Polda Sulut

Polda Sulut (43)

Melonguane, Sulutnews.com - Personil Polsek Melonguane Polres Kepulauan Talaud membagikan masker secara cuma-cuma kepada warga yang melintas di Jalan Trans Melonguane Timur, Selasa (17/7/2019).

Hal tersebut disebabkan kondisi jalanan yang cukup berdebu karena sepanjang jalan masih ditimbun dengan bahan bangunan sirtu dan belum diperbaiki karena masih dalam tahap pembangunan.

“Satu persatu pengemudi serta pengendara sepeda motor kita bagikan masker di lokasi jalan Desa Mala Kecamatan Melonguane timur sebelum memasuki jalan rusak tersebut,” ucap Kapolsek Melonguane Ipda Dedi Matahari, SH.

Aksi ini menurutnya berguna untuk melindungi pernapasan saat melintas di jalan rusak tersebut. “Setidaknya masker ini bisa mencegah timbulnya infeksi saluran pernapasan,” singkatnya.(/SD)

Tomohon, Sulutnews.com - Polres Tomohon menerima kedatangan Tim Asistensi Divisi Propam Mabes Polri, Selasa (17/7/2019).

Tim dipimpin oleh Kabagyanduan Div Propam Polri Kombes Pol Drs. Edy Ciptianto M.Si serta Pemeriksa Utama Biro Provos Div Propam Polri  Kombes Pol Ni Ketut Swastika S.Ik serta 4 personil lainnya di dampingi Bid Propam Polda Sulut.

Tim disambut oleh Kapolres Tomohon Akbp Raswin B Sirait S.Ik, SH, M.Si, Waka Polres Tomohon Kompol Deessy Bolang S.Pd, Waka Polres Minahasa Kompol Alkat Karouw S.Sos serta para Kabag dan Kapolsek jajaran Polres Tomohon.

Kedatangan Tim untuk memberikan asistensi dan berdiskusi terkait tugas dan fungsi Propam yang adalah ujung tombak Kapolres dalam rangka tujuan pelayanan masyarakat.

“Didalamnya Unit Provos harus proaktif dalam penegakan disiplin, sehingga dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat juga tidak meninggalkan penegakan hukum,” ucap Ketua Tim

Ditambahkannya, tugas pokok Provos juga untuk membina dan menyelenggarakan fungsi pengamanan internal termasuk gaktibplin di lingkungan Polri serta pelayanan masyarakat agar tidak ada penyimpangan tindakan personil termasuk PNS Polri.(/SD)

Manado, Sulutnews.com - Polres Kepulauan Sangihe meraih predikat terbaik pertama, Satker dengan kategori Pagu diatas Rp. 50 Milyar berdasarkan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) lingkup Provinsi Sulawesi Utara.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Gedung Keuangan Negara Manado, Selasa (16/7/2019) dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Anggaran Semester I Tahun 2019.

Piagam terbaik pertama tersebut diserahkan oleh Kakanwil Perbendaharaan Provinsi Sulut Muhdi, SE, SIP, MIS, PhD, yang diterima langsung oleh Kapolres Kepl Sangihe AKBP Sudung F. Napitu, SIK.

“Hal ini  merupakan pengakuan dan apresiasi dari lembaga keuangan Provinsi Sulut atas pertanggungjawaban penggunaan anggaran seluruh personil Polres Kepulauan Sangihe. Semoga hal ini menjadi motivasi kinerja ke depan dan mampu mempertahankannya," ujar Kapolres.

Untuk penghargan terbaik kedua diraih Satker Distrik Navigasi Manado/Bitung sedangkan terbaik ketiga diraih Satker Makodam XIII/Merdeka.(/SD)

Manado, Sulutnews.com - Kepolisian Resor Kepulauan Talaud meraih award terbaik pertama dalam IKPA (Indikator Kinerja Dalam Pelaksanaan Anggaran) Award semester 1 tahun 2019 KPPN Manado.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Aula Serba Guna Gedung Keuangan Manado, Selasa (16/7/2019). Award tersebut diterima langsung oleh Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Prasetya Sejati, SIK.

“Ini merupakan  jerih payah dan hasil kerja personil Polres Kepulauan Talaud secara keseluruhan, dan sebagai motivasi kami untuk lebih semangat dalam menjalankan tugas-tugas kita ke depan di wilayah bumi porodisa Talaud tercinta," ujar Kapolres Talaud.

Dikatakannya bahwa KPPN Manado menyelengarakan pelaksanaan anggaran award semester 1, berdasarkan  beberapa Kategori.

Untuk kategori Pagu sedang (16- 50 miliar) berdasar IKPA indikator kinerja pelaksanaan anggaran, Polres Talaud mendapat predikat terbaik pertama.(/SD)

Manado, Sulutnews.com – Polda Sulut menggelar pelatihan dan uji kompetensi fungsi identifikasi jajaran Polda Sulut Tahun 2019 yang dilaksanakan tanggal 16 sampai 18 Juli 2019.

Pelatihan dibuka oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto, dihadiri oleh Kapusinafis Bareskrim Polri Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto, Program Manager JICA, para Pejabat Utama Polda Sulut, Tim Instruktur dari JICA dan Pusinafis Bareskrim Polri serta para peserta dari Polres jajaran, di aula Tribrata Mapolda, Selasa (16/7/2019).

“Pelatihan dan uji kompetensi di Polda Sulut adalah untuk polda ke-27, yang  merupakan rangkaian dari rencana kerja Pusinafis Bareskrim  Polri  bekerja  sama dengan  Japan International Cooperation Agency (JICA),” ujar Kapusinafis Bareskrim Polri Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto.

Menurutnya, materi yang akan disampaikan dalam pelatihan ini dititik beratkan pada pencarian, pengambilan, pengembangan sidik jari laten dan pemeriksaan perbandingan sidik jari guna mendukung pengungkapan tindak pidana dan kasus-kasus lainnya.

Sementara itu Kapolda mengatakan peran identifikasi dalam mendukung tugas Kepolisian semakin nyata, hal tersebut seperti terlihat dalam back up kasus penembakan dan peledakan bom dengan peralatan yang dimiliki Pusinafis dapat mengidentifikasi  korban maupun pelaku sehingga dapat dikenali secara cepat dan akurat.

“Maka dengan pelatihan dan uji kompetensi ini diharapkan dapat menciptakan personel identifikasi yang handal dan dapat dibanggakan,” katanya.

Kapolda berharap pelatihan bisa diikuti dengan serius dan saksama agar bisa mengoperasikan peralatan secara profesional. “Karena kelancaran pengoperasian peralatan tersebut nantinya akan sangat tergantung pada kemampuan personel,” ujar Kapolda.(/SD)

Manado, Sulutnews.com - Menjelang pemecahan Guinness World Records (GWR) atau rekor dunia menyelam di Pantai Manado, Kawasan Megamas, 1-3 Agustus mendatang yang diselenggarakan oleh Wanita Selam Indonesia (WASI), Polda Sulawesi Utara (Sulut) beserta Panitia Daerah Sulut menggelar Official Attempt, Kamis (11/07/2019) malam, di Lotus Grand Ballroom Sintesa Peninsula Hotel, Manado.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan registrasi ribuan peserta pria dan wanita dari Kota Manado dan sekitarnya. Terpantau, ribuan peserta tersebut berasal dari berbagai profesi, di antaranya mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, karyawan swasta, ASN, TNI dan Polri.

Kapolda Sulut, Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto mengatakan, kegiatan malam ini bertujuan untuk mengecek sampai sejauh mana persiapan yang dilakukan. “Sekaligus untuk terus menggaungkan dan mensosialisasikan kegiatan yang spektakuler ini agar diketahui oleh masyarakat,” katanya.

Lanjut Kapolda, peserta dari Sulut khususnya Manado dan sekitarnya yang melakukan registrasi saat ini, sebanyak 1.040 orang. “Sebagai tuan rumah yang baik tentunya semua pihak dapat memotivasi diri dengan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, seperti fisik dan mental serta perlengkapan yang akan digunakan,” ujarnya.

Kapolda juga mengajak seluruh peserta se-Sulut untuk bersyukur dan bangga karena akan turut menjadi pelaku sejarah dalam pemecahan rekor dunia menyelam. “Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita mampu memberikan yang terbaik dengan mengikuti seluruh ketentuan yang sudah dibuat. Kita berharap acara spektakuler ini dapat terlaksana dengan baik, aman dan lancar,” pungkasnya berharap.

Sementara itu Gubernur Sulut, Olly Dondokambey melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Edison Humiang menyatakan, Pemerintah beserta masyarakat Sulut mengapresiasi sekaligus sangat mendukung kegiatan pemecahan rekor dunia menyelam ini. “Karena melalui kegiatan tersebut, diharapkan juga dapat mempromosikan potensi pariwisata yang ada di wilayah Sulut,” tuturnya.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi technical meeting yang disampaikan oleh Divisi Penyelaman, Frans Rattu. Dijelaskannya, hari pertama, 1 Agustus, rangkaian penyelam terpanjang di bawah air (570 divers most human chain). “Kemudian hari kedua, tanggal 3 Agustus, ada beberapa sesi yaitu penyelaman massal terbanyak (3000 penyelam pria/wanita), dan pembentangan bendera merah putih terbesar (26 x 39 meter),” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, para Forkopimda Sulut, Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Karyoto beserta para Pejabat Utama Polda Sulut, Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulut, Ny. Nunuk Sigid Tri Hardjanto beserta Pengurus, serta panitia. Di akhir acara, dilakukan pengundian kupon doorprice dengan hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor dan berbagai hadiah hiburan menarik lainnya.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Menjelang pemecahan Guinness World Records (GWR) atau rekor dunia menyelam di Pantai Manado, Kawasan Megamas, 1-3 Agustus mendatang yang diselenggarakan oleh Wanita Selam Indonesia (WASI), Polda Sulawesi Utara (Sulut) beserta Panitia Daerah Sulut menggelar Official Attempt, Kamis (11/07/2019) malam, di Lotus Grand Ballroom Sintesa Peninsula Hotel, Manado.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan registrasi ribuan peserta pria dan wanita dari Kota Manado dan sekitarnya. Terpantau, ribuan peserta tersebut berasal dari berbagai profesi, di antaranya mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, karyawan swasta, ASN, TNI dan Polri.

Kapolda Sulut, Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto mengatakan, kegiatan malam ini bertujuan untuk mengecek sampai sejauh mana persiapan yang dilakukan. “Sekaligus untuk terus menggaungkan dan mensosialisasikan kegiatan yang spektakuler ini agar diketahui oleh masyarakat,” katanya.

Lanjut Kapolda, peserta dari Sulut khususnya Manado dan sekitarnya yang melakukan registrasi saat ini, sebanyak 1.040 orang. “Sebagai tuan rumah yang baik tentunya semua pihak dapat memotivasi diri dengan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, seperti fisik dan mental serta perlengkapan yang akan digunakan,” ujarnya.

Kapolda juga mengajak seluruh peserta se-Sulut untuk bersyukur dan bangga karena akan turut menjadi pelaku sejarah dalam pemecahan rekor dunia menyelam. “Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita mampu memberikan yang terbaik dengan mengikuti seluruh ketentuan yang sudah dibuat. Kita berharap acara spektakuler ini dapat terlaksana dengan baik, aman dan lancar,” pungkasnya berharap.

Sementara itu Gubernur Sulut, Olly Dondokambey melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Edison Humiang menyatakan, Pemerintah beserta masyarakat Sulut mengapresiasi sekaligus sangat mendukung kegiatan pemecahan rekor dunia menyelam ini. “Karena melalui kegiatan tersebut, diharapkan juga dapat mempromosikan potensi pariwisata yang ada di wilayah Sulut,” tuturnya.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi technical meeting yang disampaikan oleh Divisi Penyelaman, Frans Rattu. Dijelaskannya, hari pertama, 1 Agustus, rangkaian penyelam terpanjang di bawah air (570 divers most human chain). “Kemudian hari kedua, tanggal 3 Agustus, ada beberapa sesi yaitu penyelaman massal terbanyak (3000 penyelam pria/wanita), dan pembentangan bendera merah putih terbesar (26 x 39 meter),” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, para Forkopimda Sulut, Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Karyoto beserta para Pejabat Utama Polda Sulut, Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulut, Ny. Nunuk Sigid Tri Hardjanto beserta Pengurus, serta panitia. Di akhir acara, dilakukan pengundian kupon doorprice dengan hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor dan berbagai hadiah hiburan menarik lainnya.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Polda Sulawesi Utara menggelar syukuran Hari Bhayangkara ke-73 di halaman belakang Mapolda Sulut.

Gelaran syukuran ini dilaksanakan usai Upacara Hari Bhayangkara dimana yang bertindak sebagai Irup adalah Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Rabu (10/7/2019).

Syukuran ini dihadiri oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto dan segenap Pejabat Forkopimda Sulut didampingi isteri, pejabat TNI dan Polri, pejabat pemerintahan, swasta serta tamu undangan.

“Kami bersyukur, sampai dengan saat ini Polri tetap survive melaksanakan tugasnya sebagaimana diatur Undang-Undang. Polri yang saat ini memiliki anggota 446.873 personel, tersebar pada 34 Polda di 34 Provinsi, 461 Polres di 514 Kabupaten/Kota, serta 4.872 Polsek di 7.201 Kecamatan, bersama-sama dengan TNI dan komponen-komponen bangsa lainnya menjadi pilar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Kapolda membawakan sambutan Kapolri.

Berbagai perbaikan yang dilaksanakan oleh Polri selama 3 tahun terakhir melalui Program Promoter, dititikberatkan pada 3 kebijakan utama, yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur, dan manajemen media.

Tiga tahun implementasi Program Promoter telah menunjukkan hasil yang baik. Kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat. Polri pada tahun 2016 termasuk dalam 3 institusi dengan kepercayaan publik rendah, dan saat ini berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga yang kredibel, telah berada pada 3 besar lembaga yang dipercaya publik.

“Berbagai capaian yang diraih oleh Polri tersebut, akan mendorong Polri untuk terus melaksanakan perbaikan guna mendapatkan kepercayaan publik yang amat penting di era demokrasi ini,” ujar Kapolda.

Kegiatan syukuran tersebut diawali penyerahan berbagai hadiah lomba serta penyerahan bantuan pendidikan kepada anak dari anggota Polri yang mengalami disabilitas.

Juga ada penyerahan bantuan dari Jasa Raharja yaitu 100 buah traficon dan 40 buah baricade kepada Ditlantas Polda Sulut, serta penyerahan satwa jenis helder allblack dari IGSC kepada Kapolda Sulut.

Acara syukuran tersebut juga ditandai dengan pemotongan 3 tumpeng sekaligus, yaitu Tumpeng Syukuran Hari Bhayangkara ke-73, Tumpeng HUT Kodam XIII Merdeka ke-61 dan Tumpeng Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).

Khusus untuk potongan tumpeng Hari Bhayangkara diserahkan Kapolda dan Ketua Bhayangkari Sulut kepada anggota tertua Kompol Bernard Massie dan anggota termuda Bripda devcha Marselino Sanger.(/SD)

Manado, Sulutnews.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Hari Bhayangkara ke-73, yang dilaksanakan di halaman Mapolda Sulut, Rabu (10/7/2019).

Presiden RI melalui Gubernur saat membacakan amanat mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan atas kerja keras, pengabdian, pengorbanan, dan perjuangan tanpa pernah mengenal lelah, yang ditunjukkan personel Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kerja keras dan pengabdian Polri, telah dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Situasi keamanan dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik. Polri dan TNI telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan Pemerintah, yaitu Asian Games, Asian Para Games, serta IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Polri dan TNI juga telah mengamankan penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019, sehingga terselenggara dengan aman, damai, dan demokratis,” ucapnya.

Seluruh agenda kemasyarakatan juga dapat terselenggara dengan aman, mulai dari perayaan Natal 2018, Tahun Baru 2019, sampai dengan Ramadhan dan Idul Fitri 2019. Kita juga merasakan situasi kamtibmas yang kondusif, arus mudik dan arus balik berjalan dengan lancar, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan terjamin di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, bersama dengan seluruh pemangku kepentingan, Polri turut terlibat aktif dalam penanggulangan bencana yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air.

Polri juga katanya telah mengungkap berbagai kejahatan, mulai dari kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, kemudian kejahatan lintas negara seperti terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang, dan kejahatan siber, lalu kejahatan berimplikasi kontinjensi seperti konflik sosial, kerusuhan massa, dan unjuk rasa anarkis, sampai dengan kejahatan terhadap kekayaan negara seperti illegal logging, illegal fishing, dan tindak pidana korupsi. Termasuk dalam menindak kejahatan tindak pidana korupsi, sepanjang tahun 2018, Polri telah berhasil mengungkap kerugian negara senilai Rp 2,9 triliun dan menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Begitu juga dalam pengelolaan organisasi, Polri telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. “Laporan keuangan Polri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan selama 6 tahun berturut-turut,” ucap Gubernur.

Laporan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menunjukkan Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Indeks Reformasi Birokrasi Polri mengalami peningkatan, disertai dengan keberhasilan mewujudkan 69 Zona Integritas, yang terdiri dari 64 Satker dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan 5 Satker dengan predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

“Hal ini menempatkan Polri pada urutan kedua Kementerian/Lembaga dengan Zona Integritas terbanyak setelah Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Dengan berbagai capaian tersebut, kinerja Polri dalam memelihara keamanan dalam negeri terus mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat. Hal tersebut ditunjukkan oleh berbagai survei yang diselenggarakan lembaga-lembaga survei yang kredibel, Polri menjadi salah satu lembaga yang dipercaya publik, setelah KPK dan TNI.

“Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polri, dengan dukungan mitra kerja dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang penuh dengan kebahagiaan ini, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh personel Polri di mana pun Saudara mengabdi, kepada mitra kerja Polri, serta kepada masyarakat yang telah mendukung terwujudnya stabilitas keamanan dalam negeri yang kondusif,” ucap Gubernur membacakan amanat Presiden.

Ia juga berharap berbagai capaian tersebut tidak membuat institusi Polri cepat berpuas diri. Namun sebaliknya, menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hadir dalam upacara, Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang, segenap Forkopimda Sulut bersama isteri, Pejabat Pemerintahan dan Swasta, Pensiunan Polri, tamu undangan serta peserta upacara yang terdiri dari pasukan Polri, TNI serta PNS Polda Sulut.(/SD)

Manado, Sulutnews.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar didampingi Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, memimpin langsung Gerakan Penanaman Mangrove Serentak, di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Selasa (09/07/2019) pagi.

Ketua Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Sulut, Ny. Nunuk Sigid Tri Hardjanto beserta para Pengurus, turut hadir sekaligus ikut menanam pohon tersebut.

Dikatakan menteri, Gerakan Penanaman Mangrove Serentak menjadi program bersama Ibu Negara, Ny. Iriana Joko Widodo. “Akan dilakukan di sepuluh pesisir di Indonesia, salah satunya di Provinsi Sulawesi Utara ini,” ujarnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengapresiasi masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam Gerakan Nasional Peduli Mangrove ini. Dirinya menilai, kegiatan ini menjadi program prioritas dan sangat didukung oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Dijelaskan menteri, pihaknya bersama masyarakat dan stakeholders terkait akan menanam mangrove sebanyak-banyaknya di seluruh daerah.

“Mengingat mangrove memiliki fungsi sangat penting, di antaranya sebagai penahan gelombang termasuk tsunami, penyerap polutan, mencegah abrasi, juga sebagai tempat berkembang biak aneka biota laut, dan masih banyak lagi manfaat lainnya,” pungkas menteri.(/SD)