Manado

Manado (89)

Manado, Sulutnews.com - Tekat Pengadilan Negeri Manado untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya ditempuh dengan berbagai kebijakan.

Diantaranya kebijakan memberikan rasa keadilan bagi pencari keadilan. Lain dari pada itu ada program kerja lainnya yang bernuansa perjuangan, yang digelar setiap tahun sekali yakni sehari menjelang Peringatan Kemerdekaan RI Bulan Agustus Tahun 1945.

"Namanya adalah program Pelayanan kerja bernuansa perjuangan tahun 1945. Program ini sebenarnya khusus bagi peserta karyawan-karyawati, para Hakim Pengadilan Negeri dan para Panitra Kasus Pidana, Perdata. Tapi bagi karyawan generasi muda bisa dilibatkan dengan tujuan meneruskan semangat perjuangan seluruh rakyat Indonesia mengusir penjajahan sebelum tahun 1945," demikian kata Ketua Pengadilan Negeri Manado Lukman Bakmit,SH,MA kepada sulutnews.com, Jumat (16/8) di ruang kerjanya.

Kegiatan tersebut digelar setiap tanggal 16 Agustus karyawan dan karyawati Pengadilan Negeri Manado diwajibkan menggunakan pakaian bernuansa perjuangan, tanbah Bahmit. Dan uniknya setiap pegawai datang ngantor dengan mengenakan pakaian bernuansa perjuangan tahun 45 sudah pasti dinilai oleh tim juri. Ada yang datang meniru dan berpenampilan prajurit perang lengkap kopiah dan senjata dipundaknya, ada pula wanitanya mengenakan gaun kebaya serta pita merah putih di rambutnya.

Kegiatan tersebut diikuti dengan Lomba Dekorasi Ruang Kerja (DRK) di tiap-tiap ruang kerja pegawai  melibatkan Tim juri yang diketuai oleh Ketua Pengadilan Negeri Lukman Bakmit, SH, satu orang Panitra, dan dari unsur wartawan ikut menilai. Sangat kebetulan pula wartawati sulutnews.com ikut dilibatkan proses penjurian ini untuk menilai dan akhirnya berhasil mengumpulkan nilai.

Berhasil meraih nilai tertinggi dari 9 Ruang Kerja peserta Lomba Dekorasi Ruangan hari itu langsung diumumkan, jatuh di Bagian Kepegawaian. Mendapat nilai 70 dan 80 dengan pertimbangan dekorasi ruang kerja bernuansa perjuangan sangat serasi dengan kekompakan, kebersamaan dan keserasian pegawai dalam melakukan pekerjaannya. Hadiah berupa uang tunai.

Kegiatan lain yang digelar diantaranya Anjangsana ke rumah Panti asuhan, Panti Werda dan Jompo serta yang terakhir adalah Lomba Jalan Sehat dan Dekorasi Ruang Kerja. (*/yuk).

Manado, Sulutnews.com - Upacara Memperingati HUT Ke-74 Kemerdekaan RI berlangsung lancar dan kondusif di Lapangan Sparta Tikala.

Ketua Sementara DPRD Kota Manado yang baru masa bakti 2019-2014 untuk pertama kalinya bertugas membaca Teks Proklamasi tanpa salah, dirinya mengaku sudah siap saat bertugas membaca teks bersejarah yang membawa bangsa Indonesia merdeka.

"Biasa saja saat membaca teks proklamasi, karena saya sudah siap sebelumnya sebagai generasi penerus kemerdekaan," ujar politisi dari Partai PDIP Kota Manado ini menjawab tangkas pertanyaan wartawan.

Altje Dodokambey terpilih sebagai Ketua Sementara DPRD Kota Manado pada Kamis (15/8) usai digelarnya Rapat Sidang Paripurna Sumpah dan Janji 42 orang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado masa bakti 2019-2024, menggantikan Anggota masa bakti lima tahun sebelumnya.

Ia dengan bersahaja membaca teks Proklamasi tahun 1945 itu tanpa salah. Sebelumnya tugas tersebut dilakukan Srikandi DPRD Kota Manado Nortje Van Bone politisi dari Partai Demokrat, yang ikut dilantik hari Kamis.

Upacara Detik-detik Proklamasi  Kemerdekaan dan pengibaran Bendera Sang Saka Merah Putih di Kota Manado berlangsung aman dengan dipimpin Komandan Upacara Kapten Devi Wenas yang sehari-harinya adakah Danramil Wori. Pengibar Bendera Vennesa Kumolontang Siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Manado.

Upacara dihadiri Inspektur Upacara Walikota Manado Ir Vicky Lumentut. Hadir Ketua TP-PKK Kota Manado Ny Prof.Dr Julieta Runtuwene, Wakil Walikota Manado Mor Bastiaan, Wakil TP-PKK Kota Manado Imelda Markus,SE, Para Asisten Walikota, Forkopindo Kota Manado, Anggota DPRD Kota Manado, Ketua Perwakilan Kementrian Agama Kota Manado Irwan Musa, Para rektor, Kepala Bank, pejabat Sekretariat DPRD Kota Manado, pejabat di lingkungkungan Pemkot Manado, staf dan pegawai, KPU Sulut/Manado, para tokoh, alim ulama yang tergabung dalam organisasi FKUB dan BKSAUA, TNI POLRI dan wartawan.

Usai upacara digelar Pemotongan Kue Ulang Tahun Kemerdekaan RI dan Tos Pemerintah Kota Manado dengan Paskibraka, TNI, Polri, Veteran dan wartawan yang berlangsung di Gedung Aula Kantor Walikota Manado. Upacara penurunan Bendera dilakukan sore harinya.(*/yuk)

Manado, Sulutnews.com - Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan menyerahkan Hewan Qurban Tahun 1440 Hijriah kepada berbagai Pimpinan Masjid yang ada di Kota Manado, Jumat (9/8) bertempat di Lapangan Sparta Tikala.

Penyerahan Hewan Qurban 1440 Hijriah tersebut disaksikan Kepala Kantor Agama Kementrian Agama RI Kota Manado Hi Irwan musa dan Ketua Umum PHBI Sulut Hi Amir Liputo beserta pengurus.

Dalam sambutannya Wawali Kota Manado Mor Dominus Bastiaan mngharapkan untuk dapat menerima hewan qurban Idul Adha Tahun 1440 Hijriah serta mendoakan pemerintah beserta masyarakat Kota Manado dapat terus menjaga tali persaudaraan dan kerukunan dalam persatuan. Inilah yang utama harus dipelihara dan didoakan.

Ia memberi informasi bahwa Kota Manado baru saja menggelar Iven Manado Fiesta yang mengedepankan kearifan lokal sebagai kekayaan kota ini. Olehnya harus terus dipelihara dalam doa "Saya memberikan kejutan lagi untuk hewan quran tahun depan akan ditambah dari 22 ekor sapi menjadi lebih banyak," demikian janji Wawali Mor Bastiaan.

Ketua PHBI Sulut Hi Amir Liputo mengatakan penyerahan hewan qurban Idul Adha 1440 Hijriah hanya kepada imam masjid yang tidak memiliki hewan kurban, yaitu kepada masing-masing imam masjid 1 ekor sapi kurban di 22 Masjid yang ada di Kota Manado. " Bantuan berasal dari Dana Hiba Pemkot Manado kepada PHBI kemudian langsung disalurkan dalam berita acara penyerahan hewan qurban," kata Anggota DPRD Sulut ini.

Hadir Asisten II Walikota Herry Saptono, Kabag Kesra Pemkot Manado Jeane Corneles, Kepala Inspektorat Kota Manado Han Tinangon dan Kabag Humas Sonny T. (*/Yuk))

Manado, Sulutnews.com - Puncak Manado Fiesta 2019 yang dimeriahkan oleh Iwan Fals dan artis lokal seperti Basgilanos tersebut digelar di Lapangan Sparta Tikala, Minggu (4/8/2019), Pukul 16.00 Wita,

Sejak sore hari, lapangan yang berada tepat di depan Kantor Pemerintah Kota Manado itu terpantau mulai padat. Generasi muda dan orang tua berdatangan dari beberapa daerah di Manado untuk menyaksikan malam penutupan itu.

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek menjadi sponsor utama Manado Fiesta 2019. Vice President Regional Indonesia Bagian Timur Gojek Anandita Danaatmadja menjelaskan, dukungan diberikan dengan menghadirkan musisi Iwan Fals dan grup musik rap Saykoji dalam acara penutup.

Gojek juga memberikan dukungan melalui kerja sama peremajaan sejumlah shelter bus di Manado. Perusahaan aplikasi layanan transportasi daring itu juga memberikan sejumlah fasilitas penunjang festival yang dimulai sejak 27 Juli 2019.

“Hal ini merupakan bentuk komitmen Gojek untuk terus aktif berkolaborasi bersama pemerintah daerah khususnya dalam peningkatan ekonomi dan industri kreatif melalui pemanfaatan teknologi. Kami berharap kolaborasi ini bisa naik ke tingkat selanjutnya,” katanya, Minggu (4/8/2019) malam.

Kehadiran Iwan Fals dalam acara penutupan ini didasarkan pada survey dan diskusi yang dilakukan Gojek dengan Pemkot Manado. Menurutnya, sosok Iwan yang kerap menyuarakan aspirasi melalui lirik dan musiknya menjadi pilihan utama masyarakat Manado

Penampilannya selama sekitar 2 jam berhasil menghibur para pengunjung. Tak hanya mengandalkan lagu-lagu ciptaannya, Iwan juga membawakan beberapa lagu Manado. Salah satunya adalah lagu Balada Pelaut yang dipopulerkan oleh muisisi Melky Goeslaw.

Banyak anggota masyarakat yang menjadi fans berat sudah tidak sabar, sambil menunggu penampilan Iwan Fals ada hidangan pengucapan syukur di lapangan Tikala yang disiapkan oleh pemerintah Kota Manado.

Saykoji juga tak kalah memikat hati para penonton saat tampil sebelum Iwan Fals. Dia bahkan membawakan lagu khusus yang digubah untuk Gojek berjudul Gojek Pasti Ada Jalan. Lagu ini memuat unsur kebudayaan Indonesia timur melalui lirik dan aransemennya.

Terpisah, Coreta Louise Kapojos Ketua Umum Panitia Penyelenggara Manado Fiesta 2019 mengatakan, penutupan dibuka untuk umum, seluruh masyarakat bisa menyaksikan langsung closing ceremony yang dimeriahkan oleh artis ibu kota Iwan Fals

 

Manado, Sulutnews.com - Keseriusan Pemerintah Sulut untuk memberikan perhatian pada pembangunan sektor kepariwisataan sangat besar. Terbukti Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE mengusulkan kepada Kementerian Pariwisata RI agar untuk Manado Fiesta masuk dalam event pariwisata nasional.

“Saya akan segera minta ke Menteri Pariwisata agar tahun depan, Manado Fiesta masuk dalam event pariwisata nasional,” tandas Gubernur Olly saat menghadiri pembukaan Manado Fiesta 2019 di Kawasan Megamas Manado, Sabtu malam (27/7).

Gubernur Olly beralasan hingga saat ini baru Festival Bunaken, TIFF dan Festival Selat Lembeh yang masuk agenda nasional di Kementerian Pariwisata. Orang Nomor Satu di Sulut ini menyadari, sekalipun baru dua tahun setengah menjalankan sektor pariwisata di Sulut, namun sambutan masyarakat, baik mancanegara maupun dalam negeri meningkat begitu pesat.

“Tahun 2019 kira-kira bertambah dua juta orang yang datang ke Sulut,” ucap Gubernur Olly. Di hadapan perwakilan Kementerian Pariwisata dan sejumlah duta besar negara-negara sahabat, Gubernur Olly menyampaikan bahwa tahun ini Sulawesi Utara memiliki 3 event pariwisata unggulan yang masuk dalam 100 Wonderful Event 2019.

Ketiga event tersebut yaitu Festival Bunaken, Festival Pesona Selat Lembeh dan Tomohon International Flower Festival yang dimasukkan ke dalam 100 Wonderful of Event 2019.

Beberapa Atraksi di Festifal Fisco (1 dari 7 Festifal yang ditampilkan Manado Fiesta selama 7 hari) pada Pembukaan Manado Fiesta membuat terpesona tamu undangan. Misalnya atraksi sebuah pesawat tempur di udara diperagakan TNI AU mengiasi langit di Laut Mega Mas. Ada pula tari kabasaran berasal dari Minahasa dan sejumlah atraksi pakaian kebaya dari Surabaya, pakaian koteka  dari Papua, tari rumah menari dari Toraja, dan masih banyak lagi seni budaya yang diperagakan para ASN dan pelajar SMP. 

Musikal kolosal juga mewarnai prosesi pembukaan, disamping itu ada tampilan keragaman kekayaam laut berupa terumbu karang yang ditampilkan dengan kecanggihan cahaya lampu elektrik yang mempesona, dibawakan kendaraan hias dari 14 utusan negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Belanda dll.

Hadir saat itu sejumlah dutabesar 14 utusan sahabat negara dan utusan Kementrian Pariwisata RI DR Arief Yahya, Gubernur Sulut Dr Olly Dondokambey beserta istri Ketua TP PKK Ir Rita Tamuntuan, Wagub Sulut Steven Kandouw, Walikota Manado Dr GSV Lumentut, Wawali Drs Mor Bastiaan, Ketua Umum Manado Fiesta Coretta Kapoyos,SE, Forkopindo Kota Manado, Para Pejabat Kota Manado, sosialiti Kota Manado, turis mancanegara dan undangan. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Walikota Manado Dr GSV Lumentut memberikan perhatian besar untuk Manado Fiesta dengan hadir langsung di berbagai festival di darat, laut dan udara.  Pembukaan festival-festival tersebut dimulai pada tanggal 27 Juli sampai dengan 4 Agustus di berbagai tempat di Kawasan Boulevar Manado dan di Gunung Tumpa.

"Saya sangat berharap untuk kegiatan yang melibatkan masyarakat umum bisa berjalan sukses untuk itu perlu ada suport dari pemerintah kota," katanya setiap hadir di Acara Pembukaan 7 Festival Food, Fair,  Flaying dan Fantastik yang digelar berlainan hari dan berlangsung di tiga tempat Taman Godbles Park, Mantos dan di Gunung Tumpa, 27-4 Agustus.

Orang nomor satu di Kota Manado ini menyadari meski iven MF baru  digelar untuk ketiga kalinya  namun harus berjalan baik dan sukses agar harapan pemerintah untuk pariwisata Manado bisa bersaing segera terwujud.

Sebanyak 40 putra-putri cilik terbaik di Kota Manado ikut dalam lomba peragaan busana adat  Festival Fantastik di Manado Fiesta, Walikota GSV Lumentut juga hadir untuk memberikan semangat kepada peserta-peserta lomba tersebut, Kamis (1/08/2019).

Selain itu ada puluhan pegawai ASN terbaik di lingkungan pemerintah Kota Manado yang juga ikut dalam lomba peragaan Busana tersebut.

"Untuk ASN masuk di katagori orang dewasa, demikiam juga dari unsur umum ikut pula dalam lomba peragaan busana ini," kata Kabid Pariwisata Disparbud Abdiel Bajen kepada sulutnews.com melalui ponselnya, Kamis siang (1/8).

Peragaan Busana budaya ini memilih kaeng Manado sebagai bahan busana favorit.

Sementara itu Festifal Food  juga berlangsung sukses di Taman Godbless Park Boulevard Manado, Selasa (30/7)  Berbagai jenis kuliner seperti lomba membuat kue Panada menjadi favorid untuk didemo oleh peserta yang kebanyakan dari mereka adalah ASN dari Kecamatan dan chef utusan berbagai hotel di Manado. Usai perlombaan Panitia segera mengumumkan pemenangnya. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Menyadari perkembangan kepariwisataan di Kota Manado yang sangat cepat menuntut perhatian bukan saja pemerintah akan tetapi juga para pendeta, Gembala Tuhan dan Kaum Ulama Islam.

Walikota Manado GSV Lumentut meminta agar juga para gembala  hamba Tuhan dan Ulama Islam ikut berdoa untuk Manado Fiesta menjadi kegiatan kepariwisataan terbaik di Indonesia disamping untuk perubahan yang terjadi disebabkan pembangunan kepariwisataan.

"Mengingat tahun depan Kota Manado akan jadi tujuan dari turis mancanegara terutama tamu dari berbagai kantor kedutaan besar di dunia mengunjungi Manado dan menghadiri Iven Manado Fiesta kita harus siap melayani," ajaknya saat menghadiri Acara Tatap Muka bersama Ketua dan Pengurus FKUB, BKSAUA dan seluruh gembala, Ulama se-Kota Manado di Gedung Aula Kantor Walikota Manado, Sabtu (2/8).

Ia mengatakan baru-baru ini sudah bertemu Presiden Jokowi dan bersama Jokowi sudah pula  meninjau proyek perluasan Bandara Internasional Sam Ratulangi. Proyek ini akan dimulai tahun sekarang dan diharapkan tahun depan sudah bisa didarati pesawat berbadan besar. Bulan September 2020  Presiden Jokowi berkeinginan Bandara Internasional Sam Ratulangi sudah bisa diresmikan. "Hal ini sudah diseriusi Kementrian PUPR RI, tahun depan sudah bisa dilihat hasilnya," ujar walikota.

Demikian pula untuk pelayanan doa Pembangunan infrastruktur jalan dan rumah inap di Pulau Bunaken dan Siladen harus disiapkan. Khusus pengadaan air bersih untuk kebutuhan warga di sana harus diseriusi agar jadi prioritas pelayanan doa. Diingatkan pula oleh Walikota untuk acara Pembentangan Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2019 di Boulevard agar diikuti dengan pelayanan doa agar Kota. Manado selalu berberkati.

Acara Tatap Muka itu dihadiri para Ketua dan Pengurus FKUB, BKSAUA dan para pendeta yang ada di Lungkungan Pelayanan Sinode GMIM, Keuskupan Manado, GPDI, Hindu, Budha dan Utusan Ulama. (*/yuk)

Manado, Sulutnews.com - Ini bocoran rangkaian kegiatan 7 Festival Manado Fiesta

1. FISCO (FISCO & CORAL). Grand Opening, Sabtu 27 Juli Star dari Taman Berkat God Bless Park dan Boulevar 2, Finis di Pohon Kasih Kawasan Mega Mas dengan rangkaian kegiatan :

  • Fish & Coral Carnival
  • Parade Kerukunan
  • Atraksi Laut & Atraksi Udara
  • Tarian Kreasi Suku
  • Fashion Carnival
  • Tarian Musical Kolosal
  • Water Mapping Projection
  • Laser Show
  • Paduan Suara Kolosal
  • Firework

 

2. FOOD (Manado Kuliner Festival) Tanggal 30 Juli di Taman Berkat dengan rangkain kegiatan :

  • Cooking Demo
  • Cooking Competition
  • Lomba Kuliner Nusantara
  • Lomba Ikan Bakar
  • Lomba Kue Tradisional

 

3. FASHION (Manado FASHION Festival). Tanggal 1 s.d 2 Agustus di Yown Square Mantos dengan rangkaian kegiatan :

  • Fashion Dhow Kaeng Manado
  • Lomba Busanai Kaeng Manado
  • Lomba Model Cilik

 4.FANTASTIK, Tanggal 27 Juli s.d 4 Agustus. Lokasi Taman Berkat, Aula Pemkot Manado, Lapangan Sparta Tikala dll. Rangkaian kegiatan:

  • Lomba Masamper
  • Lomba Paduan Suara
  • Manado Youth Festifal,
  • Manado Tradisional Sea Fest
  • Lomba Kebersihan
  • Konser Musik Artis Ibukota

 5. FLYING (Paragliding International Accuracy Open), Tanggal 1 s.d 3 Agustus di Gunung Tumpa. Kegiatan akan menampilkan partisipan dari 5 negara tetangga dan 15 Provinsi total pendaftar 119 peserta.

Nomor yang akan dilombakan :

  • Senior Putra
  • Senior Putri
  • Junior Putra
  • Junior Putri
  • Master 45 thn keatas
  • Tandem Terbang Berpasangan.

 6. FAIR (Manado Fiesta Fair),Tanggal 31 Juli s.d 3 Agustus di Mantos. Rangkaian kegiatan:

  • Pameran Pariwisata
  • Pameran Perdagangan
  • Pameran Investasi Produk Unggulan Daerah
  • Pameran Taman Hias,
  • Pameran Lukisan
  • Lomba Lukis Anak
  • Talkshow
  • Workshop
  • Pentas Seni Budaya
  • Live Musik dll.

 7. FALTH (Thangks Giving Pengucapan Syukur). Dirayakan serentak oleh seluruh warga Kota Manado pada hari Minggu 4 Agustus. (*/yuk).

Manado, Sulutnews.com - Karnaval Fish And Corral yang merupakan primadona dari 7 Festifal Iven Manado Fiesta 2019 dilepas Staf Ahli Walikota Manado Ato Bulo dan disaksikan Kapolres Manado Kombes (Pol) Benny Bawensen, Ketua FKUB Pendeta Renata Tikunumu dari lokasi garis star Taman Godbless Park di Jln Boulevar dan finis di Taman Kasih Kawasan Mega Mall Manado.

Pelepasan Karnaval FISCO   ditandai dengan doa oleh pendeta. Peserta berjalan kaki sepanjang 3 km dan berhenti untuk melakukan atraksi menarik di depan tribun utama dimana di sana ada tamu undangan Menteri Pariwisata DR Arief Yahya, Gubernur Sulut Dr Olly Dondokambey beserta istri Ketua TP PKK Ir Rita Tamuntuan, Wagub Sulut Steven Kandouw, Walikota Manado Dr GSV Lumentut, Wawali Drs Mor Bastiaan, Ketua Umum Manado Fiesta Coretta Kapoyos,SE, Forkopindo Kota Manado, 5 sahabat Duta Besar negara tetangga, Para Pejabat Kota Manado, sosialiti Kota Manado, turis mancanegara dan undangan.

Karnaval FISCO menampilkan hiburan barisan para Paskibraka Kota Manado yang sedang membawa Bendera Merah Putih diikuti Marching Band Sat Pol PP Kota Manado mengawali Karnaval. Tampak pula sekelompok orang berpakaian adat Minahasa yang diperagakan oleh para ASN di Kantor Badan Pengelola Keuangan (BPKD) Kota Manado yang mengundang decak kagum pengunjung, kemudian tampil berturut peserta berpakaian Adat Minahasa Utara, Jawa, Papua, Toraja, dan utusan dari seluruh Provinsi di Indonesia yang diperagakan para utusan ASN di setiap SKPD Pemerintah Kota Manado, Ojek, pegawai BRI dan lain-lain.

Puluhan kendaraan hias tampil untuk memberikan informasi secara fisual tentang kekayaan laut dan ribuan jenis ikan serta panoramanya oleh negara sahabat tetangga dari 5 kedutaan. Barisan kendaraan ini berjalan beriringan sepanjang 3 km dengan warna warni lampu menambah indah pemandangan mata mereka yang mellihat.

Festifal FISCO menampilkan juga atraksi-atraksi menarik di laut dan udara antara lain parade Perahu Hias serta sailing pass Kapal Dewa Ruci yang memuntahkan pesawat tempur ke udara. Kapal Dewa Ruci berlabuh di Selat Manado. Atraksi tersebut menyita perhatian pengunjung Mall dan masyarakat Kota Manado yang sengaja datang untuk menonton.(*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Sebanyak 300 siswa SMP Negeri 1 Manado dibawah asuhan Kepsek A.Kemur, Spd ikut dalam menyemarakan Tarian Musikal Kolosal menggunakan teknologi electrik dance di Acara Prosesi Pembukaan Manado Fiesta 2019, Sabtu sore (27/7).

"Mereka sebelumnya dilatih untuk memahami gerakan tarian selama satu bulan sebelum tampil di prosesi pembukaan Manado Fiesta itu."

Demikian kata Drs Robby Lumy kepada sulutnews.com saat ditemui di ruang kerjanya di SMP Negeri 1 Manado.

Menurutnya mereka yang tampil ini adalah siswa terbaik kelas 8 dan 9. "Mereka sudah tampil membanggakan sekolah," tambah guru Robby Lumi. Selain Robby ada pula ibu guru Lenny yang setia mendampingi saat berlangsungnya pagelatan tarian-tarian tersebut. (*/Yuk)