Hari Kedua Pembahasan LKPJ, Minim Kehadiran Anggota Pansus

Written by  Josh Tinungky Apr 24, 2019

Manado, Sulutnews.Com - Memasuki hari ke 2 pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Kinerja Gubernur tahun 2018 terkesan tak serius, hal ini terbukti disaat pembahasan bersama Sekertaris Propinsi dengan sejumlah SKPD diantaranya Badan Kepegawaian Daerah, Badan Perbatasan, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Kebudayaan, Dinas Koperasi, Dinas Perhubungan, Dinas Pertambangan, Dinas PTSP, Biro Infrastruktur pengadaan barang dan jasa Hanya Ketua Pansus Ferdinand Mewengkang (Fraksi Gerindra) bersama Anggota Teddy Kumaat, Rocky Wowor, Audy Wongkar (Fraksi PDIP), Edison Masengi (Fraksi Golkar) dan Ayub Ali (FRNK) yang hadir.

"Percuma masuk pansus jika tidak hadir dalam pembahasan, dan ini tentu mempengaruhi hasil, yang bisa saja tidak optimal," kata Taufik Tumbelaka oengamat politik Sulut.

Mengingat pentingnya pembahasan LKPJ Gubernur tahun 2018 yang bertepatan masa keanggotaan DPRD Sulut periode 2015-2019 tinggal enam bulan lagi, harusnya para wakil rakyat kita terutama yang masuk dalam panitia khusus pembahas LKPJ dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan optimal agar ketika tidak lagi sebagai anggota DPRD Sulut mereka meninggalkan kesan dan hasil yang baik. " Anggota DPRD wajib hukumnya bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan hanya mengurus dirinya " tegas Tumbelaka.

Untuk diketahui Panitia Khusus dibentuk untuk melakukan kajian dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah lewat LKPJ dengan jumlah 15 orang yang sampai hari kedua tidak pernah hadir pembahasan yakni James Karinda, Billy Lombok, (Fraksi Demokrat) Rasky Mokodompit (Fraksi Golkar) dan Amir Liputo (Fraksi Amanat Keadilan). (/Josh Tinumgki)