi Roeroe dari SMP Lokon, Vaugen Siburian SMP Lokon, Lingkan Turangan SMP Lentera dan Sepriana Tinungki dari SMP N 1 Tomohon.

Hadir sebagai peserta upacara para perwakilan guru dan pelajar semua tingkatan sekolah di Kota Tomohon, hadir pula para unsur Forkopimda, tokoh agama dan masyarakat, unsur DPRD Kota Tomohon, Sekretaris Kota Tomohon Ir Harold Lolowang MSc bersama para pejabat eselon dua dan tiga jajaran Pemkot Tomohon.(/Prise)

Medan, Sulutnews.com - Sebagai salah satu objek wisata unggulan di Sumatera Utara, keindahan Danau Toba, tidak perlu disangsikan lagi. Siapapun dapat dibuat terpukau akan keelokan danau yang satu ini, sehingga acara penutupan UKW PWI Sumatera Utara ke XX, yang sedianya di hotel ditepi danau, dialihkan di atas Kapal Wisata di danau Toba.

Di sela-sela penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang  diselenggarakan PWI Sumatera Utata dan difasilitasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Kamis (22/11), diatas KM Wisata Kabupaten Samosir,  Firdaus ketua bidang organisasi PWI Pusat, mengatakan, dengan pesona dan potensi yang dimiliki, Danau Toba harus terus dijaga dan  pengembangan lebih lanjut  wajib didukung semua pihak terkait.

Firdaus juga mengatakan, standar kompetensi yang disematkan pada wartawan harus mampu memfilter mana berita yang layak atau tidak.

"Bisa saja beberapa perusahaan yang ingin masuk ke Simalungun untuk berinvestasi, membatalkan niatnya, dan beralih kedaerah lain akibat pemberitaan buruk, yang tidak berorientasi kepada kepentingan publik," ujarnya.

Pemberitaan yang tidak baik, lanjut Firdaus, juga akan merusak iklim usaha, bahkan dapat membuat resah investor yang sehingga tidak menutup kemungkinan mereka hengkang. Hal tersebut jika terjadi, jelas dapat merugikan masyarakat dan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus juga berpesan agar semua pihak terkait khususnya wartawan yang sudah kompeten, terus menjaga investasi yang ada di Simalungun dan di Danau Toba.

"Wartawan kompeten harus mampu menempatkan dirinya sebagai pelita, karena sudah menjadi sebuah keharusan bahwa wartawan seluruh orientasi kerja wartawan untuk kepentingan publik.

Ditegaskanya,  jika wartawan bekerja tak sesuai dengan kompetensinya, apalagi terbukti kerjanya  melanggar kode etik, dan bahkan meresahkan masyarakat, kompetensi itu bisa dicabut.

Selanjutnya, ditambahkan Firdaus selaku Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat yang juga menjabat Sekretaris jenderal SMSI Pusat ini, sebagai bentuk dukungan  terhadap eksistensi Danau Toba, pihaknya merencanakan akan melakukan Rapat Kerja Serikat Media Siber Indonesia (SMSI-red) yang  akan datang digelar di Danau Toba.

Sementara itu, Ketua PWI Sumut Hermansjah menuturkan, Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan upaya peningkatan kualitas wartawan serta mengukur kompetensu wartawan dengan cara merekonstruksi tugas-tugas keseharian mereka.

"UKW angkatan berikutnya akan dilaksanakan di Tarutung,  Taput dan Medan hingga tahun 2018 ini," ucapnya.

"Kami juga  berterimakasih kepada pihak PT Japfa Compeed Indonesia Tbk yang memfasilitasi pelaksanaan pembukaan dan penutupan kegiatan yang berlangsung di atas KM Wisata Kabupaten Samosir, sembari mengelilingi kawasan Danau Toba," tuturnya.

Di atas kapal diumumkan hasil UKW yang dilaksanakan PWI Sumut angkatan 20 terdiri dari 35 orang peserta muda. Yang belum kompeten dinyatakan sebanyak 6 orang dan yang berkompeten 29 orang.

Sebelumnya, pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Sumut Angkatan XX yang diselenggarakan di kawasan Objek Wisata Danau Toba, Hotel Atsari Parapat Kabupaten Simalungun, Rabu (22-23/11), turut dihadiri Kapolresta Simalungun, Ketua Umum PWI Pusat diwakili Ketua Bidang Organisasi Firdaus, pimpinan PT JAPFA diwakili Fitri Nursanti, Kadis Kominfo Simalungun, pengurus PWI Simalungun dan panitia yang  dikordinir Khairul Muslim dan Rizal Rudi Surya.(/MS)

Jarkarta, Sulutnews.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengadakan seminar nasional  Pers Indonesia Melawan Berita Hoax dengan tema “Seberapa Berbahayanya Hoax Itu Mempengaruhi Ekonomi di Indonesia”. Seminar ini diadakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 22 November 2018 yang dihadiri oleh pelaku dunia usaha, direktur perusahaan, regulator dan Mahasiswa.

Di era media sosial seperti saat ini, sebaran hoax (berita bohong) menjadi sesuatu yang sangat serius. Dampaknya dapat mengacaukan masyarakat, tidak hanya di jagat maya, melainkan juga di kehidupan nyata. Banyak kasus buruk yang terjadi akibat hoax, karena banyak oknum yang memang sengaja memanfaatkan hoax sebagai senjata perang mereka. Terlebih di tahun politik seperti saat ini.

Akhir-akhir ini hoax menjadi perbincangan serius di negara ini seiring dengan maraknya berita palsu di jagat media sosial. Keberadaannya pun semakin meresahkan dan dinilai bisa menjadi ancaman serius bagi stabilitas keamanan dan ekonomi nasional. Wajar saja ketika Presiden Joko Widodo begitu khawatir terhadap “berita bohong” atau hoax yang akan berdampak bagi stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia. Media sosial yang berkembang begitu cepat telah mendorong distribusi informasi ke seluruh masyarakat tanpa filter yang cukup, sehingga sulit sekali bagi orang awam untuk mengidentifikasi informasi yang valid (benar) atau tidak. Dalam konteks ekonomi, hoax punya efek yang besar terhadap perekonomian. Hoax mampu mempengaruhi ekspektasi dan perilaku masyarakat yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan berekonomi (konsumsi dan berinvestasi). Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk preventif menjaga viralnya hoax sehingga tidak merugikan bisnis dan ekonomi secara umum.

Acara seminar diawali dengan kata sambutan dari ketua umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari yang dan Welcome Speech dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara. Hadir sebagai narasumber di acara seminar ini Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Niken Widiastuti, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, VP Corporate Communications PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito, dan Praktisi Media Sosial, Nukman Luthfie.dan diskusi panel ini di moderatori oleh pemimpin redaksi Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan.

Dan seminar nasional ini terselenggara atas kerjasama PWI Pusat dengan mitra diantaranya adalah Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank BCA dan Pertamina.

Banyak manfaat yang didapat para  dari seminar ini, beberapa diantaranya seperti bagaimana perusahaan menghadapi berita hoax, bagaimana cara menyikapi berita hoax dan memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bagaimana kiat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita hoax.(/MS)

Rembang, Sulutnews.com - Satu bulan sudah TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 berlansung di Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu Rembang. Untuk acara Upacara pun dilaksanakan dilapangan  Kemadu Sulang, pada Selasa (13/11) mendatang.

Sehari sebelum pelaksanaan upacara para Satgas TMMD Reg 103 inipun berpamitan pada warga. Pagi itu Sertu Kuwat sujoko telah berkemas lengkap dengan rangsel di punggungnya lantas berpamitan pada Ibu sumi (70) yang selama ini akrap dengannya. Dengan perasaan haru sumi mengatakan" saya benar - benar merasa kehilangan, besok pasti rumah emak jadi sepi lagi " ujarnya.

Dengan rasa berat hati juga Sertu kuwat sujoko berjabat tangan seakan berat untuk meninggalkan warga desa yang lama telah bersatu. Tanpa terasa Ibu sumi terharu dan meneteskan air mata kesedihan. Namun dengan itu semua warga Desa Pasedan merasa senang karena  jalanya kini menjadi bagus dan dapat di lalui.(0720_Syaiful)

Jakarta, Sulutnews.com - Sinode Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) menggelar rapat kerja (Raker) tahunan pelayanan Pelayanan Kategorial Laki-Laki dan pengesahan rancangan program kerja 2019 dilaksanakan di GMIST Baith Allah, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jumat(26/10/2018).

"Raker juga guna mempererat tali persaudaraan antar pimpinan dan anggota jemaat, sekaligus lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat,kepada Tuhan" ungkap Steven Setiabudi Musa, Ketua Panitia Raker Pelka Laki-laki GMIST 2018. "Kita tentu berharap semua jemaat GMIST memiliki kekuatan dan ketahanan spiritual yang tangguh, dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bertanah air," papar Steven, yang juga anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta itu.

Raker Pelka Laki-laki GMIST diikuti sekitar 130 peserta yang sebagian besar berasal dari Sangihe dan Siau Tagulandang Biaro. Peserta raker kemudian mengikuti dua simposium. Pada simposium pertama, mereka mendengarkan paparan dari Bupati Kepulauan Sangihe yang juga Ketua Pelka Laki-laki Sinode GMIST, Jabes E.Gaghana, SE, ME.

Materi yang dibawakan Bupati Kepulauan Sangihe pada simposiium pertama ini bertema. "Potensi, peluang dan tantangan masyarakat di wilayah perbatasan sebagai bagian integral wilayah NKRI."

Wakil dari Bupati Kepulauan Siau, Tagulandang dan Biaro tampil pada simposium kedua, yang membawakan materi "Peningkatan dan pengembangan kelembagaan umat dalam kerja sama kemitraan untuk mendorong peluang usaha masyarakat."

Bupati Sangihe Jabes E.Gaghana, SE, ME yang juga Ketua Pelka Laki-laki Sinode GMIST, menyebut bahwa raker seperti ini sangat bermanfaat untuk lebih mengembangkan komunikasi yang efektif antara jemaat dengan pemerintah. "Sehingga kita dapat bersinergi membahas dan memecahkan setiap permasalahan yang dihadapi dalam berbagai aspek pelayanan untuk dicari solusi yang terbaik," papar Jabes E.Gaghana, SE, ME.

Dia juga berharap raker Pelka Laki-laki GMIST mampu merumuskan program-program pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan spiritual warga jemaat, dan pada akhirnya juga mampu bersinergi dengan program pemerintah daerah

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Utut Adianto juga mengemukakan pentingnya warga jemaat GMIST bersinergi dengan program-program pemerintah daerahnya, termasuk dalam bagaimana warga dapat memanfaatkan secara maksimal potensi dan kekayaaan alam daerahnya masing-masing. "Saya tahu kalau Sangihe Talaud dan sekitarnya itu potensinya luar biasa," demikian antara lain dikemukakan Wakil Ketua DPR Utut Adianto yang pada kesempatan itu didampingi politisi dari PDIP seperti Charles Honoris dan Marinus Gea.

Cyprus A.Tatale dari GMSIT mengakui besarnya potensi Sangihe dan Sitaro, terutama dari sektor laut. Potensi perikanan di Sangihe merupakan ladang emas bagi masyarakat. Ironisnya, kekayaan laut Sangihe dan Sitaro itu selama ini justru diekploitasi oleh pihak yang tidak semestinya. "Kekayaan laut di sana dikeruk oleh pihak-pihaki yang tidak bertanggung-jawab, terutama nelayan-nelayan asal Filipina," kata Cyprus, sembari menyebutkan besarnya kerugian yang ditanggung pemerintah akibat ilegal-fishing di sana.

"Jadi, warga sesungguhnya sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah. Tentu banyak caranya, misalnya dengan meningkatkan akses dari tol laut yang diharapkan bisa segera mencapai kesana," papar politisi Partai Golkar itu.

Cyprus juga menyebutkan, Sangihe dan Sitaro juga terkenal dengan potensi sumber daya alamnya yang luar biasa. "Buah pala terbaikl berasal dana sana," katanya. Namun, petani pala di sana tetap kurang mendapatkan penghasilan yang layak.(**)

 

Jakarta –  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), bekerjasama dengan PT Gajah Tunggal sukses menggelar Ujian Kompetensi  Wartawan (UKW) ke 35.

UKW kali ini diikuti oleh 38 peserta dari wartawan media massa nasioanl baik, cetak, elektronik maupun online, meliputi tingkat Utama, Madya, dan Muda. Acara ini dihelat di Hotel Merlynn Park Hotel Jakarta pada 26-27 Oktober 2018.
Dalam sambutannya, Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk, Sugeng Rahardjo, menuturkan wartawan merupakan corong informasi yang punya integritas dan independesi tinggi terhadap pembangunan Indonesia. Oleh karenanya, kami dari Gajah Tunggal senantiasa memberikan support atas kemajuan-kemajuan wartawan. Salah satunya dengan adanya kerjasama dalam UKW ini bersama PWI. “Lewat tulisannya wartawan ikut serta berkontribusi dalam membangun bangsa. Makanya kami senantiasa memberikan dukungan lebih agar wartawan di Indonesia mempunya kompetensi dan kualitas yang mumpuni,” tutur Sugeng, saat menghadiri acara penutupan UKW ke-35, di Hotel Merlynn Park Jakarta, Sabtu (27/10).
UKW ini, tambah Sugeng,  merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas seorang wartawan, agar mampu mengemban tugas mulia dalam mengemas suatu berita sehingga menjadi informasi yang sehat untuk membangun bangsa dan negara.

Di tempat yang sama, Firdaus Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat menyampaikan
“Di era digital, berita hoax tengah menggerogoti persatuan dan kesatuan bangsa. Disinilah peran wartawan sebagai filter agar berita hoax bisa diredam,” ujar Firdaus yang juga kini menjabat Sekretaris Jenderal, Serikat Media Siber Indonesis (SMSI) pusat ini.

Selain itu, firdaus juga menyampaikan terimakasih atas kontribusi dan supporting PT Gajah Tunggal atas terselenggaranya UKW ke 35 ini. “Dukungan dari Gajah Tunggal sangat berarti atas terselengaranya UKW 35 ini. Makanya saya mewakili teman-teman dari PWI maupun semua yang mengikuti Ujian ini sangat berterimakasih pada Gajah Tunggal,” katanya.

Adapun tim penguji dalam UKW ke 35 PWI Jaya ini diantaranya ; Firdaus, Hendri CH Bangun, Marah Sakti Siregar, Sayid Iskandarsyah, Rita Sri Hastuti, Katharina M. Kaupoly.(*)