Banyak Anggota DPRD Sulut, Lalaikan Tugas

Written by  Josh Tinungki Mar 28, 2019

Sibuk Jual Program Untuk Raih Simpati Masyarakat

Manado, Sulutnews.Com - Sudah tiga bulan terakhir ini Ketua, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Sulut melalaikan tugas mereka sebagai wakil rakyat yang saat ini duduk di kursi emouk DPRD Sulut. Mereka malah sibuk melaksanakan kegiatan pencitraan diri untuk menarik simpati masyarakat sehubungan pencalonan kembali pada Pileg 17 April 2019.

"Ada banyak kegiatan yang dibiarkan dan tidak dituntaskan padahal ini berhubungan dengan kepentingan masyarakat, jika wakil rakyat seperti ini, apa untungya dipilih lagi, karena lebih mementingkan kepentingannya sendiri daripada menuntaskan kerja untuk rakyat,"kata Taufik Tumbelaka, pengamat politik Sulut.

Foto : Kondisi terkini ruangan Komisi di Kantor DPRD Sulut yang kosong karena tidak ada aktifitas

Juga kata dia, harusnya sebagai seorang profesional, kerja politik di DPRD dapat dijalankan beriringan dan berimbang dengan kegiatan pencitraan diri sehubungan dengan pencalonan kembali, tetapi sangat disayangkan fakta hari ini mereka (Anggota DPRD Sulut) lebih banyak melakukan kegiatan pencitraan diri sedangkan kerja politik di DPRD kurang mendapatkan porsi."Tidak ada larangan bagi anggota DPRD untuk berkampanye karena itu amanat undang undang, namun hal yang sama juga wajib dilakukan agar kerja politik di lembaga DPRD dapat dituntaskan, karena mereka digaji," tegas Tumbelaka.

Untuk diketahui Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut yang kembali mencalonkan yakni Ketua Andrei Angouw, Wakil Ketua Marthen Manopo, Wenny Lumentut dan Anggota Jane Margho Mumek, Syenny Kalangi, Netty Pantouw, James Tuuk, Simon Sako, Decky Palinggi, Cinddy Wurangian, teddy Kumaat, Noldy Lamalo, Rasky Mokodompit, Rocky Wowor, Afan Mokodongan, Adriana Dondokambey, Amir Liputo, Ayub Ali, Edison Masengi, Billy Lombok, Boy Tumiwa, Yongky Limen, Felly Runtuwene, James Karinda, Ingrid JN Sondakh, Meiva Lintang, Lucia Tarore, Nory Supit, Muslimah Mongilong, Fanny Legoh, sering tidak masuk kantor dan bolos saat rapat. (Josh Tinungki)