Aksi Kucing-Kucingan Pencemaran Sungai Tongop Minsel

Written by  Jul 01, 2021

Minsel, SulutNews.com -- Sungai Tongop yang berada di Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kembali menarik perhatian terkait masalah limbah.

Ini setelah viralnya video yang beredar di Facebook pada Senin (28/6) terkait tercemarnya air sungai Tongop oleh limbah yang diduga berasal dari PT. Sasa Inti Minsel, yang berada di Desa Radey.

Informasi yang diperoleh wartawan SulutNews.com mendapati bahwa pencemaran limbah dari pabrik pengolahan Kelapa ini telah beberapa kali tersandung masalah serupa.

Hamid, Kepala Jaga III Desa Molinow kepada wartawan pada Selasa (29/4) menyampaikan kemarin sungai berbuih dan banyak ikan mati.

"Kemarin hari di Sungai Tongop, masyarakat banyak yang melihat dan mengambil ikan yang sudah mati. Tapi saya belum tahu apakah dikonsumsi oleh masyarakat atau tidak", ujar Hamid.

Upaya penelusuran pun kembali dilakukan wartawan dengan mendatangi masyarakat yang berada di pinggir sungai Tongop dan bertemu dengan Ebung Pandawa.

"Kemarin ada sekitar 50 ekor yang saya ambil dari Sungai Tongop. Kami duga ikan-ikan ini mati karena limbah", tutur Pandawa.

"Ikannya kami konsumsi setelah dibersihkan di air yang mengalir dan mengeluarkan isi perutnya", tambahnya.

Pihak perusahaan saat dihubungi enggan untuk bertemu dan memberikan pernyataan.

"Salah seorang karyawan di PT. Sasa Inti Minsel yang dihubungi lewat pesan WhatsApp menyampaikan bahwa keinginan wartawan sudah disampaikan ke pihak pimpinan", kata salah seorang karyawan yang dihubungi lewat pesan WhatsApp.

Tapi hingga sore ditunggu, akhirnya pihak perusahaan membalas di pesan WhatsApp bahwa sudah ditangani langsung.

Upaya konfirmasi pun kami lanjutkan dengan menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Minsel Roy Sumangkut yang akhirnya bersedia memberikan informasi pada Rabu (30/6/2021) lewat telepon.

"Saya baru mengetahui masalah pencemaran lingkungan tadi dari teman wartawan yang memperlihatkan videonya kepada saya. Kemudian saya mengutus Kabid LB3 Stenly Sungkudon, S.Hut dan Kabid P3KLH Ferry Pangala ST untuk ke lokasi", ungkap Sumangkut.

Dirinya mengaku bahwa pihak DLH sudah agak terlambat, karena kejadiannya hari Senin dan kami baru turun lapangan di hari Rabu.

"Kami pun telah menghubungi pihak perusahaan dan mereka mengaku tidak mungkin melakukan hal seperti itu", terangnya.

Dirinya berjanji akan menurunkan lagi tim untuk mengecek situasi di lokasi pengolahan limbah PT. Sasa Inti Minsel.

(TamuraWatung)