Minsel, Sulutnews.com - Polres Minahasa Selatan mengadakan acara penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba, Senin (11/12), bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) melalui Dinas Pendidikan Sulawesi Utara Cabang Minsel-Mitra.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di gedung aula Polres Minahasa Selatan dihadiri langsung oleh Kapolres Minahasa Selatan AKBP Arya Perdana, SH,SIK,MSi, segenap pejabat utama, para Kapolsek dan personil jajaran serta perwakilan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kabupaten Minahasa Selatan yang diwakili Seksa Drs. Danny Rindengan, M.Si.

“Penandatangan MoU ini merupakan landasan kerjasama bagi berbagai pihak dalam menjalankan tugas menjaga kamtibmas serta penegakan hukum termasuk upya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pendidikan,” ungkap Kapolres Minsel dalam sambutannya.

Diharapkan dengan adanya MoU ini, semua pihak dapat menyatukan komitmen bersama sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dalam upaya mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba khususnya bagi para generasi muda penerus cita-cita bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Drs Danny Rindengan menyampaikan mari kita sama-sama berkomitmen mengatakan tidak pada narkoba.

“Mari kita pakai seluruh kemampuan dan kekuatan kita untuk memerangi dan memberantas narkoba demi masa depan anak cucu kita yang akan datang. Selaku pemerintah daerah, saya sangat menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman ini dan kiranya kerjasama ini akan memberi dampak yang positif untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” pungkas Danny Rindengan.

Hadir pula dalam acara ini perwakilan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut AKBP Alfrets Mongi, Kadis Pendidikan serta perwakilan dari Kepala Sekolah dan siswa SD, SMP, SMA.(Ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH menghadiri Ibadah menyambut Natal Dinas Dikda Provinsi Sulut Cabang Minsel-Mitra, MKKS SMA/SMK di Golden Charity Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur, Jumat, (7/12).

Dalam Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Jefry Saisab, M.Teol, (Khadim), yang dihadiri Kepala Cabang Dikda Kabupaten Minsel dan Mitra Bpk. Edward Sibuea, Kompol. Roy Rugian, Dewan Pendidikan, Koordinator Pengawas bersama para Pengawas, Kepala Sekolah SMA/SMK Se-Minsel/Mitra, Para Guru, Siswa dan Undangan Lainnya.

Dalam sambutan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH mewakili Bupati Chrisriany Eugenia Paruntu, SE mengharapkan kiranya dengan perayaan menyambut Natal, dapat dijadikan momentum pembaharuan diri, baik dalam kehidupan pribadi maupun berjemaat dan bermasyarakat. 

"Untuk itu, marilah kita semua menjadi suka cita ditengah-tengah masyarakat. Dan tentunya sebagai pembawa damai, jauhkan hati yang penuh kebencian, iri hati, dendam, dengki dan lain sebagainya." ujar Wabup 

Lanjutnya, tentunya sebagai seorang pendidik, harus mampu menjadi teladan dan contoh bagi siswa-siswi, dan ditengah-masyarakat dimasing-masing  wilayah. Karena dunia pendidikan, seorang adalah icon yang utama dalam mengembangkan dunia pendidikan.

"Mengatasnamakan Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, SE bersama Jajaran Pemerintah Kabupaten Minsel mengucapkan Selamat Menyambut Natal 25 Desember 2017 dan Tahun Baru 01 Januari 2018 untuk seluruh pendidik yang ada di Minsel-Mitra." pungkasnya.

Minsel, Sulutnews.com - Kisah asmara memilukan terjadi di Kecamatan Tareran, dua sejoli yang sedang dimabuk cinta nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada seutas tali nylon di bawah tower sutet (saluran udara tegangan tinggi) Desa Koreng, pagi tadi Selasa (5/12) pkl. 07.30 wita.

Gabungan personil dari Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Minsel serta anggota Polsek Tareran langsung mengamankan TKP, melakukan proses identifikasi serta mengevakuasi kedua remaja yang menjadi korban cinta buta ini.

“TKPnya di bawah tower sutet, peristiwa gantung diri oleh 2 (dua) warga Desa Koreng diidentifikasi berinisial RK (Rino), 20 tahun dan MK (Meifa), 13 tahun,” ungkap Kapolsek Tareran Iptu Petrus Satu.

Kedua korban gantung diri ini pertama kali ditemukan oleh ibu Heis Rumengan. “Berdasarkan keterangan saksi, Pak Fentje, ayah dari korban RK (Rino), bahwa ia sempat melihat anaknya berbicara dengan perempuan MK (Meifa) di dekat tower sutet; saksi kemudian menyuruh istrinya, Heis Rumengan, untuk memanggil anak mereka. Saat tiba di tower sutet, ibu Heis Rumengan mendapati anaknya, RK (Rino), bersama dengan perempuan MK (Meifa) sudah meninggal karena gantung diri,” terang Kapolsek.

Sementara itu Kasat Intelkam Polres Minsel AKP Karel Tangay, SH, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyarankan kepada kedua pihak keluarga almarhum untuk dilakukan proses otopsi namun ditolak. “Keluarga korban gantung diri menyatakan menerima peristiwa duka ini dan menolak untuk dilakukan proses otopsi; untuk motif kasus diketahui bahwa kedua korban menjalin asmara terlarang karena masih ada ikatan darah, hingga pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” jelas AKP Karel.(Ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Ratusan perwakilan petani minuman tradisional ‘Cap Tikus’ dari Kecamatan Motoling Raya dan Kecamatan Tareran  Senin (4/12) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Selatan 

Para pengunjuk rasa  diterima anggota DPRD Minsel, diantaranya, Benny Marentek, Joppy Mongkaren Ronald Pinasang, Welly Liwe, Djen Lamia dan Salman Katili.

Salah seorang pengunjuk rasa menyampaikan dimana kedatangan para petani ‘Cap Tikus’ ini adalah bentuk kekecewaan akibat tidak adanya lagi pabrik yang membeli hasil olahan para petani ini.

“Bapak- bapak Dewan yang terhormat  Kedatangan kami ke sini (Kantor DPRD- red) hari ini, untuk menyampaikan keluhan ,dimana tidak ada lagi pabrik yang membeli hasil olahan ‘Cap Tikus’ petani. jadi kami berharap kedatangan ini akan memperoleh jalan keluar yang terbaik,” ujar Man pongantung Petani asal, Motoling.

Hal yang sama di sampaikan pengunjukrasa lainya, dima mereka berharap agar para Anggota Dewan Minsel  dapat menampung dan meneruskan kepada Pemerintah Kabupaten Minsel aspirasi para pengunjuk rasa yang di sampaikan.

"Jangan haya sampai disini saja, atau hanya menampung, jadi kalau boleh di teruskan kepada pemerintah. Supaya aspirasi ini bisah di tindak lanjuti. Ingat mungkin ada bapak-bapak anggota Dewan yang terhormat sekolahnya di biayai dari hasil penjualan captikus" Ucap Jemmy Kawengian

Sementara Anggota DPRD berjanji akan menerima seluruh aspirasi para pengunjuk rasa dalam hal ini para petani captikus untuk ditindak lanjuti kepada Pemerintah Provinsi dan Kabuten Minahasa Selatan

“Aspirasi dari bapak ibu akan kami perjuangkan ke Provinsi. Permasalahan ini memang terkait kebijakan dari Kementrian Keuangan terkait penerapan cukai yang baru berlaku dan berpengaruh di seluruh Indonesia,” tandas Pinasang.

Lanjut disampaikannya dimana DPRD Minsel  akan memperjuangkan aspirasi rakyat ini sehingga secara kelembagaan akan diterbitkan kebijakan politik. Dan akan bersama-sama berjuang untuk kepentingan petani ‘Cap Tikus’ di Minsel.(Ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Penetapan dan pengukuhan Duta Wisata ASN Minahasa Selatan 2017 yang dilaksanakan di gedung waleta kantor bupati,  Senin (27/11) oleh Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE didampingi Sekda Drs. Danny Rindengan, M.Si.

Dalam sambutan Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE mengatakan banyak selamat kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Minahasa Selatan yang boleh terpilih menjadi Duta Wisata 2017. Kiranya dengan hadirnya Duta Wisata ini, dapat memperkenalkan dan mengembangkan wisata, seni budaya, adat-istiadat Minahasa Selatan baik nasional maupun internasional.

"Jadi hadirnya Duta Wisata ini, akan mampu mengangkat potensi wisata yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan. Disamping itu pula bagaimana seni budaya, adat Minahasa Selatan dipromosikan dan diperlihatkan kepada nasional bahwa Minsel mempunyai alam yang indah serta seni budaya yang terus dipelihara sampai sekarang." ujar Tetty Paruntu.

Untuk itu lanjut Bupati, karena mengingat pemerintah ditahun yang akan datang, akan fokus untuk pariwisata, diharapkan kepada dinas terkait untuk terus mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat baik desa/kelurahan untuk mengangkat wisata, seni dan budaya di Kabupaten Minahasa Selatan.

Karena pengembangan pariwista khususnya yang ada didesa terlebih pembuatan home stay disetiap desa, karena ketika itu terbentuk, maka itu satu-satunya yang ada di Provinsi Sulawesi Utara.

"Ini adalah kesempatan kita untuk terus membangunan dan mengembangkan potensi wisata diseluruh aras wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, sehingga apa yang kita harapkan untuk Minsel terhebat dan terdepan dapat terwujud," pungkas Paruntu.(Ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com Musyawarah PMI Desa/Kelurahan Kecamatan Amurang Barat sekaligus pembentukan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dan Pengurus Desa/Kelurahan yang dilaksanakan rumah Hukum Tua Desa Teep Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan, Jumat (24/11)

Dalam sambutan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Minahasa Selatan dr. Michaela Paruntu, MARS yang diwakili Roy Tambingon sebagai Bendahara mengatakan Palang Merah Indonesia adalah organisasi sosial yang bergerak dibidang kemanusian. 

Dengan dibentuknya Pengurus dan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat dan pengurus Desa/Kelurahan, dapat memberi diri guna pelayanan kemanusian. Karena tujuan ini adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan peduli akan kemanusian khususnya di Kabupaten Minahasa Selatan.

"Jadi diharapkan seluruh pengurus Desa/Kelurahan yang ada di Kecamatan Amurang Barat dapat memberi diri dalam pelayanan kemanusian, karena memang PMI adalah organisasi yang bergerak dibidang kemanusian," singkatnya.

Adapun Musyawarah Desa/Kelurahan dan Pembentukan Pengurus Kecamatan Amurang Barat, dibuka langsung oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, oleh Camat Amurang Barat Sonny Makaenas, SSTP, MAP, M.Si.(Ferrowaney)

 

Minsel, Sulutnews.com - Kunjungan Kerja Bupati Cristiany Eugenia Paruntu, SE dinegeri Sakura Japan, menjadi keuntungan tersendiri bagi Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Dimana beberapa perjanjian kerja sudah dilakukan penandatanganan MoU tentang bantuan mobil ambulance dan pemadam kebakaran.

Pada kesempatan itu pula, Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE telah melakukan penandatangan MoU antara Pemkab Minsel dengan South East Asia Friendship and Culture Association (SAFCA) dibidang pengembangan sumber daya manusia, pertanian, pariwisata, kebudayaan serta investasi daerah, diHotel Prince Shinigawa Tokyo Japan, Rabu (22/11), dan mengunjungi Home Care Lansia di Tokyo dalam rangkaian acara dengan pihak SAFCA.

Kerjasama ini, merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Kabupaten Minahasa Selatan pada tanggal 6 Agustus 2017 antara Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE dengan Perwakilan dari SAFCA. 

Pada kesempatan itu, Mr Katsumi Ono mengatakan pihak Jepang tertarik untuk membangun sekolah keperawatan di Kabupaten Minahasa Selatan dengan standard Jepang. Sehingga benar-benar sumber daya manusia yang siap bekerja, karena kedepannya para siswa-siswi tersebut akan direkrut untuk bekerja di Jepang.

Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE menyampaikan dengan adanya kerjsama ini, akan mampu berkaloborasi dengan pihak-pihak swasta dalam membangun daerah Kabupaten Minahasa Selatan, menjadi Kabupaten yang maju, terhebat dan terdepan.

Dengan begitu dapat menguntungkan kedua belah pihak. Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai sumber daya manusia yang cukup dan mampu dalam membangun ilmu pengetahuan untuk pekerja siap pakai. Untuk peluang ini tidak boleh disia-siakan. Karena ini kesempatan kita membangun Kabupaten Minahasa Selatan disegala bidang yang trampil, cerdas, energik, profesional dan siap bekerja.

Hadir dalam acara Penandatangan MoU tersebut dari pihak Jepang, Presiden Direktur SAFCA Mr Katsumi Ono, Sekjen SAFCA Mr Kazuki Wake, Kepala Sekolah Bahasa Jepang Mr Hideo Takahashi, Mr Ichiro Yamaguci, Mr John Laody Sariowan, Mr Takashi Terasawa.(Ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Normalisasi Sungai Ranowangka tepatnya di Kecamatan Amurang yang diapit dua Kelurahan yaitu Uwuran Dua dan Kelurahan Lewet menjadi sorotan warga Kota Amurang.

Pasalnya limbah hasil normalisasi yang menurut informasi adalah hasil serapan Anggota DPRD Provinsi Sulut dapail Minsel-Mitra, tersebut dibuang di seputaran jalan trans menuju Tombatu Mitra, tepatnya antara Kelurahan Uwuran Dua dan Desa Kilometer Tiga.

Menurut keterangan Hukum Tua Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang, Herman Ulaan mengatakan, normalisasi tersebut telah meresahkan masyarakat yang melitas ditempat tersebut. Karena menimbulkan berbau busuk dan penuh dengan sampah.

"Ini jelas sangat menggangu aktitas warga khususnya kami warga yang sehari-hari melewati jalur tersebut. Karena limbah sampah tersebut berbau busuk dan mengganggu pernapasan. Kami berharap ini menjadi perhatian pemerintah terkait. Apalagi jalan ini menuju area pariwisata." tukas Ulaan.

Sementara itu Lurah Kelurahan Uwuran Dua Brif Kaunang ditemui diruangannya, Rabu (22/11), mengatakan bahwa normalisasi sungai Ranowangko, telah diberitahukan lewat lisan oleh Dinas PU Provinsi Sulut, namun untuk pembuangan hasil normalisasi sungai tersebut tidak pernah disampaikan.

"Jelas sebagai pemerintah Uwuran Dua tidak pernah diberitahukan akan membuang di seputaran jalan antara Kelurahan Uwuran Dua dan Desa Kilometer Tiga. Kami mendapat informasi tersebut dari beberapa masyarakat sekitar yang melintas dijalur tersebut. Padahal Minsel punya tempat pembuangan sampah (TPS)," jelasnya.

Ia menambahkan, kiranya dapat menjadi perhatian bagi dinas terkait, agar supaya pembuangan lumpur dan sampah, dapati dihentikan serta dapat menegur pihak yang melakukan normalisasi di sungai Ranowangko.(Ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Panwaslu Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif dalam rangka pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019.

Ketua Panwas Minsel Eva Keintjem, di dampingi  Franny Sengkey dan Winzi Kuhu, mengatakan Komisioner Panitia Pengawas Pemilu, dalam pelaksanaan sosialisasi ini guna melaksanakan Undang undang Nomor 7 tahun 2017 agar terciptanya pengawasan masyarakat terhadap pemilu yang akan diselenggarakan. 

Dengan sosialisasi ini, pentingnya pegawasan pemilu tersebut diharapkan partisipasi dan peran serta masyarakat dalam pengawasan bersama Panwaslu agar suksesnya pelaksanaan pemilu, khususnya di KabupatenMinsahasa Selatan.

"Dalam forum diskusi ini, Pelaksanaan Pemilu bukan hal yang ringan akan tetapi peran masyarakat dan media di harapkan mampu mengawasi penyelenggaraan dalam pemilihan secara langsung, umum, bebas dan rahasia, secara  jujur dan adil, " ujar Keintjem, Selasa (21/11) di Hotel Sutan Raja Amurang.

Sementara itu, Komisioner Panwas Franny Sengkey mengatakan, peran kami tidak memihak, kami tidak melayani intervensi, kami bekerja profesional sesuai Undang undang dan peraturan berlaku. Kami berhak menindak peserta pemilu seperti mendiskualifikasi peserta pemilu.

"Jadi sesuai dengan undang-undang yang berlaku, Panwas akan bekerja dengan profesional, tidak memihak, dan jika didapati pemilihan nanti tidak sesuai aturan akan ditindaki." pungkas Sengkey.(Ferrowaney)

 

Minsel, Sulutnews.com - Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi tepatnya di Desa Rumoong Bawah Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan, pada Sabtu malam (18/11) pkl. 23.30 wita telah menelan korban meninggal dunia sebanyak 2 orang.

Sebagaimana diketahui kejadian lakalantas terjadi antara kendaraan bermotor roda dua jenis Yamaha Nmax nomor polisi DB 5525 MB yang dikendarai oleh lelaki Yasir Yunus, 31 tahun, warga Kelurahan Uwuran Dua Kecamatan Amurang, bertabrakan dengan kendaraan bermotor roda dua jenis Yamaha Vega-R (tanpa plat), yang dikendarai oleh Dani Pangkei, 37 tahun, warga Kelurahan Kawangkoan Bawah Kecamatan Amurang Barat.

“Dua kendaraan melaju dari arah berlawanan, Sepeda Motor Nmax bergerak dari arah Teep ke Amurang dan Vega dari arah Amurang menuju Teep tiba di Kelurahan Rumoong Bawah terjadi tabrakan,” ungkap anggota Piket Lakalantas Brigadir Sendy Tendean.

Akibat tabrakan maut tersebut, pengendara sepeda motor Nmax, Yasir Yunus, meninggal dunia di tempat kejadian sedangkan pengendara sepeda motor Vega, Dani Pangkei, sempat dilarikan ke RS Kalooran Amurang dan dirujuk ke RS Prof. Kandou Manado namun pada Minggu kemarin (19/11) meninggal dunia.

“Kami sudah melakukan olah TKP, pengumpulan bahan keterangan serta mengamankan barang bukti yaitu sepeda motor Nmax dan Vega untuk kepentingan proses penyidikan nanti,” tutup Brigadir Tendean.(Ferrowaney)