DPRD Dan Pemkot Manado Bahas Ranperda Baru Pengendalian Dan Pengawasan Minuman Beralkohol

Written by  Yayuk Wulur Sep 10, 2020

MANADO,Sulutnews.com - DPRD Manado dan Pemerintah Kota Manado mengelar Rapat membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) baru tentang Pengendalian Dan Pengawasan Minuman Beralkohol, Rabu sore (9/9), bertempat di Ruang Sidang DPRD Jln Tikala Nomor 1 Manado, Sulawesi Utara.

Rapat awal pembahasan draf Ranperda baru tersebut dihadiri utusan personil Komisi gabungan DPRD Kota Manado.

Rapat dipimpin Sekretaris Komisi I Drs Boby Daud (PAN), Robert Panelewen (Perindo) Ridwan Marlian (Golkar), Soni Lela (Golkar), Hengky Kawalo (PDI-P) Lilly Walandha (Demokrat) Bambang Hermawan (PAN).

Boby Daud menyoroti draf Ranperda agar disusun berdasar pola akademisi, sedangkan Lili Walandha menekankan perlunya harmonisasi antar lembaga untuk membahas ranperda baru tersebut. Sonny Lela meminta dalam rapat awal pemerintah menyertakan para Anggota Tim Penyusun Ranperda, namun hal itu belum disertakan.

Asisten Walikota Bidang Kesra Drs Harry Saptono mengatakan menyambut baik dan merespons positif apa yang diisyaratkan DPRD dengan nanti pada pembahasan kedua perlu menyertakan Para Anggota Tim penyusunan draf Ranperda menjadi perda.

"Namun Tim Penyusun Ranperda akan dihadirkan pada Sidang kedua, mungkin bisa dilanjutkan sesudah sholat Jumat tanggal 11 September," saran Harry Saptono.

Keinginan DPRD tersebut pun telah menujukkan komitmen dari lembaga legeslatif dalam menjalankan tugas.

Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Manado Drs Hendrik Warokka menjelaskan, ranperda yang diusulkan tersebut bertujuan untuk mengakomodir operasional industri minuman beralkohol yang berproduksi di Manado, mana layak dijual dan mana tidak bisa dijual.

Sebelumnya sudah ada Perda berisi aturan pengendalian dan pengawasan  minuman beralkohol, akan tetapi pemerintah akan menbatalkan selanjutnya mengatur dalam bentuk ranperda  yang baru, mengingat sebagian besar materi muatan yang diatur dalam perda lama tidak diatur dalam ranperda.

Ia pun menjelaskan secara rinci bahwa saat ini sudah ada larangan berinvestasi khusus minuman beralkohol, kendatipun demikian masih ada pabrik-pabrik minuman beralkohol di Manado yang memproduksi minuman keras dengan  kadar alkohol 22-55 persen, yang sebenarnya sudah dilarang.

Hadir Kadis Penanaman Modal Daerah Jemmy Rotinsulu, SE, Kapala Bagian Hukum Pemkot Manado Yanti Putri, SH, serta Kanit Narkoba Polres Manado Ajun Komisaris Polisi Temmy Toni.

Rapat diwarnai tanyajawab yang menyita perhatian. Meski demikian Rapat ini digelar mengunakan Protokol Dan Tata Tertib Corona Virus 2019.

Peserta rapat sepakat akan dilanjutkan hari Jumat sore (11/9). (*/yuk).