Foto : AKSI DAMAI : FSPMI saat menggekar orasi di kantor DPRD Sulur Foto : AKSI DAMAI : FSPMI saat menggekar orasi di kantor DPRD Sulur

Tolak Upah Murah dan UU Cipta Karya FSPMI Orasi di Kantor DPRD Sulut.

Written by  May 18, 2022

MANADO, Sulutnews.Com - Sejumlah pengurus Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) mendatangi kantor DPRD Sulut. Mereka menuntut agar Anggota DPRD Sulut dapat memfasiitasi apa yang menjadi aspirasi untuk disampaikan ke pemerintah pusat. Permasalahan lokal yang harus diperhatikan terkait masalah pekerja sampai saat ini tidak pernah terselesaikan juga terkait upah oerusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sejak 2017 tidak pernah diselesaikan karena dibayarkan dibawa (UMP).

" Aksi damai kami lakukan karena selama ini informasi lewat surat tidak mendapatkan respon. Kami minta DPRD dapat menghargai apa yang menjadi harapan kami, sehingga kami meminta dapat discedulkan kembali pertemuan dengan Pimpinan dan Anggota Dewan ," tegas Ferdinan Lumenta Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sulut

Juga disampaikan Hersy Semboi Wakil Ketua pekerja Indonesia yang kecewa dengan sikap DPRD Sulut yang kurang merespon tuntutan FSPMI yang memohon ada Rapat Dengar Pendapat," ungkap Semboi.

Dalam tuntutannya FSPMI menyatakan 17 tuntutan secara nasional serta 9 tuntutan daerah antara lain menuntut penurunan harga bahan pokok, tolak upah murah, penghapusan outsorsing, mensahkan RPP perlindungan ABK dan Buruh Mirgran, stop kriminalisasi petani, cabut SK Gubernur terkait UMP tahun 2022, tuntaskan persoalan BPJS Tenaga kerja dan Kesehatan, menuntut pengusaha yang tidak membayar THR, UMR, Upah lembur sesuai ketentusn.(josh tinungki)