Ratahan, sulutnews.com — Peran Dinas Kearsipan Minahasa dalam sistem pemerintahan,  pembangunan dan agenda kemasyarakatan umum,  tak bisa dipandang sebelah mata.

Kemajuan daerah yang dipimpin James Sumendap SH dan Drs Jocke Legi ini,  juga turut ditentukan oleh instansi yang dipimpin Dr Saul Arikalang.

Hal ini diakui Sekretaris Daerah (Sekda) Mitra Drs Robby Ngongoloy ME MSi,  saat membuka acara sosialisasi/penyuluhan kearsipan di lingkungan instansi Pemkab Mitra, Selasa (14/11), di Resto Green Garden Ratahan.

Menurut Ngongoloy, dinas kearsipan memiliki peran strategis dalam semua aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang ada.

“Karena di dinas kearsipan inilah,  tersimpan data-data penting daerah yang kemungkinan akan dicari di tahun-tahun mendatang oleh pihak-pihak yang berkompeten. Capaian daerah ini lewat bergam penghargaan di arsipkan diaini,” ucap Ngongoloy.

Birokrat Eselon IIA hebat Mitra ini,  menghimbau,   seluruh perangkat daerah atau instansi pemerintah agar dapat memperhatikan dokumen-dokumen penting yang berpotensi dicari pada waktu mendatang.

"Harus ada tempat khusus yang dijamin keamanannya untuk menyimpan dokumen yang dianggap penting. Harus diarsipkan dengan baik," ajak Ngongoloy.

Untuk itu,  lanjut birokrat yang sudah banyak kali menduduki jabatan Eselon IIb ini,  berpesan jangan menganggap remeh soal mengarsipkan semua dokumen kantor.

"Kalau kita paham betapa pentingnya menyimpan hal-hal yang dianggap penting,  maka saya yakin dikemudian hari data-data tersebut akan tetap ditemukan dengan aman," ucap Ngongoloy, sembari berharap ke depan seluruh instansi memiliki perpustakan sendiri untuk menarik minat membaca ASN dan warga Mitra.

Sementara Arikalang,  menyebut, pihaknya sengaja menggelar acara ini dan menghadirkan pembicara dari provinsi,  agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Mitra bisa memahami cara pengarsipan dengan baik dan benar," pungkas Arikalang.(/Reagen Pantow)

Ratahan, sulutnews.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Mitra siang tadi (15/11) melakukan pemusnahan asset yang dianggap sudah tidak bisa lagi dimanfaatkan karena sudah rusak berat atau telah habis asas manfaatnya.

Menurut Kepala Disdik Mitra Djell Waruis SPt MM,  pemusnahan aset ini pertama kali terjadi di jajaran pendidikan Mitra.

"Jadi yang dimusnakan adalah asset dalam bahan kayu dan barang habis pakai kertas. Tentunya aset atau barang yang sudah tak ada nilainya lagi jika dilelang,  atau yang sudah sangat berat kerusakannya," ujar Waruis.

Pejabat perempuan hebat Mitra ini,  menambahkan, aset yang di musnahkan ini sudah melalui tahapan ferifikasi dan validasi data dari Disdik Mitra dan Inspektorat Mitra.

"Setelah proses yang sangat ketat ini, tentunya diputuskan untuk dimusnahkan," terang Waruis.

Dia menjelaskan lagi,  pemusnahan hari ini,  dihadiri Asisten I Pemkab Mitra Drs GH Mamahit,  Inspektur Robert Rogahang SE,  Kabid Asset BKD Mitra Laorens Manopo SE ME, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pihak kepolisian serta pihaknya.

"Jadi semua pihak hadir menyaksikan pemusnahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mitra. Tempat ini dipilih setelah berkoordinasi dengan pihak DLH,  agar tak menimbulkan polusi," pungkas Waruis.(/Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com – Program Bupati Mitra James Sumendap SH, dimana Mitra akan bebas dari sampah plastik,  langsung direspon Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Minahasa Tenggara Djein Leonora Rende SE AK (DLR).

DLR pun menyatakan, punya komitmen yang sama. Karena kepedulian dari wanita yang ramah,  murah senyum dan sangat bersahaja ini, DLR akhirnya menyampaikan seruan moralnya.

Menurutnya,  untuk menjadikan Mitra bebas sampah plastik,  adalah menjadi tanggungjawab semua pihak,  baik pemerintah maupun masyarakat.

“Untuk itu saya mengajak warga untuk mulai mengurangi sampah plastik,” seru Djein saat menghadiri dan membuka sosialiasi pengelolaan persampahan dan pembentukan bank sampah, serta pengendalian pencemaran limbah domestik yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mitra,  Rabu (14/11).

Istri tercinta Bupati Mitra dua periode ini,  menambahkan,  TP-PKK siap menjadi garda terdepan dalam upaya mengurangi penggunaan bahan dan sampah plastik di daerah tercinta ini.

“PKK akan menjadi garda terdepan mendukung pemerintah kabupaten untuk pengelolaan sampah, sehingga dapat tercipta pengelolaan sampah yang mandiri dan berwawasan lingkungan,” tegas DLR.

Mengapa?  Karena menurutnya, bahan plastik, sekali pakai sangat berbahaya dan mengancam lingkungan alam.

"Plastik juga mempunyai kontribusi paling besar dalam produksi sampah, maka ini harus kita antisipasi mulai sekarang dengan cepat, jika tidak sampah ini akan memberikan efek negatif bagi kesehatan kita," tandas Djein.

Sementara itu, Kepala DLH Mitra Dr Tommy Soleman, mengatakan, sosialisasi tersebut melibatkan berbagai latar belakang kelompok masyarakat.

“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan ibu Djein,  sebab masalah sampah plastik menjadi tanggungjawab semua pihak untuk dibersihkan dari Mitra," tutur Soleman.

Dia mengaku sepakat dengan DLR, soal sampah plastik menjadi musuh bersama.

"Ini juga saya lihat harus ada komitmen yang sama seluruh elemen masyarakat. Makanya kami menggelar sosialisasi ini, agar kita punya persepsi yang sama untuk tidak lagi sembarangan membuang sampah plastik dan tidak lagi menggunakannya," papar Soleman,  birokrat andal Mitra yang sempat masuk 3 besar dalam test dan seleksi Calon Sekretaris Daerah Mitra beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, penanganan masalah sampah menjadi perhatian serius dari pihaknya.

"Untuk itu,  saya berharap agar masyarakat mengurangi penggunaan produk kemasan plastik sekali pakai," pesan Soleman. (Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora)  Mitra Boyke Akay SE ME,  menyatakan, dua proyek pengadaan pusat kegiatan kepemudaan dan sarana olahraga,  yakni Jogging Track (Lintasan) di Lapangan Ompi,  Ratahan,  dan Sport Hall (Gelanggang Olahraga) di samping Kantor Bupati Mitra,  terus dikawal dan dipacu pekerjaannya sampai tepat waktunya.

"Tentunya sebagaimana kontrak kerja dengan pihak perusahaan,  yang Jogging Track sampai akhir November,  dan Sport Hall sampai akhir tahun 2018 ini,  maka saya pastikan semua akan berjalan dengan mulus," ujar Akay.

Pejabat yang dikenal sangat aktif masuk kantor, menambahkan,  meski pihaknya mendorang penkerjaan tepat waktu, namun masalah kualitas kerja tetap menjadi prioritas.

"Soal kualitas pekerjaam menjadi keharusan bagi kami untuk mengawalya. Sebagaimana instruksi pak Bupati Mitra Jemes Sumendap SH,  agar pekerjaan fisik harus tepat waktu dan tanpa melupakan kualitasnya,  maka ini yang kami lakukan," tegas Akay.

Usai pekerjaan, Akay pun, berharap,  dua tempat pusat kegiatan olahraga dan menggali potensi pemuda ini,  dapat digunakan seluruh atlit dan pemuda,  bahkan warga Mitra.

"Kami berharap semua dimanfaatkan dengan baik fasilitas-fasiltas ini. Sebab ini upaya pak bupati dalam menjawab dan mengembangkan semua potensi pemuda Mitra. Lebih dari ini olahraga untuk kesehatan warga,  menjadi perhatian pak bupati,  hingga lahirlah fasilitas ini. Maka mari kita manfaatkan dengan baik nantinya," pesan Akay,  mantan camat di beberapa kecamatan ini.

Sekedar diketahui,  pengerjaan jogging track dibiayai oleh APBD Sulut dengan nilai Rp1Miliar, dan sport hall dibiayai dengan anggaran APBD Mitra untuk tahap dua Rp1,4 Miliar.(/Reagen Pantow)

Ratahan, sulutnews.com - Ketua Tim Penggerak PKK yang dikenal istri tercinta Bupati Mitra James Sumendap SH,  Djein Leonora Rende SE Ak (DLR), langsung menanggapi pesan penting sang suami.

Dimana,  Sumendap menyatakan PKK akan menjadi Mitra strategis Pemkab Mitra untuk mengangkat kesejahteraan masyatakat.

Terbukti,  dalam sambutan usai pelantikan pengurus TP PKK Minahasa Tenggara,  kemarin,  Rende langsung menyatakan, pihaknya siap untuk membangun kemitraan yang strategis dengan pemerintah.

"Kami senang dengan harapan Pemkab Mitra,  dimana PKK Mitra akan menjadi mitra pemerintah. Untuk itu,  saya katakan PKK akan siap menjalan program PKK demi mengangkat kesejahteraan anggota," ujar Rende.

Wanita murah senyum yang dikenal sangat bersahaja ini,  menambahkan, TP PKK kabupaten akan siap untuk menjalankan program kerja,  dimana itu akan dilakukan demi kemajuan seluruh anggota PKK di Mitra.

"Untuk itu kepada pengurus yang baru dilantik untuk bisa bekerja bersama-sama. Saya berharap komitmen kita dengan pemerintah kita jalankan dengan baik. Dan semua kerja kita untuk kemajuan anggota PKK dan seluruh rakyat Mitra yang kita cintai ini," papar Calon Anggota DPRD Sulut Daerah Pemilihan Mitra dan Minsel dari Partai PDIP nomor urut 3 ini.(Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com - Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap SH,  menyebut,  Tim Penggerak PKK Minahasa Tengara akan menjadi mitra strategis Pemkab Mitra.

Hal ini disampaikan JS,  sapaan akrab bupati dua periode Mitra ini,  saat melantik pengurus TP PKK Mitra periode 2018-2023, di Atrium,  Kantor Bupati Mitra, Rabu (7/11).

"Saya ingatkan ke seluruh SKPD untuk mendukung program PKK,  sebab PKK akan menjadi mitra Pemkab Mitra yang strategis untuk bisa mengangkat ekonomi warga," ujar JS.

Dia menambahkan,  struktur pengurus yang dilantik untuk bisa memberikan peran yang nyata,  agar semua program PKK dalam menunjang hubungan kerjasama antara golongan agama, masalah kesehatan, masalah pangan, masalah kebutuhan rumah, sandang akan berjalan dengan baik.

"Saya harap semua ada peran untuk menggangkat dan mencari solusi setiap persoalan. Makanya peran pengurus itu penting. Baru namanya penggerak PKK,  jadi harus betul-betul menggerakkan PKK sampai di desa-desa," imbau Sumendap.

Dia juga mewarning,  jangan sampai ada yang coba-coba memanas-manasi pengurus dengan isu murahan.

"Tolong saya pesan jangan sampai saling menjatuhkan. Jangan ada pengurus yang melapor lagi yang tidak baik ke ketua. Tidak boleh itu, yang seperti itu jangan sampai terjadi. Harus terus bekerja bersama-sama," pesan Sumendap.

Sekedar diketahui,  TP PKK Mitra di ketahui istri bupati,  yaki Djein Leonora Rende SE Ak,  dan wakil Ketua I dijabat istri wakil bupati, yakni Pdt Ernie Rondonuwu STh,  Sekretaris Thelma Sumaraw S. Pd, dan Bendahara Olvie Kamuntuan. (Reagen Pantow)

HEBAT DAN SUKSES,  Itulah kalimat yang tepat diberikan pada sosok Bupati Mitra James Sumendap SH.

Mengapa?  Sebab berbagai prestasi terus diukir. Kali ini torehan gemilang kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dibawah pimpinan Sumendap, seorang Bupati yang dikenal cerdas dan peduli rakyat.

Daerah yang dikenal baru seumur jagung,  sebab lahir dari pemekaran Kabupaten Minahasa Selatan, berhasil meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama Tahun 2018 dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak ini,  diterima langsung James Sumendap SH yang diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof DR Yohana Susana Yembesi Dip. Apling, MA pada puncak perayaan Hari Anak Nasional di Dyandra Convention Center, Surabaya, Senin (23/07/2018).

Kabupaten Minahasa Tenggara dinyatakan berhak menyandang status sebagai Kabupaten Layak Anak (lihat grafis), karena mampu memenuhi semua indikator penilaian dengan variabel yang terukur pelaksanaannya, terkait penerapan sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Apa yang kita raih ini adalah pembuktian atas kerja keras, kerja nyata dan kerjasama tim. Semua telah bekerja dengan sangat maksimal untuk mendapat prestasi Kabupaten Layak Anak ini. Dan dengan raihan ini, saya yakin Mitra semakin maju dan terus berprestasi,” tutur Sumendap didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Minahasa Tenggara Phebe Punuindong SH,  usai menerima penghargaan itu. (Adv/reagen)

====== Grafis ======

Indikator Kabupaten Layak Anak:

Secara Kelembagaan:

  1. Jumlah peraturan Perundang-undangan dan kebijakan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak (PHPA)
  2. Persentase Anggaran PHPA Meningkat setiap tahun
  3. SDM terlatih Konvensi Hak Anak (KHA) Meningkat setiap tahun, terutama tenaga layanan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan penegak hokum
  4. Keterlibatan lembaga masyarakat dan media massa dalam PHPA
  5. Keterlibatan dunia usaha dalam PHPA
  6. Jumlah kegiatan inovatif

Indikator Substansi (5 Klaster Hak Anak):

  1. Hak Sipil dan Kebebasan
  2. Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif
  3. Kesehatan dan Kesejahteraan Dasar
  4. Pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya
  5. Perlindungan khusus

Ratahan, sulutnews.com - Wakil Bupati Mitra Drs Jocke Legi disela-sela membuka dan memberikan sambutan di acara Konsultasi Publik Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Minahasa Tenggara,  di Rimba Lamet (1/10),  mengatakan, saran dari semua pihak sangat dibutuhkan,  untuk bisa mempertajam visi misi Bupati James Sumendap dan dirinya sebagai wakil bupati 5 tahun ke depan.

"Mari kita satukan tekad dan langka untuk mewujudkan visi Mitra periode 2018-2023 yaitu, Mitra yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian.  Dan misi yang akan di wujudkan adalah sukses pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Sukses perekonomian. Sukses pembangunan. Sukses lingkungan hidup, dan sukses pemerintahan. Makanya saran dari peserta konsultasi publik ini sangat dibutuhkan," ungkap Legi atas nama Sumendap.

Ditambahkannya, misi ini merupakan langkah-langkah dan strategi  yang dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut, sehingga harus diturunkan atau dijabarkan lebih lanjut kedalam tujuan, sasaran, strategi, kebijakan sampai dengan program prioritas.

"Hal ini tentulah bukan pekerjaan muda, tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua org saja. Perlu sinergi, kolaborasi, diskusi serta proses panjang lainnya. Forum konsultasi publik dimaksudkan untuk menjaring aspirasi dari seluruh pemangku kepentingan pada tahap awal, agar pembangunan daerah lima tahun kedepan dengan masa bakti jabatan bupati dan wakil bupati tahun 2018-2023 terwujud dengan baik," pesan Legi.

Seluruh perangkat daerah, lanjut Legi,  agar dapat menjabarkan visi dan misi Mitra sebai-baiknya.

Acara ini dipimpin Kaban Bappeda Mitra Meky Tumimomor,  Sekretaris Bappeda DR Ridwan, serta pembicara dari Badan Pusat Statistik serta beberapa ahli. (/Reagen Pantow)

Ratahan,  sulutnews.com – Heboh! Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), 12 camat dan 135 hukum tua (Kumtua/Kepala Desa), se Minahaaa Tenggara bakal dicopot dari jabatannya.

Mengapa akan dicopot?  Hal ini akan dilakukan Bupati Mitra James Sumendap SH dan Wakil Bupati Mitra Drs Jocke Legi,  jika kepala PMD,  camat dan kumtua tidak akan menyelesaikan Peraturan Desa (Perdes) tentang kebersihan.

Jika pada waktu yang ditentukan tak kunjung dikeluarkan Perdes ini,  maka konsekwensinya akan di ganti.

"Perdes tentang kebersihan sesuai permintaan bupati sudah harus selesai paling lambat Senin pekan depan. Apabila tidak rampung sesuai jangka waktu yang diminta pak bupati, maka konsekwensinya kaban PMD, camat dan kumtua langsung di PLH-kan (Diganti dengan pelaksana harian). Hal ini tidak main-main. Ini instruksi langsung pak bupati yang harus segera ditindaklanjuti," tegas Legi, saat memberikan arahan pada rapat koordinasi kecamatan (Rakorcam) di Kecamatan Tombatu, Silian dan Belang, Kamis (1/11), kemarin.

Legi mengingatkan, kebersihan lingkungan sesuai program yang baru saja dicanangkan oleh bupati, menjadi tanggungjawab dan perhatian bersama.

"Saya ingatkan lagi, sebagaimana penegasan pak bupati, agar Hukum Tua secepatnya mengeluarkan Perdes tentang kebersihan, terutama larangan kemasan plastik yang jika dibuang sembarangan memberi efek negatif jangka panjang dan yang rugi pasti kita dan anak cucu kita sendiri. Camat tolong perhatikan instruksi ini," tandas Legi yang didampingi Kaban PMD Drs Joutje Wawointana, Camat Belang Mohamad Irwan Abdjulu SE, serta Sekcam Belang Nova Tarumingkeng.

Sementara Kaban PMD, menyambut tantangan Legi. Dirinya pun optimis Perdes tentang kebersihan yang diinstruksikan langsung bupati, dapat selesai tepat pada waktu yang ditentukan.

"Semua Hukum Tua sudah melaporkan bahwa Perdes dimaksud hampir selesai dan pasti Senin pekan depan sudah rampung," jelas Wawointana. (Reagen Pantow)

Ratahan, Sulutnews.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Mitra Phebe Punuindoong SH, ternyata memberikan perhatian khusus dan serius pada ancaman perdagangan orang,  secara khusus perempuan dan anak di Mitra.

Lihat saja,  berbagai upaya untuk mencegah potensi tindakan biadap dari pihak-pihak yang tak bertanggungjawab, terus dilakukan.

Hal ini terlihat saat Punuindoong menggelar rapat koordinasi gugus tugas tindak pidana perdagangan orang (GT-TPPO), Kamis (1/11), di ruang rapat dinas dengan menggandeng beberapa pihak,  seperti Kepolisian,  Tokoh Agama,  dan perwakilan warga serta stekholder terkait untuk bersinergi memberantas kejahatan ini.

Dalam kesempatan itu,  banyak hal yang dibicarakan,  untuk langkah-langkah antisipasi perdagangan manusia.

"Inti dari acara ini,  yakni terjadinya komitmen yang sama antara pihak terkait dan masyarakat untuk menekan terjadinya perdagangan orang," ujar Punuindoong.

Ditambahkan istri tercinta Anggota DPRD Mitra Pendeta Sonny Mandagi ini, pihaknya membutuhkan dukungan dari masyarakat.

"Jadi masyarakat jangan hanya diam, kami butuh informasi, agar supaya kejahatan ini bisa di minimalisir. Dan tadi sudah ada komitmen petugas kepolisian, ketika ada kejadian demikian harus di usut tuntas dan di berikan efek jera berdasarkan aturan," harap Punuindoong.

Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Manado Hard Merentek,  menuturkan, kegiatan yang dilakukan ini,  sangat positif,  sebab memberi pemahaman kepada semua pihak,  secara khusus peserta,  agar bisa bersatu untuk memberantas tindak kejahatan perdagangan orang.

"Mari kita merapatkan barisan, agar Mitra terbebas dari berbagai ancaman ini.  Sebab di Mitra belum pernah kami tangani adanya kasus perdagangan orang, makanya kami berharap sinergitas untuk melawan tindakan ini," tandas Merentek.

Lanjutnya,  tidak ada tindakan lain, selain melakukan langkah antisipatif. "Intinya kita lakukan pencegahan agar tidak ada kejadian-kejadian yang tidak diharapkan,"  tambahnya.

Yang menarik,  ketika Merentek menyebut Mitra adalah lumbung pekerja imigran di Sulawesi Utara.

 "Memang soal kasus perdagangan orang disini belum pernah saya tangani sampai saat ini, namun soal pekerja imigran yang bermasalah, sudah pernah kami tangani. Ada enam orang kami telah ambil langkah, yakni dengan memulangkannya dari mesnya,"  pungkas Merentek.(/Reagen Pantow)