Pengamat Politik: Koalisi Golkar-Demokrat, Jadikan MEP-VT Unggul di Pilkada Minsel

Written by  Aug 01, 2020

Minsel, SulutNews.com -- Dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada), faktor figur sangat menentukan. Namun partai politik (Parpol) sebagai pilar Demokrasi berperan untuk mengusung calon.

Bergaining-bergaining dilakukan untuk membentuk koalisi yang notabenenya adalah untuk mendapatkan tiket agar dapat mengusung calon.

Pengamat politik Sulawesi Utara (Sulut) Josef Kairupan mengatakan case untuk Minsel, syarat Parpol dapat mengusung calon minimal memiliki 6 kursi di Legislatif.

"Realita yang ada hanya 2 Parpol saja yaitu Golkar dan PDIP masing-masing memiliki 10 kursi di Legislatif," terang Kairupan.

Menurut Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini, khusus Partai Golkar yang melakukan komunikasi politik untuk membangun koalisi adalah suatu hal yang patut diapresiasi.

"Mengingat Golkar sudah memiliki tiket, alhasil komunikasi politik yang dilakukan berhasil menggandeng partai Demokrat berkoalisi mendukung pasangan dr. Michaela Elsiana Paruntu MARS dan Ventje Tuela S.Sos atau akrab disapa (MEP-VT)," tutur Kairupan.

Ia menjelaskan, hal yang paling mendasar disaat Parpol memutuskan berkoalisi adalah dengan maksud memenangkan kandidat yang diusung.

"Jika demikian maka faktor figur sangat mempengaruhi, hal ini mengindikasikan bahwa sosok MEP-VT sangat diperhitungkan," ucap Josef Kairupan.

"Artinya tingkat popularitas yang didukung dengan hasil survei membuktikan figur MEP-VT mampu unggul pada pertarungan Pilkada di Minsel," katanya.

Dikatakannya, "People's Whises" menjadi kekuatan dari figur dalam hal ini MEP-VT, karena dapat mengukur aspek aksepbilitas publik di Minsel.

(TamuraWatung)