4 Poin Penting Penundaan Sekolah Tatap Muka di Minsel

Written by  Jul 14, 2021

Minsel, SulutNews.com -- Penundaan pembelajaran tatap muka diberlakukan pada sekolah-sekolah di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Informasi ini diperoleh wartawan SulutNews.com, pada Selasa (13/7/2021) dari Kepala Dinas Pendidikan serta Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Minsel, Fietber Raco di kantornya.

"Penundaan pembelajaran tatap muka itu mengacu pada surat edaran Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey nomor 440/2/4150 yang ditujukan ke Bupati/Walikota se-Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terkait antisipasi peningkatan kasus Covid-19", ungkap Fietber Raco.

"Untuk menunjang surat edaran Gubernur Sulut, pihak Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui Dinas Pendidikan serta Kepemudaan dan Olahraga Minsel telah mengeluarkan surat edaran nomor 094/650/DPPO/MS/VII/2021 tentang pelaksanaan awal kegiatan belajar mengajar Tahun Ajaran 2021/2022 ditengah kewaspadaan dan respon penularan Covid-19", tambahnya.

Menurut Fietber Raco, surat yang ditandatangani dirinya tertanggal 9 Juli 2021 ini, tujuannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan respon penularan Covid-19 dalam pelaksanaan awal kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2021/2022 di tingkat satuan Pendidikan se-Kabupaten Minahasa Selatan.

Ada 4 poin penting dalam surat edaran ini, yakni:

1. Bahwa pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar yang disebut Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) untuk selang waktu tanggal 12-17 Juli 2021 dilakukan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau dalam jaringan (Daring) karena untuk antisipasi ancaman penularan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa Selatan.

2. Bahwa pihak sekolah dapat melakukan program pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru maupun pengenalan program sekolah untuk siswa yang naik kelas dapat dilakukan mulai tanggal 12-17 Juli 2021 dengan persyaratan sistem shift atau bergantian sehingga kehadiran siswa diminimalkan sampai 30 persen kehadiran siswa persesi.

3. Bahwa pelaksanaan PTMT untuk Tahun Ajaran 2021/2022 dapat dilakukan dengan memenuhi persyaratan minimal 90 persen Guru sudah divaksinasi dan para siswa harus difasilitasi pihak sekolah untuk bekerja sama dengan pihak Puskesmas setempat untuk divaksinasi.

4. Bahwa pelaksanaan PTMT untuk Tahun Ajaran 2021/2022 akan dilaksanakan sambil menunggu petunjuk selanjutnya.

"Surat edaran ini juga sudah saya laporkan kepada Bupati Minsel Franky D. Wongkar SH, Wakil Bupati Minsel Pdt. Petra Rembang dan Sekdakab Minsel Denny Kaawoan", jelas Kadis Raco.

Kadis Pendidikan Minsel menyampaikan kalau surat edaran ini akan dievaluasi kembali diakhir tanggal berlaku dan akan kami perpanjangan sesuai dengan hasil evaluasi.

(TamuraWatung)