Minsel, Sulutnews.com - Personil gabungan unit piket fungsi Polsek Tenga mengamankan seorang pelaku tindak pidana penganiayaan, RL (Reinal), 21 tahun, warga Desa Pakuure Satu Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, pada Rabu malam (14/3/2018).

Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Tenga Iptu Muhammad Amri, membenarkan penangkapan ini. Ia mengatakan setelah mendapat laporan langsung melakukan penangkapan.

“Kami mengamankan tersangka tindak pidana penganiayaan, seorang lelaki berinisial RL alias Reinal, 21 tahun, warga Desa Pakuure Satu, atas tindak pidana penganiayaan terhadap korban Max Panambunan, 61 tahun, seorang pensiunan pegawai negeri, warga Desa Pakuure Satu,” ungkap Kapolsek.

Tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan senjata tajam jenis pisau sangkur, sehingga mengakibatkan korban mengalami luka robek di tangan kanan dan kirinya. 

“Tersangka dan barang bukti pisau sangkur telah kami amankan, untuk kasus ini masih akan dilakukan pengembangan terkait dengan motif, kronologis dan modus operandinya,” ungkap Kapolsek. (ferrowaney)

 

Minsel, Sulutnews.com - Kapolsek Amurang AKP Arie Prakoso, S.IK, menerima informasi dan Laporan dari Masyarakat bahwa akan melintas di Jalan Trans Sulawesi Kendaraan Toyota Rino Warna Merah dengan Nomor Polisi DB 8258 AY bermuatan Minuman Keras Jenis Captikus tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah, Kamis (15/3/2018).

Dari Informasi dan Laporan tersebut Kapolsek Amurang bersama anggota melakukan lidik lanjut dan didapat informasi bahwa Kendaraan Toyota Rino yg bermuatan Miras Jenis Captikus tersebut bergerak dari Desa Elusan Kec. Amurang Barat Kab. Minahasa Selatan dengan alibi akan membawah Miras Jenis Captikus ke Pabrik Sesuai dengan aturan, peraturan Daerah / Propinsi yg mengatur tentang tata cara penjualan dan pengiriman Miras jenis Captikus dari Penampung ke Pabrik pengelolah Miras.

Polisi pun melakukan pembuntutan terhadap kendaraan truck Rino DB 8258 AY bermuatan Minuman Keras Jenis Captikus. Tiba di Amurang, kendaraan tersebut berbelok menuju arah Minahasa Tenggara. Tiba di jalan raya antara Desa Poniki dan Desa Liwutung, kendaraan truck tersebut langsung dihentikan polisi untuk dilakukan pemeriksaan.

Kendaraan tersebut digiring sampai ke Polsek Amurang untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan pada Pukul 04.00 Wita setelah sampai di Mako Polsek Amurang Pengendara Mobil yg belum sempat dimintai keterangan meninggalkan mobil tanpa sepengetahuan dan tidak meminta ijin kepada Petugas.

"Saat ini kendaraan Toyota Rino yang bermuatan Miras Jenis Captikus Kurang Lebih 220 Galon masing-masing pergalon 35 Liter diamankan di Mako Polsek Amurang untuk proses dan keperluan penyidikan lebih lanjut. Totalnya 7.700 liter,” tutup Kapolsek.

 

 

Minsel, Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, melalui Dinas Kesehatan bakal melaksanakan pemeriksaan terkait dengan dokter yang tidak mempunyai Surat Ijin Praktek (SIP) baik dilingkup Rumah Sakit, Puskesmas dan tempat praktek diseluruh wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. 

Pasalnya, pemeriksaan ijin tersebut sesuai dengan peraturan pemerintah UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Dimana Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/ atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.

"Pemeriksaan ini sesuai dengan UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Kami akan melakukan penindakan terhadap para dokter tidak terkecuali bidan dan perawat yang tidak memiliki ijin praktek. jika kedapatan, maka akan diambil tindakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku." ujar Paruntu, Kamis (15/3) diruangannya.

Namun sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan akan melakukan himbauan kepada seluruh rumah sakit pemerintah maupun swasta serta puskemas dan dokter praktek, agar melakukan pembenahan Surat Ijin Praktek. Juga Surat Ijin Praktek tersebut, menyesuaikan dengan masa berlaku Surat Tanda Registrasi (STR).

"Jadi pengurusan surat ijin praktek selama 5 tahun serta disesuaikan dengan masa berlaku Surat Tanda Registrasi (STR). Untuk itu diharapkan kepada seluruh tenaga kesehatan agar memenuhi persayaratan tersebut." tegas Paruntu.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (SDK) Yunus Koleangan meenambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, telah melakukan inovasi terkait pengurusan Surat Ijin Praktek, dengan secara langsung bisa dilakukan sistem online.

 "Dengan adanya pengurusan sistem online ini, dapat mempermudah pengurusan SIP ini. Tentunya dibaringi dengan ketentuan serta persayarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan." tukas Koleangan. (ferrowaney)

 

Minsel, Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan akan menarik kembali 49 Sekretaris Desa berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Jelas Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Minahasa Selatan Evert Poluakan, Rabu (14/3).  

Menurutnya, penarikan ini sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Minsel Nomor 10 tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Minsel Nomor 8 tahun 2017 tentang Perangkat Desa yang telah disahkan. 

"Setelah ini, sekretaris desa (sekdes) berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) akan ditarik menduduki pos di Pemkab Minahasa Selatan. Kebijakan ini menindaklanjuti peraturan bupati, serta permendagri 45/2014 batas tugas sekertaris desa hanya 6 (enam) tahun, dan kita telah menyurat ke BKDD dari bulan yang lalu dan kami harapkan sebelum pencairan dana desa prosesnya sudah selesai." jelas Poluakan.

Selanjutnya, telah dimintakan kepada para Hukum tua yang memiliki sekertaris desa ASN, bahwa setelah penarikan dilakukan, desa-desa tersebut akan langsung mengadakan pengisian kekosongan jabatan sekdes. Namun akan dilakukan penjaringan untuk memenuhi kekosongan perangkat desa. 

Ia menambahkan, Bupati DR. HC Christiany Eugenia Paruntu, SE menyampaikan, terkait perekrutan harus menunggu penataan yang dilakukan desa, setelah itu dilaksanakan mutasi dan selanjutnya penjaringan dan penyaringan. Dan dalam penjaringan, akan menggandeng pihak ketiga untuk uji kompetensi. 

“Jadi penjaringan sebentar akan melibatkan pihak ketiga. Karena disini akan ada uji kompetensi untuk melihat langsung potensi dan kualitas dari setiap para peserta. Untuk itu materi yang akan diberikan berupa IT, pengetahuan dasar, pemerintahan dan sebagainya,” tutup Poluakan. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Minahasa Selatan bersama Balai POM (Pengawas Obat dan Makanan) Manado, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, melaksanakan razia terpadu di sejumlah rumah produksi mie basah dan tahu yang ada di Pasar Amurang dan Pasar Tumpaan, Selasa (13/3/2018).

Kasat Resnarkoba Polres Minsel Iptu Erween Tanos, SH, saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa, pelaksanaan kegiatan ini, sesuai dengan hasil pemeriksaan Balai POM, terdapat 2 (dua) produsen mie basah yang dinyatakan positif menggunakan bahan kimia berbahaya, boraks.

"Jadi setelah diadakan uji laboratorium dari Balai POM bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, terhadap sejumlah sampel, dan ditemukan ada 2 (dua) produsen mie basah yang positif menggunakan boraks," ungkap Kasatres Narkoba.

Dari hasil tersebut, maka kami langsung melakukan penyitaan terhadap puluhan kilogram mie basah yang terbukti menggunakan boraks.  Dengan hasil tersebut akan dijadikan barang bukti, guna proses penyelidikan dan penyidikan. 

"Kita menyita 15,5 kilogram mie basah di Pasar Amurang dan 24,4 kilogram di Pasar Tumpaan. Sampelnya telah kita sisihkan sebagai barang bukti dalam proses penyelidikan dan penyidikan, sisanya kita musnahkan," pungkas Kasat Resnarkoba. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Polres Minahasa Selatan menggelar acara 'Deklarasi Anti Hoax', Senin (13/2/2018), yang melibatkan unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara, TNI, serta seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta insan pers.

Deklarasi Anti Hoax, yang dilaksanakan di gedung aula Polres Minsel dihadiri juga seluruh pejabat utama dan para Kapolsek jajaran serta dibuka langsung oleh Kapolres AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK.

"Berita bohong atau Hoax saat ini menjadi hits di berbagai media sosial. Hoax sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan keresahan, perselisihan bahkan pertikaian dan kerusuhan," ungkap Kapolres.

Olehnya diperlukan suatu kesamaan visi, suatu kesepakatan, suatu pernyataan bersama melalui deklarasi segenap elemen masyarakat terkait dengan pernyataan sikap anti hoax.

"Kita semua satu, Indonesia, jangan sampai terpecah belah hanya karena terjebak dalam isu-isu murahan, seperti SARA maupun konten internet negatif yang bersifat provokatif. Kita semua harus bersatu menentang hal itu, kita tegaskan bahwa kita anti hoax," tegas Kapolres.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH mengatakan, sangat mendukung kegiatan seperti ini, dimana ini dapat meminimalisir permasalahan yang dapat menimbulkan SARA. Untuk itu saya berharap kepada seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk selalu waspada pada pemberitaan yang mengadung unsur hoax. 

"Ini menjadi peringatan kita bersama, lebih kusus pada insan pers. Pers harus profesional dalam dalam hal pemberitaan. Karena letak informasi ada ditangan jurnalistik. Untuk itu sebagai mitra kerja pemerintah, marilah kita ciptakan suatu informasi yang membangun serta kritikan yang mengedepankan kemajuan disegala bidang." pungkas Wongkar

Acara deklarasi ini diakhiri dengan penandatanganan spanduk kesepakatan bersama 'Anti Hoax', oleh Wakil Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH, DPRD Minsel, unsur Forkopimda, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, SE, yang diwakili Sekda Drs. Danny Rindengan, M.Si bersama Bank Sulut mengadakan melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman dalam rangka Implementasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Jumat (9/3). 
 
Acara yang dilaksanakan di lantai 4 kantor bupati tersebut di buka langsung oleh Sekretaris Daerah Drs. Danny Rindengan, M.Si yang dihadiri oleh Kepala Bank Sulut Cabang Amurang Ibu, Rolien Sambur, SE. 
 
Dalam sambutan Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE lewat Sekda Drs. Danny Rindengan, M.Si mengatakan, apresiasi kepada pihak Bank Sulut, dalam keberadaanya, merupakan mitra pemerintah, di dunia Perbankan Indonesia, Pemkab Minsel menjadikan Bank Sulut sebagai mitra kerja sama, untuk membangun sinegritas.
 
"Sebagai wujud meliputi seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaraan daerah, pemindahan uang dengan menggunakan instrument APMK, cek, bilyet, giro, uang elektronik atau sejenisnya, berkoordinasi dengan bank atau lembaga keuangan, dimana  Pemda menetapkan kebijakan implementasi dan menyusun action plan, implementasi transaksi non tunai dapat dilakukan secara bertahap." ujar Rindengan.
 
Sementara itu Kepala Bank Sulut Rolien Sambur, SE mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, atas dukungan dan kepercayaan serta kerjasama bagi Bank Sulut untuk hadir sebagai mitra kerja, dalam setiap kegiatan pembanguan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan 
 
kami akan melakukan perbaikan demi perbaikan pada setiap  kebijakan akuntansi dan pelayanan kepada nasabah. Dengan memperbaiki system pembukuan dan pencatatan terhadap transaksi-transaksi keuangan, perbaikan dalam pengelolaan asset melalui inventarisasi asset dan penatausahaan yang lebih tertib, serta meningkatkan kualitas SDM terutama yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah." tukas Sambur.
 
Tambah Kabag Humas & Protokol Pemkab Minsel Henri Palit, SH, bahwa, system pengelolaan keuangan, atas kerja sama ini sudah tentu dapat menjadi Implementasi, serta sinergi antara Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam hal ini pelayanan kepada masyarakat serta terjalin kerja sama dengan baik antara pemerintah daerah di dunia perbankan. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Puluhan Warga Kelurahan Bitung Kecamatan Amurang mendatangi DPRD Kabuputen Minahasa Selatan. Kedatangan warga tersebut terkait Pembuatan Sertifikat Tanah yang tidak dilayani pihak pemerintah Kelurahan Bitung yakni Lurah Bitung.

Adapun warga tersebut di sambut langsung oleh Komisi I DPRD Kabupaten Minahasa Selatan, yang diwakili oleh Wakil Ketua Komisi I Verke Pomantow bersama Jerie Pangkey, Robby Sangkoy dan Jan Lamia, Senin (5/3).

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Verke Pomantow mengatakan bahwa kedatangan warga Kelurahan Bitung, terkait dengan pengurusan sertifikat tanah yang ditolak oleh pihak Kelurahan Bitung dengan alasan status tanah. 

"Jadi sini warga Kelurahan Bitung mengadu bahwa pengurusan sertifikat tanah yang ada di lingkungan 6 dan 7 ditolak oleh pihak Kelurahan dengan alasan bahwa tanah tersebut milik pemerintah sebagai lahan sebagai jalur hijau. Padahal tanah tersebut sudah diduduki selama 50 tahun." jelas Pomantow.

Dari keterangan warga juga, dimana indikasi ada beberapa warga yang mengurus pembuatan sertifikat tanah diterima pihak kelurahan dan bahkan sudah ada yang memiliki sertifikat tanah.

Untuk itu, kami akan melakukan hearing kepada pihak Kecamatan Amurang, Kelurahan Bitung bersama warga serta dinas terkait, agar permasalahan ini bisa teratasi. 

"Karena yang saya tahu, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Minahasa Selatan bahwa tanah tersebut tidak masuk jalur hujau. Untuk itu kami mendukung sepenuhnya tanah tersebut menjadi hak milik dari warga yang ada di Kelurahan Bitung Kecamatan Amurang khsusnya di lingkungan 6 dan 7." tukas Pomantow.

 Sementara itu salah seorang warga Bitung mengatakan sangat berharap agar DPRD Kabupaten Minahasa Selatan dapat memberikan solusi tetang permasalahan, karena menyangkut kehidupan kami selanjutnya.

"Kami berharap ada kejelasan serta solusi yang boleh diberikan pihak DPRD Minsel untuk kami warga Kelurahan Bitung Khususnya Lingkungan 6 dan 7. Dimana kami merasa sangat dirugikan pihak Kelurahan Bitung, apalagi ini menyangkut tanah yang sudah sekian tahun kami duduki, lantas akhirnya bukan menjadi hak kami." tutupnya. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Minahasa Selatan mengamankan 10 botol minuman keras impor golongan B dan C tanpa ijin. Miras tersebut disita aparat kepolisian saat pelaksanaan razia di sejumlah tempat hiburan malam di seputaran Kota Amurang, pada Sabtu (3/3/2018).

Kasat Res Narkoba Iptu Erween Tanos, SH, menerangkan bahwa kegiatan razia kepolisian yang dilakukan pihaknya ini dalam kaitan mengantisipasi peredaran narkotika, obat terlarang, barang berbahaya maupun minuman keras tanpa ijin.

“Tempat hiburan merupakan salah satu domain yang berpotensi dijadikan tempat peredaran narkoba maupun barang berbahaya lainnya. Olehnya, razia ini dilaksanakan sebagai upaya kami mengantisipasi potensi tersebut,” ungkap Iptu Erween.

Razia tempat hiburan ini meliputi pemeriksaan dokumen perijinan minuman keras, identitas pengunjung, serta pengawasan aktivitas yang berpotensi menjurus pada aksi prostitusi.

“10 botol miras impor golongan B dan C berbagai merk berhasil kami sita untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan kepolisian,” pungkasnya. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Gabungan personil piket fungsi Polsek Tumpaan berhasil mengamankan seorang tersangka kasus pencurian, PO (Pino), 35 tahun, warga Desa Wawontulap Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, pada Sabtu malam (3/3/2018).

Kapolres Minahasa Selatan AKBP Winardi Prabowo, SIK, saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Tumpaan Iptu Asprijono Djohar, membenarkan penangkapan ini.

“Kami mengamankan seorang lelaki berinisial PO alias Pino alias Opo Pino, 35 tahun, di Desa Wawontulap Kecamatan Tatapaan. PO diamankan selaku tersangka atas tindak pidana Pencurian ternak,” ungkap Kapolsek Tumpaan.

Diketahui bahwa peristiwa pencurian hewan ternak jenis Sapi sering terjadi di Desa Wawontulap selang beberapa hari belakangan ini. Masyarakat pun menjadi resah akibat tindak pidana ini. Hingga pada Sabtu malam (3/3), tersangka yang sedang melakukan aksinya ini digerebek oleh sebagian warga yang langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian.

“Kami langsung mendatangi TKP dan melakukan pengejaran terhadap tersangka yang sempat melarikan diri. Tak berselang lama, akhirnya tersangka berhasil kami tangkap dan langsung dibawa ke Polsek untuk diamankan guna proses penyelidikan dan penyidikan lanjutan,” pungkas Kapolsek.

Tersangka PO dijerat pasal pencurian ternak sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 (tujuh) tahun pidana penjara. (ferrowaney)