Minut

Minut (5)

Airmadidi, Sulutnews.com - Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, menegaskan, perlu ditingkatkan materi pendidikan di sekolah tentang pencegahan paham radikalisme kepada para siswa.

‘’Pemberian dan peningkatan materi pelajaran pencegahan paham radikalisme kepada siswa sangatlah penting. Sebab, dengan begitu sumber daya manusia para siswa bisa memahami bagaimana saling mencintai antarsesama, hidup rukun serta mencintai Pancasila sebagai dasar negera Republik Indonesia,’’ kata Deputi I BNPT, Meyjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, saat membuka kegiatan Bidang Agama, Social dan Budaya yang digelar BNPT bersama FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) di Sutan Raja Hotel, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (19/9).

Kegiatan yang bertajuk ‘’Integrasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menumbuhkan harmoni kebangsaan’’, dihadiri Ketua FKPT Sulut, James Tulangow bersama pengurus FKPT Sulut, serta mewakili pejabat  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut.

Jumlah peserta sekitar 90 orang utusan dari tokoh agama, dosen dan para guru seloha tingkat SD hingga SMA sederajat. Menurut Hendri, selain kualitas pendidikan para siswa, kearifan local juga sangat efektif untuk menangkal radikalisme dan menjadi control social.

‘’Terorisme adalah perbuatan kejahatan yang luar biasa. Pelaku teroris tujuannya antara lain, mengganggu persatuan dan kedaulatan negara Republik Indonesia, serta sasarannya merusak toleransi antarumat beragama. .Lewat kegiatan ini diharapkan para tokoh agama, tenaga pendidik mendapat pengetahuan untuk memahami bagaiamana cara menangkal pengaruh paham redikalisme, kemudian dijabarkan kepada siswa dan masyarakat,’’ ujaranya.

Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan yang berlangsung sehari ini, selain Deputi I, Mayjen TNI Hendri Pahuruan Lubis, Tokoh Agama DR Yusno Abdullah Otta. M.Ag,  DR Nasarudin Yusuf yang juga menjabat Kabid Agama, Sosial dan Budaya FKPT Sulut dan, Anis Masyakur, M.A dari BNPT.  (*/MS)     

Airmadidi, Sulutnews.com - Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, menegaskan, perlu ditingkatkan materi pendidikan di sekolah tentang pencegahan paham radikalisme kepada para siswa.

‘’Pemberian dan peningkatan materi pelajaran pencegahan paham radikalisme kepada siswa sangatlah penting. Sebab, dengan begitu sumber daya manusia para siswa bisa memahami bagaimana saling mencintai antarsesama, hidup rukun serta mencintai Pancasila sebagai dasar negera Republik Indonesia,’’ kata Deputi I BNPT, Meyjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, saat membuka kegiatan Bidang Agama, Social dan Budaya yang digelar BNPT bersama FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) di Sutan Raja Hotel, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (19/9).

Kegiatan yang bertajuk ‘’Integrasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menumbuhkan harmoni kebangsaan’’, dihadiri Ketua FKPT Sulut, James Tulangow bersama pengurus FKPT Sulut, serta mewakili pejabat  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut.

Jumlah peserta sekitar 90 orang utusan dari tokoh agama, dosen dan para guru seloha tingkat SD hingga SMA sederajat. Menurut Hendri, selain kualitas pendidikan para siswa, kearifan local juga sangat efektif untuk menangkal radikalisme dan menjadi control social.

‘’Terorisme adalah perbuatan kejahatan yang luar biasa. Pelaku teroris tujuannya antara lain, mengganggu persatuan dan kedaulatan negara Republik Indonesia, serta sasarannya merusak toleransi antarumat beragama. .Lewat kegiatan ini diharapkan para tokoh agama, tenaga pendidik mendapat pengetahuan untuk memahami bagaiamana cara menangkal pengaruh paham redikalisme, kemudian dijabarkan kepada siswa dan masyarakat,’’ ujaranya.

Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan yang berlangsung sehari ini, selain Deputi I, Mayjen TNI Hendri Pahuruan Lubis, Tokoh Agama DR Yusno Abdullah Otta. M.Ag,  DR Nasarudin Yusuf yang juga menjabat Kabid Agama, Sosial dan Budaya FKPT Sulut dan, Anis Masyakur, M.A dari BNPT.  (*/MS)     

Airmadidi, Sulutnews.com - Kepolisian Resor Minahasa Utara melaksanakan kegiatan upacara korps raport kenaikan pangkat di lapangan apel Polres Minut, Senin (1/7/2019). Upacara dipimpin oleh Kapolres Minut AKBP Jefri R. P. Siagian SIK.

Upacara ini diikuti oleh Waka Polres Minut Kompol Revly B. Kaunang, Ketua Bhayangkari Cabang Minut Ny. Novi Jefri Siagian, para Kabag, Kasat, Kapolsek, Perwira Staf, Bintara Polres Minut serta Bhayangkari dan personel Polres Minut yang naik pangkat periode 1 Juli 2019.

Adapun personil yang naik pangkat berjumlah 22 orang yang terdiri dari Briptu ke Brigadir sebanyak 1 orang, Brigadir ke Bripka 9 orang dan Bripka ke Aipda sebanyak 12 orang.

Kapolres Minut dalam arahannya menjelaskan bahwa, para personil Polri yang memperoleh kenaikan pangkat juga bertambah pula tanggung jawab serta kewajiban dalam pelaksanaan tugas.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara yang telah memperoleh kenaikan pangkat saat ini, semoga dengan pangkat yang baru menambah kebahagiaan saudara dan keluarga serta dapat menjadi pendorong semangat kerja dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawab saudara," ujar Kapolres

Kegiatan dilanjutkan dengan tradisi penyiraman air kembang serta pemberian ucapan selamat dari Kapolres Minut dan diikuti oleh para Perwira, personel Polres Minut serta Bhayangkari.(/MS)

Manado, Sulutnews.com – Personil Polres Minahasa Utara melaksanakan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Maria Walanda Maramis Desa Maumbi Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara, Senin (1/7/2019).

Ziarah rombongan tersebut dipimpin Kapolres Minut AKBP Jefri R. P. Siagian, dihadiri Wakapolres Minut Kompol Revly B. Kaunang, Ketua Bhayangkari Cabang Minut Ny. Novi Jefri Siagian, para Kabag, Kasat, Kapolsek, Perwira Staf Polres Minut, anggota Polres Minut dan Bhayangkari cabang Polres Minahasa Utara.

Pada kesempatan itu, Kapolres Minut dan rombingan melaksanakan tabur bunga di pusara anggota Polres Minut yang telah gugur.

“Sebagai generasi penerus bangsa kita harus menghargai jasa para pahlawan dan meneruskan perjuangan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Kapolres singkat.(/MS)

Airmadidi, Sulutnews.com-Ketua Forki Sulut Drs. Jemmy Ringkuangan membuka dengan resmi pelaksanaan Kejuaraan Karateka Forki Se Minahasa Utara, Jumat (17/11) bertempat di Gedung Olahraga Airmadidi, Minahasa Utara.

Kejuaraan karateka tersebut digelar 4 hari (17-20/11) dan diikuti utusan atlit karate dari dua Provinsi Sulut dan Sulawesi Tengah. Sedangkan untuk kelompok umur yang dipertandingkan terdiri dari kelompok anak-anak, remaja putra dan putri.

Acara diawali pembacaan ikrar karateka oleh dua orang atlit peserta, dilanjutkan sambutan Bupati Minahasa Vonny Panambunan yang diwakili Asisten 3 Bidang Keuangan. 

Ketua Forki Sulut Jimmy Ringkuagan berharap peserta menjunjung tinggi sportivitas saat bertanding dan dapat mengharumkan nama daerah masing masing. "Dalam kejuaraan karateka ini saya harapkan akan lahir banyak atlit muda karate dari Minut yang siap berlaga di kejuaraan bertaraf nasional seperti PON Papua 2020," katanya.

Pelantikan Pengurus FORKI Minut yang diketuai Jemy Kiolol yang juga Anggota DPRD Minut, digelar usai acara pembukaan. Peserta mendapat kaos secara cuma cuma dari Panitia penyelengara, sedangkan Ketua Forki yang baru mendapat gelar penghormatan berupa penganugrahan sabuk hitam. Sabuk tersebut disematkan di pinggang Ketua Forki Minut yang baru oleh top exekutif Guru FORKI Jakarta disaksikan selururuh karateka yang ada. (y/*)