Melky Manus, Kepala BPKAD Minsel Melky Manus, Kepala BPKAD Minsel

Sudah Dibahas di RDP, Melky Manus: Dana Beasiswa Untuk Penanggulangan Covid-19

Written by  Jul 30, 2020

Minsel, SulutNews.com -- Pandemi Covid-19 atau Virus Corona telah menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap perekonomian dan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Untuk mengantisipasi masalah sosial dan ekonomi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel telah melakukan realokasi dan refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam penanganan Pandemi dan dampak Covid-19, sebagaimana arahan pemerintah pusat berdasarkan aturan hukum yang sudah ditetapkan.

Wartawan SulutNews.com, pada Kamis (30/7/2020) di ruang kerja Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Minsel, Melky Manus, menanyakan tentang adanya pernyataan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minsel, Jaclyn Koloay yang menyesalkan hilangnya anggaran Beasiswa.

"Benar, anggaran itu adalah salah satu anggaran yang telah dirasionalisasi untuk Covid-19 saat itu. Waktu itu kami pikir Beasiswa harus ditunda dulu dan dananya digunakan untuk penanganan Covid-19 di Minsel," kata Melky Manus.

Dirinya juga menyayangkan sikap anggota Dewan tersebut, karena seharusnya dikonfirmasi terlebih dahulu, jangan diumbar lewat pemberitaan di media sosial.

"Mereka juga ada kontak para Kabid di BPKAD, jadi tidak harus saya untuk melakukan konfirmasi," terangnya.

Menurutnya, masalah ini sebenarnya sudah pernah ditanyakan dalam rapat dengar pendapat (RDP) pertama di DPRD Minsel untuk penanganan Covid-19, sebelum Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).

"Jawabannya itu, ya rasionalisasi. Sebelumnya Badan Keuangan dan Sekretariat sudah dirasionalisasi, barulah anggaran Beasiswa. Saya ingat betul, saat itu saya sudah menjelaskan ke Ibu Jaclyn waktu bertanya saat RDP," tambah Manus.

"Untuk berita itu, prosesnya kami harus diundang 'Hearing' dulu, kalau beliau tahu. Jangan asal saja, kita inikan kelembagaan," tegasnya.

Selain Rasionalisasi ada juga Refocusing anggaran yang dilakukan Pemkab Minsel, yang tentu saja sudah dilakukan dan dipikirkan secara arif dan bijaksana, karena sudah mempertimbangkan semua aspek.

Anggota DPRD Minsel dari Fraksi Golkar, Rommy Poli saat dihubungi wartawan SulutNews.com menyampaikan bahwa dalam situasi crisis Pandemi, semua keputusan punya dampak, apalagi Pandemi di Tahun Politik, semua bisa di politisir.

"Niat baik Pemkab untuk memberikan Beasiswa sudah nyata dan jelas. Apabila ada pergeseran, tentunya sudah dikaji secara matang oleh pemerintah diprioritaskan untuk kemanusiaan.

Bagi adik-adik mahasiswa bersabar dulu, jadilah mahasiswa yang tangguh dan Cerdas karena dana yang harusnya untuk Beasiswa diberikan untuk kemanusiaan," pungkasnya.

(TamuraWatung)