Ratahan, Sulutnews.com - Sebanyak 5 wakil rakyat yang baru dilantik dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) DPRD Mitra,  mencatat sejarah di 12 September 2018.

Mengapa?  Sebab kelimanya,  telah dikukuhkan sebagai Anggota DPRD Mitra,  dan masih akan menjadi tumpuan rakyat 1 tahun ke depan,  sampai September 2019.

Secara otomatis,  hak-hak mereka juga di lembaga yang memiliki 3 fungsi utama,  yakni pengawasan (monitoring),  penganggaran (budjetting),  dan legislasi (menyusun dan mensahkan Perda), akan mereka terima dan jalani.

Berdasarkan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Mitra Rabu,  12 September,  kemarin,  3 dari Anggota DPRD dari PDIP dan dua dari PAN, harus diganti berdasarkan Surat Keputusan Gubernur, oleh karena telah memilih partai lain dalam kontestasi pemilihan legislatif 2019. Dan sebagaimana aturan,  maka mereka harus di ganti oleh peraih suara terbanyak berikutnya.

Dari partai moncong putih, 3 nama itu,  yakni Delly Makalaw,  digantikan Berty Rumochoy, Royke Pelleng digantikan Royke Somba,  dan Dekker Mamusung digantikan Chris Rumansi.

Sementara untuk PAN,  Tommy Lumintang digantikan Felmy Pelleng,  dan Vanda Rantung digeser oleh Mila Karmila Punuhsingon.

Sementara Bupati Mitra James Sumendap SH, dalam sambutannya, mengatakan, sejarah mencatat 12 September 2018 telah dilantik 5 anggota DPRD melanjutkan tugas dalam sisa waktu periode 2014 -2019.

"Hari ini kita menyaksikan suatu era baru bagi PDIP dan PAN, ketika teman-teman kita dilantik menjadi anggota dewan pengganti antar waktu," ujar Sumendap.

Ketua DPC PDIP Mitra ini, menambahkan,  demi kemajuan dan demi kepentingan rakyat Mitra, dia atas nama pemerintah dan rakyat menyambut baik pelantikan ini.

"Untuk itu banyak selamat, serta apresiasi saya yang luar biasa kepada anggota dewan yang baru dilantik yang menunjukan kesetiaan dan dedikasi yang luar biasa. Sebab, anda tidak meninggalkan partai dimana anda bernaung," tegas JS, sapaan akrabnya.

Sebagai politisi, lanjutnya,  konsistensi dari seseorang tentu diukur dari sebuah kesetiaan dengan tidak menghianati apa yang menjadi sebuah janji yang dia ungkapkan terhadap partai.

"Dimana sebelum menjadi anggota partai politik, telah terjadi komitmen perjanjian dan ikatan  yang luar biasa. Hari ini saudara dilantik melaui PAW karena ditinggalkan oleh orang-orang yang telah meninggalkan komitmen-komitmen tersebut," tandas bapak pembangunan Mitra ini.  Untuk itu,  banyak selamat kepada teman teman sekalian.

"Proses demokrasi akan berjalan terus demi kemajuan Mitra. Mari berjuang bersama-sama, bergandengan tangan untuk saling menghargai dan saling menghormati," pesan JS,  sembari meminta keluarga 5 wakil rakyat ini, kiranya terus mendukung demi kelancaran tugas dan tanggungjawab yang diemban.

Rapat paripurna pengucapan sumpah dan janji ini,  dipimpin Ketua DPRD Mitra Drs Tavif Watuseke, didampingi  Wakil Ketua Tonny Hendrik Lasut dan Katrien Mokodaser, serta dihadiri para Anggota DPRD, Wakil Bupati Mitra terpilih Drs Jocke Legi, Ketua KPU Mitra Drs Ascke Benu MSi, Ketua Bawaslu Mitra Drs Jobbie Longkutoy ME, Forkopimda, Sekda Mitra Drs Robby Ngongoloy ME MSi,  para asisten serta jajaran dan undangan lainnya.(/Reagen Pantow).

Ratahan, Sulutnews.com - Sukses. Kata ini sangat tepat diberikan pada KPU Mitra,  sebab lembaga yang diberikan mandat oleh negara untuk menyelenggarakan kontestasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), secara khusus di Pimilihan Bupati dan Wakil Bupati Mitra,  sukses melakukannya secara profesional,  akuntabel dan transparan.

Yang menjadi fakta fenomenal,  lembaga yang dipimpin Ketua Drs Ascke Benu MSi, dan komisioner lainnya, seperti Drs Johnly Pangemanan MSi, Drs Irfan Rabuka MPd, Pdt Fanny Wurangian MTh,  serta Fivi Massie SE, berhasil menjaga tingkat partisipasi pemilih dengan hampir menembus 90 persen.

Mengapa dikatakan fenomenal?  Sebab,  di Mitra itu hanya berlangsung satu pasangan calon,  atau Paslon tunggal. Sulit sebetulnya bagi penyelenggara inj untuk melakukan sisialisasi dan mengingatkan masyarajat untuk datang ke TPS untuk memilih,  karena hanya satu pasangan saja yang berkontestasi.

Namun,  asumsi awal dari beberapa kalangan,  jika tingkat partisipasi masyarakat bakal menurun, apalagi tingkat pragmatisme warga akhir-akhir ini makin naik,  harus kandas, dan terjawab berbalik dengan fakta.

Dan kenyataannya,  Benu dan jajaran sangat sukses menjaga tingkat partisipasi Pilkada Mitra dan terbilang sangat tinggi.

Pragmatisme dan merosotnya tingkat partisipasi masyarakat jelas ada dan telah disorot dalam evaluasi dan pelaporan hasil Pilkada Mitra yang digelar KPU Mitra di Peninsula Hotel,  Manado,  baru-baru ini.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Cak Sunanto, misalnya. Dalam materinya menyebut, hasil riset (penelitian) pihaknya, salah satu problem atau masalah secara nasional,  adalah menurunnya tingkat partisipasi,  diakibatkan pragmatisme rakyat.

“Fenomena masyarakat sekarang adalah,  tingkat pragmatisme yang sangat tinggi. Apalagi di daerah yang hanya memiliki satu calon,  memang dikhawatirkan tingkat partisipasinya," ujar Sunanto, sambil mengurai solusi-solusi yang perlu dilakukan,  melalui materinya.

Meski begitu, Ketua KPU Sulut DR Ardiles Mewoh, yang memberikan materi berikutnya, memberikan apresiasi yang besar Pada Ascke Benu Cs. Dia menilai,  KPU Mitra sangat sukses menggelar Pilkada, dengan dibuktikan partisipasi warga Mitra dalam Pilkada lalu yang sangat tinggi.

"Luar biasa kerja dari KPU Mitra hingga partisipasi pemilih menembus 87 persen lebih. Ini membuktikan kerja KPU sangat keras. Maka saya memberikan nilai A untuk kerja ini," ujar Mewoh, yang dikenal Mantan Ketua KPU Minahasa ini.

Sebelumnya, Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) DR Afitra Salam,  mengaku KPU Mitra tak ada laporan yang menyatakan ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas.

"Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK)," ucapnya.

Melihat kesuksesan besar Benu dan kawan-kawan,  sontak mengundang tanggapan dan masukan peserta mewakili jurnalis Franni Tuju. Dia mengatakan, kesuksesan KPU Mitra dalam menjalankan tugas berat ini,  harus ada reward atau penghargaan yang nyata.

"Jadi saya minta KPU Sulut harus ada apresiasi atau penghargaan yang verbal pada KPU Mitra,  bukan sekedar dengan ungkapan saja," pintah wartawan senior Sulut ini.

Demikian juga pintah Ruland Sandag,  peserta yang hadir atas undangan sebagai Ketua KNPI Mitra. Menurutnya, tidaklah berlebihan, jika ada penghargaan KPU Sulut pada Benu Cs.

"Kan yang bekerja dengan baik,  itu sangat layak dapat hadiah. Nanti kita serahkan pada KPU Sulut yang akan menghargai tugas KPU Mitra ini seperti apa," papar Ketua Jurnalis Minahasa Tenggara (JMT) ini.

Diakhir kegiatan evaluasi secara umum pelaksanaan Pilkada itu, Benu menyampaikan terima kasih pada semua pihak atas dukungan selama ini.

"Kami ucapkan terima kasih pada semua pihak, termasuk media yang sukses mengawal Pilkada. Demikian juga arahan KPU Sulut,  hingga semua berjalan dengan baik," tutup Benu,  yang mengakhiri rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu.(/Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com-Hebat! Kata ini mungkin tepat diungkapkan pada Bupati Mitra James Sumendap SH,  yang kembali memilih dua pejabat cerdas untuk mengisi kekosongan jabatan kepala dinas.

Dua sosok birokrat hebat, yakni Drs Godlieb Mamahit,  yang saat ini menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Setdakab Mitra yang dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PRKP,  dan Drs Piether Owu ME,  sebagai Asisten Administrasi Umum, Setdakab Mitra,  menjadi Plt Kadis PUPR.

Keduanya, melaksanakan tugas kedinasan,  menyusul dua pejabat yang memimpin, yakni Ir Dennij Porajow di PRKP dan DR Welly Munaiseche di PUPR  yang mengundurkan diri dari jabatannya,  sebab telah menjadi Daftar Calon Sementara (DCS), Calon DPRD Kabupaten Mitra dan DPRD Sulut.

Menurut Sumendap dalam sambutan yang disampaikan Sekda Mitra Drs Robby Ngongoloy ME MSi,  Mamahit dan Owu menjalankan tugas kedinasan yang tidak boleh putus sebagai instansi teknis.

"Jadi tugas Pak Mamahit dan Pak Owu untuk melanjutkan tugas yang selama ini dilaksanakan dua pejabat yang sudah mengundurkan diri karena menjadi calon DPRD. Dan memang selain itu, kekosongan ini juga karena keduanya (Porajow-Munaiseche,  red) telah mamemasuki masa pensiun," ujar Ngongoloy,  di ruang kerjanya,  tadi malam (3/9).

Ngongoloy pun berharap,  tugas tambahan pada Mamahit dan Owu,  tidaklah meninggalkan tugas pokok sebagai Asisten I, dan Asisten III,  Pemkab Mitra.

"Tolong jangan sampai juga tugas pokok sebagai asisten ditinggalkan. Dan juga jangan sampai tugas di dinas tak terlaksana dengan baik. Silahkan jalankan tugas dengan baik sampai berakhir tahun anggaran yang sementara berlangsung, sebab banyak hal yang harus kita selesaikan di triwulan 3 ini," pesan Ngongoloy, sembari menjelaskan SK Pensiun untuk Parajow dan Munaiseche akan turun pada waktu dekat ini, sebab sudah dikonsultasikan ke Kemendagri,  termasuk pengisian Plt.

Pejabat energik berdarah Pusomaen ini, pun mengatakan apresiasi yang tulus dari Pemkab Mitra pada peran besar Parajow dan Munaiseche selama menjadi birokrat aktif.

"Kami berikan penghargaan dan apresiasi yang besar atas nama bupati ke Pak Dennij dan Pak Welly yang telah mendesikasikan diri membangun Mitra. Dua pejabat ini adalah orang-orang hebat. Mereka telah turut serta membangun Mitra menjadi lebih baik atas arahan pak bupati. Untuk itu atas nama Pak Bupati James Sumendap SH, menyampaikan ucapan terima kasih,  dan semoga sukses dalam harapan ke depan," pungkas Ngongoloy.

Sekedar diketahui,  Nota Dinas Bupati Mitra ini, terhitung sejak 3 September 2018, dengan Nomor 821/BKPSDM-MT/02/IX-2018 dan Nomor 821/BKPSDM-MT/03/IX-2018.(/Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Mitra Drs Robby Ngongoloy ME MSi,  mengikuti Assesment Centre di Biro SDM, Polda Sulut,  Kamis (30/8), kemarin.

Apa itu Assesment Centre?  Program ini ternyata sebagai metode penilaian standar keberhasilan seseorang dalam suatu jabatan, dengan fungsi membantu organisasi untuk mengidentifikasi individu yang potensial.

"Kegiatan ini dalam rangka untuk membantu organisasi mengidentifikasi individu yang potensial untuk sukses pada satu posisi managerial serta mengembangkan keterampilan," jelas Ngongoloy.

Acara yang dihadiri seluruh sekda se Sulut ini,  juga memperjelas Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2016 tentang Assessment Centre di lingkungan Polri dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017, tentang manajemen PNS.

Ngongoloy dalam rilis yang dikirim oleh Bagian Humas dan Protokol Mitra dibawah pimpinan Franky Wowor SSos,  mengutip, apa disampaikan  oleh Kombes Pol Benny Bawensel SIK MH dan tim SDM Polri, bahwa manfaat Assesment Centre adalah, untuk meningkatkan SDM yg meliputi kebijakan, standart kompetensi individu.

"Selain itu juga penting bagi organisasi dan individu dalam pembinaan karir personal secara transparan, akuntabel, objektif berbasis kompetensi," terang pejabat hebat Mitra yang sudah melewati beberapa jabatan penting.

Lebih lanjut, putra berdarah Pusomaen ini menyebut, anggaran untuk pelaksanaan Assesment Centre pada setiap daerah, akan disesuikan dengan kondisi usulan anggaran tiap daerah kota/kabupaten.(/Reagen Pantow)

Ratahan,Sulutnews.com-Perjuangan Bupati Mitra James Sumendap SH untuk kesejahteraan rakyat Mitra, tak berhenti dilakukan. Karya JS,  sapaan akrab bupati hebat ini,  terus saja nyata. Buktinya,  ada 40 Kelompok Usaha Bersama (KUBE)  perkotaan,  di tiap kelurahan,  Kecamatan Ratahan, hari ini (30/8) menerima bantuan.

Menurut Sumendap,  yang disampaikan Kepala Dinas Sosial Mitra Fenggi Wurangian SE MSi,  masing-masing kelompok menerima Rp20 juta.

"Penyaluran ini melalui Bank BRI,  dan langsung ke kelompok masing-masing, berjumlah Rp20 juta," ujar Wurangian.

Dia menambahkan,  bantuan KUBE ini, tak lepas dari perjuangan bupati di Kementerian Sosial RI.

"Luar biasa peran dan perhatian Pak Bupati James pada kita warga Mitra,  khususnya pada kelompok. Ini membuktikan bahwa pak bupati peduli dengan kesejahteraan kita," tambaH Wurangian.

Untuk itu,  Wurangian berharap, bantuan ini bisa digunakan dengan baik, sesuai kebutuhan kelompok.

"Mari kita jadikan bantuan ini untuk memacu semangat kita dalam setiap usaha dalam kelompok masing-masing, sehingga modal usaha kita akan sukses, demi kesejahteraan anggota," pesan Wurangian.(/Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sulut dr Bahagia Mokoagow,  menyebut,  Disdukcapil Mitra dibawah pimpinan Kepala Dinas David Lalandos AP MM,  sangat baik.

Hal itu disampaikan Mokoagow,  disela-sela kunjungan kerjanya di Disdukcapil Mitra,  tadi siang (29/8).

"Kedatangan saya memang sebagai bagian dari program kami untuk melihat langsung Disdukcapil di daerah,  dan hari ini kami ke Mitra. Dan pantauan dan penilaian kami, Disdukcapil Mitra baik," ujar Mantan Dirut Rumah Sakit Ratumbuysang ini.

Dia meyakini,  dibawah Lalandos kantor yang setiap harinya melayani rakyat,  dibidang kependudukan dan catatan sipil,  akan terus berpresasi.

"Saya tak ragukan, karena kadisnya hebat,  karena lulusan STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri). Jadi pasti mantab," ucap Bahagia.

Sementara itu, Lalandos menyampaikan terima kasih atas kunjungan Mokoagow ke kantornya.

"Ini menjadi spesial bagi kami,  sebab kepala dinas yang langsung datang. Mungkin di daerah lain karena kesibukan ibu kadis,  tak sempat mengunjungi langsung,  hanya mungkin diwakilkan pada staf. Maka ini juga akan semakin memacu kami untuk bekerja lebih baik demi rakyat Mitra yang kami cintai," pungkas Lalandos,  pejabat Eselon II hebat, yang sementara mengikuti Diklat Pim II di Jakarta. (Reagen Pantow).

Maumbi, Sulutnews.com - Bupati Mitra James Sumendap SH,  melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Mitra Drs.Robby Ngongoloy, ME MSi,  mengingatkan 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menduduki jabatan Esselon IVA, yang mengikuti Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklat PIM) Tingkat IV, di Badan Diklat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (23/08), harus melahirkan hal-hal yang inovatif.

Hal itu disampaikan Ngongoloy,  saat membuka dan memberikan sambutannya,  kemarin.

Menurut Ngongoloy,  Diklat PIM ini,  merupakan salah satu tahapan pengembangan kualitas aparatur, untuk pemenuhan kompetensi jabatan struktural.

"Jadi bukan sekedar memenuhi persyaratan administratif atau formalitas belaka, namun saya berharap saudara-saudara usai mengikutinya akan membawa dampak yang riil bagi peningkatan kinerja melalui penambahan wawasan, pengetahuan dan pembentukan sikap mental. Makanya harus ikuti Diklat ini dengan serius dan disiplin," harapnya.

Hal yang sama diharapkan Kepala BKPSDM Mitra Sartje Taogan. Menurutnya, pejabat Esselon IV yang terseleksi ikut Diklat ini, selalu mempelajari hal-hal yang baru ditempat tugas.

"Sebanyak 40 orang, tersebar di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Mitra,  akan digembleng selama 97 hari kerja dengan 893 jam pelajaran. Inti Diklat ini adalah jadi pemimpin perubahan," tambah Taugan.

Demikian harapan Kepala Bidang Pengembangan Kompetansi Managerial Badan Diklat Sulut Drs Jahja Rondonuwu MSi.  Dia berpesan, peserta Diklat harus bisa memberikan gagasan baru dalam pemerintahan.

"Cetuskan ide brilian dengan menghadirkan Proyek Perubahan (Proper) inovatif yang berdampak baik bagi sistem birokrasi untuk kemajuan peradaban bangsa," pesan Rondonuwu.(/Reagen Pantow)

 

Ratahan, Sulutnews.com - Menjelang masa berakhir jabatan Bupati Mitra Periode 2013-2018, James Sumendap SH,  kembali cetak sejarah di bidang pariwisata.

JS,  begitu dia disapa, akhirnya meninggalkan tinta emas, diakhir periode pertama ini. 

Dari sederet capaian dan prestasi yang diukir, apakah bidang infrastruktur,  kesehatan,  pendidikan dan perekonomian, bidang pariwisata kembali menjadi perhatian serius sang arsitek pembangunan Mitra ini.

Buktinya,  pekan ini,  JS berhasil melakukan Memorandum of Understanding (MoU), atau sebuah nota kesepakatan kerjasama di bidang pariwisata dengan dua kabupaten yang dikenal punya tempat wisata unik,  yakni Kabupaten Toraja Utara, dan Kabupaten Toraja,  Selawesi Selatan dua hari berturut-turut pada minggu ini.

JS yang melakukan perjalanan darat dengan memboyong para pejabat-pejabat hebat, baik asisten, kadis dan kabag-kabag,  sungguh-sungguh menghasilkan kontribusi yang nyata untuk Mitra yang lebih hebat dibidang pariwisata.

MoU  yang pertama digelar Selasa 21 Agustus, langsung dilakukan bersama antara Sumendap dan Bupati Toraja Utara Dr Kalatiku Paembonan MSi, bertempat di rumah dinas bupati.

Sementara, Rabu (22/08) JS menandatangani MoU bidang Pariwisata dengan Bupati Tana Toraja Ir Nocodemus Biringkanae, dan disaksikan Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara SH, Sekda Tana Toraja DR Ir Samuel Tande Bura MM, bahkan juga dari Pemkab Mitra, Asisten III Drs Piether D Owu ME, Asiten I GH Mamahi, Kepala Dinas Pariwisata Drs Desten Katiandagho,  serta pejabat lain yang terkait. (Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com - Tenaga Harian Lepas (THL) di Pemkab Minahasa Tenggara, terus dievaluasi kinerjanya. Jika tiga hari tak masuk kantor tanpa informasi yang jelas, maka akan diberhentikan.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Mitra Drs. Robby Ngongoloy, ME MSi, saat melakukan Isnpeksi Mendadak (Sidak) di lingkup sekretariat daerah (Setda), tepatnya di setiap bagian, Senin (20/08).

"THL harus aktif masuk kantor setiap hari. Dan harus mengikuti apel,  selanjutnya mengisi absen manual,  bukan hanya finger print.  Bukan hanya itu,  THL juga harus ada buku harian untuk mengisinya terkait apa yang dikerjakan setiap hari," tegas Ngongoloy.

Putra Pusomaen yang dikenal birokrat andal Mitra,  menambahkan,  bukan hanya THL yang terus dipantau kinerja dan kehadirannya,  tapi juga Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kehadiran ASN juga kita akan cek. Semua punya sanksi, bukan hanya THL. Jika tak menjalankan tugas dengan baik ada sanksi yang menanti," pungkas Ngongoloy, sembari berpesan semua jajaran untuk menjaga kebersihan masing-masing.(/Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com - Nama IPTU Wensy Saerang SE,  terus saja menjadi buah bibir warga Mitra. Mulai dari kalangan pemuda, ASN, sampai lansia sekalipun,  sepertinya bangga dengan sosok yang ditampilkan perwira polisi yang kini menjabat Kapolsek Tombatu,  Mitra ini.

Mengapa?  Karena,  baru-baru ini,  sosok pria yang murah senyum dan akrab dengan siapa saja, sukses menjalankan tugas negara,  yakni menjadi Komandan Upaca di HUT RI ke 73, dimana Inspektur Upacaranya adalah Bupati Mitra James Sumendap SH.

Wensy terlihat sangat siap, dan sungguh menjalankan kepercayaan ini dengan sangat baik. Tak heran,  proses upacara berjalan dengan sangat baik.

Karena upacara berlangsung sangat baik,  Sumendap pun diakhir upacara menjemput Wensy, sembari mengatakan ucapan terima kasih atas tugas yang sukses dijalankan.

Meski begitu,  saat bersua di Pawai Pembangunan di Tombatu 18 Agustus,  Wensy pun berucap sangat merendah. Pelatih Paskibraka Mitra ini,  menyebut,  apa yang dia kerjakan itu,  adalah implementasi rasa bangganya menjadi anak bangsa yang berada dikesatuan polisi, bukan karena dia hebat.

"Inikan hanya kepercayaan pimpinan.  Maka, sebagai komandan upacara di HUT RI ke 73 yang digelar Pemkab Mitra di Lapangan Ompi,  Ratahan,  tugas yang mulia ini,  harus saya laksanakan dengan baik.  Dan sebuah kebanggaan saya juga,  ketika melihat Inspektur upacara, yakni pak James Sumendap bukan hanya bersemangat,  tapi sangat haruh mengikuti upacara. Ini menjadi momentum bersejarah yang tak saya lupakan," ucap Wensy.

Pria lulusan terbaik perwira polisi yang sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan dari Kapolres Minsel/Mitra atas prestasi tugas, dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan,  termasuk di kepemudaan,  dimana dia menjadi Wakil Ketua KNPI Mitra mendampingi Ketua Ruland Sandag,  menambahkan, momentum menjadi komandan upacara HUT RI 73 ini,  merangsang semangatnya untuk terus mengabdi, berjuang,  dan berkarya untuk negeri tercinta.

"Yang pasti sebagai seorang polisi, saya juga bukan sekedar mengamankan wilayah negara dimana saya ditugaskan untuk tidak ada gangguan kamtibmas,  tapi bagaimana juga bisa menjadikan warga sekitar untuk bisa maju bersama dalam semua bidang. Dan saya siap terus melayani warga berdasarkan aturan yang ada. Dirgahayu Indonesia-ku ke 73 tahun. Majulah Mitra, Sulut dan Indonesia tercinta," tutup yang akrab dengan wartawatan, yang juga baru saja mengikuti Pesparawi Nasional di Pontianak, Kalbar, Utusan Sulawesi Utara North Sulawesi Male Choir.(/Reagen Pantow)