KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI SULAWESI UTARA

PENGUMUMAN NOMOR : 139/PL.02.2-Pu/71/Prov/III/2020

TENTANG

PENUNDAAN TAHAPAN PEMILIHAN  GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA TAHUN 2020  DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19

Bahwa dengan semakin meningkatnya penyebaran  Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan memperhatikan  Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 179/PL.02Kpt/01/KPU/III/2020 serta Surat Edaran KPU Nomor 8 Tahun 2020, maka KPU Provinsi Sulawesi Utara melakukan langkah-langkah pencegahan untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19 di lingkungan KPU Provinsi, KPU Kabupate/Kota, penyelenggara adhock serta masyarakat Sulawesi Utara umumnya.

Pertama, dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Gubernur   dan  Wakil   Gubernur, Bupati   dan  Wakil  Bupati   dan /atau Wali Kota   dan   Wakil  Wali Kota secara  serentak  pada tanggal  23 September  2020, KPU Provinsi Sulawesi Utara telah menetapkan Keputusan Nomor : 50/PL.02.2-Kpt/71/Prov/III/2020 tentang Penundaan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020 Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19

Kedua, Keputusan sebagaimana dimaskud hanya meliputi beberapa Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020 yaitu :

1.Pelantikan dan masa kerja PPS;

  a.Menunda pelaksanaan pelantikan PPS pada 15 (lima belas) Kabupaten/Kota;

  b.Masa kerja PPS akan diatur kemudian;

2.Pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) ;

  a. Menunda pembentukan PPDP pada 15 (lima belas) Kabupaten/Kota;

  b.Menuda pelaksanaan coklit data pemilih;

    Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih. Tahapan penyusunan daftar pemilih dan pencocokan dan penelitian daftar pemilih yang dimulai 23 Maret 2020 s.d 17 Mei 2020 ditunda pelaksanaannya

Ketiga, bagi KPU Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020, untuk tahapan verifikasi syarat dukungan calon perseorangan tanggal 26 Maret 2020 s.d 28 Mei 2020 pelaksanaannya ditunda. Tahapan tersebut meliputi :

  1. penyampaian dukungan Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati/Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari KPU Kabupaten/Kota ke PPS
  2. verifikasi faktual di tingkat Desa/Kelurahan
  3. rekapitulasi dukungan di tingkat Kecamatan
  4. rekapitulasi dukungan di tingkat Kabupaten
  5. pemberitahuan hasil rekapitulasi dukungan Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati/Wakil Kota dan Wakil Wali Kota
  6. penyerahan syarat dukungan perbaikan kepada KPU Kabupaten/Kota
  7. pengecekan jumlah dukungan dan sebaran hasil perbaikan
  8. verifkasi administrasi dan kegandaan dokumen dukungan perbaikan
  9. penyampaian syarat dukungan hasil perbaikan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati/Wali Kota dan Wakil Wali Kota kepada PPS
  10. verifakasi faktual perbaikan di tingkat Desa/Kelurahan
  11. rekapitulasi Dukungan hasil perbaikan di tingkat Kecamatan
  12. rekapitulasi Dukungan hasil perbaikan di tingkat Kabupaten/Kota

 KPU Provinsi Sulawesi Utara berharap dengan penundaan tahapan ini, pencegahan penyebaran Covid-19 serta penanganannya berhasil dengan baik, sambil terus berdoa kepada Tuhan yang kita imani sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing semoga menjauhkan kita dari ancaman virus yang menakutkan ini, sehingga tahapan Pemilihan 2020 dapat berjalan dengan baik

Download File

 

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan Pilkada Gubernur dan Bupati serta Walikota ditunda.  Diharapkan dana yang sudah disiapkan untuk Pilkada dialihkan untuk penanganan virus Corona. "Saya minta semua daerah di Sulut yang Pilkadanya ditunda alihkan dananya untuk penanganan Virus Corona."Kata Gubernur Olly Dondokambey kepada wartawan dikantornya Selasa 31 Maret usai rapat bersama Kapolda Pangdam XIII Merdeka Danlantamal dan Danlanutsri serta Bupati dan Walikota yang dilakukan lewat teleconference. Menurut Gubernur rencana Pilkada baik Gubernur dan 7 Bupati dan Walikota dilaksanakan pada 23 September, namun karena Mewabah Virus Corona maka KPU dan Bawaslu Pusat bersama DPR serta Pemerintah Pusat tunda.

Gubernur mengatakan untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut diangarkan dana besar dalam APBD 2020. Begitu juga di 7 Kabupaten dan Kota yang akan melakukan Pilkada. Semua dana tersebut akan dialihkan untuk mencegah mewabah Virus Corona di Sulut. Jadi kita pakai semua dana tersebut. Baik untuk beli sembako keperluan alat kesehatan dan obat-obatan dan penyemprotan. Ia berharap semua Kabupaten dan Kota serta masyarakat luas untuk terus bersama pemerintah untuk mencegah virus mematikan ini. Dengan menjaga kebersihan jaga jarak tingal dirumah dan juga jangan berkumpul banyak orang.

Gubernur menjamin stok sembako di Sulut aman tidak ada masalah. Terkait jalan trans Sulawesi Sulut dan Gorontalo sudah ada usulan hanya dibuka pada jam 06.00 Wita atau jam enam pagi hinga jam 18.00 wita jam enam sore. Sementara ditutup pada jam 18.00 wita hinga jam 06.00 wita atau jam enam pagi. Terutama untuk jalur Kabupaten Mitra menuju ke Kabupaten Boltim dan Kotamobagu. Begitu juga jalur di Kabupaten Bolmong raya ke Provinsi Gorontali. Yang bisa lewat malam hari itu untuk angkutan sembako dan BBM. Yang lain tidak bisa lewat. Pemeriksaan ketat setiap orang lewat.

Mengenai Bandara dan Pelabuhan Laut Gubernur mengatakan telah menyurat ke Kementerian Perhubungan untuk ditutup sementara, “Jadi usulan lagi berproses kita tungu saja”, katanya

Sementara itu Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa MM mengatakan pihaknya berharap masyarakat jagan membuat acara yang mengumpul orang banyak. Untuk sementara kita tidak ijinkan dan akan dibubarkan. Kalau memang terpaksa harus dibuat maka jaga jarak pakai masker. Ini penting agar tidak menyebar virus corona.

Sementara itu Pemda Sulut bersama Forum Kerjasama Umat Beragama (FKUB)Sulut Selasa 31 Maret membagikan sekitar 800 paket beras untuk sopir angkot dalam kota Manado. Pembagian di Halaman belakang Kantor Gubernur dilakukan oleh Kadis Sosial Sulut dr Rini Tamuntuan dan Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa MTh bersama Organda Kota Manado. Pdt Lucky Rumopa mengatakan ini karena kepedulian Gubernur bersama FKUB Sulut. Sejumlah sopir bangga mendapat bantuan"Saya senang dan bangga mendapat beras 5 kg bersama teman teman ini mambantu sekali disaat situasi mewabah virus corona. Ini sangat menolong saya dan teman teman karena pendapatan sebagai sopir menurun drastis karena penumpang tidak ada."Kata Steven Posuma sopir angkot di Kota Manado kepada Sulutnews.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com -- Sebagai langkah-langkah antisipatif pencegahan dan penyebaran Covid-19, terhitung mulai tanggal 24 Maret 2020 sampai dengan 29 Mei 2020 kawasan Taman Nasional Bunaken (TNB) ditutup untuk kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara.

Hal ini tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor : PG.02/BTNB/TU/UM/3/2020 tentang Penutupan Sementara Kunjungan Wisata di Taman Nasional Bunaken dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Penutupan sementara kawasan Taman Nasional Bunaken untuk kunjungan wisata alam dengan memperhatikan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: 01/MENLHK/SETJEN/SET.1/3/2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Deases (Covid-19) di Kementerian LHK dan Surat Edaran Direktur Jenderal KSDAE Nomor: SE.3/KSDAE/SET/PEG.1/3/2020, sehingga langkah-langkah antisipatif atas semakin berkembangnya wabah Covid-19 dalam penyebaran dan penularan diambil.

Penutupan sementara untuk kunjungan wisata alam di kawasan Taman Nasional Bunaken meliputi segala aktivitas wisata diving dan snorkling yang meliputi perairan Pulau Bunaken, Mantehage, Nain, Manado Tua, Siladen serta wilayah pesisir di bagian utara Tanjung Pisok dan bagian selatan Poopoh, Arakan, Wawontulap, Popareng.

Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Farianna Prabandari menyampaikan bahwa tindakan ini diambil guna memberikan perlindungan kepada masyarakat di sekitar kawasan, petugas pelayanan, pelaku usaha jasa wisata yang beroperasi di kawasan Taman Nasional Bunaken serta wisatawan sendiri.

"Beberapa perwakilan masyarakat bahkan langsung menanyakan kepada kami, baik melalui saluran telepon call center di nomor 0821-9539-9339, media sosial dan bertanya langsung melalui petugas di lapangan, mengapa kawasan Taman Nasional Bunaken tidak ditutup mengingat penyebaran virus corona. Terlebih dibeberapa tempat untuk kunjungan wisata alam di Indonesia juga telah ditutup. Ada kekawatiran di masyarakat mengingat himbauan-himbauan dari Pemerintah Pusat dan Daerah terhadap pencegahan penyebaran virus corona, tetapi masih terdapat aktivitas wisata alam di Taman Nasional Bunaken", terangnya.

Untuk diketahui, sampai per tanggal 22 Maret 2020 di masih terdapat 78 orang wisatawan mancanegara dan 418 orang wisatawan nusantara berkunjung ke kawasan Taman Nasional Bunaken.

"Kami menyadari dengan penutupan kawasan dari segala aktivitas wisata alam akan memberikan dampak ekonomi pada pelaku usaha jasa wisata, tetapi langkah-langkah ini kami ambil adalah demi kebaikan dan kemanusiaan. Mari bersama-sama kita berdoa semoga wabah ini cepat berlalu dan aktivitas wisata alam di Taman Nasional Bunaken segera pulih sebagaimana sedia kala, bilamana ada perubahan dan kebijakan sebelum yang ditentukan kami akan memberitahukan selanjutnya", tutup Farianna.

(***/TamuraWatung)

Minsel, Sulutnews.com -- Bakal calon kepala daerah dari Partai Golkar yang akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 7 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara (Sulut) mulai mengerucut.

Rencananya Sabtu (21/3) besok, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar telah mengundang bakal calon Bupati/Walikota dan akan menyerahkan rekomendasinya.

Informasi ini diperoleh Sulutnews.com, pada Jumat (20/3/2020) dari James Arthur Kojongian, Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sulut periode 2020-2025.

"Michaela Elsiana Paruntu yang pertama kali mendapat undangan dari DPP Golkar sebagai bakal calon Bupati Minahasa Selatan (Minsel). Hal ini dikarenakan dalam 2 (dua) kali survei yang sudah dilakukan selalu yang paling teratas dibanding calon kepala daerah lainnya di Minsel".

"Ada juga Jimmy Rimba Rogi sebagai bakal calon dari Kota Manado, untuk Bitung ada Cindy Wurangian yang juga anggota DPRD Sulut dan Minahasa Utara akan diserahkan kepada Denny Wowiling," ujarnya.

Dirinya selaku Wakil Ketua DPRD Sulut ini menambahkan ada juga undangan buat bakal calon dari Bolaang Mongondow Timur dan Bolaang Mongondow Selatan.

"Hal menarik untuk Kota Tomohon, pemberian rekomendasi dari DPP Golkar ditunda. Rencananya untuk calon-calon dari kota bunga tersebut akan disurvei kembali pada bulan April dan mencari calon yang elektabilitasnya nomor 1 (satu)," tambahnya.

Informasi yang didapatkan nama Syerly Sompotan, Milky Wenur dan Jilly Eman bersaing ketat sebagai bakal calon Walikota Tomohon. Di Tomohon, Partai Golkar berhak mengusung calonnya sendiri lantaran mengusai 10 kursi di DPRD Tomohon.

Rencananya, rekomendasi akan diserahkan oleh Ahmad Doli Kurnia, selaku Wakil Ketua Umum DPP Golkar mewakili Airlangga Hartarto.

(TamuraWatung)

.Manado, Sulutnews. Com - Wabah virus Corona yang diberitakan terus bertambah di wilayah Sulawesi Utara membuat Anggota DPRD Sulut Melky Jakhin Pangemanan (MJP) harus menerapkan sistim Work From Home. Tetap melaksanakan rutinitas sebagai wakil rakyat namun dilakukan dari rumah. 

"Saya tetap melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai wakil rakyat, namun tidak lagi dikantor melainkan dilakukan di rumah," kata MJP sebutan politisi PSI ini. 

Juga kata dia, meski aktifitas dilaksanakan dari rumah namun aspirasi berupa aduan warga terkait berbagai persoalan tetap diterima." Aspirasi tetap disampaikan oleh warga seperti dugaan perusakan mangrove di Desa Sarawet Likupang Timur. Juga soal kelangkaan masker dan hand sanitizer baik di apotek maupun supermarket, menjadi topik yang paling banyak disampaikan,”ungkap MJP,

Menyikapi aspirasi dan aduan warga yang sudah disampaikan ini, MJP mengatakan akan menindaklanjutnya.“Berbagai persoalan yang disampaikan akan dibawa dalam rapat komisi IV untuk ditindaklanjuti, termasuk soal tindakan menimbun masker dan hand sanitizer agar mendapatkan perhatian aparat keamanan untuk menindak oknum yang sengaja melakukan penimbunan dan menjual dengan harga mahal,” tegas MJP. .

Meski Wilayah Sulut kini menjadi daerah yang Pandemic Virus Corona, namun diharapkan tidak panik namun tetap waspada. “Mari sama-sama menerapkan social distancing (jarak sosial) untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19 yang saat ini Sementara mewabah. (josh tinungki) 

 

 

Manado, Sulutnews.com - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK se.Sulut yang diikuti sekitar 18 ribu Siswa sejak Senin, 16 Maret 2020 berjalan lancar.

Pantauan Sulutnews Sejak Senin(16/03) saat pembukaan oleh Wakil Gubernur Steven Kandouw hinga Rabu(18/03)  UNBK di Sulut lancar. Tidak ada ganguan teknis baik jaringan internet dan listrik tidak ada  masalah. Seperti di Kota  Manado Kota  Bitung Kota Tomohon Kabupaten Minasa dan Minut lancar. Seperti di SMKN1 dan 2 Bitung. Kemudian SMKN I Minut  dan  beberapa SMK Klabat dan  SMK Kelautan Perikanan  lancar.

Sejumlah Kepala Sekolah kepada Sulutnews mengatakan tidak ada masalah jaringan lancer, kata Modi Lumintang Kepala Sekolab SMKN 4 Manado dan Ny Maryati Kepsek SMKN 2 Bitung dan Ny M Makadadav Kepsek SMKN 1 Bitung, begitu juga  di Minahasa  dan Tomohon, para Kepsek mengatakan isu virus  Corona tidak terpengaruh.

Kadis  Pendidikan Sulut Dr Greace Punuh  SKM berharap hingga  akhir UNBK pada Kamis(19/03) tidak ada masalah baik listrik dan jaringan internet, memang ada yang  sakit akan menyusul Senin depan, katanya.

Wakil  Gubernur Steven Kandouw meminta agar pengawasan dilakukan  baik agar lancar dan  hasilnya baik dan kualitas lulusan harus meningkat.(/Fanny)

Manado, Sulutnews. Com - Menindaklanjuti instruksi Gubernur Sulut agar dinas instansi dilingkup pemerintah provinsi dapat menggelar Doa Bersama terkait wabah virus corona, Kantor Sekertariat DPRD Sulut menggelar Doa Bersama. Pada kegiatan yang dipusatkan di areal ruang pelayanan administrasi dan Konsultasi kantor Sekertariat DPRD Sulut ini dipimpin oleh dr Fransiskus Andy Silangen unsur Agama Kristen dan Ustad Ramli Abas unsur Agama Islam. 

Terkait acara tersebut kepada Wartawan Sekertaris DPRD Sulut Glady Kawatu mengatakan Doa Bersama dilingkup Setwan DPRD Sulut dilaksankan dengan mekanisme staf Setwan berdoa diruangan kerja masing-masing sedangkan pejabat struktural bersama anggota dewan dipusatkan di satu ruangan. "Bersama dengan seluruh umat beragama berdoa bagi keselamatan Bangsa Indonesia bahkan seluruh bangsa didunia diselamatkan agar virus corona berhenti," jelas Kawatu. 

Sementara itu Anggota DPRD Sulut Melky Jakhin Pangemanan memberi apresiasi dengan digelar ya acara Doa Bersama bagi keselamatan Bangsa Indonesia dan Bangsa Didunia dari ancaman virus Corona, yang dalam keyakinan agar virus ini segera hilang. "Kami memberi apresiasi terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi yang mengeluarkan seruan gelar Doa Bersama dan ini berdampak positif dengan harapan atas keyakinan bersama virus corona dapat diluputkan dari kehidupan Bangsa Indonesia," kata MJP. 

Hadir pada kegiatan Doa Bersama Anggota DPRD Sulut Jongky Limen, Melky Jakhin Pangemanan, Andi Silangen dan pejabat struktural serta Staff Setwan DPRD Sulut. (josh tinungki) 

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE mengeluarkan instruksi belajar dirumah kepada seluruh siswa-siswi SMA dan SMK mulai Senin 16 sampai dengan 30 Maret 2020, berkaitan dengan  merebaknya wabah Wabah COVID-19.

Instruksi tersebut disampaikan kepada seluruh satuan pendidikan SMA/SMTK/SMK/MAK dan SLB baik negeri dan swasta.

"Pelaksanaan UNBK tingkat SMK tetap dilaksanakan sesuai jadwal Senin 16 Maret 2020 dengan memperhatikan protokol UN, " demikian Gubernur OD yang disampaikan melalui WA dan diteruskan Dikda Sulut, Minggu malam (15/3).

Berikut surat instruksi tersebut:

  1. Semua Satuan Pendidikan SMA/SMTK/SMK/MAK dan SLB baik negeri dan swasta di wilayah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar di rumah masing-masing.
  2. Pelaksanaan UNBK Tingkat SMK dan SMA tetap dilaksanakan sesuai jadwal dengan memperhatikan protokol kesehatan dalam UNBK yang dijalankan oleh panitia UN dan Satuan Pendidikan.
  3. Siswa-siswi SMK Kelas X,XI, SMA Kelas X,XI,XII dan SLB Kelas I s.d XII tetap belajar efektif di Rumah Belajar Kelas Maya dengan Aplikasi Rumah Belajar yang dikembangkan oleh Pusdiklat dan Kemendikbud RI.
  4. Kepala Sekolah beserta tenaga guru agar mengsosialisasikan instruksi ini kepada masyarakat. Terima Kasih.

Instruksi diteruskan dan ditandatangani Kadis Dikda Sulut dr Grace Punuh.

Namun belum ada informasi yang jelas bagaimanakah sistim protokol kesehatan UNBK di sekolah-sekolah, apabila terjadi kasus COVID-19 saat berlangsungnya UNBK. (*/yuk).

Minsel, Sulutnews.com -- Koalisi besar menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, telah terbentuk. Partai Nasdem, Partai Golkar, PAN dan PKS telah bergabung.

Hal tersebut diutarakan Felly E. Runtuwene, salah seorang petinggi Partai Nasdem kepada wartawan, saat melakukan kegiatan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), pada Kamis (12/3/2020).

Saat ditanya wartawan, adanya kemungkinan Partai Golkar dan Nasdem berkoalisi di Pilkada Sulawesi Utara (Sulut), dirinya mengaku semua mungkin.

"Kalau pimpinan-pimpinan (pimpinan Partai Nasdem dan Golkar) itu sudah bertemu, apapun mungkin. Ke bawah itu pasti mungkin, kalau mereka sudah punya kesepakatan, tentu itu bisa dijalankan sampai ke tingkat Kabupaten/Kota," ujar Ketua Komisi IX DPR-RI asal Provinsi Sulut ini.

Menurutnya, kalau menghadapi incumbent, siapa saja bisa berkoalisi, ini kompetisi, sangat-sangat wajar dalam perpolitikan di Indonesia.

"Untuk calon Partai Nasdem, tahapannya sudah berproses dan sekarang ini tergantung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) seperti apa yang akan diputuskan".

"Apalagi koalisi-koalisi atau ada kesepakatan dengan beberapa Parpol. Bukan cuma Golkar, PAN juga sama PKS sudah bersama," terangnya.

Namun menurutnya, penentuan calon Nasdem di Kabupaten/Kota itu menunggu siapa calon Gubernur, karena kita harus paket sampai ke bawah.

"Di Sulut bisa paket semua, jika sudah ada lobi politik yang terjadi di DPP. Ke bawah harus seperti itu. Kita harus menyatu, baru bisa kita menangkan pertarungan ini," pungkas Srikandi kebanggaan masyarakat Sulut ini.

(TamuraWatung)

Manado, Sulutnews.com -- Pasca merebaknya virus Corona sempat membuat dunia mencekam, pengaruhnya bahkan terasa bagi dunia Pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut).

Sulut merupakan salah satu destinasi favorit turis China di Indonesia, karena adanya rute penerbangan langsung yang tersedia dari Manado ke sejumlah kota di China, atau sebaliknya.

Namun, mulai Januari hingga Februari 2020, semua rute penerbangan ke China dibatalkan sementara karena virus Corona.

Berkurangnya jumlah turis China yang datang ke Sulut, ternyata berpengaruh pada kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Bunaken, di Sulut.

Kepala Balai Taman Nasional Bunaken (TNB) Farianna Prabandari mengatakan pihaknya menyikapi kondisi ini dengan wajar. "Berkurang kedatangan wisatawan disebutnya membawa pengaruh besar terhadap TNB. Kami sikapi dengan bijak, pengunjung berkurang, wisatawan untuk bulan Februari tidak ada dari China," kata Farianna saat dihubungi Sulutnews.com, Kamis (20/2/2020).

Di sisi lain, berkurangnya wisatawan, menurut Farianna bisa memulihkan ekosistem secara alami di TNB.

"Ada dampak positifnya, paling tidak laut ada istirahatnya, ekosistem di sekitar TNB secara perlahan pulih," ujarnya.

Menurutnya, kesempatan ini bisa dimanfaatkan juga untuk evaluasi agar wisatawan akan semakin nyaman.

(TamuraWatung)