Minsel, Sulutnews.com - Warga Desa Matani Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan Agus Onibala (51) diserempet mobil dengan DB 17 E saat hendak melakukan aktifitas, dijalan Trans Sulawesi tepatnya di Desa Popontolen pada Senin, 6/11/17, sore hari.  

Ditemui dikediamannya, Kamis, 9/11/17, diDesa Matani Jaga II, kepada media ini, korban Agus Onibala dalam Keluarga Onibala-Mumu mengatakan kejadian terjadi pada hari Senin, 6 November 2017. Dimana pada saat hendak melakukan aktifitas menuju ke desa Popontolen dengan menggunakan sepeda, tiba-tiba diserempet oleh mobil dengan nomor DB 17 E. 

"Itu terjadi pada hari senin lalu, tepatnya didesa Popontolen. Pada saat itu saya sedang mengendarai sepeda hendak melihat hewan peliharaan saya. Tiba-tiba mobil dengan arah yang sama menyenggol, dan sayapun terjatuh. Namun bukannya menolong, malah mobil tersebut pergi begitu saja." jelas Onibala.

Lajutnya berharap, ada etika baik bagi pelaku yang diduga Kaban BKDD Minsel untuk meminta maaf kepadanya. Namun sampai sekarang tidak ada permohonan maaf darinya.

Dari kecelakaan tersebut, korban meminta pertolongan kepada warga di desa Popontolen untuk mengantar ke rumahnya. Ia pun mengambil pecahan kendaraan yang menyerempetnya, yaitu kaca spion sebagai bukti nanti.

Korban di senggol di bagian kanan badannya, sehingga tangan, sebagian belakang dan pinggul memar. Ia pun sudah melakukan pengobatan di puskesmas terdekat.

Hal tersebut sudah dilaporkan kepada pihak pemerintah desa, Hukum Tua Desa Matani Herem Lamia dan pada Kamis 9/11/17 dilaporkan di Satuan Lalulintas Polres Minsel dengan dibawa barang bukti berupa kaca spion dari pelaku. (ferrowaney)

Minsel, Sulutnews.com - Tim gabungan dari Satuan Intelijen dan unit identifikasi Polres Minahasa Selatan mengadakan kegiatan investigasi terkait peristiwa meninggal dunianya salah satu warga Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan, almarhum Verke Weol (Arang), warga Desa Lansot.

Tim Investigasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Intel AKP Karel Tangay, SH, mendatangi rumah duka di Desa Lansot Kecamatan Tareran, siang tadi Kamis (9/11), disambut langsung oleh Kapolsek Tareran Iptu Petrus Sattu, Perangkat Desa serta keluarga almarhum.

“Kegiatan penyelidikan ini meliputi pengecekan langsung TKP serta pengumpulan bahan keterangan terkait dengan peristiwa meninggal dunianya almarhum Verke Weol (Arang),” ungkap Kasat Intel.

Selain itu, Kasat Intelkam mengatasnamakan Kapolres Minahasa Selatan beserta jajaran mengucapkan turut berduka cita dan semoga keluarga yang ditinggalkan dapat diberi kekuatan serta ketanahan dalam menghadapi peristiwa duka ini.

Almarhum Verke Weol meninggal dunia pada subuh tadi sekira pkl. 01.50 wita setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan medis di RSUP Prof. Kandow Manado. Polisi telah menyampaikan saran untuk melakukan proses otopsi namun ditolak oleh pihak keluarga almarhum dengan alasan telah menerima kejadian ini sebagai bagian dari kuasa Tuhan Yang Maha Esa.

“Keluarga telah menandatangani berita acara penolakan otopsi, namun hingga saat ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada terakhir bersama-sama dengan almarhum; diimbau agar warga masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini pada pihak kepolisian,” jelas Kapolsek Tareran.(Ferrowaney)

Minsel,Sulutnews.com - Kapolres Minahasa Selatan AKBP Arya Perdana, SH, SIK, M.Si, dibuat berang terkait dengan maraknya aksi pelemparan kendaraan bermotor yang terjadi beberapa hari belakangan ini di seputaran Pusat Kota Amurang. Dalam arahannya didepan ratusan personil jajaran pada kegiatan Comanderwish pagi tadi, Rabu (8/11),  Kapolres memerintahkan agar permasalahan ini dijadikan atensi bersama.

“Tugas kita adalah menciptakan rasa aman dan kenyamanan di tengah masyarakat, apapun yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas harus kita atensi bersama dalam hal penanggulangan maupun penindakan hukumnya,” ungkap Kapolres.

Olehnya, Kapolres menegaskan agar seluruh personil jajaran bergerak cepat dalam upaya penindakan dan penegakan hukum terhadap para pelaku pelemparan. “Saya perintahkan agar cari pelakunya, tangkap dan Proses hukum,” tegas Perdana.

Aksi pelemparan kendaraan ini umumnya terjadi pada malam hari di ruas Jalan Trans Sulawesi yang sering menimbulkan keresahan khususnya bagi para pengemudi kendaraan bermotor roda empat. Minuman keras terindikasi menjadi penyebab terjadinya perbuatan tak terpuji ini.

“Galakkan terus razia miras, tingkatkan intensitas patroli khususnya pada malam hari, satuan tim khusus opsnal untuk berkoordinasi dengan unsur intelijen lakukan pemetaan dan identifikasi lokasi serta para tersangka aksi pelemparan,” pungkas Kapolres.(Ferrowaney)

Minsel,Sulutnews.com - Pencanangan Kampung Keluarga Berencana dan Desa Wisata di Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang yang dibuka langsung oleh Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, SE bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Dra. Theodora Panjaitan, M.Sc didampingi Kepala Dinas PP, KB, P3A Minsel Audy A. K. Emor, SE, dan Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana, SH, SIK, M.Si, Selasa (7/11/17).

Acara di lanjutkan dengan Pengguntingan Pita oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Dra Theodora Panjaitan M.Sc, dan diteruskan di Kantor Kepala Desa Kilo Meter Tiga. 

Dalam Laporan Kepala BKKBN Provinsi Sulut mengatakan Kampung KB merupakan salah satu bentuk/model miniature dalam pelaksanaan total program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh yang melibatkan seluruh bidang dan mitra kerja instansi terkait sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah, serta dilaksanakan di lingkungan terendah.

"Saya mengapresiasi kepada Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE bersama jajaran yang sudah melaksanakan program kampung KB dan boleh terwujud serta telah dicapai sesuai yang diharapkan. Semoga Desa Kilometer Tiga dalam melaksanakan program kampung KB dapat meningkatkan taraf ekonomi dan hidup sejahterah" ujar Panjaitan.

Sementara itu Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE dalam sambutannya mengatakan, Pencanangan KKBPK atau kampung KB di desa KM3 ini diharapkan memotivasi semua elemen untuk bersama-sama mengarahkan warga masyarakat Minsel  menjadi keluarga yang lebih sejahtera, melalui program KB dan program lain yang terkait dengan peningkatan keluarga sejahtera ini. 

"Program unggulan yang sudah di bentuk, kiranya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat termasuk pencanangan desa wisata yang  tidak pernah terbentuk tanpa adanya kemauan, kemampuan, dan giat masyarakat dalam mengelola objek wisata yang dimilikinya." terangnya.

Ia menambahkan, untuk membentuk desa wisata perlu diawali dengan pembentukan kelompok sadar wisata dan bisa  menjadi daya tarik wisatawan, mempunyai lingkungan yang bersih, serta memberikan suasana yang nyaman, aman dan tentram, agar dapat memajukan desa, lebih khusus yang ada di Desa Kilometer Tiga. (ferrowaney)