Minsel, SulutNews.com -- Mark Bertrand, terlihat berlari kecil, sambil sesekali melompat-lompat dan terdengar berulang kali menyanyikan kata 'Ranolangsot, Ranolangsot'. Ia tampak riang gembira di hari Sabtu (9/10/2021) sore, di depan rumahnya di Desa Sulu Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara.

Kegembiraan anak laki-laki berusia 4 tahun ini ternyata muncul saat ibunya Anita mengajak dirinya dan sepupu perempuannya Aletha yang berusia 9 tahun untuk pergi mandi di sebuah sungai yang oleh warga diberi nama Ranolangsot.

Dengan membawa handuk, sabun, shampo dan baju ganti, rombongan kecil ini pun berangkat dengan menggunakan sepeda motor matic berwarna biru.

Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalan beraspal selama 5 menit. Disepanjang jalan Mark terus bersenandung, sebagai ekspresi kegembiraannya sore itu.

Setelah jalan beraspal, perjalanan masih dilanjutkan dengan menyusuri jalan kebun yang sudah dilakukan perkerasan selama 2 menit, baru tiba di Sungai Ranolangsot.

Sudah banyak anak-anak yang terlihat mandi di sungai kecil dan dangkal sore itu, mereka datang dari desa tetangga, Desa Popontolen yang hanya berjarak 3 menit perjalanan dari lokasi pemandian ini. Terlihat kegembiraan mereka persis sama dengan kegembiraan Mark dan sepupunya Aletha sore itu.

"Ye......, mandi Ranolangsot," kata Mark, yang langsung membuka kaos Superman berwarna biru yang digunakannya. Dengan hanya menggunakan celana pendek putih, ia langsung menceburkan dirinya di air sungai dari pegunungan yang jernih dan dingin, berbaur dengan anak-anak lain.

Aletha pun tampak langsung akrab dengan seorang anak perempuan sebayanya yang berasal dari Desa Popontolen.

Selain mandi anak-anak ini melakukan berbagai kegiatan kreatif di sekitar aliran sungai untuk mengekspresikan apa yang menjadi imajinasi mereka.

Anita pun tampak rileks di atas batu besar bersama beberapa ibu lain dan saling tegur sapa seperti kebiasaan masyarakat di pedesaan, sambil memperhatikan anak mereka mandi. Ia dan beberapa ibu pun sempat mengabadikan kecerian Mark dan teman-teman barunya lewat foto dan video.

"Ini destinasi wisata desa yang murah meriah. Yang penting anak-anak senang dan bahagia saat main air, kamipun orang tua pasti ikut senang," kata Anita, sambil tersenyum gembira.

Setelah beberapa saat mandi dan puas main air, sebelum malam tiba, anak-anak inipun membubarkan diri pulang ke rumah mereka masing-masing.

Juga Mark yang terlihat kelelahan namun tetap saja gembira, bersiap pulang ke rumahnya. "Bunda, besok kita kembali lagi ya," pinta Mark dengan muka memohon. 

"Ia Bunda, besok kita kembali lagi ya. Enak kalau mandi di sini," tambah Aletha, sambil tersenyum.

Namun Anita ibunya Mark hanya tersenyum melihat kecerian putra dan ponakannya sore itu. 

Oleh Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Selatan, beberapa waktu lalu air sungai ini sempat dibendung untuk membantu mengairi sawah di Desa Sulu dan Paslaten. Namun konstruksi yang kurang baik menyebabkan bendungan ini rusak dan tidak lagi diperbaiki.

Warga Desa Sulu dan Desa Popontolen yang sering melintas, membendung sungai ini menggunakan batu kali sehingga terbentuk suatu lokasi yang nyaman untuk berenang anak-anak.

Bahkan beberapa warga menginformasikan kalau di sungai ini tak hanya untuk berenang anak-anak saja, jernihnya air sungai oleh warga desa sering digunakan untuk kegiatan lainnya seperti cuci baju, cuci motor dan cuci mobil serta beberapa aktifitas lainnya.

(Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Sejumlah personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Minahasa Selatan (Minsel) melaksanakan kegiatan sambang di lokasi keramaian seperti stasiun angkutan umum, pangkalan ojek, pasar dan pertokoan di seputaran pusat kota Amurang, Kabupaten Minsel Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat siang (8/10/2021).

Giat ini merupakan bentuk pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi 'Bina Waspada Samrat - 2021'. Sasarannya lebih diprioritaskan pada kegiatan pembinaan dan penyuluhan hukum, kamtibmas serta protokol kesehatan (Prokes) kepada masyarakat.

"Dalam pelaksanaan Ops Bina Waspada ini, kami menyampaikan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat agar tetap menjaga stabilitas Kamtibmas serta terus disiplin mematuhi Prokes pencegahan penularan Covid-19," ungkap Kasat Binmas Polres Minsel, AKP Asprijono Djohar.

Pada masa pandemi saat ini, seluruh elemen masyarakat diajak untuk sama-sama peduli dengan saling mengingatkan, menegur untuk tetap mentaati Prokes.

"Edukasi terkait kepatuhan Prokes ini penting dilakukan untuk terus mengingatkan kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian dalam rangka pencegahan penularan Covid-19," tambah AKP Djohar.

Operasi Kepolisian Kewilayahan 'Bina Waspada Samrat-2021' dilaksanakan selama 30 hari, terhitung mulai tanggal 13 September sampai dengan 13 Oktober 2021.

(***/Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Sekolah Adiwiyata merupakan program pemerintah pusat dari Kementerian Lingkungan Hidup. Program ini diharapkan akan menciptakan warga sekolah yang memiliki pengetahuan, kesadaran dan kepedulian akan pelestarian lingkungan hidup.

Program Adiwiyata di Kabupaten Minsel dimulai sejak tahun 2015, dimana saat itu 4 sekolah berhasil meraih predikat Adiwiyata tingkat Kabupaten. Ada SDN 2 Amurang, SMPN 6 Ranoyapo, SMPN 1 Amurang dan SMAN 1 Motoling.

Dari keempat sekolah ini, nama SDN 2 Amurang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Minsel. Sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Anna J. Pangkey, S.Pd ini, di tahun 2015 (tahun pertama program Adiwiyata di Minsel) dianggap paling konsentrasi mengembangkan Sekolah Adiwiyata dan berhasil meraih Adiwiyata tingkat Kabupaten, Adiwiyata tingkat Provinsi dan Adiwiyata tingkat Nasional.

Untuk penilaian dan pembinaan sekolah Adiwiyata di tingkat Kabupaten dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan. Setelah dinyatakan lolos, sekolah tersebut akan direkomendasikan ke tingkat provinsi. Di tingkat provinsi ada juga tim penilai dan setelah sekolah lolos dan dinyatakan memenuhi syarat sesuai standar penilaian maka sekolah akan direkomendasikan naik ke tingkat nasional.

Di tingkat nasional, yang menjadi tim pembina dan penilai adalah dari Kementerian Lingkungan Hidup. Apabila lolos Adiwiyata Nasional, maka sekolah direkomendasikan ke tingkat paling tinggi di Indonesia, yaitu Adiwiyata Mandiri.

Sekolah di Kabupaten Minahasa Selatan yang sudah memperoleh predikat Adiwiyata Mandiri adalah SDN 2 Amurang di tahun 2017, dimana penilaian yang dilakukan lebih rumit, lebih kompleks dan merupakan hasil penilaian tim yang ada di Kementerian Lingkungan Hidup. SDN 2 Amurang menjadi peraih pertama sekolah Adiwiyata Mandiri SD di Sulawesi utara.

Yang membanggakan saat sekolah meraih predikat Adiwiyata Mandiri adalah tropi dan penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Sementara untuk penghargaan di tingkat Kabupaten diberikan oleh Bupati, tingkat Provinsi oleh Gubernur dan tingkat Nasional oleh Menteri.

Latar Belakang Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Minahasa Selatan

Kegiatan program Adiwiyata telah diatur teknis pelaksanaannya berdasarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata.

Di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Selatan, program kegiatannya yaitu "Peningkatan Edukasi dan Komunikasi Masyarakat di Bidang Lingkungan Hidup" melalui Sekolah Adiwiyata. Dimana pembentukan tim pembina Adiwiyata itu berdasarkan Surat Keputusan Bupati Minahasa Selatan Nomor 337 tahun 2016 serta bertugas untuk mengadakan sosialisasi dan penjaringan.

Untuk penetapan sekolah Adiwiyata di Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan dengan SK Bupati Minahasa Selatan Nomor 498 tahun 2018 dan Instruksi Bupati Minahasa Selatan Nomor 2 tahun 2018 tentang Kewajiban Mengikuti Kegiatan Adiwiyata.

Di pemerintahan Bupati Franky Donny Wongkar, SH, dan Wakil Bupati Pdt. Petra Yani Rembang, M.Th, telah dikeluarkan Instruksi Bupati Minahasa Selatan Nomor 154 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Program Adiwiyata.

"Target dari bapak Bupati kita untuk sekolah di Kabupaten Minahasa Selatan minimal 50 persen sudah Adiwiyata. Saya rasa itu cukup ambisius dan luar biasa perhatian pak Bupati kita," ungkap Ferry, ST, Kepala Bidang Penataan, Penaatan dan Peningkatan Kapasitas di Dinas Lingkungan Hidup Minsel, saat ditemui wartawan SulutNews.com di ruang kerjanya, pada Senin (4/10/2021).

Ia mengatakan hal ini menjadi tantangan di bidang yang dipimpinnya untuk mengembangkan sekolah Adiwiyata di Kabupaten Minahasa Selatan dan berharap program ini dapat menjadi perhatian bersama.

Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Minahasa Selatan

Sejak dimulai tahun 2015-2018, setidaknya ada 30 sekolah di Kabupaten Minahasa Selatan yang telah dibina Dinas Lingkungan Hidup untuk ikut program Adiwiyata.

Berikut 30 sekolah sejak 2015-2018 (sumber data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa Selatan):

1. SDN 2 Amurang

2. SMPN 6 Ranoyapo

3. SMPN 1 Amurang

4. SMAN 1 Motoling

5. SD GMIM Bitung

6. SD GMIM Boyong Atas

7. SD GMIM Pondang

8. SDN 3 Amurang

9. SD GMIM Lopana

10. SD Inpres Lopana

11. SDN 1 Amurang

12. SD GMIM Amurang

13. SD GMIM Ranomea

14. SDN 5 Amurang

15. SDN 4 Amurang

16. SMPN 1 Tenga

17. SD Inpres Pondang

18. SD Inpres Amurang

19. SD GMIM Buyungon

20. SDN Ranoketang Tua

21. SD Inpres Tumpaan

22. SD Inpres Rumoong Bawah

23. SD GMIM Lelema

24. SMPN 1 Tumpaan

25. SMPN 1 Ranoyapo

26. SD GMIM Sion Raanan Baru

27. SD Inpres Lelema

28. SD GMIM 1 Tumpaan

29. SD GMIM 2 Tumpaan

30. SD Inpres Kapitu

Pada tahun 2019 telah dilaksanakan pembinaan 24 calon Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten dan pada tahun 2020 saat akan dilakukan penilaian tidak dapat dilakukan karena Pandemi Covid-19.

Rencana target untuk penjaringan sekolah Adiwiyata Kabupaten di tahun 2021 adalah 24 sekolah.

Untuk tahun 2021 ini ada 4 sekolah di Kabupaten Minahasa Selatan yang lolos ke Adiwiyata tingkat nasional, yakni SMAN 1 Motoling, SMPN 1 Amurang, SD GMIM Lelema dan SD Inpres Tumpaan.

Sedangkan 3 sekolah maju ke tingkat Provinsi, yakni SMPN 1 Ranoyapo, SD Inpres Rumoong Bawah dan SD GMIM 1 Tumpaan.

Pengabdian Yang Tulus Kepala Sekolah

Yang memegang tanggung jawab besar di sekolah Adiwiyata adalah Kepala Sekolah. Kepala Sekolah mau berjuang atau tidak? Kepala Sekolah memiliki keinginan untuk membangun sekolah Adiwiyata atau tidak? Itulah yang menjadi persoalannya.

Keberhasilan memperoleh predikat sebagai sekolah Adiwiyata tidak serta merta diperoleh saat berpartisipasi di tahun pertama.

"Belum tentu sekolah yang baru sekali ikut lalu dapat, ada yang 2 atau 3 kali ikut baru memperoleh predikat sekolah Adiwiyata," jelas Kabid Ferry.

Di kesempatan terpisah Anna Pangkey, Kepsek SDN 2 Amurang yang juga membina calon sekolah Adiwiyata saat ditemui wartawan SulutNews.com di sekolahnya berpendapat bahwa masalah Adiwiyata itu dari hati.

"Saat kita diberi penghargaan, semua lelah terbayarkan. Uang bisa habis, tapi penghargaan itu akan kita bawa selamanya," kata Anna Pangkey.

Menurutnya dalam membangun sekolah Adiwiyata, peran berbagai elemen sekolah termasuk orang tua sangatlah penting.

Adiwiyata Adalah Investasi Lingkungan

Di sekolah Adiwiyata, diupayakan penanaman konsep penguatan pendidikan karakter tentang peduli dan berbudaya lingkungan. Itu juga termasuk literasi, karena ada literasi lingkungan.

"Adiwiyata ini ada penguatan pendidikan karakter didalamnya, ada literasi didalamnya. Jadi Adiwiyata itu penting sekali, karena anak-anak ditanamkan karakter untuk peduli dan berbudaya lingkungan," " ungkap Kepsek Anna.

Kabid Ferry pun berpendapat kalau Adiwiyata ini adalah investasi lingkungan.

"Karena kita akan melahirkan anak-anak peduli terhadap lingkungan," ujar Ferry. 

Menurutnya, lingkungan ini tidak akan jadi kalau cuma berdasarkan regulasi, tanpa menciptakan orang itu sudah sadar. Kalau semua sekolah menerapkan hal yang sama, anak-anak kita memiliki kesadaran peduli terhadap lingkungan. Ini akan menjadi generasi yang luar biasa kedepan.

"Contoh kecil, saat berkunjung ke sekolah Adiwiyata luar biasa kesadaran siswa minimal membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah pun siswa sudah tau," kata Ferry.

Dirinya melihat sekolah Adiwiyata akan lebih asri, sekolah Adiwiyata akan lebih kreatif. Siswa tidak segan-segan untuk sentuh tanah serta siswa sudah dikenalkan berbagai jenis tumbuhan dan fungsinya.

(Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) maut yang melibatkan kendaraan bermotor roda empat jenis Suzuki Pick Up nomor polisi DB 8284 FI dan Sepeda Motor jenis Honda CsOne (saat ditemukan tidak memiliki plat nomor), terjadi di Jalan Trans Sulawesi, dekat pintu masuk Politeknik Pelayaran, Desa Tawaang Timur, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), pada Senin malam (4/10/2021), sekira pukul 22.30 Wita.

Akibat lakalantas ini, pengendara Sepeda Motor CsOne, Denny Makapedame (38), warga Desa Pakauure Utara Kecamatan Tenga mengalami luka di selangkangan, patah tulang kaki kanan dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RS Kalooran Amurang.

Informasi yang diperoleh wartawan SulutNews.com dari Humas Polres Minsel, pada Selasa (5/10/2021) mendapati kronologi kejadian berawal saat Sepeda Motor CsOne bergerak dari arah Amurang menuju arah Kota Kotamobagu.

Saat berada di tempat kejadian perkara (TKP) sepeda motor tersebut out ke kanan sehingga terjadi tabrakan dengan kendaraan Suzuki Pick Up dari arah berlawanan yang dikemudian oleh Andre Hanok Malonda (26), warga Desa Watudambo, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.

"Personel piket unit lakalantas langsung mendatangi lokasi kejadian, membantu proses evakuasi, mengamankan babuk, melakukan olah TKP, mengumpulkan bahan keterangan saksi dan membuat laporan polisi," terang Kasat Lantas Polres Minsel AKP Hadi Siswanto, SIK, MH, dalam rilis yang dikeluarkan Humas Polres Minsel.

(***/Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar, SH memimpin Upacara Peringatan Hari Kesakitan Pancasila di halaman Kantor Bupati Minsel, jalan Trans Sulawesi, Pondang, Kecamatan Amurang Timur, pada Jumat (1/10/2021).

Upacara digelar dengan protokol kesehatan (prokes) ketat dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, aparatur sipil negara (ASN) serta tenaga harian lepas (THL) secara virtual.

Dari informasi yang diterima wartawan SulutNews.com, Bupati Franky Wongkar didampingi Wakil Bupati Minsel Pdt. Petra Yani Rembang MTh. Hadir juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Minsel Stevanus Lumowa, SE serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Minsel.

Upacara yang digelar di tengah penurunan jumlah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Minsel, dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat mengikuti aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 itu dipimpin Bupati Franky Wongkar selaku inspektur upacara.

Dalam upacara ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minsel Stevanus Lumowa SE membacakan naskah ikrar masyarakat Minsel di Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2021.

Untuk diketahui, setiap tanggal 1 Oktober, Bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang kembali sejarah dalam mempertahankan ideologi bangsa dan sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para pahlawan revolusi.

(***/Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Kapolres Minahasa Selatan (Minsel) AKBP S. Norman Sitindaon, SIK, memimpin kegiatan patroli bersepeda, pada Kamis petang (30/9/2021).

Patroli bersepeda dilakukan bersama sejumlah personel Satuan Sabhara Polres Minsel dengan melintasi Jalan Raya di Kawasan Boulevard Amurang.

"Untuk memantau secara langsung situasi dan kondisi kamtibmas yang ada di kawasan Boulevard Amurang, sekaligus melaksanakan patroli dialogis mendengarkan keluhan, kritik serta saran dari masyarakat setempat terkait kinerja kepolisian,” ungkap Kapolres Minsel.

Kapolres juga tampak menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas serta mengimbau masyarakat agar terus mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan penularan Covid-19.

“Pandemi Covid-19 saat ini belum berakhir, olehnya kami mengimbau masyarakat agar tetap disiplin mentaati protokol kesehatan. Bersama-sama kita peduli, saling menjaga dan saling mengingatkan,” imbau Kapolres.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Minsel AKBP S. Norman Sitindaon, SIK; membagikan masker gratis untuk warga yang ada di pesisir pantai Kawasan Boulevard Amurang.

“Pakai masker untuk lindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Kepedulian kita untuk kemanusiaan, disiplin prokes, jaga kesehatan,” tambah Kapolres.

(***/Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar, SH dan Wakil Bupati Minsel Pdt. Petra Yani Rembang, tinjau penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 bagi siswa usia 12 - 17 tahun di SMP Negeri 1 Amurang.

Kegiatan vaksinasi anak pada Selasa (28/9/2021) ini merupakan kerja sama pihak sekolah dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan.

Informasi yang diperoleh, vaksinasi anak ini sebagai bentuk kesiapan sekolah menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar menyampaikan bahwa pemerintah daerah tetap berupaya untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Walaupun sudah ada penurunan besaran penyebaran namun kita jangan lengah, tetap berupaya dan salah satu upaya yang digalakkan dari pemerintah pusat sampai ke daerah dengan menggalakan kesadaran masyarakat untuk di vaksinasi agar terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok)," jelas Bupati Minsel.

Sementara itu, tim vaksinasi dipimpin Kepala Puskesmas Amurang dr. Yudi Emor melaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati bahwa jumlah Vaksin Sinovac yang disediakan berjumlah 10 vial.

"10 vial ini bisa digunakan untuk 100 orang. Dalam skrining sebelum vaksin tersebut terdapat beberapa anak yang belum bisa di vaksin karena Flu, tekanan darah rendah, datang bulan," kata Emor.

"Jumlah anak yang menerima vaksin sebanyak 26anak, yakni 18anak vaksin Dosis 1 dan 8 anak vaksin dosis 2, dari SMP Negeri 1 Amurang dan tambahan dari SMP Negeri 2 Amurang," ujarnya.

Selfie U. Sumilat, Spd, MM selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Amurang mengatakan bahwa jumlah siswa yang telah divaksin sudah melewati 69% dari jumlah siswa keseluruhan.

"Tim pengajar bersama pegawai tata usaha SMP Negeri 1 Amurang yang sudah divaksin sudah melebihi 95%," ungkap Kepsek SMPN 1 Amurang.

Untuk diketahui, program vaksinasi anak usia 12 - 17 tahun telah dimulai sejak 7 Mei 2021 dan mendapat respon baik dari masyarakat Minsel.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Dr. Fietber Raco, SPd Msi, Kepala Dinas Kesehatan dr. Erwin Schouten, Sekretaris Dinas Pendidikan Drs. Joyke Tangkere, MPd, Camat Amurang Rommy Rumagit S.Sos dan Kepsek SMPN 2 Amurang Paula Moonik, SPd MAP.

(***/Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Karteker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) melakukan audiens dengan Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH, pada Senin (27/9/2021).

Pertemuan di ruang kerja Bupati tersebut dihadiri oleh Ketua Karteker Berry Tawera, Sekretaris Yonli Yacob, Bendahara Henli Tuela dan pengurus lainnya, untuk memperkenalkan diri kepengurusan KNPI Minsel.

Informasi yang diperoleh wartawan SulutNews.com, dari Henli Tuela mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk melaporkan bahwa sudah ada pengurus sementara yang ditugaskan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Sulawesi Utara (Sulut) Bung Rio Dondokambey.

"Kepengurusan ditugaskan untuk melakukan konsolidasi organisasi dan merangkul ormas-ormas kepemudaan di Minahasa Selatan," ujar Tuela.

"Dimana sesuai SK penunjukkan selain konsolidasi organisasi juga mempersiapkan musyawarah daerah (Musda) DPD KNPI Minahasa Selatan," katanya.

Bupati Franky Wongkar menyambut baik akan kehadiran Karteker KNPI Minahasa Selatan.

"Semua organisasi kemasyarakatan termasuk KNPI sudah menjadi kewajiban untuk difasilitasi dan disupport keberadaannya. Apalagi KNPI adalah wadah berkumpul ormas-ormas kepemudaan yang pasti memiliki peran strategis sehingga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung visi misi Minahasa Selatan Maju Berkepribadian dan Sejahtera," ungkap Bupati Minsel.

Bupati Franky Wongkar juga berpesan agar para pengurus solid saling merangkul dalam mempersiapkan Musda sehingga tidak ada perpecahan antara generasi.

(***/Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah dilaksanakan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), beberapa waktu lalu.

Namun informasi terjadinya cluster sekolah di daerah lain, tak menggoyahkan setiap elemen pendidikan untuk terus melakukan PTM terbatas.

Fandy Walintukan, orang tua yang anaknya ada SD dan SMP mengatakan bahwa PTM terbatas yang dilakukan saat ini masih lebih baik buat siswa dibandingkan pembelajaran lewat Daring dan Luring.

"Sebagai orang tua kami memang mengkhawatirkan jika terjadi penyebaran Covid-19 di sekolah. Tapi kami melihat pihak sekolah memang sudah mengupayakan dilakukan pembagian shift saat belajar mengajar dan penerapan protokol kesehatan," ungkap Fandy.

Di kesempatan terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) SD GMIM 1 Tumpaan Irene Rantung, yang ditemui wartawan SulutNews.com beberapa waktu lalu menyampaikan pembelajaran di sekolah yang dipimpinnya dilakukan lewat pembagian shift di setiap kelas.

"Saat ini belajar dengan menerapkan protokol kesehatan lengkap. Pihak sekolah tidak hanya sekedar menyediakan pengukur suhu, tapi juga menyediakan tempat cuci tangan dan dilakukan penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran," jelas Rantung.

"Sekolah juga membagikan masker dan hand sanitizer untuk masing-masing siswa dan guru. Juga menganjurkan untuk menggunakan 2 masker, di dalam masker medis, di luar masker kain," katanya.

Ditambahkan Kepsek yang ramah ini, untuk siswa yang menderita sakit, baik batuk atau pilek maka siswa belum kami ijinkan datang ke sekolah. Dari Guru sudah menyampaikan hal itu ke orang tua, sehingga orang tua tinggal menginfokan kalau anak yang tidak masuk sekolah karena batuk atau pilek.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Minsel, Dr. Fietber Raco mengatakan untuk vaksinasi guru sudah sekitar 80 persen, juga termasuk siswa SMP sudah di angka yang sama, tergantung jumlah vaksin yang masuk.

"Tidak ada cluster sekolah di Minsel. Standar protokoler di sekolah itu ada, cuci tangan, menyediakan hand sanitizer. Mau jaga seketat apa lagi," ujar Raco.

"Harus dilakukan tatap muka, karena kalau kita juga tidak berani maka para siswa akan semakin ketinggalan. Kapasitas 50 persen siswa di setiap kelas," terangnya.

Kadis Pendidikan Minsel menyampaikan kepada wartawan SulutNews.com, untuk panduan para Kepsek dalam melakukan pembelajaran itu ada di Surat Edaran yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Nomor 094/04/DPPO/MS/XI/2021 tentang pedoman PTMT untuk sekolah pada semester ganjil catur wulan IV TA 2021/2022.

Nontje Wangko, pengawas sekolah SD menilai untuk pembelajaran lewat Daring/Luring tidak maksimal yang menyebabkan anak-anak sudah terbelakang pengetahuan mereka.

"Sehingga tatap muka langsung sudah menjadi keharusan, walaupun harus memperhatikan prokes secara ketat," akunya.

(Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar, SH bersama Wakil Bupati Pdt. Petra Yani Rembang hadir dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pada Kamis (23/9/2021).

Rapat Paripurna ini, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Provinsi Sulut, dengan tema "Sulut Maju dan Sejahtera, Indonesia Maju".

Berbagai keberhasilan yang di capai Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah Kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur (Wagub) Steven O.E. Kandow sepanjang tahun 2021 diantaranya :

- Peringkat Pertama tindak lanjut KORSUPGAH, penghargaan yang diberikan oleh KPK

- Penghargaan dari BPS dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8,69% 

- Penghargaan Abdi Bhakti Tani 2021 dari Pesiden RI 

- Anugerah Humas Indonesia Sebagai Gubernur terpopuler Versi Media Digital

Dalam Perayaan HUT Provinsi Sulut tersebut, Kabupaten Minahasa Selatan menerima Piagam Penghargaan yang diterima langsung oleh Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH atas Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diberikan Kepada Pekerja Rentan sebanyak 5.000, Non ASN/THL sejumlah 910, dan Aparat Desa/Perangkat Kampung/Perangkat Lingkungan sebanyak 4.068.

Turut hadir dalam peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke-57 tahun dan Paripurna DPRD Sulut, diantaranya Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw, Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus A. Silangen, Sp.B, KBD., Wakil Ketua DPRD Sulut Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH., Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok, SH., Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulut Sandra Rondonuwu, S.Th, SH., Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen SE, MS.

Hadir juga Ketua TP-PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, Sekretaris TP-PKK dr. Kartika Devi Tanos, Mars, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulut Dra. Ivonne Lombok, Para Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota se-Sulut, para Anggota DPRD Sulut, Unsur Forkopimda Sulut, beserta tamu undangan lainnya, dengan menerapkan protokol kesehatan mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19

(Adv/Tamura)