Tantangan Birokrat Wanita Di Tengah Tugas Dan Pelayanan

Written by  Yayuk Wulur Jun 11, 2020

Manado, Sulutnews.com - PANDEMI Covid-19 telah mengubah banyak hal dalam sekejap. Arah dan kebijakan pemerintah harus di ulang, prioritas kerja sampai alokasi anggaran yang dituangkan dalam APBN perlu menyesuaikan pada  penanganan Pandemi Covid-19.

Pemerintah Kota Manado  menerapkan arah pembangunan dengan mengutamakan SDM dengan birokrasi sederhana namun fokus. Kerja di kantor dan di rumah kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk beradaptasi.

Sejumlah birokrat wanita menganggap itu sebuah tantangan dalam berkarier. Bagaimanapun arah kebijakan pembangunan, hanya mungkin dapat dijalankan apabila  SDM yang menjalankannya memiliki kapabilitas dan kapasitas.

Bagaimanakah membangun rasa percaya diri dalam suasana kerja yang berbeda, optimalisasi tugas, pelayanan, dan keadilan sosial berjalan seimbang. Nah, inilah mereka :

1. Vidya Rompas, SE, MAP

Dalam suasana dan mekanisme kerja yang berbeda dari sebelumnya, karena penyesuaian pada pandemi covid-19, pekerjaan menurutnya hanya dilakukan sesuai prioritas, pada prosedur kerja yang berubah.

"Kita bekerja dengan suasana yang berbeda, dalam masa Pandemik Covid-19, kan?" ujar Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Manado Vidya Rompas, SE, MAP, Selasa (9/6/2020).

Seolah berhasil melepas ketegangan saat bekerja, Ia pun dengan ramah meminta media duduk di kursi berhadapan meja kerjanya, lantas tersenyum merakah.

Vidya Grace Rompas tak menapik ia bekerja sangat serius, ia merupakan salah satu birokrat wanita di BPKD Kota Manado, dikenal luwes dan disiplin pada pekerjaannya.

Wanita ini dengan ramah langsung menjawab pertanyaan media, bahwa kini penataan anggaran pemerintahan sudah ikut berbeda disesuaikan dengan kebutuhan daerah pada masa Pandemik Covid-19. Anggaran yang sebelumnya sudah ditata harus disusun baru untuk mencari jumlah yang diperlukan.

Sekarang sudah ada rumah singgah untuk penanganan pasien corona, anggaran yang sudah tertata sebelumnya harus bergeser pada penyesuaian kebutuhan rumah singah, namun harus bisa bekerja dengan tertib Administrasi Keuangan.

Apakah Vidya bekerja pakai masker.

"Saya bekerja pakai masker," ujar istri tercinta Adhikara Salainti SE ini.

"Juga jaga jarak, kalau gunakan kalung anti virus, berkasiat hanya satu bulan, saya kurang berminat saja," tambah wanita cantik lulusan Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi Unsrat ini.

2. Dianne Mintalangi, SE.

Tak jauh berbeda pula dengan Diana Mintalangi,SE. yang baru saja menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan (Kabag) Sekretariat Daerah (Setda) Manado pada 2 Juni 2020 lalu, wanita ini pun dituntut pada tugas fungsi ideal dari birokrat yaitu

Tertib Administrasi Keuangan.

Lulus sebagai Sarjana Ekonomi di Kampus STIE Budi Utomo Manado. Ia sangat disiplin bekerja dan patuh pada pengaturan dari atas ke bawah.

Mungkin karena ia sudah cukup berpengalaman maka dari itu ia bekerja dan dipangil dengan sebutan Ibu Diana.

"Mendapatkan penugasan dari atasan tentu saja perlu tanggungjawab untuk melaksanakannya," ujar Kabag Keuangan Sekretariat Kota Dianne  Mintalangi, SE., Jumat (5/6).

Diana juga bekerja dalam suasana yang berbeda, namun tetap menunjukan dedikasi yang tinggi sebagai pelayan masyarakat.

Peraihan WTP Pemkot Manado pada tanggal 11 Mei 2020, mendorong Administrasi keuangan yang ada hubungan dengan pembiayaan kinereja pejabat struktural dan ASN dilaksanakan wajib tepat waktu.

Dalam kondisi seperti ini pastinya kepercayaan publik terhadap pemerintah sebagai sebuah pelayananan semakin terbangun.

Ia pun menggunakan masker saat bekerja, "Saat bekerja pakai masker, menggunakan hand sanitezer dan jaga jarak," ujarnya istri Adrie dan ibu dari sepasang putra-putri ini. (*/yuk).