Kekompok Guru Se-Kecamatan Wenang Raih Juara Satu Lomba Paduan Suara Hardiknas 2019

Written by  Yayuk Wulur May 03, 2019

Manado, Sulutnews.com - Kelompok Paduan suara gabungan guru SD dan SMPn sekecamatan Wenang Kota Manado meraih juara satu lomba paduan suara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, yang berlangsung tanggal 29 April s.d 3 Mei, demikian Panitia Penyelenggara Enoc Saul, SPd kepada sulutnews.com.

Jumlah peserta capai 32 kelompok Paduan Suara guru utusan sekolah di 11 Kecamatan dengan penilaian katagori guru sekolah TK, SD dan SMP. Pihak panitia hanya memilih 10 besar untuk diumumkan dan satu juara, khusus jenis Lomba katagori Kelompok Guru TK diraih Guru TK sekecamatan Paal 2 dan Jawara satu kelompok guru SD dan SMP disandang Guru sekecamatan Wenang," kata Enok Saul yang juga Kepala Sekolah SMP Negeri 14 dan pemilik Sanggar Seni Lukis Anak Manado usai kegiatan Lomba Paduan Suara Hardiknas, Jumat (3/4).

Sedangkan hasil jenis lomba Majalah Dinding yang diikuti siswa Jawara satu disandang SMP Negeri 2 Manado dengan predikat peserta istimewa, Jawara dua SMP Pax Criati dan Jawara tiga SMP Negeri 1 Manado. Disamping itu diumumkan juga SMP Negeri 2 Manado sebagai Jawara Satu jenis Lomba Paduan Suara Siswa predikat gold, Jawara dua SMP Frater Don Bosco Manado dan Jawara tiga SMP Kr Eben Heazer Manado. Serta masih ada lagi jenis lomba yang dipertandingkan seperti Bintang Vokalia Anak SD dan SMP, Tari Maengket, Lomba Lukis dan Lomba Stand Pameran Hardiknas terbaik satu, yang diumumkan panitia pada hari itu.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Manado Dr Daglan Walangitan hadir dalam  berbagai rangkaian kegiatan Hari Pendidikan Nasional untuk memberi suport. Di ajang Lomba Paduan Suara guru sekolah-sekolah se Kecamatan Manado, para guru tampil memukau dan lantang mengumandangkan lagu wajib  "Cahaya Toleransi" karangan Dr SVL Lumentut dan satu lagu bebas.

Kadis Daglan mengharapkan ajang dan lomba paduan suara ini agar dijadikan wadah untuk bertemu dan berkumpulnya para guru sambil mengasah bakat bernyanyi yang bernilai sangat tinggi.

"Kalau sehari-harinya tugas guru adalah mengajar dan bertemu siswa-siswanya, maka ajang ini harus dimanfaatkan sebagai wadah bertemu berkumpul guru untuk berlomba dan bernyanyi, oleh sebab itu kegiatan akan digelar setiap tahun untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional," ujarnya seraya tersenyum.

Sementara itu puncak peringatan Hardiknas 2 Me. diperingati dalam Upacara Kenaikan Bendera Merah Putih bertempat di Lapangan Sparta Tikala,Selasa (2/5).

Hadir Walikota Manado Dr GSV Lumentut selaku inspektur upacara dan Kadis Diknas Manado sebagai Komadan Upacara. Turut hadir sebagai peserta pejabat para Kepala Sekolah, guru dan siswa serta undangan dan wartawan.

Menurut Enoch Saul, persiapan menyambut Hardiknas di Manado dilakukan selama satu bulan. Panitia ikut memikirkan upaya keamanan dan kenyamanan peserta Upacara dan lomba yang diikuti ratusan siswa-siswa. Selain kegiatan meriah, peringatan Hardiknas kali ini mungkin yang terhebat selama sepuluh tahun Manado dibawah kepemimpinan Dr Vicky Lumentut sebagai Walikota.

"Kita sengaja memilih tempat di Kompleks Walikota Manado karena untuk kenyamanan dan keamanan Hardiknas di sini lebih baik," ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 2  Steven Tumiw,Spd. (*/Yuk)