Polda Sulut

Polda Sulut (45)

Manado, Sulutnews.com – Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian ikut serta dalam pemecahan rekor dunia selam yang diselenggarakan oleh Wanita Selam Indonesia (WASI). Yakni, pemecahan rekor penyelam massal terbanyak (Most People Scuba Diving) di Pantai Manado, Kawasan Megamas, Sulawesi Utara, Sabtu (03/08/2019).

Semula, Kapolri bersama Ketua WASI, Ny. Tri Tito Karnavian menyapa para penyelam dengan menggunakan perahu karet. Tak sekadar menyapa, jenderal bintang empat itu siap terjun ke laut dengan seragam lengkap dan tabung selam, sekitar pukul 08.50 WITA.

Bersama Ketua WASI dan ribuan penyelam, Kapolri lantas menyelam dengan catatan waktu 15 menit untuk dinilai oleh para juri GWR. Lima belas menit berlalu, sorak sorai peserta pun pecah karena merasa telah mematahkan rekor penyelam terbanyak dengan 3100 peserta.

Kapolri terlihat senang saat naik ke pinggir pantai. Baju seragamnya basah oleh air laut. Walau terlihat sedikit lelah usai menyelam dengan seragam dan membawa tabung yang berat, Kapolri tetap bersedia diajak berswa foto dengan masyarakat di pinggir pantai.

Bukan hanya Kapolri, sejumlah PJU (Pejabat Utama) Mabes Polri dan para Kapolda juga ikut berpartisipasi pada pemecahan rekor dunia selam ini. Di antaranya, Kakorpolairud Baharkam Polri, Irjen Zulkarnaen Adinegara.

"Kita bersyukur ikut serta. Bagi saya spektakuler, karena kita bersama-sama di dalam air. Saya pernah menyelam waktu di Maluku Utara," kata Kakorpolairud yang memakai seragam lengkap dan juga basah kuyup usai menyelam.

Begitu pula Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi. "Luar biasa. Baru rasakan orang sebanyak ini menyelam dengan tertib. Bagus semua," ujar Mantan Kakorbrimob ini.

Sementara itu Kapolda Maluku, Irjen Roycke Lumowa mengaku sangat terkesan bisa ikut dalam pemecahan rekor dunia selam ini. "Amazing. Saya sudah 10 tahun (menyelam) di laut," sebutnya dengan wajah sumringah walau seragamnya basah.(/IT)

Manado, Sulutnews.com - Pemecahan rekor dunia selam kembali akan dilaksanakan di Pantai Manado, Sabtu (3/8/2019). Sebanyak 3100 penyelam berpartisipasi dalam Guinness World Record (GWR) selam ini.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang juga hadir memberi sambutan pada acara Wanita Selam Indonesia (WASI) ini, mengatakan sebelumnya pada 2009 sebanyak 2400 penyelam ikut serta dalam Sail Bunaken.

"Hari ini lebih kurang 3100. Mudah-mudahan bisa kita pecahkan rekor ini," ujarnya di Pantai Kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (3/8/2019).

Kapolri mengatakan, selain rekor penyelam terbanyak, akan dipecahkan pula rekor pembentangan bendera terbesar di bawah air. Dalam hal ini Bendera Merah Putih.

"Nanti juga kita lanjutkan Upacara Bendera 17 Agustus, sebentar lagi kita rayakan. Kita sudah rayakan duluan di sini, di bawah laut dalam bentuk upacara. Tentu juga ini akan kita viralkan," tegas Kapolri.

Sebelumnya, aksi pemecahan rekor telah dilakukan WASI bersama 578 penyelam pada Kamis (1/8/2019). Yakni rekor rangkaian manusia terpanjang di bawah air (Longest Human Chain Underwater).

"Kita juga ucapkan terima kasih dan selamat karena pada 1 Agustus kemarin sudah pecahkan rekor gandengan tangan terbanyak," tutur dia.

Untuk itu dia berharap agar hari ini, dua rekor lainnya bisa dipatahkan. Sebab dengan begitu kata Kapolri, nama Indinesia, nama Manado, dan nama Bunaken semakin mendunia.

Sehingga, bisa lebih mendongkrak pariwisata dan menambah investasi di Indonesia. "Welcome to the Indonesia, welcome to the Manado, salah satu destinasi pariwisata yang berkelas internasional. Mudah-mudahan upaya kita memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia bukan hanya di Sulawesi Utara dan Manado," sebut Kapolri.

"Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberi kelancaran bagi upaya kita ini. Selamat berjuang," pungkas jenderal bintang empat itu.(/IT)

Melonguane, Sulutnews.com - Personil Polsek Melonguane Polres Kepulauan Talaud membagikan masker secara cuma-cuma kepada warga yang melintas di Jalan Trans Melonguane Timur, Selasa (17/7/2019).

Hal tersebut disebabkan kondisi jalanan yang cukup berdebu karena sepanjang jalan masih ditimbun dengan bahan bangunan sirtu dan belum diperbaiki karena masih dalam tahap pembangunan.

“Satu persatu pengemudi serta pengendara sepeda motor kita bagikan masker di lokasi jalan Desa Mala Kecamatan Melonguane timur sebelum memasuki jalan rusak tersebut,” ucap Kapolsek Melonguane Ipda Dedi Matahari, SH.

Aksi ini menurutnya berguna untuk melindungi pernapasan saat melintas di jalan rusak tersebut. “Setidaknya masker ini bisa mencegah timbulnya infeksi saluran pernapasan,” singkatnya.(/SD)

Tomohon, Sulutnews.com - Polres Tomohon menerima kedatangan Tim Asistensi Divisi Propam Mabes Polri, Selasa (17/7/2019).

Tim dipimpin oleh Kabagyanduan Div Propam Polri Kombes Pol Drs. Edy Ciptianto M.Si serta Pemeriksa Utama Biro Provos Div Propam Polri  Kombes Pol Ni Ketut Swastika S.Ik serta 4 personil lainnya di dampingi Bid Propam Polda Sulut.

Tim disambut oleh Kapolres Tomohon Akbp Raswin B Sirait S.Ik, SH, M.Si, Waka Polres Tomohon Kompol Deessy Bolang S.Pd, Waka Polres Minahasa Kompol Alkat Karouw S.Sos serta para Kabag dan Kapolsek jajaran Polres Tomohon.

Kedatangan Tim untuk memberikan asistensi dan berdiskusi terkait tugas dan fungsi Propam yang adalah ujung tombak Kapolres dalam rangka tujuan pelayanan masyarakat.

“Didalamnya Unit Provos harus proaktif dalam penegakan disiplin, sehingga dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat juga tidak meninggalkan penegakan hukum,” ucap Ketua Tim

Ditambahkannya, tugas pokok Provos juga untuk membina dan menyelenggarakan fungsi pengamanan internal termasuk gaktibplin di lingkungan Polri serta pelayanan masyarakat agar tidak ada penyimpangan tindakan personil termasuk PNS Polri.(/SD)

Manado, Sulutnews.com - Polres Kepulauan Sangihe meraih predikat terbaik pertama, Satker dengan kategori Pagu diatas Rp. 50 Milyar berdasarkan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) lingkup Provinsi Sulawesi Utara.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Gedung Keuangan Negara Manado, Selasa (16/7/2019) dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Anggaran Semester I Tahun 2019.

Piagam terbaik pertama tersebut diserahkan oleh Kakanwil Perbendaharaan Provinsi Sulut Muhdi, SE, SIP, MIS, PhD, yang diterima langsung oleh Kapolres Kepl Sangihe AKBP Sudung F. Napitu, SIK.

“Hal ini  merupakan pengakuan dan apresiasi dari lembaga keuangan Provinsi Sulut atas pertanggungjawaban penggunaan anggaran seluruh personil Polres Kepulauan Sangihe. Semoga hal ini menjadi motivasi kinerja ke depan dan mampu mempertahankannya," ujar Kapolres.

Untuk penghargan terbaik kedua diraih Satker Distrik Navigasi Manado/Bitung sedangkan terbaik ketiga diraih Satker Makodam XIII/Merdeka.(/SD)

Manado, Sulutnews.com - Kepolisian Resor Kepulauan Talaud meraih award terbaik pertama dalam IKPA (Indikator Kinerja Dalam Pelaksanaan Anggaran) Award semester 1 tahun 2019 KPPN Manado.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Aula Serba Guna Gedung Keuangan Manado, Selasa (16/7/2019). Award tersebut diterima langsung oleh Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Prasetya Sejati, SIK.

“Ini merupakan  jerih payah dan hasil kerja personil Polres Kepulauan Talaud secara keseluruhan, dan sebagai motivasi kami untuk lebih semangat dalam menjalankan tugas-tugas kita ke depan di wilayah bumi porodisa Talaud tercinta," ujar Kapolres Talaud.

Dikatakannya bahwa KPPN Manado menyelengarakan pelaksanaan anggaran award semester 1, berdasarkan  beberapa Kategori.

Untuk kategori Pagu sedang (16- 50 miliar) berdasar IKPA indikator kinerja pelaksanaan anggaran, Polres Talaud mendapat predikat terbaik pertama.(/SD)

Manado, Sulutnews.com – Polda Sulut menggelar pelatihan dan uji kompetensi fungsi identifikasi jajaran Polda Sulut Tahun 2019 yang dilaksanakan tanggal 16 sampai 18 Juli 2019.

Pelatihan dibuka oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto, dihadiri oleh Kapusinafis Bareskrim Polri Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto, Program Manager JICA, para Pejabat Utama Polda Sulut, Tim Instruktur dari JICA dan Pusinafis Bareskrim Polri serta para peserta dari Polres jajaran, di aula Tribrata Mapolda, Selasa (16/7/2019).

“Pelatihan dan uji kompetensi di Polda Sulut adalah untuk polda ke-27, yang  merupakan rangkaian dari rencana kerja Pusinafis Bareskrim  Polri  bekerja  sama dengan  Japan International Cooperation Agency (JICA),” ujar Kapusinafis Bareskrim Polri Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto.

Menurutnya, materi yang akan disampaikan dalam pelatihan ini dititik beratkan pada pencarian, pengambilan, pengembangan sidik jari laten dan pemeriksaan perbandingan sidik jari guna mendukung pengungkapan tindak pidana dan kasus-kasus lainnya.

Sementara itu Kapolda mengatakan peran identifikasi dalam mendukung tugas Kepolisian semakin nyata, hal tersebut seperti terlihat dalam back up kasus penembakan dan peledakan bom dengan peralatan yang dimiliki Pusinafis dapat mengidentifikasi  korban maupun pelaku sehingga dapat dikenali secara cepat dan akurat.

“Maka dengan pelatihan dan uji kompetensi ini diharapkan dapat menciptakan personel identifikasi yang handal dan dapat dibanggakan,” katanya.

Kapolda berharap pelatihan bisa diikuti dengan serius dan saksama agar bisa mengoperasikan peralatan secara profesional. “Karena kelancaran pengoperasian peralatan tersebut nantinya akan sangat tergantung pada kemampuan personel,” ujar Kapolda.(/SD)

Manado, Sulutnews.com - Menjelang pemecahan Guinness World Records (GWR) atau rekor dunia menyelam di Pantai Manado, Kawasan Megamas, 1-3 Agustus mendatang yang diselenggarakan oleh Wanita Selam Indonesia (WASI), Polda Sulawesi Utara (Sulut) beserta Panitia Daerah Sulut menggelar Official Attempt, Kamis (11/07/2019) malam, di Lotus Grand Ballroom Sintesa Peninsula Hotel, Manado.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan registrasi ribuan peserta pria dan wanita dari Kota Manado dan sekitarnya. Terpantau, ribuan peserta tersebut berasal dari berbagai profesi, di antaranya mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, karyawan swasta, ASN, TNI dan Polri.

Kapolda Sulut, Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto mengatakan, kegiatan malam ini bertujuan untuk mengecek sampai sejauh mana persiapan yang dilakukan. “Sekaligus untuk terus menggaungkan dan mensosialisasikan kegiatan yang spektakuler ini agar diketahui oleh masyarakat,” katanya.

Lanjut Kapolda, peserta dari Sulut khususnya Manado dan sekitarnya yang melakukan registrasi saat ini, sebanyak 1.040 orang. “Sebagai tuan rumah yang baik tentunya semua pihak dapat memotivasi diri dengan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, seperti fisik dan mental serta perlengkapan yang akan digunakan,” ujarnya.

Kapolda juga mengajak seluruh peserta se-Sulut untuk bersyukur dan bangga karena akan turut menjadi pelaku sejarah dalam pemecahan rekor dunia menyelam. “Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita mampu memberikan yang terbaik dengan mengikuti seluruh ketentuan yang sudah dibuat. Kita berharap acara spektakuler ini dapat terlaksana dengan baik, aman dan lancar,” pungkasnya berharap.

Sementara itu Gubernur Sulut, Olly Dondokambey melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Edison Humiang menyatakan, Pemerintah beserta masyarakat Sulut mengapresiasi sekaligus sangat mendukung kegiatan pemecahan rekor dunia menyelam ini. “Karena melalui kegiatan tersebut, diharapkan juga dapat mempromosikan potensi pariwisata yang ada di wilayah Sulut,” tuturnya.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi technical meeting yang disampaikan oleh Divisi Penyelaman, Frans Rattu. Dijelaskannya, hari pertama, 1 Agustus, rangkaian penyelam terpanjang di bawah air (570 divers most human chain). “Kemudian hari kedua, tanggal 3 Agustus, ada beberapa sesi yaitu penyelaman massal terbanyak (3000 penyelam pria/wanita), dan pembentangan bendera merah putih terbesar (26 x 39 meter),” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, para Forkopimda Sulut, Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Karyoto beserta para Pejabat Utama Polda Sulut, Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulut, Ny. Nunuk Sigid Tri Hardjanto beserta Pengurus, serta panitia. Di akhir acara, dilakukan pengundian kupon doorprice dengan hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor dan berbagai hadiah hiburan menarik lainnya.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Menjelang pemecahan Guinness World Records (GWR) atau rekor dunia menyelam di Pantai Manado, Kawasan Megamas, 1-3 Agustus mendatang yang diselenggarakan oleh Wanita Selam Indonesia (WASI), Polda Sulawesi Utara (Sulut) beserta Panitia Daerah Sulut menggelar Official Attempt, Kamis (11/07/2019) malam, di Lotus Grand Ballroom Sintesa Peninsula Hotel, Manado.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan registrasi ribuan peserta pria dan wanita dari Kota Manado dan sekitarnya. Terpantau, ribuan peserta tersebut berasal dari berbagai profesi, di antaranya mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, karyawan swasta, ASN, TNI dan Polri.

Kapolda Sulut, Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto mengatakan, kegiatan malam ini bertujuan untuk mengecek sampai sejauh mana persiapan yang dilakukan. “Sekaligus untuk terus menggaungkan dan mensosialisasikan kegiatan yang spektakuler ini agar diketahui oleh masyarakat,” katanya.

Lanjut Kapolda, peserta dari Sulut khususnya Manado dan sekitarnya yang melakukan registrasi saat ini, sebanyak 1.040 orang. “Sebagai tuan rumah yang baik tentunya semua pihak dapat memotivasi diri dengan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, seperti fisik dan mental serta perlengkapan yang akan digunakan,” ujarnya.

Kapolda juga mengajak seluruh peserta se-Sulut untuk bersyukur dan bangga karena akan turut menjadi pelaku sejarah dalam pemecahan rekor dunia menyelam. “Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita mampu memberikan yang terbaik dengan mengikuti seluruh ketentuan yang sudah dibuat. Kita berharap acara spektakuler ini dapat terlaksana dengan baik, aman dan lancar,” pungkasnya berharap.

Sementara itu Gubernur Sulut, Olly Dondokambey melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Edison Humiang menyatakan, Pemerintah beserta masyarakat Sulut mengapresiasi sekaligus sangat mendukung kegiatan pemecahan rekor dunia menyelam ini. “Karena melalui kegiatan tersebut, diharapkan juga dapat mempromosikan potensi pariwisata yang ada di wilayah Sulut,” tuturnya.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi technical meeting yang disampaikan oleh Divisi Penyelaman, Frans Rattu. Dijelaskannya, hari pertama, 1 Agustus, rangkaian penyelam terpanjang di bawah air (570 divers most human chain). “Kemudian hari kedua, tanggal 3 Agustus, ada beberapa sesi yaitu penyelaman massal terbanyak (3000 penyelam pria/wanita), dan pembentangan bendera merah putih terbesar (26 x 39 meter),” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, para Forkopimda Sulut, Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Karyoto beserta para Pejabat Utama Polda Sulut, Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulut, Ny. Nunuk Sigid Tri Hardjanto beserta Pengurus, serta panitia. Di akhir acara, dilakukan pengundian kupon doorprice dengan hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor dan berbagai hadiah hiburan menarik lainnya.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Polda Sulawesi Utara menggelar syukuran Hari Bhayangkara ke-73 di halaman belakang Mapolda Sulut.

Gelaran syukuran ini dilaksanakan usai Upacara Hari Bhayangkara dimana yang bertindak sebagai Irup adalah Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Rabu (10/7/2019).

Syukuran ini dihadiri oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto dan segenap Pejabat Forkopimda Sulut didampingi isteri, pejabat TNI dan Polri, pejabat pemerintahan, swasta serta tamu undangan.

“Kami bersyukur, sampai dengan saat ini Polri tetap survive melaksanakan tugasnya sebagaimana diatur Undang-Undang. Polri yang saat ini memiliki anggota 446.873 personel, tersebar pada 34 Polda di 34 Provinsi, 461 Polres di 514 Kabupaten/Kota, serta 4.872 Polsek di 7.201 Kecamatan, bersama-sama dengan TNI dan komponen-komponen bangsa lainnya menjadi pilar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Kapolda membawakan sambutan Kapolri.

Berbagai perbaikan yang dilaksanakan oleh Polri selama 3 tahun terakhir melalui Program Promoter, dititikberatkan pada 3 kebijakan utama, yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur, dan manajemen media.

Tiga tahun implementasi Program Promoter telah menunjukkan hasil yang baik. Kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat. Polri pada tahun 2016 termasuk dalam 3 institusi dengan kepercayaan publik rendah, dan saat ini berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga yang kredibel, telah berada pada 3 besar lembaga yang dipercaya publik.

“Berbagai capaian yang diraih oleh Polri tersebut, akan mendorong Polri untuk terus melaksanakan perbaikan guna mendapatkan kepercayaan publik yang amat penting di era demokrasi ini,” ujar Kapolda.

Kegiatan syukuran tersebut diawali penyerahan berbagai hadiah lomba serta penyerahan bantuan pendidikan kepada anak dari anggota Polri yang mengalami disabilitas.

Juga ada penyerahan bantuan dari Jasa Raharja yaitu 100 buah traficon dan 40 buah baricade kepada Ditlantas Polda Sulut, serta penyerahan satwa jenis helder allblack dari IGSC kepada Kapolda Sulut.

Acara syukuran tersebut juga ditandai dengan pemotongan 3 tumpeng sekaligus, yaitu Tumpeng Syukuran Hari Bhayangkara ke-73, Tumpeng HUT Kodam XIII Merdeka ke-61 dan Tumpeng Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).

Khusus untuk potongan tumpeng Hari Bhayangkara diserahkan Kapolda dan Ketua Bhayangkari Sulut kepada anggota tertua Kompol Bernard Massie dan anggota termuda Bripda devcha Marselino Sanger.(/SD)