Dinas P2T Manado Catat Sudah Ada Korban Perdagangan Orang Ke Luar Negeri Awal Tahun 2020

Written by  Yayuk Wulur Feb 19, 2020

Manado, Sulutnews.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2T) Kota Manado berhasil mencatat diawal tahun 2020, ada 2 korban kasus perdagangan orang atau trafficking dibawah umur. Kejadian akhir bulan Januari, Polres Manado langsung menciduk tersangka di Bandara Sam Ratulangi Manado untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Empat orang nyaris jadi korban 2 diantaranya berusia di bawah 16 tahun," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2T) Manado Esther Mamangkey, diwakili Kepala Bidang Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Julinda Frederika Legoh menjawab pertanyaan wartawan di Manado, Rabu pagi (19/2).

Timbulnya kasus traviking, kata Julinda, diduga tidak diketahui sebelumnya oleh korban, iming-iming bekerja dengan gaji besar di luar negeri kenyataan sesampai di sana mereka dijadikan pekerja seks komersial. Banyak kejadiannya orang Manado dan Minahasa jadi korban perdagangan orang namun baru sedikit yang berani melapor, ujarnya.

Kemudian ada juga tiga jenis laporan lain yang segera ditangani Dinas P2A Manado pada awal Pebruari. Yang pertama kasus peleceh seks seorang anak perempuan, kedua penerlantaran istri serta yang ketiga pemindahan Kartu Keluarga.

"Keempat laporan yang masuk itu sudah langsung ditindaklanjuti berkoordinasi dengan dinas serta perangkat daerah kelurahan yang menangani, misalnya untuk kasus pemindahan KK harus dengan Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Manado," pungkas wanita berambut sebahu ini. (*/Yayuk)