Setelah hampir 15 Tahun Mengabdi Untuk Rarakat di DPRD Sulut

MANADO,Sulutnews.Com - Peringatan HUT ke-56 Provinsi Sulawesi Utara, dijadikan momentum oleh legislator Netty Agnes Pantow (NAP) untuk menyampaikan terimah kasih kepada Masyarakat Sulawesi Utara yang telah memberikan kesempatan bagi dirinya membangun Sulawesi Utara lewat pengabdian di lembaga DPRD Sulut.

" Tanggal 23 September 2020 ini saya akan ditetapkan sebagai calon Wakil Bupati Minahasa Utara, jadi saya harus mundur sebagai anggota DPRD provinsi. Terima kasih untuk masyarakat Minut- Bitung ," kata NAP.

Srikandi asal Minahasa Utara (Minut) yang sudah tiga periode terpilih mewakili masyarakat dapil Minut-Bitung ini juga mengatakan akan tetap melanjutkan kerja sebagai abdi masyarakat apalagi jika dia dipercayakan menjadi Wakil Bupati Minut. “Hampir 15 tahun pengabdian di DPRD Sulut memberi banyak pengalaman dan ini akan berlanjut jika masyarakat mempercayakan saya jadi Wakil Bupati Minut," ujar calon wakil bupati yang berpasangan dengan Shintia Rumumpe ini.

Sosok yang pernah aktif sebagai atlet volley Sulut ini berharap serta berdoa untuk Sulawesi Utara agar di HUT ke-56, Provinsi Sulut selalu diberkati “Perayaan HUT kali ini sangat berbeda. Kita diberi cobaan menghadapi Covid-19. Diharapkan di momen HUT ke-56, Sulawesi Utara akan semakin maju, meski di tengah pandemi Covid-19. Semoga kita bisa melewati fase ini dengan baik,” tutupnya.(josh tinungki)

TOMOHON,Sulutnews.Com - Netralitas Pemerintah kota Tomohon agar tidak memihak salah satu Paslon Kepala Daerah pada kegiatan Pilkada kini mulai disangsikan, pasalnya disaat menggelar kegiatan satuan Pelaksana Pencegahan Pemberantas Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dilaksanakan Senin (21/9/ 2020), kegiatan yang menggunakan anggaran dan fasilitas negara tersebut diduga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan Paslon Walikota dan Wakil Walikota yang adalah anak dari Walikota Tomohon Jemmy Feddy Eman.

" Pemerintah harusnya netral, janganlah giat yang menggunakan anggaran dan fasilitas negara justru diboncengi dengan mensosialisasikan Paslon tertentu," ujar Mourits Umboh warga Kaskasen

Umboh juga menyorot atribut yang dikenakan peserta pelatihan adalah atribut relawan Virgie Baker yang merupakan bakal calon wakil walikota Tomohon." Kebijakan pemerintah yang lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya sangat membahayakan, apalagi dilakukan secara masiv dan terstuktur," ungkap Umboh.

Baiknya Pemerintah Kota dapat bersikap netral dan tidak mensosialisasikan Calon tertentu karena hal itu melanggar aturan dan bisa dikenai sangsi," ungkap Djamal Kurdubin Sasoeng pengamat politik.(josh tinungki)

Worning !!! Yang Terpilih Bukan Karena Titipan

MANADO, Sulutnews.Com Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian (JAK) menyorot kinerja Tim Seleksi KPID Sulut, pernyataan ini ditegaskan JAK, karena dalam hal pelaksanaan tahapan Timsel dinilai tidak transparan. Menurutnya terkait kebijakan publik harus dilaksanakan secara terbuka dan transparan.

" Kapasitas Tim Seleksi patut dipertanyakan pasalnya tahapan seleksi Komisioner KPID dilakukan tidak terbuka tiba-tiba hasilnya sudah ada dan diumumkan," tegas Kojongian.

Politisi partai Golkar ini juga menyorot penunjukan Ketua Timsel yang tidak melewati mekanisme sesuai ketentuan, karena sebagaimana amanat aturan harus disetujui oleh pimpinan Dewan." Sampai sudah ada pelaksanaan seleksi, kami tidak ada pemberitahuan padahal berdasarkan tatib untuk pertanggungjawaban kedalam maupun keluar harus melibatkan Pimpinan Dewan." Kami tidak tau kalau ada penetapan Timsel, tiba - tiba sudah ditunjuk, padahal bicara pimpinan dewan adalah kolektif kolegial," tegas JAK

Mengingat tahapan seleksi sudah dilaksanakan untuk kemudian melewati Fit and Proper Test (FPT) diharapkan dapat dilakukan transparan dan terbuk." Jangan ada titipan, tetapi komisioner yang terpilih benar- benar profesional dan berkwalitas dibidangnya karena dengan begitu maka pelaksanaan tugas akan berjalan dengan baik dan sesuai harapan," ungkapnya.(josh tinungki)

AA : Semangat Penyiaran Adalah Ruang Publik

MANADO, Sulutnews.Com - Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw mengatakan proses seleksi calon komisioner KPID Sulut yang sudah dilaksanakan kiranya dapat menetapkan para profesional dibidang penyiaran. ini dikandung maksud agar tujuan agar memanfaatkan ruang publik untuk kepentingan penyiaran dapat terwujud.

" Seleksi sudah dilakukan dan telah menenetapkan sejumlah nama, kiranya sampai selesai, Timsel dapat bekerja maksimal," kata Angouw saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan seleksi calon Komisioner Senin (21/9/2020).

Juga kata bakal calon Walikota Manado ini, semangat penyiaran adalah ruang publik, yang tidak bisa diintervensi oleh pemerintah, sehingga saat penetapan calon terpilih Komisioner KPID adalah hasil seleksi yang ketat tanpa ada titipan, sehingga diharapkan Timsel dapat bekerja dengan baik," KPID kiranya mampu bekerja menjaga keseimbangan serta mampu mengawasi penyiaran apa lagi dekat pikkada selain virus covid 19 juga ada virus kebencian yang membuat informasi tidak benar sehingga timbul persoalan ditengah masyarakat," kata Angouw.

Terkait Komisioner KPID Sulit, setelah tahapan seleksi oleh Timsel, selanjutnya akan dilakukan FPT untuk menetapkan 21 nama yang kemudian mengikuti seleksi akhir, menetapkan 7 nama yang direkomemdasi oleh Komisi I DPRD Sulut, untuk dilantik.(josh tinungki)

MANADO, Sulutnews.com - Sebagai bentuk militansi dalam mempertahankan kejayaan Partai  Golongan  Karya (Golkar) khususnya dikabupaten  Minahasa , maka  selaku  kader siap bertarung dan secara all out untuk memenangkan pasangan calon Gubernur Chrisriany Euqinia Paruntu (CEP) dan Calon Wakil Gubernur  Sehan Salim Lanjar (SSL) di Kabupaten Minahasa demikian ditegaskan Anggota Fraksi  Partai Golkar, Careig  Naichel Runtu (CNR). Menurutnua  saat ini  dukungan bagi kedua pasangan calon yang diusung oleh kualisi Partai Golkar dan PAN ini terus  dilakukan  dengan mengajak seluruh pengurus  bahkan  simpatisan  Partai  Golkar di Kabuompaten Minahasa untuk memenangkan  pasangan  Gubernur CEP dan Wakil Gubernur SSL pada Pilkada serentsk 9 Desember 2020 nanti.

“Kami semua siap dan akan all out untuk memenangkan CEP-SSL di Minahasa,” tegas CNR Minggu (20/9/2020).

Politisi muda partai Golkar ini mengatakan, CEP selain menjadi kebanggaan tapi juga adalah kader terbaik Partai Golkar yang akan berkerja membangun dan mensejahterakan rakyat Sulut dalam pemerintahan bersama Wakil Gubernur SSL."Menangkan CEP-SSL sama dengan memberikan kesejahtraan bagi rakyat, dan juga membesarkan Partai Golkar di bumi nyiur melambai ini,” ungkap CNR

CEP-SSL pada Sabtu (19/9/2020) mengikuti sepeda bersama dalam agenda Gowes Tomohon-Tondano, dalam agneda tersebut pasangan CEP-SSL mengunjungi panti asuhan Dorkas didampingi Dewan Pengurus Daerah DPD II PG Minahasa. (josh tinungki)

MANADO, Sulutnews.Com Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 akan melewati tahapan pengundian nomor urut pasangan calon pada 24 September 2020.Terkait hal ini Komisi Pemilihan Umum KPU mengeluarkan aturan bagi Pasangan Calon (Paslon) yang sudah ditetapkan sebagai peserta Pilkada tidak diperkenankan membawa serta pendukung atau simpatisan saat kegiatan berlangsung.

" Pandemi Covid di Sulawesi Utara masih dalam kondisi membahayakan sehingga pelaksanaan tahapan Pilkada 2020 wajib menerapkan  protokol Kesehatan," kata Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh.

Dalam kaitan pelaksanaan kegiatan pengundian nomor urut, setiap Paslon peserta Pilkada, hanya diwajibkan mengutus satu orang penghubung, juga menugaskan maksimal dua orang tim kampanye, dua orang Saksi atau pengurus partai politik atau gabungan partai politik." Semua ketentuan yang ditetapkan wajib diikuti, oleh pasangan calon peserta Pilkads" tambah Mewoh.

Standar protokol kesehatan akan diberlakukan dalam setiap tahapan Pilkada yakni bagi Paslon peserta Pilkada wajib menggunakan APD berupa Masker yang menutupi hidung hingga dagu, Sarung Tangan jika dibutuhkan, juga menghindari kerumunan massa.(josh tinungki)

MANADO,Sulutnews.Com - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Vonny Aneke Panambunan dan Calon Wakil Gubernur Henrry Runtuwene Rabu (16/9/202) mendatangi kantor KPU Sulut. Kedatangan Paslon yang diusung Partai Nasdem tersebut guna melengkapi kekurangan berkas persyaratan yang masih harus dipenuhi.

" Puji Tuhan hari ini kekurangan berkas yang menjadi kewajiban sudah terpenuhi semua dan puji Tuhan dapat selesai dan diterima oleh KPU, semoga pada tanggal 23 Septrmber mendatang kami dapat ditetapkan sebagai peserta Pilkada, " kata VAP.

Sementara itu Calon Wakil Gubernur Henrry Runtuwene kepada wartawan mengatakan semua perbaikan dokumen syarat calon telah dipenuhi dan KPU telah menerima berkas perbaikan." Kelancaran pengurusan berkas perbaikan terjadi karena berkat penyertaan Tuhan, dan semoga pada saat penetapan semua dapat berjalan dengan baik," ungkap Runtuwene.

Saat mendatangi kantor KPU Sulut, mereka didampingi sejumlah pengurus Nasdem Sulut seperti Vicktor Mailangky Sekertaris DPW Nasdem Sulut, serta sejumlah LO yang turut membantu pelengkapan berkas.(josh tinungki)

MANADO,Sulutnews.Com - Direncanakan pada 21 September 2020, akan dilaksanakan pembukaan seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Utara bertempat di Manado Touw Square (Mantos). demikian kata Sekertaris DPRD Sulut Gledy Kawatu. Menurutnya pada kegiatan yang akan dimulai pada jam 04:00 sore tersebut, tim seleksi akan mengumumkan nama - nama yang lolos seleksi.

"Tim Seleksi (Timsel) akan menyampaikan siapa yang lolos berkas dan akan mengikuti tahapan selanjutnya," jelas Kawatu.

Sekwan juga menjelaskan untuk tahapan selanjutnya Tim Seleksi (Timsel) akan memilih 21 nama yang akan disampaikan ke Komisi 1 setelah melewati tiga tahapan seleksi yakni seleksi Administrasi, uji kopetensi test tertulis, Wawancara dan psikotest. "Untuk Fit and Proper Test (FPT) akan dilaksanakan oleh Komisi I guna memili 7 nama yang akan dilantik sebagai Komisioner KPID Sulut," ungkap Kawatu.

Untuk diketahui hingga batas pemasukan berkas sudah terdaftar sebanyak 61 orang yang nantinya akan diumumkan 21 nama pada acara pembukaan yang kemudian mengikuti FPT bersama Komisi I yang akan menentukan 7 nama Komisioner KPID Sulut.(josh tinungki)

Sulut, SulutNews.com -- Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar (CEP-Sehan), begitu mengerti apa yang menjadi kebutuhan Pemerintah Desa.

Hal ini wajar, karena pasangan yang menjadi perwakilan umat Nasrani dan umat Muslim ini, hampir sepuluh tahun menjadi Bupati di Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

CEP-Sehan dipandang paling mengerti bagaimana mewujudkan pemerintahan desa yang bersih, efektif dan anti korupsi.

"Jika kami dipercayakan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Pilkada 9 Desember mendatang, dan kami yang menandatangani APBD Provinsi, maka akan ada bantuan keuangan dari Provinsi kepada 1.507 desa di Sulut, mulai dari Miangas sampai Pinagoluman," tutur Tetty Paruntu (sapaan akrab calon Gubernur Sulut), Rabu (16/9/2020).

"Paling tidak setiap desa akan ketambahan 200 juta ke dalam APBDES-nya," katanya.

Ia mengatakan sumber pendapatan APBDES biasanya hanya bersumber dari Pusat dan Kabupaten.

"Dari anggaran ini juga, Linmas bisa mendapatkan honor setiap bulannya. Karena kami tahu bahwa selama ini desa-desa kesulitan anggaran untuk membiayai Linmas. Honor Linmas Desa bisa dianggarkan dari anggaran ini," ujar calon Gubernur yang diusung Partai Golkar, PAN dan Partai Demokrat ini.

Informasi ini mendapatkan apresiasi dari Jantje Wowiling Sajow (JWS), selaku Ketua Tim pemenangan pasangan CEP-Sehan.

"Ini ide brilian, karena program ini membuktikan CEP-Sehan ingin membangun Sulut secara merata tanpa melihat warna partai atau siapa kepala daerahnya. CEP-Sehan berfikir jika Tuhan ijinkan memimpin Sulut berarti menjadi pemimpin seluruh rakyat Sulut. Inilah bukti komitmen CEP-Sehan mendukung pembangunan desa secara merata di seluruh wilayah Sulawesi Utara," tukas Sajow, yang adalah mantan Bupati Kabupaten Minahasa.

(TamuraWatung)

MANADO,Sulutnews.Com - Politik memang benar- benar tidak bisa ditebak, ini terbukti dalam sejarah perpolitikan di Provinsi Sulawesi utara khususnya di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut dimana untuk yang pertama seorang Wakil Ketua DPRD merangkap jabatan sebagai Ketua Fraksi. Dimana Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok menetapkan dirinya sendiri untuk mengambil posisi Ketua Fraksi Demokrat pasca menonaktifkan dan memproses PAW Anggota DPRD Sulut Netty Pantouw yang dinilai melanggar AD ART Partai karena berpindah partai.

" Ini sesuatu yang langkah dan tidak pernah terjadi dalam sejarah perpolitikan di DPRD, atau mungki disejarah politik parlemen dunia," kata Taufik Tumbelaka pengamat politik Sulut.

Sementara terkait rangkap jabatan yang menetapkan Wakil Ketua Billy Lombok sebagai Ketua Fraksi merupakan tindakan yang mencederai demokrasi meskipun dalam politik semua bisa dilakukan sepanjang itu tidak menyalahi aturan." Politik memang berjalan dinamis tetapi juga harus beretika dan menjaga ritme agar apa yang menjadi harapan masyarakat dapat efektif dilaksanakan," kata Tumbelaka.

Sebagaimana keputusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat yang ditindak lanjuti dengan Surat Keputusan yang sudah dibacakan resmi di rapat paripurna menetapkan Ketua Fraksi Billy Lombok dan Menetapkan Ronald Sampel sebagai anggota Bandan Anggaran. (josh tinungki)