Foto : Dr Boas Wilar, Fasilitator Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Pemprof Sulut/Pemkot Manado. Foto : Dr Boas Wilar, Fasilitator Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Pemprof Sulut/Pemkot Manado.

Manado Kota Layak Anak Hak Anak Akan Terpenuhi

Written by  Yayuk Wulur Apr 08, 2019

Manado, Sulutnews.com - Kota Manado mengukir prestasi baru di tingkat Nasional mendapat Award Manado Layak Anak 2018 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak RI di Jakarta.

Pengamat masalah anak DR Boas Wilar memuji prestasi ini merupakan berkat yang perlu disyukuri dan diisi dengan kerja keras dari tingkat pemerintah paling atas hingga bawah Camat, Lurah, pala, serta warga masyarakat dan orangtua, agar tahun depan prestasi tersebut bisa diukir lagi, demikian Kata DR Boas Wilar usai berbicara di Work Shop Kota Layak Anak yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Manado baru-baru ini di Manado.

"Award Manado Kota Layak Anak tahun 2018 harus terus dipertahankan dan diperhatikan agar nanti tahun ini Manado menjadi kota ramah anak dan  potensi resiko gagal sangat kecil dalam Kota Layak Anak 2019," ujarnya.

DR Boas Wilar yang juga Staf Ahli Dan Fasilitator Bidang Anak Dinas P3A Sulut ini menambahkan, pemerintah Kota Manado memiliki banyak program kerja untuk memenuhi kebutuhan anak mulai dari pendidikan,kesehatan dan perlindungannya. Program-program ini harus terus dibangun dan diperhatikan dan dalam menikmati program itu anak-anak mendapatkan haknya berprestasi di sekolah dan dilingkungannya.

Tentang indikator pemenuhan Kota Layak Anak itu, ia menjelaskan daerah sangat membutuhkan konektivitas terhadap dibukanya akses pendidikan anak usia dini,akses fasilitas kegiatan kreatif dan ruang rekreatif, akses sehat dan mendapat pelayanan kesehatan sejak lahir hingga usia 18 tahun dari lingkungan dimana anak-anak itu tinggal.  Demikian pula konektivitas lanjutan seperti hak mendapat pengakuan sosial terlebih hak status kelahiran anak.

"Contohnya pada akses sosial terbukanya pengakuan dan penerbitan akte kelahiran anak dari anak perempuan di bawah umur atau di luar nikah. Program orangtua asuh dari ibu dan ayah adopsi harus ramah anak bahkan pengakuan adanya ayah biologis bisa diperjuangkan. Pemenuhan akses-akses ini merupakan konektivitas dari Kota Ramah Anak," ujar Boas.

Award Kota Layak Anak menurut Boas diberikan kepada Kota-kota di Indonesia sesuai tingkatan prestasi. Tingkat awal mendapatkan Award Kota Layak Anak Katagori Pratama, Kota Layak Anak Katagori Muda dan Kota Layak Anak Katagori Madya. Sedangkan Kota Manado baru di rangking Pratama. Masih perlu kerja keras karena program kerja baru berkutat menyediakan fasilitas kreasi dan rekresi saja, tambahnya.

Pria yang pernah menimba ilmu di Jerman dan Australia ini menambahkan, orang yang dikatagorikan anak-anak adalah yang berusia O-18 tahun, menakjubkan bahwa di tingkat Profinsi Sulut dari 2juta 400 ribu jiwa penduduk 30 persen adalah anak-anak di usia tersebut.(*/Yuk)

Last modified on Tuesday, 09 April 2019 00:34