Mengenal Uzi, Senapan Maut Bikinan Israel Yang di Amankan Polda Sulut

Written by  Adrianus Pusungunaung May 20, 2022

Manado,Sulutnews.com - Polda Sulawesi Utara baru - baru ini berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 8 pucuk senjata api semi otomatis jenis UZI dan 40 butir amunisi senjata api kaliber 9 mm.

Senjata api dan amunisi ilegal ini berhasil diamankan dari dua orang tersangka masing-masing OM (18) dan FM (22)  warga Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno di damping Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut Kombes Gani Siahaan dan Kapolres Minut AKBP Bambang Yudi Wibowo, dalam keterangan pers yang di gelar di gedung tribrata Mapolda Sulut, Jumat (20/5), menerangkan bahwa untuk mengungkap kasus ini pihaknya  masi terus melakukan pengembangan.

Mengenal Senapan mesin ringan Uzi:

Dirangkum dari berbagai sumber resmi, ternyata 8 pucuk senjata api semi otomatis jenis UZI yang berhasil di amankan oleh Polda Sulut dikenal sebagai senjata yang mematikan. Apa lagi senapan mesin ringan Uzi dirancang untuk menjadi senjata sederhana dan murah yang akan mengatasi masalah logistik dari tentara yang beralih profesi.

Kisah kelahiran Uzi kembali pada 1948 ketika Israel mendeklarasikan sebagai sebuah negara. Uzi dalam bahasa Ibrani ditulis עוזי (UZI) termasuk pistol mitraliur yang menggunakan sistem open bolt, blowback. Varian yang lebih kecil termasuk ke dalam pistol otomatis (pistol mesin).

Senjata ini adalah salah satu senjata pertama yang menggunakan sistem telescoping Bolt, dengan sistem ini magazen ditempatkan "di dalam" pegangan (grip) senjata, hal ini menjadikan pistol mitraliur / pistol otomatis yang lebih pendek. Untuk pertama kalinya pistol ini didesain oleh Mayor Uziel Gal pada akhir 1940an. Purwarupanya selesai pada tahun 1950, pertama kali diperkenalkan ke pasukan khusus IDF pada tahun 1954.

Uzi  ini digunakan juga sebagai senjata perlindungan pribadi oleh pasukan garis belakang. Senapan Uzi ini dipatenkan oleh Letnan Uziel Gal, warga Israel keturunan Jerman. Melalui bentuknya yang kompak dan mengusung sistem blowback sederhana, Uzi mampu menampung magasin berisi 25 hingga 30 butir peluru di pegangan pistol

Pemerintah Indonesia sendiri pernah  tercatat melakukan impor senjata dari Israel senilai US$1,32 juta atau setara Rp18,48 miliar (kurs Rp14 ribu per dolar AS) pada tahun lalu. Secara volume, impor senjata dari Israel mencapai 2.674 kilogram (kg) atau 2,67 ton.22 Mei 2021.

Tahun 1980-an senjata  Uzi ini sangat populer digunakan di kalangan pasukan khusus serta para agen rahasia di seantero dunia. Agen rahasia (Secret Service) AS, yang bertugas mengawal Presiden AS, termasuk yang ikut mempopulerkan Uzi di seluruh dunia.

"Pasalnya ketika Presiden AS Ronald Reagan pada 30 Maret 1981 ditembak oleh John Hinckley Jr di Washington DC, Uzi langsung ‘bicara’.

Begitu Presiden Reagan tertembak para agen rahasia yang sedang mengawal langsung bertindak cepat.  Yakni  melakukan penyelamatan dengan cara mencabut senapan Uzi-nya dari balik jasnya.

Senapan mesin ringan Uzi Pernah Mencatat Sejarah :

Dirangkum dari Tribunnews.com Uzi juga pernah mencatat sejarah ketika Israel 1948 mendeklarasikan sebagai sebuah negara. Negara muda itu pun segera diserang oleh tetangga-tetangganya di Arab, Mesir, Suriah, Lebanon, dan Transjordan.

Berbagai organisasi paramiliter Israel, khususnya milisi Haganah, bergabung menjadi Angkatan Pertahanan Israel, angkatan bersenjata negara itu.

"Meskipun kalah jumlah dan senjata, IDF berhasil mempertahankan negara.

Secara keseluruhan, IDF memukul mundur serangan gabungan dunia Arab dengan hanya 200 senapan mesin, 10.000 senapan, dan 3.600 senapan mesin ringan.

Kemenangan IDF itu terlepas dari ketergantungannya terhadap koleksi beraneka ragam senjata kecil dari seluruh dunia. Para pembela awal Israel pada waktu itu memilih menggunakan senapan sipil mereka sendiri.

Israel sangat miskin dan tidak mampu membeli senjata terbaru. Solusinya adalah memanfaatkan warga negaranya yang berpendidikan tinggi dan untuk menciptakan industri senjata sendiri.

Sehingga pada tahun 1952, seorang Israel keturunan Jerman, Letnan Uziel Gal, mematenkan desain senapan mesin baru.

"Senapannya pendek dan padat menggunakan desain blowback sederhana.

Senapan ini menembakkan semi otomatis atau otomatis pada tingkat yang relatif lambat dari enam ratus putaran per menit.

Solusinya adalah memanfaatkan warga negaranya yang berpendidikan tinggi dan untuk menciptakan industri senjata sendiri. Sehingga pada tahun 1952, seorang Israel keturunan Jerman, Letnan Uziel Gal, mematenkan desain senapan mesin baru.

Senapannya pendek dan padat menggunakan desain blowback sederhana.

Senapan ini menembakkan semi otomatis atau otomatis pada tingkat yang relatif lambat dari enam ratus putaran per menit.

"Ia juga memiliki tiga mekanisme keamanan: keselamatan tuas manual, keselamatan pegangan dan keselamatan baut.

Senapan ini kemudian diberi nama Uzi. Ada sejumlah keuntungan yang membuat Uzi menjadi senapan mesin ringan yang efektif.

Pertama, ia menggunakan suku cadang yang murah dan mudah untuk diproduksi secara massal.

Ini adalah fitur penting bagi negara miskin tanpa banyak industri. "Kedua, keberadaan tempat peluru di tengah-tengah senjata membuatnya seimbang, seperti pistol

Terakhir, kemampuannya melakukan putaran parabellum sembilan milimeter pada 600 putaran per menit atau melepas 600 peluru semenitnya. Kemampuan ini mempermudah penggunanya untuk memadamkan api penekan dalam volume besar. "Berlawanan dengan kepercayaan umum, Uzi bukanlah senjata standar infanteri Israel.

Fungsinya sebagai senjata jarak dekat dengan jarak pandang 200 meter membuatnya berguna di daerah perkotaan yang padat. Efektivitasnya agak berkurang di medan terbuka yang luas.

Tak heran Uzi justru menjelma senjata favorit para gengster atau pasukan yang beroperasi dalam perang kota.  "Kemampuan ini mempermudah penggunanya untuk memadamkan api penekan dalam volume besar.

Fungsinya sebagai senjata jarak dekat dengan jarak pandang 200 meter membuatnya berguna di daerah perkotaan yang padat. Efektivitasnya agak berkurang di medan terbuka yang luas. "Tak heran Uzi justru menjelma senjata favorit para gengster atau pasukan yang beropererasi dalam perang kota.

Sebagian besar IDF membawa senapan FN-FAL Belgia, sementara Uzi dipakai dan diperuntukkan bagi pasukan terjun payung, kru tank serta kendaraan lapis baja, dan unit pasukan khusus. IDF menempatkan pesanan pertama untuk Uzi pada 1954.

Pada 1956, Uzi dipakai pasukan terjun payung Israel dari Unit 202 dalam operasi si Semenanjung Sinai. Unit ini berhasil bersihkan pasukan Sudan dan Mesir dan mengambil alih Sinai. Dari sini Uzi membuktikan kekuatannya untuk menyerang lawan.

Selama perang 1956, Uzi digunakan di gurun Sinai sekali untuk melawan orang Mesir, di jalan-jalan dan lorong-lorong Tepi Barat melawan pasukan Yordania, dan di Dataran Tinggi Golan melawan Suriah.

Penulis: ARP