Dua Fungsionaris KPK Tampil Di Manado

Written by  Feb 22, 2020

Manado, Sulutnews.com - Dalam menjalankan fungsinya di Indonesia Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja lebih karena laporan masyarakat yang tidak suka korupsi, kata Koordinator Subbagian fungsionaris Pencegahan Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wahyudi di Manado.

"Jujur saja, sebenarnya penyelidikan yang dilakukan KPK pada kasus tindak kejahatan korupsi di tanah air selama ini, lebih banyak karena laporam masyarakat dan sebagian kecil adalah karena penyelidikan." Kata Wahyudi saat hadir sebagai pembicara di depan peserta Seminar Anti Korupsi berthema "Masyarakat berintegrasi, birokrat bersih negara kuat," di Manado, Kamis siang (20/2) bertempat di Aula Pertemuan Gedung Kantor Walikota Manado.

Menurutnya karena korupsi sudah sangat berbahaya bagi generasi mendatang, maka juga KPK semakin seru melakukan pencerahan. "Contoh, jika masyarakat mengingikan sekarang juga boronan tersangka koroptor Harun Masiku tertangkap, pastilah bisa dilakukan hari ini juga ditangkap, pasti dia ketangkap dan dipenjarakan," ujarnya.

Negara Indonesia telah menduduki peringkat ke-40 doyan korupsi dari 169 negara terkorup di dunia, dan ini versi Corruption Perception Index (CPI) Transparency International, sebuah organisasi internasional yang bertujuan melawan korupsi serta banyak mempublikasikan hasil survei terkait korupsi. Sementara IP Indonesia berada di peringkat 7 negara yang mampu menyelesaikan kasus korupsi.

“Dari banyaknya praktek korupsi di tanah air, 5 kasus terjadi di Sulawesi Utara yang sebagiannya diselidiki KPK atas laporan masyarakat yang tidak suka korupsi," terangnya.

Dampak dari Korupsi sangat berbahaya bukan hanya akan menghilangkan uang negara tetapi juga akan merusak pasar harga, persainga usaha, pelanggaran hak asasi manusia, berkembangnya kejahatan dan menghambat proses demokrasi.

Wahyudi yang direkrup KPK sejak 11 tahun lalu sebagai koordinator sub bagian pencegahan korupsi lebih jauh menerangkan, korupsi terjadi disebabkan beberapa faktor antara lain adanya tekanan hidup, kekayaan atau aset, rasionalisasi hidup atau kenyataan yang mengharuskan seseorang bergaya hidup sama serupa rekan kerjanya, dan kapabilitas seseorang atau kemampuan bisa diandalkan melakukan korupsi.

Selain Wahyudi juga hadir rekannya di KPK, Andy Purwana, menjelaskan khusus tahun 2019 uang negara yang berhasil diselamatkan KPK ada senilai Rp18 Triliun dari puluhan bahkan ratusan triliun yang sukses digelapkan para koruptor. (*/Yayuk)