Manado

Manado (71)

Manado, Sulutnews.com -  Menyambut Manado Fiesta 2019 atau Manado Berpesta pada 27 Juli s.d 4 Agustus 2019 Walikota Manado Dr Godbles Sofcar Vicky Lumentut terus bekerja memantapkan berbagai kegiatan promisi wisata bergengsi ini.

Dukungan Menteri Pariwisata RI DR Arief Yahya sudah menjadi agenda kerja Manado Fiesta. Demikian pula dukungan dari seluruh undangan warga Kawanua yang sudah lama berada di perantauan Manado Fiesta 2019 harus berlangsung lebih meriah dan sukses. MF nantinya juga akan tetap menjadi hiburan dari dan untuk orang Manado.

Hal itu ditegaskan Walikota Manado Dr GSVL pada berbagai acara pertemuan persiapan Manado Berpesta kepada para pejabat jajaran dan pelaku ekonomi pengusaha, sponsor dengan instansi terkait Disparbut Manado, Disperindak Manado, PT2SP Manado, Dinas Koperasi dan UMKM Manado, BRI, Gojek, Gokar, Indomart dan lain-lain, belum lama ini di  Manado, Sulawesi Utara.

Pesona Manado Fiesta tahun ini tetap menampilkan kekayaan laut dan kulinernya yang sudah dikenal dunia. Akan ada karnaval Fisco yaitu arakan mobil hias yang memperkenalkan berbagai jenis ikan laut yang hidup di perairan Manado. Pada iven ini belum akan ada dukungan partisipan mobil hias dari negara-negara tetangga namun yang pasti seluruh arakan pawai itu akan diikuti partisipan utusan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Manado, Perbankan, Perhotelan dan Sponsor.

Akan ada pula atraksi menarik di darat dan udara seperti perlombaan Atlit Paragliding atau Payung Udara dari Gunung Tumpa dan Lomba Masak Kuliner, Paduan Suara dan ada pula Paragaan Musik Tradisional Kolintang yang sudah semakin mendunia.

Walikota GSVL telah juga menunjuk Coreta Kapojos,SE sebagai Ketua Iven Organizer MF untuk lebih mengairahkan iven promisi wisata MF. Coreta Kapoyos merupakan satu-satunya wanita dari unsur non pemerintah yang dipercaya sebagai panitia nanti akan bertanggungjawab

terhadap suksesnya usaha promosi dan berbagai dukungan lainnya berkaitan dengan kegiatan atraksi wisata yang digelar di darat, laut dan udara.

KAWASAN MEGA MAS BOULEVAR DISTERIL DEMI KENYAMANAN PENGUNJUNG.

Seperti juga MF tahun sebelumnya Kawasan Mega Mas  yang menjadi salah lokasi ivent harus steril. Sedangkan di Kawasan Revitalisasi Jalur Hijau yang masih dalam perbaikan akan terus dijaga kebersihannya. Berhubung karena Manado Fiesta adalah hajatan besar Kota Manado dan kelak pula akan dikunjungi tamu dari luar Manado maka  tidak hanya di Mega Mas akan diawasi sepanjang waktu oleh petugas keamanan, namun juga di Kawasan Jalur Hijau.

"Di lokasi yang nanti berlangsung Karnaval FISCO dijamin pengunjungpun akan merasa nyaman dan aman," demikian kata Kasat Pol PP Kota Manado Xaverius Runtuwe saat dihubungi wartawan. Pria yang membina Satuan Marching Band Sat Pol PP Kota Manado ini menambahkan pengawasan akan dilakukan untuk parkiran dan tenda-tenda ataupun rumah liar.

MF AKAN HABISKAN DANA LEBIH DARI Rp5 Milyar ?

Sementara itu Panitia Seksi Dana diketuai Jemy Rotinsulu,SE yang juga adalah Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Kota Manado menjawab pertanyaan wartawan mengatakan anggaran yang akan dihabiskan untuk ivent bergensi ini sangat besar.

"Akan lebih dari Rp1 Milyar.  Anggaran yang terbanyak dimanfaatkan untuk promosi dan penyelenggaraan atraksi," ujar Jimmy. Sedangkan untuk penyelenggaraan Thangs Giving atau pengucapan pada 4 Agustus anggaran lebih banyak dihimpun dari warga masyarakat. Tentu saja dikarenakan dalam TG setiap warga di tiap kelurahan dan lingkungan akan ikut berpesta menghidangkan makanan di rumah-rumah dan saling berkunjung.

Jadwal Manado Fista 2019 :

Sabtu 27 Juli 2019

Grand Opening dan Karnafal Fisco di Kawasan Mega Mas Boylevard Manado. Dihadiri Menteri Pariwisata RI DR Arif Yahya dan Gubernur DR Olly.

Minggu 28 Juli 2019

(*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com -  Untuk menikmati keuntungan Program BPJS Kesehatan dengan kartu BPJS semua orang Manado bisa mendapatkannya. Karena sampai dengan saat ini sudah ada 109.000 orang mengikuti Program BPJS. 5000 orang diantaranya sudah menikmati fasilitas pengobatan secara mudah kemudian sembuh dari penyakitnya karena memegang Kartu BPJS Kesehatan.

Hal ini dikatakan Sekretaris Kota Manado Micler Lakat,SH,MH kepada wartawan usai menghadiri sebuah acara yang digagas Bapelitbang Manado dan BPJS baru-baru ini di Manado, Sulawesi Utara.

"Asalkan kita sudah bisa menunjukan diri pemegang Kartu Kesehatan BPJS, maka akan lebih mudah mendapat pengobatan  saat sakit atau dilayani dokter BPJS," kata Micler Lakat.

Ia menjelaskan disamping ribuan warga masyarakat ini, pegawai negeri sipil mulai dari pejabat teras, camat dan lurah sudah menggunakan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan menjadi salah satu program kerja GSVL dan MOR dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, kata pria ini sembari tersenyum. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Pemerintah Kota Manado meraih penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2018, diterima langsung Walikota Manado GSV Lumentut dari Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI Muliana Purba. Acara berlangsung di Kantor BPK Perwakilan Sulut Jln 17 Agustus Teling Manado, Sulawesi Utara.

Kota Manado mendapatkan Opini WTP bersama Pemerintah Profinsi dan juga 14 dari 15 Kabupaten Kota di Profinsi Sulut.  Di hari bersejarah ini Walikota Manado didampingi Ketua DPRD Kota Manado Noorje Van Bone, yang ikut menandatangani berita acara penerimaan Nota LKPD 2019.

Penyerahan Opini WTP tersebut   disaksikan Asisten VI  BPK RI Harry Azhar dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Menurut Muliana Purba ada tiga kriteria penilaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian, "Yang pertama faktor transparansi, kedua bertanggungjawab dan ketiga keuangan dikelola untuk kemakmuran rakyat," demikian ujar Ketua BPK RI Muliana Purba pada sambutannya dalam Acara tersebut.

Seperti diketahui Pemerintah Kota Manado telah melewati masa waktu 1 bulan 5 hari guna  pemeriksaan keuangan BPK RI.  Walikota Manado GSV Lumentut dan Wakil Walikota Manado Mor Bastiaan sangat merespon positif serta mengharapkan seluruh SKP pendukung serta memberikan pelayanan yang terbaik.  Dan pada hari Senin (27/5) BPK RI berkenan menyerahkan kembali LKPD dengan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah Kota Manado  bersama Pemprof Sulut dan 14 Kota Kabupaten Bitung, Tomohon, Minsel, Minahasa, Minteg, Mitra, dll.

Turut hadir Kepala Badan Keuangan Pemkot Manado Jhonly Tamaka, Kepala Dinas Pajak Dan Retribusi Kota Manado Harke Tulenan seluruh aparat dan perangkat daerah. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Para pegawai Satpol PP Kota Manado ternyata selama ini tidak tahu menahu kalau gedung dimana setiap hari mereka kantor, dekat dengan sungai yang dijadikan tempat pembuangan limbah manusia.

Aktivitas warga di DAS Tondano kebetulan pula pada Jumat (24/5) tertangkap kamera vidio wartawan sedang ada aktivitas pembuangan. Sungai yang membelah dua kelurahan Tikala Kumaraka dan Tikala Baru di Kecamatan Wenang itu segera berubah warna. Kesibukan pegawai di Kantor Satpol PP yang gedungnya berdiri di bibir sungai ironisnya tidak terpengaruh.

Kasat Pol PP Drs Xaverius Runtuwene,Msi saat akan dikonfirmasi soal ini tidak berada di ruang kerjanya. Menurut salah satu pegawai sedang ada rapat di Kantor Walikota. "Bapak tidak ada di ruang kerjanya sedang ada di Kantor Walikota," jawab pegawai kepada wartawan.

Sementara itu Camat Wenang Drs Donald Sambuaga,Msi mengatakan akan segera melakukan konfirmasi dengan instansi terkait seperti BLH untuk menangani masalah ini.

Dia mengaku kaget saat mendengar ada saluran limbah pembuangan manusia mengalir ke air DAS Tikala dari rumah-rumah warga. "Saya kaget apalagi saat menyaksikan vidio. Sungai kembali kotor dengan limbah."

Seperti di ketahui DAS Tikala merupakam juga sungai yang dahulu biasa dijadikan tempat pembuangan limbah sapi potong karena di dekat situ ada tempat pemotongan sapi. Kemudian dari tekat Kecamatan memerangi sampah di sungai maka cepat dibersihkan dengan teknik pengerukan. Warga pun dilarangan lagi membuang limbah di sungai. Sayang, pada tahun sebelum itu ternyata sudah ada saluran tempat pembuangan limbah ke arah sungai yang bermuasal dari runah-rumah warga. Air dan limbahnya akan keluar bersama-sama saat ada aktivitas. Ironisnya pula sampai dengan sekarang belum ada warga lainnya yang keberatan. Meski pula di depan saluran air limbah berdiri Kantor Kelurahan Tikala Baru. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Munculnya tumpukan sampah di halaman dan saluran air depan Puskesmas Karombasan ternyata membuat resah masyarakat, bahkan bagi warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal inipun membuktikan ketidakseriusan pengelola Puskesmas dalam memberikan pelayanan yang betul, sebabnya sering muncul bau busuk di sekitar Puskesmas.

Sampah plastik sering dibiarkan bertumpuk di got Puskesmas bahkan juga bekas botol air isi ulang yang sengaja dibuang entah oleh siapa, air got sering terlihat kotor dengan air kehitaman.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr Nora Lumentut berjanji akan segera mengecek Puskesmas tersebut apabila benar membuang sampah medisnya di situ. "Tentu saja kita akan segera mengecek sampah apa itu, apakah sampah medis atau bukan. Sebab kalau itu sampah medis maka tindakan membuang tidak dianjurkan karena berbahaya bagi kesehatan," ujar Kadis Nora Lumentut dengan nada suara bijak menjawab pertanyaan wartawan di Manado, Jumat (24/5).

Berkaitan dengan hal itu pula ia akan melihat dari dekat aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas, apakah  Puskesmas memiliki tempat buang sampah atau belum. Jika belum dokter puskesmas akan dihimbau menyediakan tempat sampah.

Ia berharap kelalaian membuang sampah bukan di tempatnya tidak dilakukan yang lainnya. Hanya saja perlu diingat Puskesmas yang didirikan di Kompleks Pasar seperti di Karombasan sangat berpotensi dikotori sampah dari pasar. "Di Pasar ada pedagang yang tinggal bahkan yang sakit juga dilayani dokter Puskesmas di pasar itu. Sampah juga di buang di pasar. Tapi nanti saja dinas akan segera menurunkan tim mengecek kebenaran berita ini, " imbuh dokter cantik berambut panjang ini. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Menjadikan wajah Kota Manado enak dipandang salah satunya adalah memerangi sampah dan menangani timbunan sampah yang dibuang di sembarangan tempat.

Kota Manado  bersih dari sampah juga berusaha dicapai oleh pemerintah. Sampah di kawasan perdagangan mall-mall, toko sovenir, kafe, perkantoran, sekolah, kampus dan perumahan yang bertumpuk terus diperangi apalagi jelang Iven Manado Fiesta 27 Juli-4 Agustus 2019, demikian kata Sekretaris Kota Manado Micler Lakat,SH,Msi.

"Pemerintah sangat serius mmemerangi sampah dengan Perda Sampah. Terutama soal  kecepatan penanganan sampah Camat bertanggungjawab menangani kebersihan di wilayahnya," ujar Sekot dikesempatan usai menghadiri sebuah kegiatan promosi menyambut Manado Fiesta, baru-baru ini.

Demikian juga dalam memerangi sampah, lanjut Sekot, warga masyarakat harus juga mendukung. Wargapun perlu berperan inovatif menciptakan lingkunga tempat tinggalnya tetap bersih. Disamping itu peran Bank Sampah sebagai alternatif lain memerangi sampah adalah yang harus dicapai warga. Bank Sampah berfungsi mengolah sampah plastik dan botol air isi ulang diolah dan dijadikan kerajinan tangan atau sovenir. Dengan begitu bermanfaat menciptakan lapangan pekerjaan serta akan menggairahkan investasi produk industrial  sampah daur ulang dan memicu pertumbuhan ekonomi.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita perangi sampah di lingkungan tempat tinggal dan di rumah kita sendiri. Ayo mulai dari sekarang. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Tekat dan cita-cita Pemerintah Kota Manado membangun manusia  Indonesia membutuhkan komitmen bersama dan  pengorbanan untuk mencapainya. Walikota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut dalam memperjuangkan pembangunan manusia di Kota Manado tentu ditandai dengan  tingkat kesejahteraan terus bertambah dari tahun ke tahun.

Ada tiga hal menjadi sasaran pembangunan manusia di Kota Manado, yaitu pembangunan Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan masyarakat.

Tiga hal inilah yang menuntut komitmen bersama dan pengorbanan untuk dicapai.

Dalam kaitan itu fokus utama pemerintah bertumpuh pada upaya bagaimana meningkatkan kesejahteraan dengan membangun pendidikan anak dari mulai tingkat PAUD, SD, SMP, SMA/SMK di Kota Manado. Namun dibalik itu sebelumnya Manado sedang menghadapi tantangan yang tidak kecil antara lain tekanan persaingan dengan daerah lain terutama dalam berprestasi di tingkat nasional harus sepuluh besar. Kota Manado sempat terlena dengan program gratis bersekolah dan fasilitas lainnya yang membuat pukulan persaingan semakin keras. Namun keberhasilan pemerintahan pada pembangunan manusia Kota Manado indikator Pendidikan capai angka 77,59 persen tahun 2016 hal ini cukup mengembirakan. Satu tahun kemudian yaitu 2017 indikator keberhasilan naik menjadi 78,25 dan dan tahun 2018 naik 78,41 persen. Hal ini menandakan trek record terus meningkat ditandai dengan lebih lamanya seseorang bersekolah.

Selain itu keberhasilan pembangunan bidang kesehatan juga naik. Korelasi dari meningkatnya pembangunan kesehatan ditandai dengan perubahan besar terutama berkurangnya tingkat mortalitas ibu dan bayi. Tingkat kematian ibu tahun 2016 hanya ada 7 kasus, tahun 2017 turun 6 kasus. Sedangkan tingkat kematian bayi hanya 22 kasus tahun 2016 dan

11 kasus pada tahun 2017. Sedangkan tahun 2018 masih menunggu data BPS.

Perubahan tingkat kesejahteraan dinilai pada angka presentasi kemiskinan tahun 2016 ada pada 5,24 persen, Tahun 2017 menjadi 5,46, dan tahun 2018 turun menjadi 5,38 persen, ini adalah angka kemiskinan yang terendah di seluruh kabupaten kota di Sulawesi Utara.

Untuk program pengurangan  penggangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya di semua sektor usaha berjalan cukup baik. Meski kendisi ekonomi mengharuskan terjadi transformasi pemerintah berhasil melakukannya dengan hasil tingkat pengangguran tahun 2016 adalah 14,5 persen, tahun 2017 menjadi 9,35 persen, Hal ini memberi bukti Manado telah berhasil membuka sedikitnya ruang kerja dan lapangan pekerjaan baru diantaranya karena meningkatnya investasi, industrialisasi, daya beli dan daya jual serta persaingan yang semakin baik hingga tercapainya target PAD dari sektor pajak. Demikian pula Lapangan pekerjaan semakin terbuka, bidang Administrasi  perkantoran, profesi guru, dokter, perawat, sales, dan  produk jasa TKI di dalam dan luar negeri. (*/Yuk/BPS Manado)

Manado, Sulutnews.com - Kapala Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara dr Grece Punuh menegaskan belum ada SMA dan SMK yang akan dimarger pada tahun ini tapi wacananya sudah ada dilihat dari bukti-bukti.

Kadis menyampaikan hal tersebut pada konferensi pers usai mengikuti Debat Bedah Mutu Pendidikan Di Sulawesi Utara bertempat di Aula Gedung Dikda Sulut Jalan Sam Ratulangi, baru-baru ini.

Debat Bedah Mutu Pendidikan dibuka Asisten Gubernur Edison Humiang dan menghadirkan Kadis Grece Punuh sebagai pembicara. Hadir pula para Kepala Sekolah SMA dan SMK, MA se Sulut, Ketua PGRI, Ketua IGI, Ketua PWI dan wartawan dari berbagai media massa.

Kadis menambahkan, sekolah Merger masih akan diperbincangkan dengan Gubernur ODSK, meskipun ada bukti-bukti namun sekolah bersangkutan bersyarat, mampu berprestasi meski siswanya sedikit serta sudah memberikan pelayanan pendidikan belajar dan mengajar yang baik tentu tidak dapat dimerger.

Ia menjelaskan pula dari hasil Debat Bedah Mutu Pendidikan menghasilkan berbagai rekomendasi antara lain perlu tindakan perbaikan mutu pendidikan dari mulai upaya pelatihan guru, perbaikan kelas dan perbaikan rangking ujian UNBK dan UNKP SMA/SMK/MA di Sulut semuanya akan dibawa untuk dibicarakan dengan Gubernur ODSK.

Seperti diketahui Mutu Pendidikan di Sulut menjadi perhatian besar di kalangan  pendidik dan akademisi antara lain tudingan adanya sekolah yang tidak memberikan layanan pendidikan yg betul. Pemerintah diminta harus mengambil keputusan apabila pula ada sekolah yang tidak mau berusaha menjadi terbaik dan hanya mengandalkan BOS saja. Ada pertimbangan sekolah yang seperti ini akan memberikan citra buruk pelayanan pendidikan kita.

Dalam catatan putih Dikda Sulut rangking Uji Kopetensi Guru (UKG) Sulut dibawah rata nasional yaitu 57 dari jumlah peserta Se Indonesia. Sedangkan hasil UN SMA hanya menduduki rangking 32 dan UN SMK Rangking 31 dari 34 Profinsi di Indonesia. Hal ini memberikan tanda awas untuk Sulut lebih serius melakukan perbaikan terutama pada pendidikan guru kemudian pada hasil ujian UNBK dan UNKP untuk tahun mendatang. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Dinas Pariwisata Kota Manado sudah menetapkan Iven Nasional Manado Fiesta dimulai pada tanggal 27 Juli  hingga 4 Agustus 2019. Berbagai persiapan Pemerintah Kota Manado menyambut iven bergengsi Manado Fiesta 2019.

"Torang (kita-red) mempersiapkan Manado Fiesta bisa berlangsung tanggal 27 Juli sampai dengan 4 Agustus. Promo awal memberikan informasi bagi banyak orang bahwa di Manado akan ada iven MF ini pada bulan Juli dan Agustus," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Lenda Pelealu,SE kepada sulutnews.com di Manado usai menghadiri Rapat dengan sejumlah pejabat di Lingkungan Pemkot Manado dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Ruang Rapat Lt 3 Gedung BRI Sarapung, Rabu pagi (22/5).

Dunia usaha dan perbankan sudah siap mensponsori dan memberikan suport seperti BRI, Gojek, Gocar demikian juga supor dari Kementrian Pariwisata. Hanya saja belum pasti apakah suport akan berbentuk uang atau bukan tapi kita berkeinginan bisa bergandengan tangan demi sukses MF, ujar Lenda  menjawab pertanyaan sembari tersenyum kepada wartawan.

Manado Fiesta tahun ini dibawah komando Walikota Manado DR GVS Lumentut dan Mor Bastiaan, ada juga panitia pendukung yaitu Sekot Manado Micler Lakat, Kadis Penanaman Modal Daerah Jemmy Rotinsulu, Pengusaha muda yang juga Legeslatif periode 2019-2024 Cristo Lumentut,SE, Kepala Cabang BRI Sarapung dan para pakar iven besar, antara lain Coreta Kapoyos,SE yang sebelumnya pernah sukses menggelar Iven Tomohon International Flower Festival. "Coreta Kapoyos adalah Ketua IO (Iven Organizer) Manado Fiesta ," ujar Lenda menjelaskan. Dan Diharapkan MF 2019 akan lebih baik dan lebih sukses dibandingkan tahun lalu.

Kepala Bidang Pariwisata Abdil Bajad menambahkan pula pada MF 2019 diharapkan bantuan semua orang terutama Kawanua di perantauan untuk bergandengan tangan ikut membantu mempromosikan MF. Kompas.com sudah siap memberikan suport informasi. "Bahkan sudah ada media massa memberikan suport, memfiralkan Manado Fiesta di media sosial karena intinya MF adalah bagian dari promosi pariwisata Kota Manado," katanya.

Agenda Manado Fieta 2019 lebih menarik dan lebih spektakuler banding tahun lalu.  Opening Seremonial akan berbeda, nanti menampilkan berbagai atraksi spektakuler di darat, Udara dan Laut.  Berikut ada atraksi Karnaval mobil Ikan hias yang menjadi agenda favorid yang digelar pada malam hari pada rangkaian agenda MF. Ada juga Olahraga Paragliding, Menyelam Massal, Lomba bakar ikan, dilanjutkan dengan Pameran produk-produk pangan lokal dari para pengusaha UKM Manado dan terakhir acara thangksgiving atau Pengucapan Syukur, pungkas Abdil.

Dengan berlangsungnya Manado Fista nanti diharapkan pertumbuhan ekonomi akan merangkak naik disebabkan transformasi seperti investasi dan industrialisasi yang mendorong timbulnya daya konsumtif untuk produk-produk unggulan Kota Manado. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Sebuah analisis data kesetaraan gender masih diperlukan untuk pemerintah membuat kebijakan baru dalam pemerintahan baru dengan tujuan menciptakan kenyamanan gender.

"Pemerintah masih memerlukan analisis dan data-data akurat kesetaraan gender untuk dipakai sebagai dasar pembangunan kenyamanan gender di tahun mendatang. Waktu yang lalu kita masih belum mendapatkan itu meski program kerja sudah jalan," kata Staf Ahli Bidang Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dinas P3A Kota Manado, Boas OA Wilar Msi, di Acara Bimtek Penyusunan Profil Gender yang berlangsung  di Ruang Rapat Bapelitbang Kantor Walikota Manado, Rabu pagi (15/5).

Bimtek dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kota Manado Esther Mamangkey,SE. Tampil sebagai pembicara Gender Campion Boas Wilar dan Kepala Bidang Kesetaraan Gender Dinas P3A. Bimtek ini diikuti peserta 75 orang dari unsur Pemerintah SKPD, Akademisi, Tim Penggerak PKK seKota Manado, LSM dan Insan pers yang meliput di Pemerintah Kota Manado.

Boas menjelaskan pada lima tahun sebelumnya pemerintahan belum berhasil membangun sistim kehidupan yang nyaman dari produk kebijakan keseteraan gender melalui program kerjanya di tingkat Kabupaten hingga di kota-kota di Sulawesi Utara karena faktor tersebut. Hal ini membuat undang-undang tentang keseteraan gender, ataupun Kepmen bahkan Perpres yang baru justru akan membuat kalangkabut pelaku pembangunan gender di daerah pada pemerintahan baru nanti.

Dalam menjalankan program kerja diantaranya di sektor strategis infrastruktur jalan, jembatan dan trotoar hingga pada pengentasan pendidikan anak droup out contohnya sangat tidak ramah gender. Boas memberi contoh kecil di Manado masih banyak kaum wanita yang jatuh terpeleset dengan sepatu hak tingginya, saat berjalan melintasi trotoar dan di jalan yang baru dibuat pemerintah. Itu disebabkan di situ postur jalan tidak beri kenyamanan bagi kaum gender bahkan boleh jadi bagi keluarganya, anak-anak dan  masyarakat," ujarnya seraya menambahkan ini dusebabkan pula karena pemerintah memaksa memikirkan harmonisasi antar instansi terkait pembangunan kesetaraan gender, keluarga dan masyarakat.

Tapi ironisnya Sulut tidak memiliki banyak sumber data beserta petugasnya untuk memperkuat tujuan pemerintah dalam pembangunan kesetaraan gender hanya karena dana yang tersedia sangat kecil. Untuk Kebutuhan pengenalan kasus, penanganan kasus dan evaluasi kerja harus didukung dengan dana besar, kata Boas. (*/Yuk)