Ratahan,  sulutnews.com - Pemkab Mitra dibawah pimpinan Bupati James Sumendap SH dan Wakil Bupati Drs Jocke Legi,  terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan mengantisipasi bahaya Rabies bagi manusia.

Sebagai langkah konkrit untuk menekan ancaman penyakit menular dari hewan yang bisa mematikan ini,  maka Pemkab Mitra, yang dipelopori Dinas Pertanian Peternakan Mitra,  Selasa (30/10), menggelar sosialisasi percepatan penanggulangan hewan beresiko rabies.

Acara yang dibuka langsung oleh wakil bupati, atas nama bupati,  menghadirkan materi dari Kadis Pertanian Mitra Ir Elly Sangian ME.

Legi saat membacakan sambutan bupati, mengatakan rabies merupakan penyakit menular yang sangat mematikan yang dapat menyerang manusia dengan melumpuhkan fungsi-fungsi syaraf yang dapat mengakibatkan kematian.

"Penyakit ini merupakan ancaman terhadap kesehatan manusia dan menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat. Penanggulangan bahaya rabies ini membutuhkan peran serta masyarakat dengan memelihara hewan menular rabies secara baik mengikuti program vaksinasi, pembatasan kepemilikan hewan penular rabies, serta masyarakat dapat melaporkan korvan gigitan dan harus selalu mengikuti penyuluhan agar penyebaran rabies dapat dikontrol," ujar Legi.

Pemerintah, lanjutnya,  sangat serius dalam rangka memproteksi masyarakat dari ancaman virus rabies ini, dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang penanggulangan hewan beresiko rabies.

"Dan lewat data yang ada telah terjadi penurunan kasus gigitan oleh hewan pembawa rabies. Pemerintah selalu bergerak cepat menjangkau lapangan, bahkan melalui internet dengan diluncurkan website distan.mitra.go.id-rabies, guna menerima laporan gigitan hewan pembawa rabies," jelas Legi, sembari mengingatkan masyarakat dapat memahami dengan melaporkan keberadaan hewan, melakukan vaksinasi serta mengendalikan kelahiran hewan sehingga terlindung dari bahaya rabies.

Sementara itu,  Sangian dalam laporannya, mengatakan kegiatan ini bertujuan agar tersosialisasinya perceparan penanggulangan hewan berisiko rabies dengan materi Perda Nomor 2 Tahun 2016, tentang penanggulangan hewan beresiko rabies dan percepatan penanggulangan hewan penular rabies melalui aplikasi berbasis website distan.mitra.go.id-rabies.

Selain Sangian, sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber pakar informasi dan teknologi, serta diikuti camat, lurah, hukum tua, koordinator BP3K, Dinkes Mitra, kapolsek se Mitra dan LSM.

Diakhir kegiatan, dilaksanakan penandatanganan dukungan dari seluruh peserta terkait Perda nomor 2 Tahun 2016 melalui aplikasi website. (Reagen Pantow).

Ratahan, sulutnews.com - Ini menjadi warning,  atau perhatian keras bagi para Calon Legislatif (Caleg) DPRD Mitra,  dan juga Partai Politik.

Pasalnya,  sebuah pernyataan tegas dilontarkan Bawaslu Mitra yang dipimpin Ketua Drs Jerum Jobbie Longkutoy. Hal ini terkait dengan pelanggaran yang bakal dilakukan lara Calon Anggota DPRD Mitra.

Dengam keras,  Longkutot menyebut,  jika ada caleg yang melakukan cara-cara tak terpuji,  seperti monet politic,  atau politik uang,  dan atau menggunakan cara lain yang melanggar atutan, dan terbukti secara terstruktur,  masiv,  dan sistematis,  maka caleg tersebut bisa dicoret dari daftar caleg.

"Bukam hanya dicoret dari daftat caleg,  namum "biar so tapilih" (meski sudah terpilih) menjadi Anggota DPRD pun, akan di coret,  atau diganti," tegas Longkutoy.

Dia menambahkan, bukan hanya sekedar dicoret dari daftar caleg terpilih,  namun asa resiko Pidana menanti.

"Ada pelanggaran yang sampai pada pidana kurungan badan,  selain juga ada denda. Jadi bukan hanya docoret saja dari keanggotaan DPRD. Makanya,  kami menghimbau pada para caleg,  untuk bisa mensosialisasikan diri denga memberikan politik yang benar,  melalui penyampaian visi misis yang baik pada masyarakat," harap Longkutoy,  yang diaminkan pimpinan Bawaslu Mitra lainnya,  Dolly Van Gobel SS, dan Amran Ibrahim S. HI. (Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com - Wakil Bupati Minahasa Tenggara Drs Jesaja Jocke Legi,  mengajak,  jajaran Pendidikan Nasional (Diknas) Mitra,  untuk saling menghargai dan saling menghormati.

Hal ini diuangkapkan Legi,  pada awal sambutannya,  saat melakukan tatap muka dan dialog bersama jajaran Diknas Mitra, dan para Kepala Sekolah SD, SMP dan Pengawas,  di Ruangan Rapat,  Diknas Mitra,  kemarin.

Menurut Legi, betapa pentingnya rasa saling menghargai dan menghormati,  sebab ini menjadi dasar untuk membuktikan karakter pribadi seseorang.

"Jangan ada yang menganggap remeh orang lain. Apalagi sesama rekan kerja itu harus saling menghargai. Demikian juga antara staf dan pimpinan.  Karena kita tidak pernah tahu dengan kehidupan kita, seperti saya, atas kemurahan yang Mahakuasa,  saya boleh menjadi Wakil Bupati Mitra mendampingi Pak Bupati James Sumendap. Dulu saya hanya dikenal oleh bapak ibu sebagai penjual di Pasar. Untuk itu mari kita saling menghormati satu dengan lainnya," ajak putra terbaik Tombatu ini.

Selain itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tombatu Utara,  yang dikenal sangat bersahaja ini,  menyorot,  tingkat disiplin kerja ASN.

Menurutnya, kehadiran kerja para ASN,  harus tetap menjadi perhatian semua jajaran Diknas Mitra. Jangan sampai, hanya suka menuntut gaji full,  tapi kerjanya tidak beres.

"Masalah disiplin kerja akan menjadi perhatiab Pemkab Mitra,  secara khusus saya yang menangani pengawasan. Jangan sampai ASN cuma datang vinger atau ambil absen pagi, meski masih pake daster sudah datang,  lalu pulang rumah,  dan kembali lagi sore untuk melakukan vinger print. Namun saat menerima gaji full.  Ini tidak boleh,  sebab ini dosa," tegas Legi.

Untuk itu,  suami tercinta Pendeta Ernie Rondonuwu STh, menghimbau,  jajaran Diknas Mitra untuk membuktikan diri, sebagai ASN yang layak dicontohi.

"Mari kita berikan contoh yang baik. Kepala-kepala sekolah itu harus datang tepat waktu di sekolah. Jangan sampai anak-anak didik sudah ada, kepalah sekolah belum hadir. Harus lebih dulu ada di sekolah,  sebelum para siswa ada," terang Legi.

Sementara itu, Kepala Diknas Mitra Djelly Waruis S. Pt MM, menyambut baik pesan dan himbauan Legi. Menurutnya, hal ini akan menjadi perhatian dirinya.

"Saya menyambut baik pembinaan dan arahan Pak Wakil Bupati (Legi,  red) pada kami dan seluruh kepala sekolah dan para guru. Hal ini menyemangati kerja,  kerja kami.  Karena memang soal disiplin kerja dan prestasi kerja,  harus selalu diingatkan," ucap Waruis.

Mantan Camat terbaik Mitra ini, menyebut, kepala sekolah saat ini bukan sekedar menjadi kepala sekolah untuk ilmu pendidikan anak-anak, tapi sebagai Kepala Satuan Pendidikan, betul-betul kepsek dituntut untuk menjadi manager yang cerdas dan hebat untuk  mengatur sekolah menjadi baik,  bukan sekedar ilmu pendidikan, tapi semua bidang.

"Hal ini selalu saya sarankan pada seluruh kepala sekolah,  untuk bisa bekerja dengan maksimal. Masalah disiplin kerja memang menjadi sebuah keharusan, seperti ajakan pak wakil bupati," tambah Waruis.

Hadir dalam acara tatap muka,  Kepala Inspektorat Mitra Robert Rogohang SE,  yang memberikan beberapa arahan, serta Bidang Aset, BKD Mitra,  serta Kepala Bidang P2TK Diknas Mitra Drs Nolly Ratela ME,  serta Kepala Bidang Dikdas Felda Tombokan S. Pd. (Reagen Pantow).

Ratahan, Sulutnews.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Minahasa Tenggara,  "center", atau memantau pergerakan para Calon Legislatif (Caleg) yang akan bertarung menuju kursi DPRD Mitra.

1x24, gelagat para calon perwakilan rakyat ini ditelusuri kampanyenya, apakah mengandung hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan atau tidak.

Mulai dari kampanye hitam yang merugikan calon lain,  sampai pada issue money politik (politik uang), menjadi perhatian serius badan yang menjadi pengawas pesta demokrasi Pemilu.

Hal ini diuangkap Bawaslu Mitra secara tegas dalam acara Pengembangan Pengawasan Partisipatif Pemilu, di salah satu Hotel ternama di Manado,  baru-baru ini.

"Kami tegaskan semua caleg kita akan awasi. Jika melakukan pelanggaran,  dan terbukti kami akan proses sesuai atutan yang ada,  siapapun caleg tersebut kami tidak peduli," tegas Ketua Bawaslu Mitra Drs Jerum Jobbie Longkutoy ME,  yang didampingi pimpinan Bawaslu lainnya Dolly Van Gobel SS, dan Amran Ibrahim S. HI.

Ketua Bawaslu dua periode ini pun,  meminta, masyarakat untuk terlibat aktif memberikan informasi pada pihaknya,  terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan para caleg.

"Kami minta warga untuk membantu kami,  dengan berani melaporkan pada kami jika ditemui ada caleg yang sudah menjanjikan atau memberikan sesuatu,  seperti politik uang.  Ataupun sudah menyebarkan informasi yang merugikan calon lain, seperti memfitnah caleg lain, mohon disampaikan pada kami,  melaku Panwalslu kecamatan.  Dan jika terbukti dengan bukti-bukti yang kuat, maka kami proses dengan memberikan sanksi yang tegas sesuau aturan yang ada," terang Longkutoy yang diaminkan Gobel dan Ibrahim.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Sulut Herwin Malonda MPd,  juga menyorot hal yang sama dalam materinya. Dia meminta,  Bawaslu Mitra untuk menggandeng masyarakat menegakkan Pemilu yang benar dan berkualitas sesuai aturan yang ada, dan memproses para caleg yang terbukti melakukan pelanggaran.(/Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Minahasa Tenggara (Mitra), menyatakan monolak dengan tegas adanya money politic,  atau politik uang di Pemilu 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Mitra Drs Jerum Jobie Longkutoy ME,  serta pimpinan Bawaslu lainnya,  Dolly Van Gobel SS, dan Amran Ibrahim S.HI, saat menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu 2019, di Maando Cafe,  Tombatu,  Mitra, kemarin,(9/10).

Baik Longkutoy, Gobel dan Amran,  sepakat menyatakan perang terhadap tindakan money politik yang mencidrai demokrasi.

"Politik uang melanggar aturan,  dan merupakan kejahatan pidana Pemilu.  Maka ini harus ditolak pada Pemilu legislatif,  DPD dan Presiden 17 April 2019 mendatang," tegas Longkutoy yang diaminkan Gobel dan Ibrahim pada perwakilan tokoh masyarakat, tokoh pemuda,  tokoh agama, unsur perempuan,  dan perwakilan siswa pemilih pemula di Kecamatan Touluaan Selatan dan Touluaan, Mitra.

Longkutoy menambahkan,  jika terjadi politik uang saat memilih wakil rakyat nanti, maka yang rugi adalah dua pihak, yakni masyarakat itu sendiri dan calon.

"Mengapa,  karena biasanya kalau ada calon yang membayar suara rakyat, setelah terpilih tak jarang juga akan melakukan tindakan tak terpuji dengan korupsi uang rakyat. Kan kita menyaksikan banyak yang ditangkap KPK karena pejabat korupsi, sebab sudah banyak yang mereka keluarkan membayar suara masyarakat. Nah, kalau orang-orang yang kita pilih ini sudah masuk trali besi,  alias penjara,  siapa lagi yang kita akan harapkan? Yang rugi siapa,  rakyat sendiri kan?," ujar Longkutoy, yang menyatakan akan siap memproses baik secara administrasi,  maupun secara pidana pemilu,  jika ada yang melakukan politik uang.

Demikian ditambahkan Gobel. Baginya, warga harus ada kesadaran untuk tidak mudah dibayar hak suaranya.

"Kita kan sudah buktikan di Pilkada Bupati Mitra beberapa waktu lalu,  nyaris tanpa money politik. Justru ada satu dua orang yang coba-coba membayar suara rakyat,  tapi kami proses dan saat ini ada yang mendekam di penjaran putusan 3 tahun. Jadi mari kita lihat Pilkada yang sukses kemarin," tambah putri terbaik Ratatotok ini.

Wanita yang sempat diunggulkan masuk Bawaslu Sulut karena kemampuan pengawasan yang tak diragukan ini,  namun masih gagal,  mengajak warga Touluaan Selatan dan Touluaan untuk bisa membuat spanduk bertuliskan,  kami menolak politik uang.

"Pasang di pintu masuk kecamatan,  agar semua caleg yang datang melihatnya,  dan rakyat tak lagi bisa dibeli suaranya, sehingga betul-betul memberikan dukungan pada calon yang layak diandalkan ke depan untuk berjuang demi kepentingan rakyat banyak," pesan Gobel.

Sementara Amran meminta,  warga untuk memastikan terdaftar sebagai pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan memastikan memiliki KTP elektronik.

"Dan jika ada hal pelanggaran pemliu yang ditemui warga, tolong hubungi kami dan jajaran Panwaslu kecamatan, dan melampirkan bukti-bukti yang cukup," pungkas Amran.(/Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com - Sebanyak 5 wakil rakyat yang baru dilantik dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) DPRD Mitra,  mencatat sejarah di 12 September 2018.

Mengapa?  Sebab kelimanya,  telah dikukuhkan sebagai Anggota DPRD Mitra,  dan masih akan menjadi tumpuan rakyat 1 tahun ke depan,  sampai September 2019.

Secara otomatis,  hak-hak mereka juga di lembaga yang memiliki 3 fungsi utama,  yakni pengawasan (monitoring),  penganggaran (budjetting),  dan legislasi (menyusun dan mensahkan Perda), akan mereka terima dan jalani.

Berdasarkan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Mitra Rabu,  12 September,  kemarin,  3 dari Anggota DPRD dari PDIP dan dua dari PAN, harus diganti berdasarkan Surat Keputusan Gubernur, oleh karena telah memilih partai lain dalam kontestasi pemilihan legislatif 2019. Dan sebagaimana aturan,  maka mereka harus di ganti oleh peraih suara terbanyak berikutnya.

Dari partai moncong putih, 3 nama itu,  yakni Delly Makalaw,  digantikan Berty Rumochoy, Royke Pelleng digantikan Royke Somba,  dan Dekker Mamusung digantikan Chris Rumansi.

Sementara untuk PAN,  Tommy Lumintang digantikan Felmy Pelleng,  dan Vanda Rantung digeser oleh Mila Karmila Punuhsingon.

Sementara Bupati Mitra James Sumendap SH, dalam sambutannya, mengatakan, sejarah mencatat 12 September 2018 telah dilantik 5 anggota DPRD melanjutkan tugas dalam sisa waktu periode 2014 -2019.

"Hari ini kita menyaksikan suatu era baru bagi PDIP dan PAN, ketika teman-teman kita dilantik menjadi anggota dewan pengganti antar waktu," ujar Sumendap.

Ketua DPC PDIP Mitra ini, menambahkan,  demi kemajuan dan demi kepentingan rakyat Mitra, dia atas nama pemerintah dan rakyat menyambut baik pelantikan ini.

"Untuk itu banyak selamat, serta apresiasi saya yang luar biasa kepada anggota dewan yang baru dilantik yang menunjukan kesetiaan dan dedikasi yang luar biasa. Sebab, anda tidak meninggalkan partai dimana anda bernaung," tegas JS, sapaan akrabnya.

Sebagai politisi, lanjutnya,  konsistensi dari seseorang tentu diukur dari sebuah kesetiaan dengan tidak menghianati apa yang menjadi sebuah janji yang dia ungkapkan terhadap partai.

"Dimana sebelum menjadi anggota partai politik, telah terjadi komitmen perjanjian dan ikatan  yang luar biasa. Hari ini saudara dilantik melaui PAW karena ditinggalkan oleh orang-orang yang telah meninggalkan komitmen-komitmen tersebut," tandas bapak pembangunan Mitra ini.  Untuk itu,  banyak selamat kepada teman teman sekalian.

"Proses demokrasi akan berjalan terus demi kemajuan Mitra. Mari berjuang bersama-sama, bergandengan tangan untuk saling menghargai dan saling menghormati," pesan JS,  sembari meminta keluarga 5 wakil rakyat ini, kiranya terus mendukung demi kelancaran tugas dan tanggungjawab yang diemban.

Rapat paripurna pengucapan sumpah dan janji ini,  dipimpin Ketua DPRD Mitra Drs Tavif Watuseke, didampingi  Wakil Ketua Tonny Hendrik Lasut dan Katrien Mokodaser, serta dihadiri para Anggota DPRD, Wakil Bupati Mitra terpilih Drs Jocke Legi, Ketua KPU Mitra Drs Ascke Benu MSi, Ketua Bawaslu Mitra Drs Jobbie Longkutoy ME, Forkopimda, Sekda Mitra Drs Robby Ngongoloy ME MSi,  para asisten serta jajaran dan undangan lainnya.(/Reagen Pantow).

Ratahan, Sulutnews.com - Sukses. Kata ini sangat tepat diberikan pada KPU Mitra,  sebab lembaga yang diberikan mandat oleh negara untuk menyelenggarakan kontestasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), secara khusus di Pimilihan Bupati dan Wakil Bupati Mitra,  sukses melakukannya secara profesional,  akuntabel dan transparan.

Yang menjadi fakta fenomenal,  lembaga yang dipimpin Ketua Drs Ascke Benu MSi, dan komisioner lainnya, seperti Drs Johnly Pangemanan MSi, Drs Irfan Rabuka MPd, Pdt Fanny Wurangian MTh,  serta Fivi Massie SE, berhasil menjaga tingkat partisipasi pemilih dengan hampir menembus 90 persen.

Mengapa dikatakan fenomenal?  Sebab,  di Mitra itu hanya berlangsung satu pasangan calon,  atau Paslon tunggal. Sulit sebetulnya bagi penyelenggara inj untuk melakukan sisialisasi dan mengingatkan masyarajat untuk datang ke TPS untuk memilih,  karena hanya satu pasangan saja yang berkontestasi.

Namun,  asumsi awal dari beberapa kalangan,  jika tingkat partisipasi masyarakat bakal menurun, apalagi tingkat pragmatisme warga akhir-akhir ini makin naik,  harus kandas, dan terjawab berbalik dengan fakta.

Dan kenyataannya,  Benu dan jajaran sangat sukses menjaga tingkat partisipasi Pilkada Mitra dan terbilang sangat tinggi.

Pragmatisme dan merosotnya tingkat partisipasi masyarakat jelas ada dan telah disorot dalam evaluasi dan pelaporan hasil Pilkada Mitra yang digelar KPU Mitra di Peninsula Hotel,  Manado,  baru-baru ini.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Cak Sunanto, misalnya. Dalam materinya menyebut, hasil riset (penelitian) pihaknya, salah satu problem atau masalah secara nasional,  adalah menurunnya tingkat partisipasi,  diakibatkan pragmatisme rakyat.

“Fenomena masyarakat sekarang adalah,  tingkat pragmatisme yang sangat tinggi. Apalagi di daerah yang hanya memiliki satu calon,  memang dikhawatirkan tingkat partisipasinya," ujar Sunanto, sambil mengurai solusi-solusi yang perlu dilakukan,  melalui materinya.

Meski begitu, Ketua KPU Sulut DR Ardiles Mewoh, yang memberikan materi berikutnya, memberikan apresiasi yang besar Pada Ascke Benu Cs. Dia menilai,  KPU Mitra sangat sukses menggelar Pilkada, dengan dibuktikan partisipasi warga Mitra dalam Pilkada lalu yang sangat tinggi.

"Luar biasa kerja dari KPU Mitra hingga partisipasi pemilih menembus 87 persen lebih. Ini membuktikan kerja KPU sangat keras. Maka saya memberikan nilai A untuk kerja ini," ujar Mewoh, yang dikenal Mantan Ketua KPU Minahasa ini.

Sebelumnya, Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) DR Afitra Salam,  mengaku KPU Mitra tak ada laporan yang menyatakan ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas.

"Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK)," ucapnya.

Melihat kesuksesan besar Benu dan kawan-kawan,  sontak mengundang tanggapan dan masukan peserta mewakili jurnalis Franni Tuju. Dia mengatakan, kesuksesan KPU Mitra dalam menjalankan tugas berat ini,  harus ada reward atau penghargaan yang nyata.

"Jadi saya minta KPU Sulut harus ada apresiasi atau penghargaan yang verbal pada KPU Mitra,  bukan sekedar dengan ungkapan saja," pintah wartawan senior Sulut ini.

Demikian juga pintah Ruland Sandag,  peserta yang hadir atas undangan sebagai Ketua KNPI Mitra. Menurutnya, tidaklah berlebihan, jika ada penghargaan KPU Sulut pada Benu Cs.

"Kan yang bekerja dengan baik,  itu sangat layak dapat hadiah. Nanti kita serahkan pada KPU Sulut yang akan menghargai tugas KPU Mitra ini seperti apa," papar Ketua Jurnalis Minahasa Tenggara (JMT) ini.

Diakhir kegiatan evaluasi secara umum pelaksanaan Pilkada itu, Benu menyampaikan terima kasih pada semua pihak atas dukungan selama ini.

"Kami ucapkan terima kasih pada semua pihak, termasuk media yang sukses mengawal Pilkada. Demikian juga arahan KPU Sulut,  hingga semua berjalan dengan baik," tutup Benu,  yang mengakhiri rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu.(/Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com-Hebat! Kata ini mungkin tepat diungkapkan pada Bupati Mitra James Sumendap SH,  yang kembali memilih dua pejabat cerdas untuk mengisi kekosongan jabatan kepala dinas.

Dua sosok birokrat hebat, yakni Drs Godlieb Mamahit,  yang saat ini menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Setdakab Mitra yang dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PRKP,  dan Drs Piether Owu ME,  sebagai Asisten Administrasi Umum, Setdakab Mitra,  menjadi Plt Kadis PUPR.

Keduanya, melaksanakan tugas kedinasan,  menyusul dua pejabat yang memimpin, yakni Ir Dennij Porajow di PRKP dan DR Welly Munaiseche di PUPR  yang mengundurkan diri dari jabatannya,  sebab telah menjadi Daftar Calon Sementara (DCS), Calon DPRD Kabupaten Mitra dan DPRD Sulut.

Menurut Sumendap dalam sambutan yang disampaikan Sekda Mitra Drs Robby Ngongoloy ME MSi,  Mamahit dan Owu menjalankan tugas kedinasan yang tidak boleh putus sebagai instansi teknis.

"Jadi tugas Pak Mamahit dan Pak Owu untuk melanjutkan tugas yang selama ini dilaksanakan dua pejabat yang sudah mengundurkan diri karena menjadi calon DPRD. Dan memang selain itu, kekosongan ini juga karena keduanya (Porajow-Munaiseche,  red) telah mamemasuki masa pensiun," ujar Ngongoloy,  di ruang kerjanya,  tadi malam (3/9).

Ngongoloy pun berharap,  tugas tambahan pada Mamahit dan Owu,  tidaklah meninggalkan tugas pokok sebagai Asisten I, dan Asisten III,  Pemkab Mitra.

"Tolong jangan sampai juga tugas pokok sebagai asisten ditinggalkan. Dan juga jangan sampai tugas di dinas tak terlaksana dengan baik. Silahkan jalankan tugas dengan baik sampai berakhir tahun anggaran yang sementara berlangsung, sebab banyak hal yang harus kita selesaikan di triwulan 3 ini," pesan Ngongoloy, sembari menjelaskan SK Pensiun untuk Parajow dan Munaiseche akan turun pada waktu dekat ini, sebab sudah dikonsultasikan ke Kemendagri,  termasuk pengisian Plt.

Pejabat energik berdarah Pusomaen ini, pun mengatakan apresiasi yang tulus dari Pemkab Mitra pada peran besar Parajow dan Munaiseche selama menjadi birokrat aktif.

"Kami berikan penghargaan dan apresiasi yang besar atas nama bupati ke Pak Dennij dan Pak Welly yang telah mendesikasikan diri membangun Mitra. Dua pejabat ini adalah orang-orang hebat. Mereka telah turut serta membangun Mitra menjadi lebih baik atas arahan pak bupati. Untuk itu atas nama Pak Bupati James Sumendap SH, menyampaikan ucapan terima kasih,  dan semoga sukses dalam harapan ke depan," pungkas Ngongoloy.

Sekedar diketahui,  Nota Dinas Bupati Mitra ini, terhitung sejak 3 September 2018, dengan Nomor 821/BKPSDM-MT/02/IX-2018 dan Nomor 821/BKPSDM-MT/03/IX-2018.(/Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Mitra Drs Robby Ngongoloy ME MSi,  mengikuti Assesment Centre di Biro SDM, Polda Sulut,  Kamis (30/8), kemarin.

Apa itu Assesment Centre?  Program ini ternyata sebagai metode penilaian standar keberhasilan seseorang dalam suatu jabatan, dengan fungsi membantu organisasi untuk mengidentifikasi individu yang potensial.

"Kegiatan ini dalam rangka untuk membantu organisasi mengidentifikasi individu yang potensial untuk sukses pada satu posisi managerial serta mengembangkan keterampilan," jelas Ngongoloy.

Acara yang dihadiri seluruh sekda se Sulut ini,  juga memperjelas Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2016 tentang Assessment Centre di lingkungan Polri dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017, tentang manajemen PNS.

Ngongoloy dalam rilis yang dikirim oleh Bagian Humas dan Protokol Mitra dibawah pimpinan Franky Wowor SSos,  mengutip, apa disampaikan  oleh Kombes Pol Benny Bawensel SIK MH dan tim SDM Polri, bahwa manfaat Assesment Centre adalah, untuk meningkatkan SDM yg meliputi kebijakan, standart kompetensi individu.

"Selain itu juga penting bagi organisasi dan individu dalam pembinaan karir personal secara transparan, akuntabel, objektif berbasis kompetensi," terang pejabat hebat Mitra yang sudah melewati beberapa jabatan penting.

Lebih lanjut, putra berdarah Pusomaen ini menyebut, anggaran untuk pelaksanaan Assesment Centre pada setiap daerah, akan disesuikan dengan kondisi usulan anggaran tiap daerah kota/kabupaten.(/Reagen Pantow)

Ratahan,Sulutnews.com-Perjuangan Bupati Mitra James Sumendap SH untuk kesejahteraan rakyat Mitra, tak berhenti dilakukan. Karya JS,  sapaan akrab bupati hebat ini,  terus saja nyata. Buktinya,  ada 40 Kelompok Usaha Bersama (KUBE)  perkotaan,  di tiap kelurahan,  Kecamatan Ratahan, hari ini (30/8) menerima bantuan.

Menurut Sumendap,  yang disampaikan Kepala Dinas Sosial Mitra Fenggi Wurangian SE MSi,  masing-masing kelompok menerima Rp20 juta.

"Penyaluran ini melalui Bank BRI,  dan langsung ke kelompok masing-masing, berjumlah Rp20 juta," ujar Wurangian.

Dia menambahkan,  bantuan KUBE ini, tak lepas dari perjuangan bupati di Kementerian Sosial RI.

"Luar biasa peran dan perhatian Pak Bupati James pada kita warga Mitra,  khususnya pada kelompok. Ini membuktikan bahwa pak bupati peduli dengan kesejahteraan kita," tambaH Wurangian.

Untuk itu,  Wurangian berharap, bantuan ini bisa digunakan dengan baik, sesuai kebutuhan kelompok.

"Mari kita jadikan bantuan ini untuk memacu semangat kita dalam setiap usaha dalam kelompok masing-masing, sehingga modal usaha kita akan sukses, demi kesejahteraan anggota," pesan Wurangian.(/Reagen Pantow)