Manado

Manado (36)

Manado, Sulutnews.com - Perolehan pajak daerah Kota Manado 2018 seperti yang diharapkan Walikota DR Vicky Lumentut-Wawali MB, terbanyak berasal dari sektor Kepariwisataan. Hanya saja kenaikan itu justru tidak besar hanya capai kisaran 83,18 persen saja, kata Kepala Bidang Pajak Dinas Pajak Dan Retribusi Kota Manado Drs Recky Pesik.

"Realisasi Pajak capai Rp 221 Milliar lebih dari target PAD Rp265 Milliar, naik hanya kisaran 83,18 Persen saja," kata Recky Pesik di ruang kerjanya kepada pers, Jumat (15/11).

Menurutnya kenaikan lebih banyak disebabkan kegiatan daerah pada Bulan Juli 2018. Dengan capaian perolehan terbedar berasal dari restoran dan pengunjung Manado Fiesta di Kawasan Manado Town Scoure waktu yang lalu.

Ada 10 aitem sumber pajak daerah Kota Manado diantaranya Pajak restoran, Pajak hotel, Pajak rumah makan dan Pajak Air Bawah Tanah sert Pajak Burung Walet. Diharapkan pada akhir tahun akan terjadi over realisasi, katanya.(/*Yy)

Manado, Sulutnews.com – Kepedulian warga Kota Manado terhadap bencana alam yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menimpa warga Kota Palu, Donggala dan Kabupaten Sigi beberapa waktu lalu, menyita perhatian khusus warga didaerah ini.

Salah satu bukti Ormas Islam, Syarikat Islam Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tercatat dua kali mengirimkan bantuan kemanusian kepada masyarakat terkena dampak bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi didaerah tersebut.

Ketua DPW Syarikat Islam Sulut, H.Abdul Azis Tegela, MM kepada Sulutnews, Selasa di Manado mengatakan, kepedulian ormas yang dipimpinnya ini betul-betul sangat menyentuh hati  ketika berada didaerah yang disapuh bencana itu.

“Tergeraklah hati kami untuk membantu kembali kepada warga yang terkena dampak bencana, meski sebelumnya bulan Oktober 2018 telah kami antar bantuan berupa bahan makanan, air mineral, ikan  kaleng, obat-obatan dan juga pakaian serta uang tunai”, kata Abdul Azis Tegela.

Dia mengatakan, bantuan tersebut diterima dengan suka cita oleh masyarakat dilokasi-lokasi pengungsian dan bahkan sebagian warga pengungsi belum menerimanya, sehingga kami berjanji untuk menyalurkan bantuan kembali tahap kedua .

“Insya Allah tanggal 18 November 2018 bantuan akan diberangkatkan dengan kendaraan truk berupa bahan-bahan makanan dan air mineral dalam kemasan”, ucap Tegela yang dikenal sangat konsen  terhadap masalah bencana alam.

Syarikat Islam Sulut menurut Kepala Bidang Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulut  itu, sangat peduli dengan bencana apalagi terdapat korban manusia, sehingga dengan cepat dan tanggap, SI melalui Syarikat Islam Tanggap Bencana (SIGAP) Sulut langsung menurunkan personil dan bantuannya.

“Syarikat Islam Tanggap Bencana (SIGAP) Sulut bukan baru pertama membantu  warga terkena bencana, melainkan sudah beberapa kali, tercatat SIGAP pernah mengirimkan bantuan di Kota Bitung ketika terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor, di Manado bahkan di Lombok, Nusa Tenggarat  Barat dengan mengirimkan bantuan”, tutur Tegela.

Sementara itu, Sekretaris SIGAP Sulut, Guntur Bilulu menambahkan, semua bantuan yang dikirim baik tahap pertama dan tahap kedua ini merupakan aksi suka rela dari warga dan kaum Syarikat Islam di Manado dan Minahasa. (/MS)

Manado, Sulutnews.com - Sebanyak 80 dari 262 Sekolah Dasar (SD) di Kota Manado akan menjadi target pelaksanaan Pengadaan  sarana dan prasarana Program UKS atau Usaha Kesehatan Sekolah Pemerintah Kota Manado. Program UKS ini akan dipacu pembangunannya pada tahun 2018-2019.

"Dengan tersedianya dana yang cukup pada tahun 2019 kita sudah akan merampungkan pelaksanaan Program UKS  di sekolah-sekolah ini," demikian Kepala Bagian Kesra Dinas Kesejahteraan Rakyat Pemkot Manado, Dra Jeanne Corneles di Manado, Rabu (14/11).

Program UKS mencakup bidang pengadaan sarana ruang sekolah yang representaif, seperti lahan untuk tumbuhnya berbagai tanaman obat atau apotik hidup, ruang untuk pemeriksaan kesehatan dan pemberian imunisasi anak, serta tersedianya air bersih, wastafel dilengkapi  kran yg berfungsi mengaliri air dan tersedianya KCK.

Dari hasil penelusuran tahun 2018, 80 gedung sekolah itu belum ada yang memenuhi syarat sebagai sekolah UKS, antara lain tidak memiliki syarat yang diwajibkan sedangkan jumlah siswa cukup banyak, katanya. (/*Yy)

Manado, Sulutnews.com - Kepala Seksi Kemitraan Dan Jaringan Usaha Dinas Koperasi Dan UMKM Kota Manado, Hetty Tampie mengatakan sudah banyak industri pangan di Manado yang memproduksi pangan dan minuman yang aman dikonsumsi serta berlebel terutama yang berorientasi export, namun industry produk sejenis yang belum bersyarat dan sudah dipasarkan menjadi tugas pemerintah untuk membinanya.

"Hal ini memang kewajiban kita untuk membina terutama status legalitas usaha. Harus diberikan untuk standar konsumsi. Kendatipun agak sulit, namun yang melanggar aturan akan dikenakan sangsi keras," kata Hetty Tampie menjawab pertanyaan wartawan di Manado, Rabu (30/10).

Hak ijin label produk, bermanfaat untuk legalitas  komersial. Dalam lebel produk mewajibkan juga mencantumkan informasi batas waktu dan boleh tidaknya dikonsumsi antara lain itulah manfaatnya.

Hetty Tampie menambahkan, pemerintah melaksanakan sistim pembinaan yaitu dengan metode penyisiran, pendataan dan pelatihan calon usahawan serta memediasi pemberian kredit lunak perbankan sekaligus melaksanakan koordinasi dengan lembaga terkait. Dan hal ini sudah dilakukan guna terbangunnya keharmonisan kerja, kata Kasie Hetty. (/*Yy)

Manado (sulutnews.com). Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Lenda Pelealu,SE berharap besar Ajang Wisata Manado Fiesta atau Manado berpesta yang digelar Pelaksanaannya pada tanggal 31 Agustus oleh Walikota Manado, DR Godbless Sofcar Lumentut akan menjadi sarana strategis pemerintah untuk mewujudkan impian seluruh warga Kota Manado serta mengairahkan pertumbuhan ekonomi di dua sektor unggulan yakni pariwisata dan perikanan.

"Semoga seperti yang diharapkan pemerintah, Manado Berpesta akan menjadi wadah mewujudkan impian warga Kota Manado. Mari jo datang di Manado Fiesta," katanya menjawab pertanyaan wartawan usai mendampingi Walikota Manado pada Pembukaan Manado Kuliner Festival di Kawasan Mega Mas, Senin  (3/9).

Di ajang bergengsi ini semua kekurangan dapat diperbaiki. Terutama sektor pariwisata yang juga mempunyai pengaruh besar dalam perekonomian Kota Manado. Devisa akan meningkat. MF akan menjadi sarana hiburan warga, tetapi juga berkumpulnya para turis mancanegara, domistik bahkan sejumlah besar pelaku di sektor perikanan, UMKM kuliner, nelayan tangkap ikan, pedagang ikan.

"Begitu saja harapan saya dan kedepanya ekonomi warga Kota Manado akan baik dengan hadirnya Manado Fiesta di Kawasan Mega Mas," pungkas wanita yang akrab dengan para kuli tinta ini sambil tersenyum.(/Yayuk)

Manado Fiesta Diharapkan Menopang Pertumbuhan Ekonomi Kota Manado

Manado (sulutnews.com) Tahun ini Manado Berpesta atau Manado Fiesta lebih berwarna serta menarik untuk ditonton keluarga Indonesia. Disejajarkan dengan Ajang The Work Best Festival lainya karena banyak atraksi menghibur yang bisa disaksikan mulai dari darat, laut dan udara. Boleh ditambahkan pula MF 2018 sangat berpeluang besar dalam  pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kota Smart City ini kelak.

Diawali dengan dilepasnya Karnaval FISCO dan Kirap Budaya oleh Gubernur Sulut Dr Olly Dondokambey, pada hari Jumat (31/8), di Kawasan Pohon Berkat, Jln Piere Tendean, disaksikan Walikota Manado DR.Godbless Sofcar Lumentut, para Walikota dan Bupati se Sulut, Forkopindo, serta warga Manado perantauan. FISCO merupakan awal dari  Pembukaan Manado Berpesta, yang mana semua keindahan panorama laut Pulau Bunaken ditampilkan di darat. Yakni kurang lebih 100  kendaraan hias berpanorama laut dipenuhi ikan serta terumbu karang melakukan road show di Kawasan Godbless Tree Park Mega Mas Boulevard menuju finis di Godbless Park. Atraksi menarik dan menghibur ini mengundang decak kagum pengunjung terutama turis lokal maupun mancanegara. Sejak sore hingga malam hari ribuan orang memadati lokasi atraksi Fisco.

Manado Fiesta bukan hanya Festival FISCO tetapi juga ada festival yang tak kalah menghibur yaitu, Manado Kuliner Festival atau Bakar Ikan Massal yang dilaksanakan di lokasi yang sama pada hari keempat dan kelima. Di festival ini hadir pula Chef DR Vicky Lumentut serta para Chef kuliner dari penjuru tanah air. Hasil masakan para chef bisa segera disantap.

Dan banyak lagi atraksi di darat dan udara seperti Lomba Olahraga Terjun Payung, Busana Modern, Lomba Musik Kolintang, Lomba Tari Masamper dalam Manado Fair 2018. Kegiatan MF akan ditutup dengan Perayaan ThangkGiving pada 9 September. Perayaan itu digelar semua golongan agama dan melibatkan pemerintah dari tingkat terbawa kepala lingkungan, lurah, camat,hingga pejabat dan stekhokder di lingkungan Pemkot Manado.

Potret Atraksi MF tersebut, juga menarik minat para pencinta media sosial dengan menampilkan gambar serta vidio FISCO pada akun pribadinya untuk disebarkan. Dalam Akun-akun itu menampilkan berbagai foto exlusif Gubernur Olly Dondokambey dan Walikota terbaik se-Indonesia Dr Godbless Sofcar Vicky  Lumentut sedang berjabat tangan disaksikan Pejabat lainnya yang sedang menunggu dibukanya FISCO tersebut. Ada pula tampikan gambar Prof Julieta Runtuwene yang merupakan Ketua TP PKK Kota Manado beserta Ny Imelda Bastiaan di akun tersebut. Selain itu, acun sosial dari para stokhokder Pemkot Manado segera ramai pula dengan pujian dari para pencinta Fisco dan Manado Kuliner Festifal 2018 yang di Acun itu ikut menampilkan foto road show Mobil ikan laut, Paus Kakap Berkepala Martelu, Ikan Lumba-lumba, ikan Cakalang, Goropa, Malalugis, ikan Tude serta hampir semua jenis ikan laut lainnya yang hidup di laut tentu saja dapat disantap dan dimakan oleh orang Indonesia.

"Diknas Manado menampilkan Kendaraan hias berbentuk perahu atau bahtera. Di dalamnya tidak ada ikannya. Namun pelangi diatasnya menandakan Tuhan Memberkati Manado Fiesta," demikian kata Kadis Diknas Manado, Deisy Lumowa,S.Pd kepada Sulutnews.com.

Manager Hotel Aston, Tomy, menambahkan Managemen Aston berpartisipasi di MF 2018 dengan menampilkan kendaraan hias Ikan Paus terbesar yang hidup diperairan Laut Manado. "Ini ikan paus jenis raksasa karena ukurannya cukup besar dan berwarna abu abu," pungkasnya.

Kabag Humas Pemkot Manado Drs Steven Runtuwene menambahkan, dijamin MF 2018 meriah dan sangat menghibur sebagai The Word Best Festival," kata Steven yang mantan wartawan itu.

Manado Fiesta diadakan pertama kali pada tahun 2017, dan pada tahun 2018 ini sudah menjadi program unggulan sektor Pariwisata Pemerintahan Kota Manado. Dalam catatan sejarah pada tahun 2017 ajang ini dikunjungi 300-1000 orang per-harinya sejak hari pertama dibuka hingga Perayaan ThangksGiving itu.(/Yayuk)

Manado,Sulutnews.com-Pembukaan Manado Fiesta 2018 yang berlangsung sangat meria,dapat memukau para pengunjung bisa terhipnotis dengan berbagai ragam aktrasi yang ditampilkan dalam acara pembukaan yang telah  berlangsung di Kawasan Megamas Manado, Jumat,31/8/18

Kegiatan ini sukses di lakukan dengan mulai dari pertunjukan darat, laut maupun udara di peragakan oleh para peserta yang hadir, tak kalah juga dari pemerintah Kota Tomohon pun turut ambil bagian dengan mengikut sertakan mobil hias yang bertemakan salah satu kekayaan alam Sulawesi Utara yaitu Terumbu karang dan berbagai macam ikan.

Dalam Acara tersebut  Syerly Adelyn Sompotan (SAS)  Sempatkan hadir mewakili Walikota Tomohon dalam acara pembukaan Manado Fiesta.

Disela itu wawali memuji pemerintah kota Manado karena sukses dan mampu menghibur para pengunjung yang memadati lokasi pagelaran, “Manado fiesta Hebat! Bisa kita lihat wajah para pengunjung yang memperlihatkan expresi gembira dan kagum akan penyelenggaraan Manado Fiesta yang sangat memukau ini”.

 “Tentunya kami Pemerintah Kota Tomohon sangat berbangga karna sudah turut ambil bagian dalam acara pembukaan Manado Fiesta”. tutup Wawali.

Untuk diketahui pula Manado Fiesta Berlangsung dari tanggal 31 Agustus sampai dengan 9 September 2018. (/Prise)

Manado, Sulutnews.com - Sejak berdiri tahun 2016 Rumah Sakit Umum Manado Medical Center (MMC), Terus melayani rawat inap juga rawat jalan dengan penuh tanggung jawat tak heran RSU. MMC yang berada di bilangan paal dua manado kecanmatan paal dua, Cukup membantu bagi masyarakat pelayanan kesehatan yang ada.

Direktur Rumah Sakit Umum Manado Medical Center dr. Halim Ronald Gakaren Sp PD, Saat ditemui diruang kerjanya,(20/08) mengatakan pada media sulutnews.com, Kami memprioritas terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,  dalam setiap pelayanan khususnya pasien rawat inap maupun rawat jalan, menggunakan standar oprasional pelayanan (SOP), Juga melayani dengan suka cita sudah bagian dari pelayanan kami kata dr Ronal.

Setiap hari rata rata pasien yang datang dengan beragam penyakit baik pasien umum, Pasien (BPJS), Badan Penyenglengara Jamin Sosial, (KIS) dan juga dengan jaminan asuransi lainnya. Selaian itu pula pihaknya mengutamakan kebersihan di dalam maupun diluar rumah sakit agar pasien merasa aman.

Disisilaan lain Direktur dr Ronald Gakaren Sp PD dalam rangka 73 tahun Kemerdekaan khususnya di bidang kesehatan semakin baik di Indonesia,  dapat menikmati dengan adanya badan Penyenglenggara Jaminan Sosial (BPJS), dulu kala masyarakat sangat kesulitan mendapat pelayanan kesehatan walau ada gakin. Dengan adanya Badan Penyenglenggara Jaminan Sosial (BPJS), Semakin terjangkau kehidupan masyarakat, lebih maju pelayanan kesehatan juga semakin banyak pelayanan kesehatan yang baru rumah sakit serta puskesmas.

Gakaren, meminta pada Perintah turut kerja sama dalam hal peningkatan pelayanan kesehatan, terutama Manado Medical Center dalam memajukan kesehatan masyarakat, mempermudah akses masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan. Aktivitas masyarakat semakin baik pada akhinya berdampak positif pada kualitas kehidupan  masyarakat Kota Manado dan masyarakat Indonesia pada umumnya.(/Mansur. Kis)

Manado, sulutnews.com - Tugas dan kinerja polisi di tanah air semakin menantang, terutama dengan diluncurkannya media layanan publik online "PolisiKu". Tak juga jauh berbeda dengan tugas polisi di Kantor SAMSAT Manado.

Kepala Unit STNK Kantor SAMSAT Manado, Komisaris (Pol) Linda Makal,S.sos, menjelaskan, polisi melakukan pelayanan kebutuhan bagi warga masyarakat sekarang ini lebih maju selangkah. Untuk mencapai target pelayanan optimal salah satu strategi polisi, warga perlu difasilitasi dengan layanan publik "PolisiKu" yang dapat di download di google play smartphone Android. 

Warga dapat melayangkan surat atau SMS bertanya apa saja tentang tugas polisi yang ada di Kantor Samsat dengan fasilitas Aplikasi PolisiKu ini. 

Mulai soal bagaimana memperoleh surat kepemilikan kendaraan atau perpanjang STNK sampai dengan mendapatkan plat nomor polisi kendaraan, kata polisi berwajah cantik ini, Rabu (1/8/2018) di ruang kerjanya.

Tapi bukan berati warga tidak perlu datang di Kantor Samsat jika memerlukan pelayanan dokumen baru atau perpajangan seperti STNK, "Warga harus meringankan langkahnya duduk antri  apabila urusannya untuk memperoleh dokumen kendaraan pribadinya," ujar polwan ini sambil tersenyum, sebelum ia sengaja dipotret wartawati sulutnews.com berlatarbelakang ruang kerja Kanit STNK SAMSAT Manado di Jln 17 Agustus Kelurahan Teling Kota Manado, Sulut.(/Yy).

Manado, sulutnews.com – Pemerintah Kota Manado kini semakin maju dalam memberi pelayanan kepada masyarakat terutama di bidang pelayanan publik untuk kesejahteraan rakyat. Kaitan dengan hal itu, berbagai perubahan  dilakukan diantaranya transformasi  perilaku dengan  pemanfaatan teknologi media sosial, dan hasilnya kini publik telah merespon dengan sangat antusias.

Inilah bagian potret Kota Manado kini. Diulang tahunnya yang ke-395,14 Juli 2018 kedepan masyarakat diharapkan terus mendukung membangkitkan kesadaran pentingnya pemanfaatan fasilitas publik untuk melakukan perubahan prilaku lama menjadi perilaku kekinian. Demikian hasil kutipan wawancara wartawan sulutnews.com dengan Kepala Dinas Komonikasi Dan Informasi Kota Manado, (Erwin Kontu, SH) di ruang kerjanya, Kamis,(12/7).

Hampir sebagian besar hunian warga wilayah Kota Manado kini dapat dipantau CCTV 24 jam non-stop, kata Kadis. Hal ini memungkinkan pemerintah segera bertindak cepat apabila terjadi masalah. "Ada 50 Lokasi hunian rawan masalah di Manado sudah dilengkapi dengan CCTV," katanya menerangkan.

CCTV berguna untuk mencegah dan menanggulangi kejadian perkara seperti pencurian, perampokan, balap liar, demonstrasi serta penanggulan sampah di pinggir jalan raya dan pesoalan lainnya. Sejak dioperasikan enam bulan lalu studio  CCTTV yang dibangun di Gedung Kantor Walikota Manado lt 2, diawasi oleh petugas kepolisian dan para ahli teknologi lulusan universitas ternama di Indonesia. Teknologi canggih ini terbukti dapat menjawab tuntutan masyarakat yang ingin dilayani serba cepat di wilayah huniannya.

Perkembangan bidang komunikasi dan informasi lainnya adalah menghadirkan aplikasi smartphone pribadi. Alamat sosial media ini: QLUE dan FANPAGE PEMKOT MANADO. Di aplikasi ini masyarakat dapat mengadu kepada pemerintah mengenai masalah apa saja.

"Jika soal sampah tinggal mengupload foto/gambar lokasi bertumpuknya sampah atau menulis surat dan dikirim ke alamat aplikasi QLUE atau Fanpage Pemkot Manado. Petugas sampah akan segera datang ke lokasi yang dimaksud guna melakukan pengangkutan memakai motor sampah."

Camat Donald Sambuaga: Tak Segan Turun Tangan Tangani Sampah

Berkaitan dengan tekat mempertahankan Manado indah dan smart, Camat Wenang, Donald Sambuaga, SSTP.AJ.AK.MSi, tak segan ikut bekerja terjun ke lapangan bersama warganya mengawasi dan memantau guna mempercantik Kota Manado jelang HUT Ke-395.

Selain itu keseriusan menangani sampah Sistim Mobile dari lokasi timbunan daerah potensi sampah khusus di Kelurahan Tikala Kumaraka hingga proses pengangkutan ke lokasi TPA dengan truk dan bak motor, dilakukan juga sering oleh jasa pemanfaatan media sosial Qlue dan Fanpage itu. Diakuinya ikut menyumbang presentasi aktifitas petugas kebersihan. "Banyak laporan warga Wenang yang segera diresponi pemerintah, langsung ke lokasi mengambil tumpukan sampah," katanya.

Penyerahan sebagian urusan kebersihan dari Dinas BLH kepada 11 kecamatan yang disahkan dalam Perwako No.6 tahun 2016 sejak 2 tahun lalu, menyusul ditiadakannya Bak TPS di seluruh wilayah Kota Manado, memang menyuport  pemerintah di 11 kecamatan untuk mengurus sampah.

Tidak berbeda dengan di wilayah hasil pemekaran, yakni Kecamatan Paal 2, diakui Camat Glen Kowaas,MSi, pemeritah cukup berhasil mengubah prilaku masyarakatnya dari yang lama menjadi  kekinian. Hal inipun berkat sosialisasi aplikasi QLUE. Hasilnyapun sangat memuaskan tidak ada sampah menumpuk jelang HUT Manado.

"Berbagai strategi telah  dilakukan,mengawasi, memantau,menata Kota Manado jelang HUT Kota sudah ada hasilnya,kan!" ujarnya meyakinkan dalam wawancara terpisah saat sedang mengawasi proses sapu-sapu lantai di kantornya.

Menurut Glen, sampah yang dibuang diatas jam 6 pagi ditangani atas laporan warga melalui media sosial. "Kita lakukan sosialisasi media sosial ini di 7 kelurahan dan 53 lingkungan di Kecamatan Paal 2," katanya menjelaskan bukti keberhasilan pemanfaatan teknologi informasi itu. (Yy).