Foto : Kabid GTK Dikda Sulut, Merlinda Grace Mamesah,S.Pd Foto : Kabid GTK Dikda Sulut, Merlinda Grace Mamesah,S.Pd

Program Meeting Online Wajibkah Guru Hadir, Ini Penjelasan Kabid GTK Dikda Sulut Merlinda Mamesah

Written by  Yayuk Wulur Jun 17, 2020

Manado, Sulutnews.com - Mendorong terciptanya proses ketertarikan belajar dan mengajar di kalangan guru dan murid maka Kementrian Dikbud RI menempuh sistim meeting daling pada semua pertemuan untuk menekan dampak penyebaran Wabah Covid-19.

Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut pun berupaya agar arah pendidikan di Sulut tetap fokus maka perlu tercipta kepercayaan ini, bersama bekerja dengan arahan pada rapat jarak jauh di tengah situasi yang tidak menentu akibat wabah virus.

"Kami menempuh program sosialisasi, bahwa seluruh kebijakan mengacuh pada peraturan Kementrian RI, misalnya program tatap muka jarak jauh wajib dilakukan dan wajib hadir." ujar Kapala Bidang Guru Dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Daerah  Sulut, Merlinda Grace Mamesah, Spd kepada sulutnews.com, Selasa (16/6) di Manado Sulawesi Utara.

Meeting daring atau Rapat video  yang juga disebut rapat jarak jauh umumnya menggunakan aplikasi meet pada insfaktur google site sangat disukai saat ini memberikan banyak manfaat menekan dampak wabah Covid-19 bagi masyarakat.

"Sampai dengan saat ini pun tidak ada guru, kepala sekolah ataupun siswa sekolah yang jatuh sakit Covid-19, umumnya semua dalam kondisi sehat," Linda mengatakan sembari tersenyum menyinggung untuk gaji pun sudah terbayar melalui rekening bank masing-masing, sehingga kesejahteraan tenaga guru terjamin meski ada wabah corona.

Hasil evaluasi kinereja sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan SMA Muhamadyah di kabupaten kota se Sulut, menyatakan umumnya telah hadir saat rapat jarak jauh digelar, katanya.

Ia menjelaskan, Dikda Sulut berupaya menghadirkan pendidikan yaitu dengan tetap konsis merangkul sekolah-sekolah yang kini berada dalam daerah yang berstatus telah terjangkit virus corona (disebut juga daerah zona merah dan kuning), hal ini bertujuan agar kebijakan dirasakan merata di seluruh daerah disesuaikan pada Program Pendidikan Sulut Hebat.

Khusus di Kabupaten Mitra dan Boltim yaitu daerah yang sampai saat kini  berstatus tidak terinfeksi, atau zona hijau, meskipun sekolah di dua daerah ini sudah dibuka kembali sesuai sk bupati, tetapi masih menjadi kewajiban setiap kepala sekolah untuk hadirkan pemerintah Dikda Sulut dalam pertemuan penting berkaitan pada pembinaan melalui sistim kinereja jarak jauh.(*/yuk)