Foto: Press conference yang pada hari Rabu (27/4/22) Dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Kepulauan Sangihe, yakni Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Denny Wely Wolter Tompunuh, Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Sobarudin MTr Hanla, Dandim Sangihe Letkol Arm. Lukas Meinardo Sormin dan Kejari Kepulauan Sangihe Eri Yudianto. Foto: Press conference yang pada hari Rabu (27/4/22) Dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Kepulauan Sangihe, yakni Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Denny Wely Wolter Tompunuh, Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Sobarudin MTr Hanla, Dandim Sangihe Letkol Arm. Lukas Meinardo Sormin dan Kejari Kepulauan Sangihe Eri Yudianto.

Ungkap Sindikat Perdagangan Orang, Polres Kepulauan Sangihe Tangkap 4 Tersangka

Written by  Adrianus Pusungunaung Apr 28, 2022

Talaud,Sulutnews.com – Polres Kepulauan Sangihe mengungkap tindak pidana penyelundupan manusia dan perdagangan orang (human trafficking) yang terjadi di wilayah hukumnya.

Hal tersebut digelar dalam press conference yang pada hari Rabu (27/4/22), dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Kepulauan Sangihe, yakni Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Denny Wely Wolter Tompunuh, Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Sobarudin MTr Hanla, Dandim Sangihe Letkol Arm. Lukas Meinardo Sormin dan Kejari Kepulauan Sangihe Eri Yudianto.

 “Saat ini polisi berhasil berhasil 6 wanita asal Philipina sebagai korban dan juga 4 tersangka, yaitu MBM (51) warga Tabukan Utara, MA (29) warga Manado, SAM (42) warga Subang Jawa Barat dan AN (47) warga Subang Jawa Barat ,” ujar Kapolres AKBP Denny Wolter.

Menurut Kapolres, penyelundupan wanita asal Philipina ini terjadi pada hari Selasa (25/1/2022) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu dia melanjutkan, tersangka kedua yaitu MBM dan MA membawa 6 perempuan asal Filipina dengan menggunakan perahu pamo dan berlabuh di pantai Kampung Petta Timur Kecamatan Tabukan Utara.

“Mereka kemudian dibawa ke Manado dan menginap di salah satu penginapan di Manado selanjutnya diberangkatkan ke Bandung, Jawa Barat,” ujar Kapolres.

Tiba di Bandung, wanita ini selanjutnya dijemput dan ditampung oleh tersangka SAM dan AN di beberapa rumah kontrakan di Jawa Barat.

Aksian sindikat ini kemudian terlacak oleh aparat Kepolisian setelah menerima informasi dari warga tentang kegiatan penyelundupan manusia ini, pada hari Minggu, 6 Februari 2022.

“Dari hasil pengembangan, aparat Kepolisian kemudian berhasil membuat 6 korban dan dibawa ke Polres Cimahi Jawa Barat pada tanggal 16 Februari 2022, dan selanjutnya dibawa ke Polres Kepulauan Sangihe,” terang Kapolres.

Polisi juga berhasil melakukan pemeriksaan dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan di Polres Kepulauan Sangihe.

Aparat Kepolisian juga lembar pemeriksaan barang, diantaranya 1 buah perahu jenis pamo, beberapa buah handphone, buku rekening bank, lembar bukti print rekening koran, dan beberapa boarding pass.

Para tersangka yang dikenakan Pasal 120 ayat (1) UU RI Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dengan pidana denda maksimal Rp. 1,5 miliar dan Pasal 3 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp600 juta.

Penulis: ARP

Last modified on Thursday, 28 April 2022 09:49