Ini 15 Target Pemkab Minsel Dalam Penyusunan RPJMD 2021-2026

Written by  Jun 24, 2021

Minsel, SulutNews.com -- Minahasa Selatan ini adalah rumah kita, Minahasa Selatan ini adalah tempat kita untuk hidup rukun dan damai. Minahasa Selatan ini adalah tempat kita bekerja dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik. Dan masa depan itu adalah Minahasa Selatan yang maju, berkepribadian dan sejahtera.

Itulah sebait kata pembuka sambutan Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar SH dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2021-2026.

Giat yang dilaksanakan di Aula Wanita Kantor Bupati Minsel ini, dihadiri juga oleh Wakil Bupati Pdt. Petra Rembang, Sekdakab Minsel Denny Kaawon, Forkopimda Minsel, anggota DPRD Sulut dan anggota DPRD Minsel serta sejumlah tamu undangan lainnya.

"Sebagai Bupati di Kabupaten Minahasa Selatan, saya bersama pak Wakil Bupati sudah berjanji untuk memimpin dan merawat Kabupaten yang kita cintai ini kepada tujuan mulia", tutur Bupati Minsel.

"Bagi kita, Cita-cita ini harus diperjuangkan bersama, harus dijalankan bersama", katanya.

Oleh karena itu menurut Bupati Minsel, RPJMD harus dapat menetapkan target sebagai berikut:

1. Pertumbuhan ekonomi harus dapat mencapai 6,5-7,5 persen.

2. Gini ratio diturunkan hingga 0,32

3. Kita tekan Inflasi hingga 3-5 persen

4. Angka IPM naik mencapai 75

5. Angka kemiskinan dapat diturunkan mencapai 8 persen

6. Angka pengangguran harus kita tekan hingga mencapai 3-4 persen

7. Usia Harapan Hidup naik mencapai 72 atau bahkan 73 tahun

8. Prevalensi stunting diturunkan menjadi 8,5 persen

9. Rata-rata lama sekolah menjadi 10 atau 11 tahun

10. Jalan Kabupaten dalam kondisi mantap mencapai 90 persen

11. Luas irigasi kondisi mantap mencapai 42 persen

12. Membangun 2000 rumah layak huni

13. Evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan tiap tahun mencapai kategori baik dan sangat baik

14. Tetap memperhatikan opini BPK terhadap pengelolaan keuangan daerah sebagai WTP sambil berupaya mempercepat Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Bupati Wongkar mengatakan, dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, baik Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) serta sumber daya penunjang lain kita sudah mengisi kemampuan keuangan daerah sehingga kita harus pastikan bahwa semua aspek ini dikelola dengan baik dan benar untuk menuju pencapaian yang lebih hebat.

(TamuraWatung)