Manado, Sulutnews.com - DUA kegiatan keagamaan untuk meramaikan Festival Faith dalam rangkaian iven pariwisata Manado Fiesta 2017, digelar di dua lokasi berbeda di Manado, Senin (04/09) malam tadi.

Kedua kegiatan tersebut yakni Seminar Rohani dan Festival Budaya dilaksanakan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) di lapangan Sparta Tikala serta Manado Berzikir yang digelar Majelis Ulama indonesia (MUI) Kota Manado di Taman Berkat (God Bless Park) jalan Piere Tendean. Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA saat bersama jemaat GMAHK mengajak umat Advent untuk mendukung pelaksanaan Manado Fiesta dengan menjaga keamanan, kebersihan dan kerukunan.

"Kegiatan yang dilaksanakan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sekarang merupakan bagian dari Faith Festival dalam rangka Manado Fiesta. Sekarang ini kota kita kedatangan banyak tamu, mari kita jaga kota ini tetap aman, bersih dan rukun," ujar Walikota dua periode tersebut. Selain itu, tambah orang nomor satu di Manado, menghadapi perayaan Thanksgiving atau pengucapan syukur se-Manado Minggu 10 September nanti, Walikota GSVL meminta untuk open house bagi tamu yang datang.

"Kita bersyukur karena tujuh kegiatan festival dalam rangka Manado Fiesta telah terselenggara dengan baik," tukas tokoh pluralis yang mendapat penghargaan dari Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas-HAM) RI. Seminar rohani GMAHK menghadirkan pembicara Pdt DR Cornelis Ramschie Direktur Pendidikan Uni Konferen Kawasan Indonesia Timur. Hal senada juga dikatakan Walikota GSVL ketika berada ditengah umat Muslim Kota Manado yang melaksanakan dakwah dan dzikir di Taman Berkat.

"Ini dinamakan Taman Berkat supaya kita semua mendapat berkat dari Tuhan Yang Maha Esa. Tempat ini sengaja di cat warna warni sebagai tempat bagi semua golongan agama melaksanakan kegiatan agamanya. Apalagi, kita di Manado telah menyatakan Pancasila sudah final dan NKRI harga mati," tandasnya. Tampil sebagai pembicara dalam Manado Berdzikir Ustad Abdurahman Mahruz MA dan Ustad Yaser Bachmid. Tampak hadir Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan SE, Plt Sekda Drs Rum Usulu, juga mendampingi Walikota GSVL, Ketua Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado Pdt Roy Lengkong STh dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pdt Thomas Ticonuwu STh.(MS)

Manado, Sulutnews.com - Menjadi agenda rutin Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam menyambut hari raya Idul Adha bagi umat Muslim yakni memberikan hewan qurban kepada perwakilan masjid di 11 kecamatan.

Penyerahan 11 ekor sapi qurban milik Pemkot Manado pada perayaan Idul Adha 1438 Hijriyah tahun 2017 ini, dilakukan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE mewakili Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSI DEA, di lapangan Sparta Tikala Manado, Rabu (30/08) sore tadi.

“Mungkin 1 ekor sapi qurban setiap kecamatan tidak cukup, tapi semoga bantuan hewan qurban ini dapat diterima sebagai bentuk kepedulian pemerintah Kota Manado kepada umat Muslim di Kota Manado,” jelas Wawali Mor, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Drs Rum Dj Usulu serta Staf Ahli Walikota Manado Hery Saptono.

Lanjut dikatakan, 11 sapi qurban Pemkot Manado diserahkan kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Manado dan selanjutnya diberikan kepada masjid-masjid yang ditetapkan PHBI. "Untuk Idul Adha 1438 Hijriah kami menyumbang 11 sapi yang diarahkan ke PHBI, untuk kemudian didistribusikan ke masjid,” ujarnya.

Sementara, Ketua PHBI Kota Manado Amir Liputo SH MH, yang menerima bantuan 11 ekor sapi qurban Pemkot Manado, menyatakan terima kasih atas kepedulian Walikota GSVL dan Wawali Mor. “Atas nama PHBI Kota Manado, menyampaikan terima kasih banyak atas perhatian yang diberikan pemerintah Kota Manado kepada umat Muslim, setiap kali umat Muslim menyambut perayaan hari raya Idul Adha,” tukas Legislator Sulawesi Utara itu.

Dilain pihak, Plt Sekda Manado Drs Rum Usulu mengatakan seluruh hewan qurban yang disumbangkan Pemkot Manado telah melewati tahap pemeriksaan oleh petugas dari Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Manado. "Ini dilakukan agar jangan sampai ada hewan qurban yang kedapatan sedang sakit, atau membawa penyakit seperti penyakit mulut dan kuku,” tandasnya.(YY)

Manado, Sulutnews.com - Walaupun disibukan dengan keseharian sebagai orang nomor satu di Kota Manado, Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA tak pernah menolak jika dipercayakan untuk melaksanakan tugas gereja. Bagi Wallkota GSVL, tugas gereja adalah pekerjaan Tuhan yang wajib hukumnya harus dikerjakan. Hal itu dikatakan Walikota GSVL saat menghadiri ibadah minggu sekaligus pelantikan Panitia Pelaksana Konvensi Nasional 500 tahun peringatan reformasi Protestan, di Jemaat GMIM Betel Winangun, Kecamatan Malalayang, Minggu (20/08) pagi tadi. 

Dalam pelantikan yang dlakukan Pdt Melky Tamaka STh, Walikota GSVL dipercayakan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) untuk menjadi Ketua Umum Panitia Pelaksana. "Saya tidak tahu kenapa saya kembali dipercayakan BPMS GMIM menjadi Ketua Umum. Karena sebagai Walikota Manado tugas-tugas saya sangat banyak. Tapi, saya punya prinsip, tidak akan pernah menolak jika itu adalah tugas yang dipercayakan Tuhan melalui gereja," tukasnya.

Menurut Walikota dua periode itu, prinsip ini selalu dipegang teguh, Alasannnya, jabatan Walikota yang diemban sekarang semata-mata karena anugerah Tuhan dan oleh-Nya harus disyukuri dan kembalikan dengan pemberian diri.

"Saya percaya, saya jadi Walikota disamping karena kepercayaan rakyat, tetapi terutama karena anugerah Tuhan. Inilah alasan mengapa saya tidak berani menolak jika diberi tugas melayani pekerjaan Tuhan," ungkap suami tercinta Rektor Unima Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene ini.

Sementara, dalam khotbahnya yang didasarkan pada bacaan Alkitab I Korintus 12 ayat 12 sampai 31, Pdt Melki Tamaka mengingatkan tentang gereja-gereja yang memiliki peran yang berbeda-beda tetapi mempunyai tanggung jawab yang sama kepada kepala gereja, yaitu Yesus Kristus. "Gereja Tuhan ibarat satu tubuh dengan beda-beda peran dan fungsinya. Tetapi semua tanggung jawabnya kepada Yesus Kristus sebagai kepala gereja," ujarnya.

Lanjut dikatakan Pdt Tamaka, panggilan untuk melakukan pekerjaan Tuhan dengan tulus merupakan ciri seorang murid Tuhan.

"Apa yang dilakukan Pak Walikota Manado dengan selalu menerima dengan tulus tugas gereja, adalah ciri-ciri seorang murid Tuhan. Karena seorang murid beda dengan menjadi pengikut, karena pengikut hanya mengejar kepentingannya semata," tukasnya. Ibadah minggu sekaligus pelantikan Panitia Pelaksana Konvensi Nasional 500 tahun peringatan reformasi Protestan, dihadiri pula sejumlah pejabat dilingkup Pemerintah Kota Manado, termasuk Ketua Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Manado yang juga Ketua Badan Pekerja Majells Jemaat (BPMJ) GMIM Betel Winangun sekaligus Ketua Badan Pekerja Wilayah Manado Winangun Ddt Roy Lengkong dan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Manado Drs Albert Wuysang.(YY) 

 

Manado, Sulutnews.com - Untuk memaksimalkan pengolahan aset di pasar tradisional terutama dalam hal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Manado melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, Penandantanganan yang dilakukan pada Selasa (22/08) siang, di pelataran parkir Pasar Bersehati Manado itu, dilakukan agar adanya pendampingan Kejari Manado dalam menyerap angka piutang yang dimiliki PD Pasar Manado.

"Kerjasama ini lebih kepada bidang keperdataan dalam hal memaksimalkan pengolahan aset-aset pasar sesuai dengan kewenangan PD Pasar yang mengacu pada Perda Nomor 1 tahun 2013 yaitu kewenangan untuk melakukan tata kelola maupun mengatur dan menata pasar tradisional di Kota Manado," ujar Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Manado Ferry Keintjem.

Dijelaskan Dirut, kerjasama yang dibangun ini, sebagai bentuk transparansi dari jajaran direksi, agar masyarakat melihat PD Pasar melakukan penagihan kepada pedagang sesuai dengan aturan yang ada. 

"Sampai saat ini masih banyak tagihan yang belum terselesaikan. Agar jelas penagihan, melakukan pembayaran sesuai aturan itu (Rekom BPK 2013-red) menjadi acuan PD Pasar dan Kejaksaan sebagai pengacara negara. Dengan adanya kerjasama dengan kejaksaan ini, maka kejaksaan sebagai pengacara negara akan melakukan penagihan kepada pihak ketiga dan jika tidak diselesaikan secara perdata maka akan meningkatkan ke pidana karena aset yang dikelola merupakan negara," paparnya.

Sesuai dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2013 dijelaskan bahwa setiap pedagang di pasar tradisional dibawah pengolahan PD Pasar wajib untuk membayar retribusi sesuai dengan aturan yang ditetapkan. 

"PD Pasar bukanlah pengelola anggaran melainkan pengelola aset dengan melibatkan para pedagang di pasar tradisional. Untuk itu perlu ada penanganan serius untuk piutang agar memenuhi kemampuan PD Pasar untuk biaya operasional dan membayar gaji karyawan," jelas Keintjem, seraya menambahkan, kerjasama ini sebagai bentuk implementasi terhadap semangat Pemerintah Kota Manado untuk memaksimalkan pelayanan publik di pasar tradisional

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado Budi Panjaitan melalui Kasie Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Harry AG Tendean SH, MH mengatakan, peran pedagang di pasar tradisional sangat besar terhadap laju pembangunan di Kota Manado. "PD Pasar harus memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pedagang serta pelaku usaha," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Tendean, dari catatan BPK yang akan diberikan oleh pihak PD Pasar nanti akan kami tindak lanjuti secara persuasif, sebab kami bukan banper PD Pasar melainkan untuk menunjang program pemerintah kota sesuai aturan yang berlaku. "Pada intinya, kami akan memberikan bantuan hukum kepada pihak PD Pasar dan pedagang," pungkasnya.

Tampak hadir dalam penandatangganan tersebut, Anggota DPRD Kota Manado Benny Parasan, Banwas Helmy Bachdar, Dirum Hendra Zoenardji, Dirops Didi Sjafei, Dirbang Tommy Sumelung, Kabag Umum Hence Lumentut, Kabag Ekonomi Jimmy Rotinsulu, serta karyawan PD Pasar Manado dan para pedagang. (YY) 

 

Jayapura, Sulutnews.com - Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut terus sosialisasi Manado Fiesta 2017 yang akan digelar pada 02-10 September 2017 nanti.

Setelah kemarin Kota Palu, kini giliran Kota Jayapura, propinsi Papua yang mendapat kehormatan sebagai tempat sosialisasi acara yang baru pertama kali digelar di Sulawesi Utara.

Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado yang juga sebagai Rektor Unima, Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA, di Kota Jayapura, Propinsi Papua, Sabtu (12/08) malam, Walikota dan tim Sosialisasi Pemkot Manado disambut akrab dan penuh kebersamaan oleh ratusan warga kawanua yang tinggal di Jayapura dibawah komando Ketua Umum K3 Jayapura Drs Johan Kawatu MS.

Walikota GSVL memberi apresasi atas kekompakan warga kawanua di Jayapura serta mengaku kagum dengan kebersamaan yang dibangun warga kawanua dengan pemerintah Kota Jayapura. "Ribuan warga kawanua yang tinggal di Jayapura, selama ini telah menunjukan dedikasi dalam membantu pemerintah membangun Kota Jayapura," ungkap Lumentut.

Apa yang saya rasakan dari Bandara sampai ditempat acara ini, lanjutnya, membuktikan kekompakan warga kawanua yang tinggal di Jayapura ini. "Saya senang warga Jayapura asal Manado yang tinggal disini telah ikut pula memberi kontribusi membantu pemerintah Jayapura. Rata-rata semua yang ada disini adalah para pekerja yang telah bekerja bertahun-tahun," ujar Walikota GSVL seraya mengajak warga kawanua di Jayapura untuk pulang kampung dan menikmati suasana iven Manado Fiesta 2017 yang digelar pada tanggal 2-10 September 2017 mendatang.

Saya ajak warga kawanua disini pulang kampung. Kita ramaikan acara Manado Fiesta 2017, ikut berpengucapan syukur yang kami kemas dalam Thansgiving Kota Manado pada tanggal 10 September, ajak Lumentut.

Sementara itu Walikota Jayapura, DR Drs Benhur Tommy Manu MM yang turut hadir mengungkapkan, bantuan yang diberikan warga kawanua di Jayapura sangat terasa. Bahkan, hubungan antara Pemkot Jayapura dengan warga kawanua sudah terjalin sangat baik.

"Orang-orang Manado yang tinggal dan bekerja di Jayapura ini sangat akrab dengan pemerintah. Terima kasih saya kepada orang Manado yang selama ini telah menjalin hubungan yang sangat baik dengan kami," jelas Walikota Jayapura, yang mengaku pernah study bersama Walikota GSVL di Harvard University, Amerika Serikat.

Dirinya berencana untuk datang ke Manado dan menyaksikan agenda kegiatan-kegiatan dalam Manado Fiesta 2017. "Saya dan pemerintah Kota Jayapura sangat mendukung pelaksanaan Manado Fiesta pada bulan September mendatang. Saya akan berusaha untuk datang ke Manado saat Manado Fiesta," tandasnya.

Kemeriahan acara sosialisasi Manado Fiesta di Jayapura, yang dilaksanakan di gedung Serbaguna GKI Pniel Kotaraja Jayapura, sangat terasa dengan tampilnya tim kesenian dari Manado seperti Tielman Sisters, Tante Melly Pandean serta Medinos Group. Tak ketinggalan, Walikota Jayapura ikut pula menyanyi yang dibalas Walikota GSVL.

Menariknya, disaat jamuan makan malam, rombongan Walikota GSVL dijamu makan secara tradisional oleh warga kawanua dengan makan beralaskan daun pisang dengan menggunakan tangan.

Sebelumnya, setelah tiba di Jayapura, rombongan Walikota GSVL disambut secara meriah oleh pengurus K3 Jayapura di Bandara Sentani Jayapura. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi pangkalan militer Amerika Serikat yang dipimpin Jenderal Mc Arthur saat Perang Dunia II, serta mengunjungi lokasi pembangunan gedung Walewangko milik K3 Jayapura.

Hadir para pengurus K3 Jayapura yakni Ketua Dewan Pertimbangan K3 Hendrik Dengah, Sekretaris K3 Pdt Hentje Mandolang, Ketua Rukun Motoling Fenny Berty Rindorindo dan sejumlah pengurus lainnya bersama Brigade Manguni Indonesia (BMI) Kota Jayapura, angggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Jefry Kaunang, yang juga Ketua Dewan Pembina Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Kota Jayapura.

Walikota GSVL sendiri didampingi Ketua Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado Pdt Roy Lengkong STh, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Drs Albert Wuysang, Plt Kepala Dinas Pariwissta Dra Lenda Pelealu, Kabag Pemerintahan dan Humas Steven Runtuwene serta Tim Kerja Manado Fiesta lainnya.