Minsel-Amurang, Sulutnews.com -- Dalam rangka perayaan hari jadi Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang ke-17, Pemerintah Kabupaten Minsel menggelar upacara peringatan di halaman kantor Bupati.

Upacara dilaksanakan pada Senin (27/1/2020). Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) adalah Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Minsel, Denny Kaawoan dan pemimpin upacara Camat Suluun Tareran, Veky Rondonuwu.

Diawal upacara, disampaikan sejarah Kabupaten Minsel oleh Kabag Pemerintahan Tusrianto Rumengan dengan memaparkan awalnya terbentuknya Kabupaten Minsel.

Selanjutnya dalam upacara yang mengambil tema “Minsel Bersatu Unggul SDM, Menuju Kemenangan”, Sekdakab Minsel membacakan sambutan dari Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu.

“Perlu kita sadari, bahwa objek utama dari pembangunan yang kita laksanakan adalah masyarakat itu sendiri. Semua infrastruktur dan fasilitas yang telah kita bangun, tidak lain ditujukan untuk membangun, memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Minsel," kata Bupati Christiany Paruntu, seperti dibacakan Sekdakab Minsel.

"Untuk itu, sebagai objek dari pembangunan, hendaknya kita semua masyarakat Minsel harus memiliki mental yang siap untuk membangun dan dibangun".

Di tahun 2020, Bupati Minsel telah mencanangkan sebagai tahun kemenangan.

"Kita diingatkan kembali bahwa tugas kita bersama adalah untuk menjaga dan terus menciptakan persatuan dan kesatuan dalam melangkah bersama membangun SDM Minsel yang unggul guna mewujudkan kemenangan di segala bidang," tukas Bupati Minsel dalam sambutannya.

"Menang atas kemiskinan, menang atas kebodohan dan menang atas keterbelakangan".

Bupati Tetty Paruntu (sapaan akrab Bupati Minsel) berharap dalam momentum hari jadi Minsel tahun ini, kiranya dapat membawa pembaruan yang positif dan konstruktif.

"Kita harus revolusi mental yang bobrok, kita harus musnahkan budaya korup dan kita buang perilaku-perilaku yang saling menjatuhkan. Masyarakat Minsel harus punya mental juang, mampu bersaing dan visioner namun tetap menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai kekeluargaan," tambah Bupati Tetty Paruntu.

Turut hadir dalam upacara ini seluruh unsur Forkopimda Minsel, pimpinan dan anggota Dewan, serta para Asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Minsel, para Camat, Hukum Tua, Veteran, pejuang pemekaran Kabupaten, serta undangan lainnya.

(TamuraWatung)

Minsel-Tenga, Sulutnews.com -- Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Jemaat GMIM ‘Yordan’ di Desa Tawaang Barat Wilayah Tenga, pada Minggu (26/1/2020) dihadiri oleh Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu.

Pendeta Wanly Christovel Karundeng M.Theol menjadi Khadim dalam Ibadah Syukur yang mengambil pembacaan Alkitab dalam kitab Ibrani 10:19-39. 

Dalam khotbahnya, Pendeta Wanly Karundeng mengatakan penguatan iman sesungguhnya adalah karya penyelamatan Allah, yang dikerjakan Tuhan Yesus dan dirasakan umat manusia dengan terus berpegang teguh pada pengharapan.

Di kesempatan menyampaikan sambutan, Bupati Christiany Paruntu mengatakan di usia yang masih muda ini yakni 6 tahun, Jemaat GMIM Yordan Tawaang Barat selalu diberkati oleh Tuhan.

"Saya lihat, Gereja ini boleh berdiri megah dan saya yakin bahwa Tuhan Yesus selalu menopang akan pembangunan di Jemaat GMIM Yordan Tawaang Barat. Namun pembangunan Gereja harus mampu diimbangi juga dengan pembangunan Iman warga jemaatnya," tukas Tetty Paruntu (sapaan akrab Bupati Minsel).

Tak lupa pula, Bupati Minsel menyampaikan bahwa tahun 2020 ini merupakan tahun politik, dengan akan digelarnya agenda Pilkada Serentak. "Saya mengajak warga masyarakat Minahasa Selatan, untuk turut serta mensukseskan agenda Pilkada tersebut yang akan digelar pada 23 September 2020," tukas Tetty Paruntu.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Minsel, saya selaku Bupati Minahasa Selatan bersama Wakil Bupati, pak Franky Donny Wongkar SH, mengucapkan selamat bersyukur bagi warga jemaat GMIM ‘Yordan’ Tawaang Barat yang boleh merayakan HUT yang ke-6. Terus menjadi jemaat yang teladan dan menjadi warga masyarakat yang terus mendukung program-program pemerintah"

Tampak hadir juga dalam Ibadah Syukur ini, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara Roy Tumiwa yang mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Bupati Minsel Franky Donny Wongkar. 

Hadir pula anggota DPRD Minsel Julian Mandey dan Jacklyn Koloay, Camat Tenga Selvi Mandey, bersama unsur Forkopimca Tenga, HukumTua Desa Tawaang Barat Braedly Nongkan.

(TamuraWatung)

Minsel-Amurang, Sulutnews.com -- Koordinator Lapangan Christian Arjen Wowor memberikan hak jawab dan klarifikasi terkait berita Sulutnews.com hari Jumat 24 Januari 2020 berjudul: Astaga! Mobil DPRD Sulut Diduga Angkut Pendemo ke Minsel.

Berikut penjelasannya seperti di-posting dalam Facebook pada Sabtu 25 Januari 2020 yang ditujukan kepada media Sulutnews.com untuk dimuat sebagai hak jawab:

Menyikapi persoalan Nasional Soal naiknya BPJS 100% dan Tidak adanya APBD Minsel 2020, termasuk anggaran Kesehatan yg tahun lalu mencapai 18 miliar, membuat kami perlu mengkritisi dan mendiskusikan. Setelah kami mendiskusikan pada kalangan mahasiswa Minsel UNIMA maka perlu adanya Dialog dgn Pemkab Minsel dan DPRD Minsel. Untuk ke Amurang kami membutuhkan kendaraan. Spontan kami menghubungi Senior UNIMA asal Minsel yg saat ini menjadi Pimpinan di DPRD Sulut (Senior Billy Lombok). Senior Billy langsung merespon untuk meminjamkan 1 unit mobil mini bus. Kami pun menyurat ke Ketua DPRD Minsel Ibu Jenny Tumbuan/ Nini (ibu dari Bupati Minsel) yg isinya akan mengadakan Dialog mengenai hal diatas dan mengundang pihak terkait (BPJS dan Pemkab Minsel). Surat itu diterima oleh Sekretariat DPRD MinSel.. Jadi Dialog itu diinisiasi oleh mahasiswa Minsel, bukan dari Senior Billy.

Awalnya Dialog berubah menjadi aksi/orasi didepan kantor BPJS dan Kantor Bupati Berakhir Dialog di kantor DPRD Minsel. Karena hasil kesepakatan bersama untuk melakukan aksi jalan kaki.. D

Bupati kami berdialog dengan Assiten 1, assisten 2 dan Kadis Kesehatan serta sekretaris Dinas Sosial Minahasa Selatan. Di DPRD Minsel kami diterima oleh Fraksi Golkar Roby Sangkoy dkk. Disusul oleh Wakil Ketua Stevanus Lumowa (PDIP) dan Royke Kaloh (Demokrat) didalam ruang rapat. Juga mengikuti Ibu Jecklyn Koloay (Perindo) yg memilih duduk dgn mahasiswa karena tdk mendapatkan pemberitahuan sebelumnya dari pihak sekretariat. Selain Billy Lombok, kami juga menghubungi salah satu Wkl Ketua DPRD Sulut lainnya dari dapil Minsel-Mitra Poin2 yg kami tuntut adalah :

1. Segera membuat APBD 2020 dan memasukan anggaran Kesehatan.

2. Segera membuat PerBup Minsel 2020

3. Jaminan Kesehatan rakyat semesta, bukan asuransi yg berbentuk BPJS.

4. UU SJSN sistem jaminan sosial Nasional 2004

5. UUD 45 pasal 28.H dan Pasal 34.

Semoga Aksi kami tidak Politisasi, karena aksi ini dari awal untuk membela Kepentingan Rakyat Minahasa Selatan dan SULUT. Agar Orang Miskin Dilarang sakit oleh karena kenaikan BPJS dan tidak adannya APBD Minsel 2020 Makase buat Pemerintah Minsel yg Menerima kami, Bpk Ass 1, 2, Kadis Kesehatan dan Sek DinSos Minsel. Atas nama Bupati dan wakil Bupati Makase banya buat DPRD Minsel, Wkl Ketua Stevanus Lumowa, Robby Sangkoy, Royke Kaloh, Jecklyn Koloay dan Y.N. Mandey.. dan kepala BPJS Minsel

(**/TamuraWatung)

Minsel-Amurang, Sulutnews.com -- Bupati Christiany Eugenia Paruntu menunjukkan kebolehannya memasak nasi goreng dalam pembukaan kegiatan hari ulang tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) di kompleks 'I Love Minsel' jalan Boulevard Amurang.

Aksi Tetty (sapaan akrab Bupati Minsel) ini bukan tanpa alasan, ia mengaku sudah hal biasa memasak nasi goreng dan memiliki resep spesial sendiri.

"Saya hobinya memasak, hari ini kita akan nikmati nasi goreng by Chef Tetty," kata Bupati kebanggaan masyarakat Minsel ini, sebelum memasak.

Tetty yang didampingi Sekdakab Minsel Denny Kaawoan tampak cukup serius dalam menjalankan aksinya. Bahkan, berbagai petunjuk diberikan Bupati Minsel ini dalam menyediakan bumbunya yang pas.

Meja itu menjadi "arena" Tetty memasak nasi goreng. Bak seorang koki profesional, Tetty mengenakan celemek dan topi koki warna kuning.

"Saya selalu menyiapkan waktu untuk memasak di rumah untuk saya dan anak saya Adrian," ujar Tetty.

Aksi tersebut mendapat respons meriah dari para masyarakat Minsel yang hadir, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri Minsel I Wayan Eka Miartha, Wakapolres Minsel Kompol Achmad Soetrisno dan perwira penghubung Mayor Inf Jus Ratag.

(TamuraWatung)

Minsel-Amurang, Sulutnews.com -- Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat menggelar demo di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), karena menilai "BPJS Gagal" wujudkan Jaminan Kesehatan Rakyat Semesta (Jamkes Rata).

Demo dilaksanakan di 3 (tiga) lokasi, yakni di kantor BPJS Amurang kemudian dilanjutkan di Kantor Bupati Minsel dan terakhir di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minsel dan dikawal pihak Kepolisian yang dipimpin Kabag Ops Polres Minsel Kompol Anak Agung Gede Wibowo Sitepu, SIK.

Dalam tuntutannya, puluhan mahasiswa ini menyatakan penolakan atas kenaikan iuran BPJS, meminta pengkajian kembali produk hukum BPJS, dan rekonsialiasi kembali permasalahan internal DPRD Minsel serta produk hukum peraturan kepala daerah (Perkada) agar segera diterbitkan. S

itu, Robby Sangkoy, salah satu anggota DPRD Minsel yang menerima para pendemo mengatakan kedatangan para pendemo ke Minsel karena terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Minsel. "BPJS ini kan masalah nasional. Persoalan para mahasiswa ini ke Minsel, terkait APBD yang belum teranggarkan masalah Jamkesda," kata Robby Sangkoy, singkat.

Dikesempatan terpisah, kepala BPJS Minsel, Ferry Toar menyampaikan bahwa terkait masalah kenaikan iuran BPJS adalah kebijakan pemerintah pusat. "Kenaikan iuran BPJS itu adalah kebijakan pemerintah pusat dan itu berpengaruh sampai ke daerah, juga di Kabupaten Minsel," jelas Kepala BPJS Minsel.

Namun sayang, dari informasi yang diterima ternyata aksi unjuk rasa ini difasilitasi oleh salah satu anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dari daerah pemilihan (Dapil) Minsel dan Minahasa Tenggara (Mitra), Billy Lombok yakni dengan menggunakan kendaraan milik DPRD Provinsi Sulut.

Hal ini langsung diklarifikasi sejumlah wartawan biro Minsel melalui hubungan telepon kepada Wakil Ketua DPRD Sulut ini.

"Jadi pertama saya belum komunikasi dengan mereka, belum terklarifikasi kegiatan apa yang mereka lakukan hari ini. Karena biasanyakan himpunan mahasiswa (Hima) Minsel selalu mengkomunikasikan dengan kita mengenai kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan pelatihan," tukas Billy Lombok.

Menurutnya, dari komunikasi kemarin dengan para mahasiswa tidak dikatakan mengenai kegiatan demonstrasi. "Baik para mahasiswa dan sopir belum bisa dikomunikasikan terkait kegiatan apa yang mereka lakukan hari ini. Masih tidak aktif sampai tadi," pungkas Billy Lombok, yang mengaku memiliki kedekatan khusus dengan mahasiswa Hima salah satu perguruan tinggi di Sulut ini.

(TamuraWatung)

Minsel-Amurang, Sulutnews.com -- Puluhan masyarakat Desa Sondaken Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), pada Jumat (24/1/2020), mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Kedatangan masyarakat yang mengatasnamakan 'Forum Masyarakat Bersatu Desa Sondaken' diterima oleh Kepala Dinas PMD Minsel, Hendrie Lumapow. W

Mangune, salah seorang tokoh muda yang hadir, mewakili masyarakat Desa Sondaken mempertanyakan kembali apa yang menjadi rekomendasi Dinas PMD atas penolakan pergantian Penjabat Hukum Tua Desa Sondaken. "Setelah diminta menunggu selama 2 (dua) minggu, saat ini kami ingin melihat bagaimana permintaan masyarakat yang menolak adanya pergantian penjabat Hukum Tua. Kami juga meminta agar penjabat Hukum Tua yang lama agar bisa dikembalikan lagi bertugas di Desa Sondaken," ujar Willy Mangune.

Dirinya mewakili masyarakat, menginginkan situasi yang memanas saat ini di Desa Sondaken dapat segera selesai.

Pernyataan ini ditanggapi langsung oleh Kadis Hendrie Lumapow yang mengatakan bahwa pergantian ini berdasarkan rekomendasi yang disampaikan oleh Camat Tatapaan. "Alur dan mekanisme yang digunakan dalam pergantian kemarin yang dituangkan dalam surat keputusan Bupati, itu berdasarkan usulan/rekomendasi dari Camat sehingga dilakukan pergantian. Kalau dibilang itu rekomendasi dari PMD itu info yang salah," tukas Hendrie Lumapow. B

secara tegas, Kadis Hendrie Lumapow mengatakan bahwa dasar pergantian penjabat Hukum Tua Desa Sondaken berdasarkan rekomendasi dari Camat Tatapaan.

Pernyataan Kadis PMD ini tentu membingungkan masyarakat Desa Sondaken, sehingga meminta agar menghadirkan Camat Tatapaan, Meylisa Aring.

Setelah dihubungi, akhirnya Camat Meylisa Aring pun hadir menjumpai warga masyarakat Desa Sondaken dan menyampaikan sejumlah alasan sampai terjadinya pergantian. "Pada intinya, kami pemerintah Kecamatan akan menjalankan apa yang menjadi surat keputusan Bupati," kata Camat Tatapaan. P

ini secara spontan disambut cemoohan dari masyarakat Desa Sondaken yang hadir di Kantor Dinas PMD Minsel. Setelah mendengarkan penjelasan, warga akhirnya secara teratur membubarkan diri dan sangat mengharapkan adanya penyelesaian yang baik agar tercipta situasi yang aman di Desa Sondaken.

(TamuraWatung)

Minsel-Tatapaan, Sulutnews.com -- Warga nelayan Desa Popareng, masyarakat mitra polisi hutan (Polhut) (MMP) dan Taman Nasional Bunaken (TNB), melakukan penangkapan pelaku "illegal fishing" di perairan sekitar pulau Tatapaan, pada Jumat lalu, sekitar pukul 1 dinihari.

Informasi yang diperoleh wartawan Sulutnews.com, pada Kamis (23/1/2020) bahwa pelaku yang berjumlah 5 orang, ditangkap karena menangkap ikan dengan menggunakan kompresor. "Beberapa waktu lalu, kami mengamankan pelaku illegal fishing, diketahui mereka warga Desa Boyong Pante Kecamatan Sinonsayang. Kami masyarakat bersama pihak TNB sudah menyerahkan ke penegak hukum (Gakum) TNB," terang Lapisan Porayow, warga Desa Popareng.

Dirinya sangat menyayangkan, karena dari informasi yang diterima saat ini ke-5 orang tersebut sudah dikenakan wajib lapor.

"Masyarakat pesisir wilayah Tatapaan saat ini sudah jera dan ketika tahu masih ada aktivitas ini, pasti kami sangat menyayangkan. Kami menginginkan adanya penegakkan tegas dari pihak yang berkompeten," tambah Yano Lengkong, warga yang sama.

Menurutnya, masyarakat sangat menginginkan nelayan yang diamankan harus diproses agar ada efek jera. "Kalo tidak diproses, dilain waktu bisa orang lain yang datang melakukan aktivitas illegal fishing. Karena pada penangkapan kali ini, masih ada pemain-pemain lama yang tertangkap, dan sudah pernah diproses sebelumnya," pungkasnya.

Saat ini, barang bukti telah diamankan yakni 1 (satu) unit perahu motor, 1 unit mesin kompresor, kaca mata selam, panah dan busur serta ikan hasil tangkapan.

(TamuraWatung)

Minsel, Sulutnews.com -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), pada Kamis (23/1/2020) melaksanakan Rapat Paripurna.

Rapat Paripurna kali ini, dalam rangka penutupan masa persidangan ke-satu tahun sidang 2019/2020 dan pembukaan masa persidangan ke-dua tahun sidang 2019/2020, dengan penyampaian laporan hasil reses-I masa persidangan ke-satu tahun sidang 2019/2020.

Ketua DPRD Minsel Jenny Johana Tumbuan memimpin Rapat Paripurna kali ini didampingi Wakil Ketua DPRD Minsel Paulman Runtuwene.

Wakil Bupati Minsel Franky Donny Wongkar hadir mewakili pemerintah Kabupaten. Ada yang unik dalam Rapat Paripurna kali ini, karena hanya dihadiri oleh 2 Fraksi di DPRD Minsel, sedangkan 3 Fraksi lainnya enggan hadir.

Ketua DPRD Minsel Jenny Tumbuan menyampaikan pelaksanaan Rapat Paripurna ini berdasarkan hasil rapat pimpinan DPRD.

Setelah melaksanakan agenda tutup/buka masa persidangan, Ketua DPRD Minsel, Jenny Tumbuan menyampaikan bahwa telah dilakukan kegiatan reses anggota DPRD Minsel.

"Masa reses dipergunakan oleh anggota DPRD secara perseorangan/kelompok, untuk mengunjungi daerah pemilihannya guna menyerap aspirasi masyarakat. Dan anggota DPRD wajib membuat laporan tertulis atas hasil pelaksanaan resesnya yang disampaikan kepada pimpinan DPRD dalam rapat paripurna," ujar Jenny Tumbuan.

Laporan hasil reses oleh Ketua DPRD Minsel kemudian diserahkan kepada Wakil Bupati Minsel Franky Wongkar.

"Kami berharap hasil reses ini untuk dapat ditindaklanjuti oleh Pemkab Minsel, melalui instansi terkait," tambah Ketua DPRD Minsel.

Tampak hadir Kapolres Minsel AKBP Bangun Widi Septo SIK, Kejari Minsel I Wayan Eka Miartha SH MH, Ketua Pengadilan Negeri Amurang Royke Inkiriwang SH, Ketua Pengadilan Agama Amurang Nur Amin S.Ag dan Perwira Penghubung.

Hadir pula Sekdakab Minsel Denny Kaawoan, Asisten I Frangky Tangkere, Asisten II James Tombokan, para pimpinan OPD dan para Kabag di lingkungan Pemkab Minsel

Usai pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD Minsel, kepada Cakrawalla.com, anggota DPRD Minsel dari Fraksi Golkar, Robby Sangkoy menyampaikan meski 3 Fraksi lainnya tidak hadir itu bukanlah masalah.

"Karena bukan pengambilan keputusan, maka Rapat Paripurna ini dapat dilaksanakan," terang Robby Sangkoy.

Untuk diketahui 3 Fraksi yang tidak hadir dalam rapat paripurna kali ini adalah Fraksi PDIP, Demokrat dan Primanas. Dan rapat paripurna ini hanya dihadiri oleh Fraksi Golkar dan Fraksi Nasdem.

Berikut 11 pimpinan dan anggota DPRD yang hadir dalam rapat paripurna:

Jenny J. Tumbuan (Ketua DPRD)

Paulman S. Runtuwene (Wakil Ketua DPRD)

Fraksi Golkar

Rommy W. Poli,

Olfianne K. Timbuleng

Djen P. Lamia

Robby Sangkoy

Yulian Mandey

Ridle Merentek

Fraksi Nasdem

Kumaat Alex

Lady Langie

Michael Sengkey

(TamuraWatung)

Minsel-Amurang, Sulutnews.com -- Kebakaran lahan terjadi di Bukit Sasayaban, Kelurahan Buyungon dan Uwuran II, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), pada Rabu (22/1/2020) malam.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 Wita ini, sangat dekat dengan pemukiman warga. Api berada di 2 (dua) titik berbeda, yakni 1 (satu) titik api berada di Kelurahan Uwuran II dan 1 titik yang lain ada di Kelurahan Buyungon.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (KasatpolPP dan Damkar) Minsel, Henri Palit mengatakan bahwa pihaknya mengalami kesulitan ketika melakukan pemadaman.

"Kami kesulitan melakukan pemadaman, karena api sangat besar dan mobil Damkar tidak bisa mendekati titik api karena posisinya di atas bukit," terang Henri Palit.

Ditambahkannya, dengan koordinasi dengan pihak Kelurahan, dihimbau warga yang berada dekat dengan lokasi kebakaran agar waspada.

"Sejauh ini tak ada korban jiwa, kami sempat kewalahan memadamkan api, karena kencangnya tiupan angin yang menyebabkan api cepat merambat," tambah Henri Palit.

Saat ini pihak berwenang sementara mencari tahu penyebab kebakaran, yang menghanguskan kurang lebih 10 hektar lahan itu.

(TamuraWatung)

Minsel-Amurang, Sulutnews.com -- Polres Minahasa Selatan (Minsel) menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) yang dilaksanakan di Gedung Aula Mapolresta, pada Rabu (22/1/2020) dan dipimpin langsung Kapolres Minsel AKBP Bangun Widi Septo, SIK.

Upacara dihadiri oleh seluruh pejabat utama, para Kapolsek, Bhayangkari dan personel jajaran.

Kapolres Minsel dalam sambutannya mengatakan, mutasi jabatan merupakan hal yang wajar terjadi di lingkungan Polri, sebagai sarana penyegaran organisasi serta pengembangan karier personel.

“Mutasi jabatan juga sebagai wujud berjalannya dinamika organisasi dalam rangka penyegaran dan promosi personel, serta merupakan konsekuensi dari tuntutan reformasi menuju Polri yang profesional, modern dan terpercaya,” ujar Kapolres Bangun Widi Septo.

Kepada pejabat lama, Kapolres Minsel menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan sumbangsih dalam upaya memajukan organisasi Polres Minsel.

“Kepada para pejabat yang baru diminta untuk langsung menyesuaikan dengan lingkungan penugasannya. Berikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tambah Kapolres.

Jabatan yang diserahterimakan, sesuai pembacaan SK Kapolda Sulut No :4/I/2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan perwira, bintara, dan PNS Polri di Lingkungan Polda Sulut, yakni:

1. Kabag Ops Polres Minsel, Pejabat lama Syaifull Wachid SIK, digantikan oleh Kompol Anak Agung Gede Wibowo Sitepu, SIK.

2. Kabag Sumda, Pejabat lama Kompol Rony Loing SH, digantikan oleh AKP I Ketut Mantra SH.

3. Kasat Intelkam, Pejabat lama Ipda Ruben Siregar digantikan oleh AKP Jose Trisko.

4. Kapolsek Amurang, Pejabat lama Iptu Mochamad Nandar digantikan oleh Iptu Charles Lumanauw.

5. Kapolsek Ranoyapo, Pejabat lama Iptu Jefry Maelensun digantikan oleh Iptu Rani Rorong.

6. Kapolsek Tompasobaru, Pejabat lama Iptu Robby J. Tangkere digantikan oleh Iptu Jefry Maelensun.

7. Kapolsek Sinonsayang, Pejabat lama Iptu Mulyadi Lontaan digantikan oleh Iptu Teddy Malamtiga.

(TamuraWatung)