Walikota Manado Seriusi Pengembangan Pasar Wisata

Written by  Yayuk Wulur Mar 26, 2019

Manado, Sulutnews.com - Kepedulian Walikota Manado DR GSV Lumentut,SH,MSi,DEA terhadap pembangunan potensi daerah, keragaman agama dan budaya serta pembangunan pariwisata di Kota Manado memang sudah jadi prioritas untuk dikembangkan Pemerintah hingga tahun 2020.

Demikian pula untuk pembangunan di sektor infrastruktur ramah lingkungan terus didorong pembangunannya menjadi sarana pendukung dan kesejahteraan rakyatnya. Hal ini terangkat dalam Rapat Musyawarah Perencanaan Pembangunan dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2020 yang digagas Bapelitbang Kota Manado dan dibuka  pelaksanaannya langsung oleh Walikota Manado DR GSV Lumentut, SH,MSi, DEA, pada Selasa lalu (26/3) bertempat di Gedung Serba Guna Kantor Walikota Manado.

Walikota Manado DR GSV Lumentut mengatakan, dalam musyawarah ini hendaknya peserta sepenuhnya memberikan perhatian pada sektor-sektor tidak hanya sebatas meneliti kondisi daerah namun potensi ekonomis guna pembangunan ekonomi pun perlu ditindaklanjuti menjadi sumber kesejahteraan rakyat yang harus ada dalam RKPD.

Untuk pembangunan sektor pariwisata yang selanjutnya difokuskan pada rencana pembangunan pasar wisata, menurutnya perlu dipikirkan pula apakah menguntungkan industrial kecil daerah dan  mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Demikian pula rencana pembangunan kota Manado sebagai pintu gerbang wisata di Indonesia Timur yang ramah air harus diseriusi dan berwujud nyata dalam pembangunan infrastruktur daerah sampai dengan perencanaannya selesai tahun 2020. Walikota menyinggung pula TPA Regional yang sudah waktunya dipikirkan kegunaannya oleh peserta musyawarah, mengingat TPA Sunompo tidak lagi bisa digunakan membuang sampah pada tahun 2020 nanti.

"TPA Sumompo sudah penuh. Kondisi ini perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti. Segera cek kapan kita bisa menggunakan TPA Regional Ilo Ilo," kata Walikota dengan nada serius.

Terkait rencana pemindahan pembuangan sampah ke TPA Regional Ilo Ilo akan melibatkan nasib hidup banyak orang yang bekerja di pinggiran TPA lama. Menurutnya, karena kesibukan mereka maka harus dipikirkan subtansi kegiatan baru misalnya perlu dilakukan relokasi, maka perlu pembangunan Pasar wisata tradisional di sana. Tentu saja kebijakan ini akan melibatkan perangkat daerah lain dari Dinas Tenaga Kerja, Perinduatrian dan Dinas BLH Kota Manado.

Sementara itu Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Kota Manado dr Lini Tambajong menambahkan, sudah banyak kemajuan terjadi di sektor unggulan dan  pembangunan infrastruktur pendukung. Namun masih perlu kerja keras hingga capaian target selesai pada tahun 2020. Lini menjelaskan, kendati Manado Kota Wisata Dunia namun target turis domistik tahun 2020 yang sebesar 1.600.000 realisasi baru 1.271.289 orang. Turis mancanegara realisasi terkini 1.150.826 orang. Kunjungan turis nusantara capai 1,2 juta orang dari target 1,6 juta orang pada sektor lain menyumbang pertumbuhan ekonomi naik siknifikan. Fakta ini menjadikan kita harus bekerja keras, ujar Lini.

Hal ini pula akan menjadi acuan Bapelitbang dalam menyusun laporan lebih lanjut tentang kondisi daerah di Kota Manado masih banyak yang perlu dikembangkan dan ditingkatkan terutama dilihat dari potensi daerah,kata wanita berambut sebahu ini.

Dialog RKPD dipimpin oleh Moderator dari Bappeda Sulut Drs A.M Kepel dengan menampilkan empat narasumber materi masing-masing Ketua DPRD Kota Manado Noortje Van Bone-Lukas, Ketua Bapelitbang Manado dr Lini Tambajong dan Kepala Bagian Hukum Pemkot Manado Paskah Rotinsulu,SH

Musyawarah itu diselingi dengan penandatanganan kerjasama di sektor peningkatan sumber daya manusia dan akselerasi pembangunan infastruktur kota yang ramah lingkungkungan.

Turut hadir Wakil Walikota Manado Drs Mor Bastiaan dan seluruh perangkat daerah para kadis, kaban, para camat, serta unsur Lembaga Swadaya Masyarakat (LPM) dan sejumlah wartawan-wartawati di lingkungan Pemerintahan Kota Manado.(/Yuk)