Beban APBD Meningkat, OD-SK Diminta Optimalkan Aset Potensi Sumbang PAD

Written by  Josh Tinungki Nov 08, 2019

Foto :Cindy Wurangian

Manado. Sulutnews.Com - Fraksi Partai Golkar DPRD Sulut saat membacakan pemandangan umumnya pada rapat Paripurna pengantar nota keuangan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2020 meminta dengan tegas agar pemerintah Propinsi untuk serius menangani harga kopra yang terus anjlok, dengan menyiasati manfaat dari kelapa, terobosan lewat inofasi yang menjadikan komoditi kelapa tidak hanya dijadikan kopra tetapi untuk produksi minyak kelapa dan produk lain berbahan kelapa yang bisa bersaing dengan produk sawit agar lebih ditingkatkan.

Sebagaimana dikatakan personil Fraksi Golkar DPRD Sulut Cindy Wurangian, anggaran R-APBD 2020 harus lebih memprioritaskan pada belanja kegiatan yang berpotensi mendatangkan peningjatan pendapatan bagi APBD bukan lebih diarahkan pada belanja kegiatan seremonial yang hanya menghabiskan anggaran. "Saatnya program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan dapat terimplementasi untuk menjadikan masyarakat Sejahtra dan Sulut semakin Hebat." tegas Wurangian

Ketua Komisi II DPRD Sulut ini, juga mengatakan masih banyak persoalan yang belum dioptimalkan oleh pemerintah provinsi termasuk juga kejelasan pengelolaan Hotel Asana Kawanua yang dulu menghasilkan APBD skarang pemanfaatannya semakin tidak jelas bahkan saat ini kondisinya telah menambah beban APBD. "Pemerintah perlu ada sikap soal keberadaan Hotel Hasana Kawanua, jangan sampai dibiarkan  terbengkalai dan tak terurus seperti sekarang," ungkap Wurangian.

Juga terkait keberadaan PT Membangun Sulut Hebat yang sampai saat ini belum jelas apa yang sudah dikerjakan dan dihasilkan oleh perusahaan daerah yang juga menguras APBD." Perlu dikelolah profesional agar dapat memberi manfaat bagi daerah, jangan justru hanya menjadi beban," kata Wurangian sambil menyentil progres Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sudah 10 tahun terakhir seperti tidak ada kegiatan. (Josh Tinungki)