Pertama di Sulut, Desa Maliku Minsel Ciptakan Lapangan Bola Dengan Tenaga Manusia

Written by  Sep 24, 2018

Minsel, Sulutnews.com - Menjadi suatu prestasi yang besar bagi Kabupaten Minahasa Selatan yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, dimana Desa Maliku Kecamatan Amurang Timur adalah satu bukti dan contoh, pembuatan lapangan dengan menggunakan tenaga manusia.

Menurut Hukum Tua Desa Maliku Kecamatan Amurang Timur Ferry Pieters Pandey mengatakan, bahwa pembuatan lapangan sepak bola merupakan impian dari seluruh masyarakat Desa Maliku. Untuk itu masyarakat bersepakat melalui dana desa tahap dua, akan membuat lapangan sepak bola, karena dari sejak Desa ini berdiri tidak ada lapangan sepak bola.

"Ini merupakan aspirasi dan kerinduan masyarakat untuk mempunyai fasilitas olahraga lapangan sepak bola. Untuk itu dengan semangat, dengan kesepakatan, lewat dana desa, maka kami anggarkan pembuatan lapangan sepak bola tersebut." ujar Pandey, Sabtu (22/9/18).

Lanjutnya, inipun tak lepas dari dukungan pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan Bupati Christiany Eugenia Paruntu dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar. Serta upaya pemerintah pusat melalui dana Desa, melakukan pengembangan pembangunan di seluruh wilayah Republik Indonesia.

"Ini juga menjadi komitmen masyarakat Desa Maliku, dimana dengan adanya fasilitas olahraga ini, akan memotifasi para generasi muda untuk bangkit menunjukan prestasi khususnya pencinta sepak bola. Juga diharapkan generasi muda di Desa Maliku dapat melahirkan prestasi yang dapat mengharumkan nama Desa serta Kabupaten Minahasa Selatan." pungkasnya.

Ia menambahkan sangat mustahil memang lapangan sepak bola ini bisa diwujudkan. Namun semangat dan kegigihan masyarakat Desa Maliku untuk mewujudkannya sudah dibuktikan, karena hampir kurung waktu 3 bulan, penyelesaian lapangan sepak bola tersebut hampir rampung.

"Sangat mustahil ini bisa diwujudkan. Dengan tenaga kurang lebih 70 orang yang adalah masyarakat Desa Maliku, sampai saat ini, sudah hampir rampung, tinggal menunggu tim teknis saja. Puji Tuhan dengan semangat dan doa lapangan sepak bola masuk tahap finising." imbuh Pandey.(/Ferrowaney)