Foto : Ketua KPU Sulut Foto : Ketua KPU Sulut

KPU Sulut Plenokan DPS Pilkada Sulut

Written by  Sep 15, 2020

MANADO,Sulutnews.Com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Ardiles Mewoh menegaskan untuk pelaksanaan semua tahapan akan dilakukan tepat waktu, agar tidak ada penundaan tahapan, termasuk tahapan rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang akan digelar Selasa (15/9/2020). Menurutnya sesuai peraturan KPU jadwal tahapan pemilihan kepala daerah akan dimulai tahapan rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan sudah di tetapkan di 15 kabupaten/kota dan di provinsi tinggal melakukan rekapitulasi.

"Undangan sudah disebarkan termasuk ke stakeholder pemerintah daerah, didukcapil, TNI, Polri, semua yang berkepentingan. Kita juga sudah menyampaikan undangan ke Bawaslu termasuk parpol yang bisa duduk dalam rapat pleno secara terbuka ini," jelas Mewoh

Mewoh juga mengatakan KPU juga menerima beberpa catatan dari Bawaslu Sulut yang menyarankan agar melakukan penundaan, namun yang pasti pelaksanaan tetap sesuai jadwal uakni 15-16 September 2020 .

"KPU berkeinginan tetap melaksanakan sesuai jadwal. Pleno DPS sudah berlaku dari tingkat desa, kecamatan samapi di kabupaten dan sekarang kita tinggal melakukan rekapitulasi. Kita tidak berkeinginan tahapan ini terhambat atau tertunda oleh karena permintaan saran dari Bawaslu. Tapi kita akan membahasnya untuk menghargai saran itu, tentu kita putuskan besok apakah dilanjutkan atau tunda sesuai permintaan Bawaslu," tegas Mewoh.

Tahapan tetap dilaksanakan sesuai jadwal, jika terjadi penundaan dikuatirkan akan ada keberatan dari wajib pilih hanya karena tahapan tidak dilaksanakan tepat waktu.

"Jika tahapan tertunda Itu berdampak sampai di akhir pelaksanaan akan teejadi pergeseran waktu. Tahapan pleno Daftar Pemilih Sementara akan tetap dilaksanakan sambil tetap berkoordinasi dengan Bawaslu untuk menyampaikan keinginan KPU agar melaksanakan tahapan sesuai waktu yang ditentukan dalam peraturan," ungkapnya.( josh tinungki)