Airmadidi.sulutnews.com – Nasib pilu menimpa 194 Kepala Keluarga penerima Dana Program Kotaku Proyek renovasi rumah sederhana binaan Dinas Perumahan Rakyat  Minahasa Utara (Minut).

Meski mereka sudah menunggu selama satu tahun lamanya, namun belum juga menerima dana Program Kotaku ini seperti yang dijanjikan pemerintah.

Ferdy Senaan (bukan nama sebenarnya,45 thn) warga Desa Sampiri Kecamatan Airmadidi mengeluh sudah lebih delapan bulan penantiannya namun janji pemerintah takkunjung terealisasi, kata Ferdy.

‘’Tahun lalu Saya didatangi vasilitator Dinas Perumahan Rakyat Minut dan ditanyakan banyak pertanyaan, saya diinformasikan adalah penerima dana Program KOTAKU, namun hingga kini dana itu belumada,’’ ujarnya.

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat Minut, Ir Alex wilar yang didampingi Kapala Bidang Renovasi Rumah Murah di pemukiman kumuh, Ir.Hery Runtuwene, Rabu (2/8) membenarkan bahwa, dana Program Kotaku memang belum dapat direalisasi karena pemerintah masih menunggu pencairan dari Kementrian Perumahan Rakyat di Jakarta.

‘’Sebenarnya dana tersebut sudah bisa mereka terima pada tahap I triwulan pertama tahun 2017 ini, namun karena terlambat disalurkan pemerintah maka pembangunan rumah murah ikut tertunda,’’ kata Hery.

Menurutnya pemerintah Minut akan menunggu sampai bulan Agustus semoga dana tersebut segera dicairkan bulan depan, tambahnya. Warga penerima Dana Kotaku tersebar di 4 desa, Desa Sawangan, Desa AirmadidiBawah, Desa Sampiri dan Sarionsong Dua kesemuanya terdapat hanya di Kecamatan Airmadidi.

Minut,Sulutnews.com. Guna meningkatkan pelayanan di pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Minahasa Utara, PD Klabat Airmadidi terus meningkatkan pelayanan agar pedagang dan pembeli merasa nyaman berbelanja.

Direktur Pasar PD Klabat Airmadidi, Hentje Poli mengatakan hal tersebut kepada wartawan di Airmadidi, Senin (12/6). Menurutnya PD Klabat telah mengelola 5 pasar yaitu Pasar Airmadidi, Pasar Kauditan, Pasar Kema, Pasar Syukur dan Pasar Likupang dengan menyediakan kios pedagang yang bersih dan tertata dengan baik. 

‘’PD Klabat dalam hal ini Direktur Pasar mengharapkan kondisi pasar setiap hari harus bersih dan tertata baik seperti kios ikan ditempatkan di bagian belakang, sedangkan kios sembako, pakaian dan sandal berdiri di bagian depan pasar. Hal ini dimaksud agar pembeli mudah mencari apa yang dibutuhkannya di pasar-pasar tersebut,’’ kata Hentje.

Hal lain dijelaskan Koordinator Pasar Airmadidi Paulus Umboh, sampai selesainya pasar terutama dihari pasar, pedagang yang berjualan dihimbau untuk menjaga kebersihan dikiosnya masing-masing. ‘’Pedagang biasanya dengan sadar memberikan uang 2000 rupiah kepada tukang sapu pasar yang menyapu pada pagi hari sebelum pasar dibuka, juga setelah pasar di tutup,’’ ujarnya.

Dilain pihak ia mengharapkan juga pedagang memanfaatkan kios-kios yang masih belum digunakan agar dipakai menjual makanan atau kue-kue terutama di lantai atas gedung pasar Airmadidi, disamping menjaga kebersihan lantai pasar.

Saat ini semua jenis dagangan dapat diperoleh pembeli dipasar Airmadidi, katanya. Mulai dari kebutuhan sehari-hari. Ikan, daging ayam, sapi, pakaian, sandal, kebutuhan anak-anak sekolah seperti buku tulis tas sekolah dan sepatu, dan kebutuhan menjelang hari raya lebaran. (tl/yy/*)