Ormas Di Sulut Deklarasikan Tolak Radikalisme Dan Terorisme Serta Mendukung Pelantikan Presiden Dan Wapres RI

Written by  Oct 17, 2019

Manado, Sulutnews.com - Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan di Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Diskusi dan Deklarasi Damai Menolak Aksi Radikalisme dan Terorisme serta Mendukung Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI).

Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Kopi K8, Jalan Ahmad Yani Sario, Kota Manado, Rabu (16/10/2019) sore. Dihadiri oleh Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel bersama para Pejabat Utama.

Sedangkan para Pimpinan ataupun perwakilan Ormas dan Organisasi Kepemudaan yang hadir, antara lain Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, FKUB, Panji Yosua, DPP LMI, Granat, Brigade Manguni, DPP BMI, Barmas, DPW Manguni Indonesia, LSM Laskar Manguni Kabasaran, Pemuda Katolik, serta GP Ansor Manado.

Kapolresta dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada para Pimpinan Ormas maupun Organisasi Kepemudaan yang telah hadir dalam diskusi dan deklarasi damai ini.

“Kehadiran saudara-saudara sekalian merupakan bukti nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama menjelang pelantikan Presiden dan Wapres RI, 20 Oktober mendatang,” kata Kapolresta.

Dirinya pun terus mengajak seluruh Ormas dan Organisasi Kepemudaan untuk tetap menjaga kondusifitas keamanan di Sulut khususnya Manado, yang diketahui berpredikat sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia.

“Kami meminta keterlibatan aktif dari Ormas dan Organisasi Kepemudaan untuk menjaga keamanan di Manado. Termasuk dalam mencegah aksi radikalisme dan terorisme,” ajak Kapolresta.

Dijelaskannya, situasi Kota Manado hingga saat ini aman dan kondusif. Hal ini menurut Kapolresta, dapat terwujud karena terpeliharanya sinergitas dari seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu dalam sesi diskusi, Ketua Umum DPP LMI Hanny Pantouw, mengapresiasi kegiatan ini. Pihaknya pun siap bersinergi lanjut dengan kepolisian untuk mengawal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI agar berjalan aman dan damai.

“Kita semua juga harus menjaga Kota Manado dari gangguan radikalisme dan terorisme,” ujarnya.

Senada dengan Ketua Umum DPP LMI, Ketua FKUB Pendeta Lucky Rumopa menambahkan, perlunya ditingkatkan peran Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) ditiap desa.

“Pos Kamling perlu diaktifkan kembali untuk menanangkal gangguan kamtibmas, radikalisme dan terorisme,” sarannya.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan pembacaan deklarasi yang dipimpin oleh Sekretaris Pemuda Pancasila Manado, Decky Maskikit. Deklarasi ini berisi tentang penolakan terhadap radikalisme dan terorisme, mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, serta NKRI harga mati.(/IT)