[Keterangan Foto: Kepala Dinas PUPR Kota Tomohon Ir. Enos Pontororing] [Keterangan Foto: Kepala Dinas PUPR Kota Tomohon Ir. Enos Pontororing]

Bau KKN, Proyek Jalan Dikecam Masyarakat, Pontoring: Kerusakan Tanggung Jawab Kontraktor

Written by  May 03, 2022

Tomohon,Sulutnews.com - Diduga keras tidak sesuai Spek teknis atau Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pekerjaan Proyek Peningkatan Jalan Hotmix Gereja baru, Makatembo - Tinoor Tahun Anggaran 2022 di Kota Tomohon banyak menuai kecaman warga setempat dan sejumlah masyarakat Tomohon.

Caption : Para pejalan kaki  dibuat tidak nyaman karna kondisi jalan tampak sangat berbecek.

Bagaimana tidak, ternyata selain mengganggu kenyamanan masyarakat pejalan kaki, Proyek APBD yang menggunakan dana pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) ini, terkesan asal jadi.

Bahkan dari sejumlah penuturan warga setempat hasil pekerjaannya kalau dilihat ukuran tinggi/tebal aspal hanya antara 3 - 4 cm.  "Namun sayangnya oleh Pengawas Pelaksana Teknis Kegiatan  (PPTK) tidak bersikap tegas.

Menurut warga proyek yang di kerjakan oleh pihak perusahaan diduga kuat tidak sesuai dengan  standar kualitas yang tertera di spesifikasi dan tidak sebanding dengan besarnya anggaran.

Karna awal pekerjaan di mulai  proyek jalan Hotmix  tersebut diam - diam sudah dipantau oleh Warga setempat sejak dimulainya pekerjaan.

"Nah, bagaimana Sikap Dinas PUPR Kota Tomohon menyikapi hal tersebut?

Mengklarifikasi berita sebelumnya, Kepada Wartawan media ini, Selasa (3/5/2022), Kepala Dinas (PUPR) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Tomohon Ir. Enos Pontoring akhirnya angkat bicara.

Dijelaskan Enos, bahwa proyek jalan Hotmix Gereja baru, Makatembo - Tinoor Tahun Anggaran 2022 oleh Pihaknya belum di bayar atau belum dicairkan 100 %.

Bahkan lanjut Enos proyek tersebut belum di PHO (Provisional Hand Over) atau belum di  serah terima seluruh pekerjaan yang dilakukan secara resmi dari penyedia jasa kepada direksi pekerjaan setelah diteliti terlebih dahulu oleh Panitia Penilai Hasil Pekerjaan.

"Jadi saya tegaskan pekerjaan tersebut masih tanggung jawab  kontraktor, singkat Mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tomohon tersebut.

Caption :  Tampak hasil pengerjaan mudah terkelupas dan gampang hancur.

Namun sayangnya bagaimana sikap tegas Dinas PUPR  melihat kondisi jalan yang kuat dugaan menggunakan material yang tidak sesuai Spek. "Sehingga tampak hasil pengerjaan mudah terkelupas dan gampang hancur, enggan dijelaskan olehnya selaku Pihak yang ikut bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan dana PEN.

LSM  INAKOR curiga Proyek Peningkatan Jalan Hotmix Gereja baru, Makatembo - Tinoor Tahun Anggaran 2022 di Kota Tomohon, "Berbau KKN"

Caption  : Rolly Wenas

Melihat kondisi pekerjaan tersebut, Penggiat anti korupsi Rolly Wenas mengatakan jika dilihat patut diduga ada banyak tahapan-tahapan yang dikerjakan kontraktor yang menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang dituangkan dalam pekerjaan".

Hal ini dikarenakan konsultan pengawas tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya untuk mengawasi pekerjaan.

"Padahal mereka dibayar untuk melakukan pekerjaan pengawasan, sehingga kami curiga ada dugaan Kerjasama yang baik diantara mereka.

Menurut Ketua Sulut LSM INAKOR yang getol membongkar sejumlah kasus korupsi di Sulut, Seharusnya konsultan dan Dinas PUPR harus lebih jeli melihat kondisi lapangan, karena akan berdampak pada kualitas dan mutu pekerjaan, selain itu kondisi jalan yang akan di aspal jika dilihat rawan longsor.

Apa lagi konsultan pengawas memiliki peran penting, selain itu PPTK harus jeli melihat dimulai dari tahap awal sampai akhir hingga proyek tersebut di PHO dan dibayarkan.

Dugaan kami proyek yang menggunakan Pinjaman PEN ini dinilai mengandung unsur KKN. “Jadi perlu di kaji ulang dan cek kembali pekerjaannya oleh BPK dan penyidik ujar Rolly sembari menambahkan bahwa dekat ini LSM INAKOR akan melaporkan dugaan KKN yang terjadi  pada Proyek Peningkatan Jalan Hotmix Gereja baru, Makatembo - Tinoor.

Penulis: ARP