Minsel, SulutNews.com -- Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) maut yang melibatkan kendaraan bermotor roda empat jenis Suzuki Pick Up nomor polisi DB 8284 FI dan Sepeda Motor jenis Honda CsOne (saat ditemukan tidak memiliki plat nomor), terjadi di Jalan Trans Sulawesi, dekat pintu masuk Politeknik Pelayaran, Desa Tawaang Timur, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), pada Senin malam (4/10/2021), sekira pukul 22.30 Wita.

Akibat lakalantas ini, pengendara Sepeda Motor CsOne, Denny Makapedame (38), warga Desa Pakauure Utara Kecamatan Tenga mengalami luka di selangkangan, patah tulang kaki kanan dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RS Kalooran Amurang.

Informasi yang diperoleh wartawan SulutNews.com dari Humas Polres Minsel, pada Selasa (5/10/2021) mendapati kronologi kejadian berawal saat Sepeda Motor CsOne bergerak dari arah Amurang menuju arah Kota Kotamobagu.

Saat berada di tempat kejadian perkara (TKP) sepeda motor tersebut out ke kanan sehingga terjadi tabrakan dengan kendaraan Suzuki Pick Up dari arah berlawanan yang dikemudian oleh Andre Hanok Malonda (26), warga Desa Watudambo, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.

"Personel piket unit lakalantas langsung mendatangi lokasi kejadian, membantu proses evakuasi, mengamankan babuk, melakukan olah TKP, mengumpulkan bahan keterangan saksi dan membuat laporan polisi," terang Kasat Lantas Polres Minsel AKP Hadi Siswanto, SIK, MH, dalam rilis yang dikeluarkan Humas Polres Minsel.

(***/Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar, SH memimpin Upacara Peringatan Hari Kesakitan Pancasila di halaman Kantor Bupati Minsel, jalan Trans Sulawesi, Pondang, Kecamatan Amurang Timur, pada Jumat (1/10/2021).

Upacara digelar dengan protokol kesehatan (prokes) ketat dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, aparatur sipil negara (ASN) serta tenaga harian lepas (THL) secara virtual.

Dari informasi yang diterima wartawan SulutNews.com, Bupati Franky Wongkar didampingi Wakil Bupati Minsel Pdt. Petra Yani Rembang MTh. Hadir juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Minsel Stevanus Lumowa, SE serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Minsel.

Upacara yang digelar di tengah penurunan jumlah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Minsel, dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat mengikuti aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 itu dipimpin Bupati Franky Wongkar selaku inspektur upacara.

Dalam upacara ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minsel Stevanus Lumowa SE membacakan naskah ikrar masyarakat Minsel di Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2021.

Untuk diketahui, setiap tanggal 1 Oktober, Bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang kembali sejarah dalam mempertahankan ideologi bangsa dan sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para pahlawan revolusi.

(***/Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Kapolres Minahasa Selatan (Minsel) AKBP S. Norman Sitindaon, SIK, memimpin kegiatan patroli bersepeda, pada Kamis petang (30/9/2021).

Patroli bersepeda dilakukan bersama sejumlah personel Satuan Sabhara Polres Minsel dengan melintasi Jalan Raya di Kawasan Boulevard Amurang.

"Untuk memantau secara langsung situasi dan kondisi kamtibmas yang ada di kawasan Boulevard Amurang, sekaligus melaksanakan patroli dialogis mendengarkan keluhan, kritik serta saran dari masyarakat setempat terkait kinerja kepolisian,” ungkap Kapolres Minsel.

Kapolres juga tampak menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas serta mengimbau masyarakat agar terus mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan penularan Covid-19.

“Pandemi Covid-19 saat ini belum berakhir, olehnya kami mengimbau masyarakat agar tetap disiplin mentaati protokol kesehatan. Bersama-sama kita peduli, saling menjaga dan saling mengingatkan,” imbau Kapolres.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Minsel AKBP S. Norman Sitindaon, SIK; membagikan masker gratis untuk warga yang ada di pesisir pantai Kawasan Boulevard Amurang.

“Pakai masker untuk lindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Kepedulian kita untuk kemanusiaan, disiplin prokes, jaga kesehatan,” tambah Kapolres.

(***/Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar, SH dan Wakil Bupati Minsel Pdt. Petra Yani Rembang, tinjau penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 bagi siswa usia 12 - 17 tahun di SMP Negeri 1 Amurang.

Kegiatan vaksinasi anak pada Selasa (28/9/2021) ini merupakan kerja sama pihak sekolah dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan.

Informasi yang diperoleh, vaksinasi anak ini sebagai bentuk kesiapan sekolah menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar menyampaikan bahwa pemerintah daerah tetap berupaya untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Walaupun sudah ada penurunan besaran penyebaran namun kita jangan lengah, tetap berupaya dan salah satu upaya yang digalakkan dari pemerintah pusat sampai ke daerah dengan menggalakan kesadaran masyarakat untuk di vaksinasi agar terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok)," jelas Bupati Minsel.

Sementara itu, tim vaksinasi dipimpin Kepala Puskesmas Amurang dr. Yudi Emor melaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati bahwa jumlah Vaksin Sinovac yang disediakan berjumlah 10 vial.

"10 vial ini bisa digunakan untuk 100 orang. Dalam skrining sebelum vaksin tersebut terdapat beberapa anak yang belum bisa di vaksin karena Flu, tekanan darah rendah, datang bulan," kata Emor.

"Jumlah anak yang menerima vaksin sebanyak 26anak, yakni 18anak vaksin Dosis 1 dan 8 anak vaksin dosis 2, dari SMP Negeri 1 Amurang dan tambahan dari SMP Negeri 2 Amurang," ujarnya.

Selfie U. Sumilat, Spd, MM selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Amurang mengatakan bahwa jumlah siswa yang telah divaksin sudah melewati 69% dari jumlah siswa keseluruhan.

"Tim pengajar bersama pegawai tata usaha SMP Negeri 1 Amurang yang sudah divaksin sudah melebihi 95%," ungkap Kepsek SMPN 1 Amurang.

Untuk diketahui, program vaksinasi anak usia 12 - 17 tahun telah dimulai sejak 7 Mei 2021 dan mendapat respon baik dari masyarakat Minsel.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Dr. Fietber Raco, SPd Msi, Kepala Dinas Kesehatan dr. Erwin Schouten, Sekretaris Dinas Pendidikan Drs. Joyke Tangkere, MPd, Camat Amurang Rommy Rumagit S.Sos dan Kepsek SMPN 2 Amurang Paula Moonik, SPd MAP.

(***/Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Karteker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) melakukan audiens dengan Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH, pada Senin (27/9/2021).

Pertemuan di ruang kerja Bupati tersebut dihadiri oleh Ketua Karteker Berry Tawera, Sekretaris Yonli Yacob, Bendahara Henli Tuela dan pengurus lainnya, untuk memperkenalkan diri kepengurusan KNPI Minsel.

Informasi yang diperoleh wartawan SulutNews.com, dari Henli Tuela mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk melaporkan bahwa sudah ada pengurus sementara yang ditugaskan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Sulawesi Utara (Sulut) Bung Rio Dondokambey.

"Kepengurusan ditugaskan untuk melakukan konsolidasi organisasi dan merangkul ormas-ormas kepemudaan di Minahasa Selatan," ujar Tuela.

"Dimana sesuai SK penunjukkan selain konsolidasi organisasi juga mempersiapkan musyawarah daerah (Musda) DPD KNPI Minahasa Selatan," katanya.

Bupati Franky Wongkar menyambut baik akan kehadiran Karteker KNPI Minahasa Selatan.

"Semua organisasi kemasyarakatan termasuk KNPI sudah menjadi kewajiban untuk difasilitasi dan disupport keberadaannya. Apalagi KNPI adalah wadah berkumpul ormas-ormas kepemudaan yang pasti memiliki peran strategis sehingga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung visi misi Minahasa Selatan Maju Berkepribadian dan Sejahtera," ungkap Bupati Minsel.

Bupati Franky Wongkar juga berpesan agar para pengurus solid saling merangkul dalam mempersiapkan Musda sehingga tidak ada perpecahan antara generasi.

(***/Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah dilaksanakan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), beberapa waktu lalu.

Namun informasi terjadinya cluster sekolah di daerah lain, tak menggoyahkan setiap elemen pendidikan untuk terus melakukan PTM terbatas.

Fandy Walintukan, orang tua yang anaknya ada SD dan SMP mengatakan bahwa PTM terbatas yang dilakukan saat ini masih lebih baik buat siswa dibandingkan pembelajaran lewat Daring dan Luring.

"Sebagai orang tua kami memang mengkhawatirkan jika terjadi penyebaran Covid-19 di sekolah. Tapi kami melihat pihak sekolah memang sudah mengupayakan dilakukan pembagian shift saat belajar mengajar dan penerapan protokol kesehatan," ungkap Fandy.

Di kesempatan terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) SD GMIM 1 Tumpaan Irene Rantung, yang ditemui wartawan SulutNews.com beberapa waktu lalu menyampaikan pembelajaran di sekolah yang dipimpinnya dilakukan lewat pembagian shift di setiap kelas.

"Saat ini belajar dengan menerapkan protokol kesehatan lengkap. Pihak sekolah tidak hanya sekedar menyediakan pengukur suhu, tapi juga menyediakan tempat cuci tangan dan dilakukan penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran," jelas Rantung.

"Sekolah juga membagikan masker dan hand sanitizer untuk masing-masing siswa dan guru. Juga menganjurkan untuk menggunakan 2 masker, di dalam masker medis, di luar masker kain," katanya.

Ditambahkan Kepsek yang ramah ini, untuk siswa yang menderita sakit, baik batuk atau pilek maka siswa belum kami ijinkan datang ke sekolah. Dari Guru sudah menyampaikan hal itu ke orang tua, sehingga orang tua tinggal menginfokan kalau anak yang tidak masuk sekolah karena batuk atau pilek.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Minsel, Dr. Fietber Raco mengatakan untuk vaksinasi guru sudah sekitar 80 persen, juga termasuk siswa SMP sudah di angka yang sama, tergantung jumlah vaksin yang masuk.

"Tidak ada cluster sekolah di Minsel. Standar protokoler di sekolah itu ada, cuci tangan, menyediakan hand sanitizer. Mau jaga seketat apa lagi," ujar Raco.

"Harus dilakukan tatap muka, karena kalau kita juga tidak berani maka para siswa akan semakin ketinggalan. Kapasitas 50 persen siswa di setiap kelas," terangnya.

Kadis Pendidikan Minsel menyampaikan kepada wartawan SulutNews.com, untuk panduan para Kepsek dalam melakukan pembelajaran itu ada di Surat Edaran yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Nomor 094/04/DPPO/MS/XI/2021 tentang pedoman PTMT untuk sekolah pada semester ganjil catur wulan IV TA 2021/2022.

Nontje Wangko, pengawas sekolah SD menilai untuk pembelajaran lewat Daring/Luring tidak maksimal yang menyebabkan anak-anak sudah terbelakang pengetahuan mereka.

"Sehingga tatap muka langsung sudah menjadi keharusan, walaupun harus memperhatikan prokes secara ketat," akunya.

(Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar, SH bersama Wakil Bupati Pdt. Petra Yani Rembang hadir dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pada Kamis (23/9/2021).

Rapat Paripurna ini, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Provinsi Sulut, dengan tema "Sulut Maju dan Sejahtera, Indonesia Maju".

Berbagai keberhasilan yang di capai Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah Kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur (Wagub) Steven O.E. Kandow sepanjang tahun 2021 diantaranya :

- Peringkat Pertama tindak lanjut KORSUPGAH, penghargaan yang diberikan oleh KPK

- Penghargaan dari BPS dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8,69% 

- Penghargaan Abdi Bhakti Tani 2021 dari Pesiden RI 

- Anugerah Humas Indonesia Sebagai Gubernur terpopuler Versi Media Digital

Dalam Perayaan HUT Provinsi Sulut tersebut, Kabupaten Minahasa Selatan menerima Piagam Penghargaan yang diterima langsung oleh Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH atas Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diberikan Kepada Pekerja Rentan sebanyak 5.000, Non ASN/THL sejumlah 910, dan Aparat Desa/Perangkat Kampung/Perangkat Lingkungan sebanyak 4.068.

Turut hadir dalam peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke-57 tahun dan Paripurna DPRD Sulut, diantaranya Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw, Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus A. Silangen, Sp.B, KBD., Wakil Ketua DPRD Sulut Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH., Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok, SH., Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulut Sandra Rondonuwu, S.Th, SH., Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen SE, MS.

Hadir juga Ketua TP-PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, Sekretaris TP-PKK dr. Kartika Devi Tanos, Mars, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulut Dra. Ivonne Lombok, Para Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota se-Sulut, para Anggota DPRD Sulut, Unsur Forkopimda Sulut, beserta tamu undangan lainnya, dengan menerapkan protokol kesehatan mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19

(Adv/Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menggelar Rapat Paripurna Tingkat Kedua, di ruang rapat Kantor DPRD Kabupaten Minsel, pada Rabu (22/9/2021).

Rapat Paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Minsel Stefanus D. N. Lumowa, SE didampingi Wakil Ketua Paulman Runtuwene, ST dan diikuti secara virtual oleh Ketua DPRD Minsel Jenny J. Tumbuan, SE.

Tampak hadir pula Bupati Minsel Frangky Donny Wongkar, SH dan Wakil Bupati Pendeta Petra Yanni Rembang.

Dalam rapat ini berhasil disepakati Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2021 Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Wakil Ketua DPRD Minsel, Stevanus Lumowa menyampaikan bahwa ditetapkannya APBD-P 2021 menjadi Perda, setelah sebelumnya dilakukan pembahasan antara Banggar, TAPD dan OPD Pemkab Minsel.

"Selanjutnya Perda APBD-P Tahun 2021 akan disampaikan ke tingkat Provinsi untuk dibahas, sehingga menghasilkan produk hukum yang memenuhi unsur legalitas yang dapat dijadikan landasan pelaksanaan APBD Tahun 2021,” ungkap Lumowa.

Sementara itu Bupati Minsel Frangky Wongkar dalam sambutannya memberikan apresiasi atas peran dan kontribusi DPRD dan eksekutif yang sudah melakukan pembahasan dan menetapkan Ranperda APBD-P 2021 menjadi Perda.

“Dengan harapan kebersamaan dan sinergitas antara legislatif dan eksekutif akan terus terjalin guna terwujudnya visi dan misi Kabupaten Minsel yang Maju, Berkepribadian dan Sejahtera,” katanya.

Selanjutnya dilaksanakan penandatanganan sekaligus penyerahan Raperda tentang APBD-P Minsel Tahun Anggaran 2021, yang telah disetujui oleh pimpinan dan para anggota DPRD kepada Bupati Minsel.

Hadir juga dalam Rapat Paripurna ini para anggota DPRD Minsel, Kapolres Minsel AKBP Norman Sitindaon, SIK., Dandim 1302 Minahasa Letkol Infantri Herbeth Andi Amino Sinaga, SIP., yang diwakili Kapten (Inf) Ferdinand Tedampa selaku Danramil 17/Motoling, Kajari Minsel Budi Hartono, SH., M.Hum., Sekretaris Daerah Denny P. Kaawoan, SE., M.Si., dan para Asisten beserta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Minsel.

(Tamura)

Minsel, SulutNews.com -- Pemberhentian sepihak tenaga kerja masih saja terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Dahulu eks tenaga kerja dari PT. London Sumatera di Desa Pungkol Kecamatan Tatapaan yang mencari keadilan. Kali ini eks tenaga kerja Sakura Mart di Kecamatan Amurang yang hangat menjadi pembicaraan masyarakat.

Drs. Sonny H. Maleke, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Minsel, yang dijumpai wartawan SulutNews.com di ruang kerjanya, pada Kamis (16/9/2021) mengatakan bahwa semua permasalahan pemberhentian tenaga kerja, baik yang di perusahan Lonsum dan Sakura Mart semua sudah berproses.

"Kalau di Lonsum sekarang sudah ada putusan anjuran dari mediator bidang PHI di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). 10 hari diberikan kesempatan untuk tanggapan dari pihak perusahaan", terang Maleke.

"Ternyata setelah diberikan kesempatan dari pihak perusahaan langsung menolak putusan. Jadi setelah pihak perusahaan menolak, otomatis dari pihak buruh/karyawan diberikan kesempatan untuk menggugat ke PHI (Pengadilan Hubungan Industrial)", katanya.

Ia pun menyampaikan, kalau masalah karyawan Sakura Mart kemarin kami sudah mencoba menyelesaikan, tapi dari pihak Sakura Mart banyak malas hadir. Perwakilan Sakura Mart juga banyak alasannya, yang membuat eks karyawan bosan dengan cara-cara seperti itu.

"Setiap permasalahan tenaga kerja yang sudah kami mediasi dan tidak selesai pasti kami langsung bawa ke Provinsi. Karena di Provinsi punya pengawas tenaga kerja", ujar pria yang dikenal ramah ini.

Terkait masalah karyawan eks Sakura Mart yang difasilitasi ibu Felly Runtuwene sebagai Ketua Komisi IX di DPR RI, dirinya berpendapat kalau untuk membantu karyawan silahkan saja, tapi sesuai prosedur.

"Komisi IX juga kan itu membidangi tenaga kerja", ungkap Maleke.

Dijelaskannya, kewenangan Dinas dalam hal tenaga kerja tinggal dari segi aturan dan pembinaan-pembinaan serta sosialisasi.

"Kami juga bisa jadi mediator, tapi mediator khusus. Saya sebagai kepala Dinas menjadi mediator khusus tersebut. Kami bisa melakukan mediasi bipartit, tapi kami tidak bisa mengeluarkan anjuran. Kalau bisa sepakat ok, kalau tidak kami kirim ke Provinsi", pungkasnya.

(TamuraWatung)

Minsel, SulutNews.com -- 2 (dua) kejadian kebakaran besar sempat mengguncang warga masyarakat yang berada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pada tahun 2021 ini.

Ya, kebakaran gedung sekolah di Kecamatan Motoling dan bangunan pasar dan rumah penduduk di Kecamatan Tompaso Baru masih membekas.

Hal inilah yang menarik perhatian wartawan SulutNews.com untuk menelusuri keberadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang dimiliki oleh pemerintah Kabupaten Minsel.

Saat berkunjung ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-pp dan Damkar) Kabupaten Minsel, pada Kamis (15/9/2021), terlihat 2 kendaraan Damkar berwarna merah terparkir.

Mariano Kani, Sekretaris Satpol-pp dan Damkar Minsel yang ditemui wartawan SulutNews.com, bersedia untuk memberikan informasi.

"Mobil Damkar Minsel ada 3 unit, yang 1 sudah rusak berat (besi tua) dan sudah tidak bisa digunakan lagi. Sedangkan 2 unit masih bisa digunakan tapi rusak dan harus diperbaiki", ungkap Kani, mengawali pembicaraan siang kemarin.

Dijelaskannya, kedua mobil yang ada di Kantor rusak. Yang 1 rusak TPO (Pompa Take Off) dimana kekuatan semprotnya dari mesin. Sedangkan mobil 1 lagi yang menggunakan pompa portabel rusak pada mobilnya seperti plat kopling, bocor rem dan harus diperbaiki secara menyeluruh.

"Untuk perbaikan ke-2 kendaraan Damkar ini sudah sejak lama diusulkan, tapi selalu ketika dibahas di DPRD Minsel, ternyata yang menjadi skala prioritas adalah gaji THL", terang Kani.

"Saat ini sudah ada pengusulan, mudah-mudahan ada 1, entah di APBD Perubahan atau tahun depan. Karena tahun ini kan banyak refocusing anggaran", katanya.

Menurutnya, pihak Satpolpp dan Damkar Minsel telah membuat kajian dan memberikan masukan kalau boleh bukan "Fire Truck" seperti yang ada saat ini, tapi "Fire Jeep" yang diadakan.

"Fire Jeep dimana mesinnya Hilux atau Triton, itu khusus 600 L. Fire Jeep itu kalau ada kebakaran rumah akan cepat ke lokasi dibandingkan Fire Truck. Ini berdasarkan pertimbangan, dimana letak Geografis Minsel yang ada di ketinggian", terang Kani, menjelaskan kebutuhan Damkar Minsel saat ini.

"Juga ada bak yang dibangun di sejumlah titik untuk memudahkan kendaraan mendekati lokasi kebakaran, namun semua tergantung ketersediaan anggaran", ujarnya.

Di kesempatan terpisah beberapa waktu lalu dalam rapat paripurna DPRD Minsel, Robby Sangkoy (anggota DPRD Minsel dari Partai Golkar) sempat mengusulkan agar pengadaan mobil Damkar bisa menjadi skala prioritas.

"Fraksi Partai Golkar mengusulkan untuk 2022 pengadaan kendaraan pemadam kebakaran, minimal 2 unit. Karena setau kami mobil pemadam kebakaran yang efektif tinggal 1, jadi kenapa tidak kalau kita bisa anggarkan 2 unit", ungkap Sangkoy dihadapan Bupati dan Wakil Bupati Minsel waktu itu.

(TamuraWatung)