Foto : Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Foto : Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

Peran Tokoh Agama dan Guru Penting Menangkal Radikalisme

Written by  Sep 19, 2019

Airmadidi, Sulutnews.com - Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, menegaskan, perlu ditingkatkan materi pendidikan di sekolah tentang pencegahan paham radikalisme kepada para siswa.

‘’Pemberian dan peningkatan materi pelajaran pencegahan paham radikalisme kepada siswa sangatlah penting. Sebab, dengan begitu sumber daya manusia para siswa bisa memahami bagaimana saling mencintai antarsesama, hidup rukun serta mencintai Pancasila sebagai dasar negera Republik Indonesia,’’ kata Deputi I BNPT, Meyjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, saat membuka kegiatan Bidang Agama, Social dan Budaya yang digelar BNPT bersama FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) di Sutan Raja Hotel, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (19/9).

Kegiatan yang bertajuk ‘’Integrasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menumbuhkan harmoni kebangsaan’’, dihadiri Ketua FKPT Sulut, James Tulangow bersama pengurus FKPT Sulut, serta mewakili pejabat  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut.

Jumlah peserta sekitar 90 orang utusan dari tokoh agama, dosen dan para guru seloha tingkat SD hingga SMA sederajat. Menurut Hendri, selain kualitas pendidikan para siswa, kearifan local juga sangat efektif untuk menangkal radikalisme dan menjadi control social.

‘’Terorisme adalah perbuatan kejahatan yang luar biasa. Pelaku teroris tujuannya antara lain, mengganggu persatuan dan kedaulatan negara Republik Indonesia, serta sasarannya merusak toleransi antarumat beragama. .Lewat kegiatan ini diharapkan para tokoh agama, tenaga pendidik mendapat pengetahuan untuk memahami bagaiamana cara menangkal pengaruh paham redikalisme, kemudian dijabarkan kepada siswa dan masyarakat,’’ ujaranya.

Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan yang berlangsung sehari ini, selain Deputi I, Mayjen TNI Hendri Pahuruan Lubis, Tokoh Agama DR Yusno Abdullah Otta. M.Ag,  DR Nasarudin Yusuf yang juga menjabat Kabid Agama, Sosial dan Budaya FKPT Sulut dan, Anis Masyakur, M.A dari BNPT.  (*/MS)