Foto : Suasana rapat pembahasan Ranperda Pertambangan Foto : Suasana rapat pembahasan Ranperda Pertambangan

Pembahasan Ranperda Pertambangan Pasal Per Pasal Selesai

Written by  Josh Tinungky Jul 01, 2019

Mewengkang : Ada Anggota Pansus Rajin Ikut Konsultasi Tapi Malas Ikut Rapat Pembahasan

Manado, Sulutnews.Com - Proses penetapan Ranperda Pertambangan yang menjadi usulan Pemerintah sudah pada tahap perampungan, dimana pada Senin (1/7/2019) sudah menyelesaikan pembahasan pasal per pasal untuk kemudian melakukan uji materi.

Meski sudah memasuki tahap penyelesaian untuk ditetapkan, namun Wakil Ketua Pansus Ferdinan Mewengkang mengkritikan soal kehadiran Anggota DPRD yang masuk dalam Pansus.

"Ini perlu dicatat, saat konsultasi dikementrian terkait Perda semua anggota pansus, termasuk Pimpinan Dewan hadir, sementara saat rapat pembahasan hanya 6 orang yang aktif dalam rapat pembahasan," kata Ferdinand Mewengkang Wakil Ketua Pansus Pertambangan.

Bahkan dia juga mengkritik kehadiran Kepaka SKPD terkait yang malas hadir pembahasan." Sangat disayangkan Kepala SKPD hanya Kepala Dinas SEDM dan Kepala Biro Hukum yang aktif hadir pembahasan, sedangkan kepala Dispenda, KLH, PU malas hadir," ungkap Mewengkang sambil mengatakan padahal semangat dari pembuatan Perda ini adalah untuk kepentingan masyarakat.

Mengamati rapat pembahasan Ranperda Pertambangan sejak diajukan oleh Pemerintah Propinsi terbagi atas tiga kategori yakni Kategori Rajin, Malas dan Tak Pernah Hadir. Dan mereka yang masuk kategori Rajin yakni Wakil Ketua Pansus Ferdinand Mewengkang, Anggota James Tuuk, Nety A Pantouw, Edison Masengi, Amir Liputo, Boy Tumiwa dan Ayub Alli, dan mereka yang masuk kategori Malas diantaranya Ketua Pansus Adriana Dondokambey, Marvel Makagansa, Billy Lombok, dan Rasky Mokodompit. Sedangkan personil Pansus Ranperda Pertambangan yang tidak pernah ikut pembahasan yakni, Kristoporus Decky Palinggi, Judy Moniaga, Bart Senduk dan Felly Runtuwene, padahal mereka rajin ikut ketika ada agenda Pansus yang melaksanakan konsultasi luar daerah.(/Josh Tinungki)