Manado

Manado (26)

Manado, Sulutnews.com -  Sekertaris Kota Manado Micler Lakat,SH,MA membuka Rapat Kerja Forum Pembauran Kebangsaan (FKP) Tingkat Kecamatan Dan Kelurahan Se-Kota Manado, Kamis (29/11) bertempat Di Sintesa Paninsula Hotel Manado, Sulawesi Utara.

Raker FKP Manado diikuti kurang lebih 200 orang kader yang terdiri dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), para Camat, lurah, Staf Humas Pemkot Manado dan TP-PKK Kota Manado.

Sekot Micler Lakat dalam sambutannya mengingatkan pentingnya persatuan dan kesatuan antar anggota FKP dalam membangun dan menciptakan rasa aman dan damai dalam masyarakat.

"Mulai ditingkat kelurahan hingga kecamatan FKP harus terus bekerja bersama-sama menciptakan keamanan dalam masyarakat untuk terwujudnya kesejahteraan yang diidamkan warga," katanya.

Dalam pada itu, saat dibuka sesi tanya jawab salah satu anggota FKP menyoroti soal penjualan miras cap tikus di warung-warung di kelurahan Kota Manado yang sudah semakin meresahkan warga. Selain itu ada pula isue Hoax di Medsos yang menyudutkan kalangan pemerintahan dari kelurahan hingga Istana  Presiden harus perlu dicari jalan keluarnya. "Saya harapkan para pelakunya ditangkap saja,Pak!" kata Herman Anggota FKP Kecamatan Wenang.

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Tingkat Kecamatan Dan Kelurahan Se Kota Manado ini digagas Ketua dengan thema, Harmoni Dalam Kebinekaan, serasi dalam perbedaan Membangun Manado Cerdas Menuju Sulut Hebat. Tampil sebagai pembicara antara lain Kaban Kesbang Manado Drs Hanny Solang, Kadis Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Manado Drs Julises Ohcler dan Wakil Ketua TP-PKK Kota Manado Ny Imelda Bastiaan (*/Yy)

Manado, Sulutnews.com - Wakil Walikota Manado Drs Mor Bastiaan mengatakan, kebijakan pemerintah pada pengentasan kemiskinan tahun 2019 di 11 Kecamatan Kota Manado sangat penting menyiapkan data base jumlah riil orang miskin sebelum dilakukan tindakan. Berikut penggunaan teknologi bagi fasilitator untuk membantu upaya penyisiran itu.

"Kita memerlukan data yang benar berapa jumlah orang miskin itu baru bisa melakukan penanganan  pemberian bantuan sama rata. Jika program bansos ada tiga jenis maka satu orang harus diberikan ketiganya. Ini sebabnya perlu ada data bese orang miskin agar tujuan bagaimana kemiskinan  berkurang atau hilang dapat dilakukan," kata Wawali pada Rakor Dan Evaluasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kota Manado yang diselenggarakan Bapelitbang Kota Manado. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Toar Lumimuut Pemkot Manado, Selasa lalu (28/11).

Ia menambahkan, di Kota Manado berbagai jenis bantuan sosial seperti KIP, KIS, Rastra, Bantuan Lansia dan Rumah Murah Gratis sudah cukup memberikan jaminan berkurangnya kemiskinan di Kota Manado.  "Apabila satu saja orang muskin mendapatkan berbagai bansos ini rumah dibedah, anak-anak mendapat bantuan sekolah maka jumlah mereka pasti berkurang dan tidak akan hidup miskin lagi," demikian katanya. 

Ia menjelaskan, pada tahun yang akan datang ada sekitar 6 % warga desa akan masuk berurbanisasi dikota Manado akibat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan daerah terisolasi. Kondisi ini akan membuat bertambahnya kaum miskin karenanya pula akan terjadi pertumbuhan prilaku di desa menghasilkan daerah kumuh di kota. Buktinya, tambah Wawali, pada tahun ini angka kemiskinan di Kota Manado naik dari 5,4 persen dari total jumlah penduduk menjadi 5,8 persen. Ironisnya pada tingkat provinsi justru turun 8,10 persen dari total jumlah penduduk kita, ujarnya.

Kepala Bapelitbang Kota Manado DR Lini Tambajong mengatakan, Basis Data Terpadu (BDT) menjadi dasar program pengentasan kemiskinan di Kota Manado.

"Biasanya tindakan turun lapangan untuk membantu  sesuai data BDT Kota Manado ini," katanya. Rapat Evalasi dihadiri narasumber Kepala Biro Pemerintahan Dan Sosial Pempof Sulut Dra Febe Rondonuwu, Kadis Diknas Manado DR Dahlan Walangitan, Kadis Depsos Manado DR Samy Kaawoan, Kadis Kesehatan dr Marini Kapojos, LPM kecamatan, ASN dan wartawan.(*/Yy).

Manado, Sulutnews.com - Setelah dilantik menjabat  Sekretaris Kota Manado Micler CS Lakat, SH, MH bergerak cepat guna meningkatkan kesejahteraan pegawai di lingkungan Pemkot Manado.  Terutama kebutuhan akan ruang kerja pegawai serta menata Kantor Walikota Manado menjadi lebih asik.

"Banyak ruang kerja pegawai dalam perbaikan terutama yang rusak karena air hujan. Akan ditata ruangnya menjadi lebih bagus," kata Sekot kepada wartawan, Senin (19/11) usai melakukan sidak di sejumlah ruang kerja Kantor Walikota Manado, Dinas Kominfo Manado serta di ruang tunggu Bagian Humas Dan Protokol, yang selama ini menjadi tempat mangkal para kuli tinta dan wartawan Kantor Walikota.

Ruang-ruang akan ditata asik dan nyaman digunakan seperti di ruang Keasistenan Ekonomi yang tadinya sempit sementara ditata menjadi lebih luas. Karena ruangnya terletak di lantai 2 harus mudah dijangkau seperti waktu lalu. Sedangkan ruang lain seperti di Dinas Kominfo akan diperbaiki sesuai anggaran APBD yang tersedia, katanya

Disamping itu, ia menambahkan akan menyediakan ruang bagi wartawan dan wartawati yang bertugas meliput kegiatan Walikota dan Wakil walikota. "Terutama untuk ruang konferensi pers akan disediakan, tempatnya sudah ada tapi masih menunggu  anggaran yang disediakan," katanya dengan nada suara yang serius.(*/Yy).

Manado, Sulutnews.com - Sekarang tak perlu merasa takut diganggu ulah copet jika kita berada di pasar,Terminal bahkan di jalan untuk beraktivitas sehari-hari. Karena Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado akan terus meningkatkan pengamanan bagi masyarakat terutama hari menjelang Natal Dan Tahun Baru 2019, demikian kata Kasat Pol PP Kota Manado Drs Xaverius Runtuwene.

"Untuk beraktivitas menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, masyarakat tidak perlu cemas karena kurang lebih 100-300 orang petugas Sat Pol PP akan beri pengamanan sekuat2nya," kata Kasat Drs Xaverius Runtuwene saat diwawancarai wartawan sulutnews.com di ruang kerjanya, Senin (19/11).

Kasat menuturkan, wilayah strategis yang nanti akan diamankan adalah pasar dan terminal Pasar 45, Terminal Paa2 dan Karombasan. Di situ akan dijaga polisi pamong praja Kota Manado. Hal ini berkaitan pula dengan tugas mengawal Perda tentang Pengamanan terpadu dengan pihak kepolisian. Di samping itu, untuk lebih mewaspadai kejahatan yang bisa saja terjadi seperti menjamurnya copet, Kota Manado akan ditata lebih bagus lagi agar warga dapat pergi berbelanja di lokasi Pedagang K5 berjualan tampa diganggu ulah copet. Dalam hal ini pemerintah berusaha agar tetap pada tujuan awal menjaga keindahan wajah Kota. Bagi yang melawan segera ditangkap Satuan Polisi itu.

"Adapun Perda tersebut dengan nomor 17 tahun 2006 tentang Sistim Pengamanan. Dan Perda No 6 tahun 2000 tentang Larangan Buang Sampah Sembarangan," tambahnya. (*/Yy)

Manado, Sulutnews.com - Perolehan pajak daerah Kota Manado 2018 seperti yang diharapkan Walikota DR Vicky Lumentut-Wawali MB, terbanyak berasal dari sektor Kepariwisataan. Hanya saja kenaikan itu justru tidak besar hanya capai kisaran 83,18 persen saja, kata Kepala Bidang Pajak Dinas Pajak Dan Retribusi Kota Manado Drs Recky Pesik.

"Realisasi Pajak capai Rp 221 Milliar lebih dari target PAD Rp265 Milliar, naik hanya kisaran 83,18 Persen saja," kata Recky Pesik di ruang kerjanya kepada pers, Jumat (15/11).

Menurutnya kenaikan lebih banyak disebabkan kegiatan daerah pada Bulan Juli 2018. Dengan capaian perolehan terbedar berasal dari restoran dan pengunjung Manado Fiesta di Kawasan Manado Town Scoure waktu yang lalu.

Ada 10 aitem sumber pajak daerah Kota Manado diantaranya Pajak restoran, Pajak hotel, Pajak rumah makan dan Pajak Air Bawah Tanah sert Pajak Burung Walet. Diharapkan pada akhir tahun akan terjadi over realisasi, katanya.(/*Yy)

Manado, Sulutnews.com – Kepedulian warga Kota Manado terhadap bencana alam yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menimpa warga Kota Palu, Donggala dan Kabupaten Sigi beberapa waktu lalu, menyita perhatian khusus warga didaerah ini.

Salah satu bukti Ormas Islam, Syarikat Islam Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tercatat dua kali mengirimkan bantuan kemanusian kepada masyarakat terkena dampak bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi didaerah tersebut.

Ketua DPW Syarikat Islam Sulut, H.Abdul Azis Tegela, MM kepada Sulutnews, Selasa di Manado mengatakan, kepedulian ormas yang dipimpinnya ini betul-betul sangat menyentuh hati  ketika berada didaerah yang disapuh bencana itu.

“Tergeraklah hati kami untuk membantu kembali kepada warga yang terkena dampak bencana, meski sebelumnya bulan Oktober 2018 telah kami antar bantuan berupa bahan makanan, air mineral, ikan  kaleng, obat-obatan dan juga pakaian serta uang tunai”, kata Abdul Azis Tegela.

Dia mengatakan, bantuan tersebut diterima dengan suka cita oleh masyarakat dilokasi-lokasi pengungsian dan bahkan sebagian warga pengungsi belum menerimanya, sehingga kami berjanji untuk menyalurkan bantuan kembali tahap kedua .

“Insya Allah tanggal 18 November 2018 bantuan akan diberangkatkan dengan kendaraan truk berupa bahan-bahan makanan dan air mineral dalam kemasan”, ucap Tegela yang dikenal sangat konsen  terhadap masalah bencana alam.

Syarikat Islam Sulut menurut Kepala Bidang Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulut  itu, sangat peduli dengan bencana apalagi terdapat korban manusia, sehingga dengan cepat dan tanggap, SI melalui Syarikat Islam Tanggap Bencana (SIGAP) Sulut langsung menurunkan personil dan bantuannya.

“Syarikat Islam Tanggap Bencana (SIGAP) Sulut bukan baru pertama membantu  warga terkena bencana, melainkan sudah beberapa kali, tercatat SIGAP pernah mengirimkan bantuan di Kota Bitung ketika terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor, di Manado bahkan di Lombok, Nusa Tenggarat  Barat dengan mengirimkan bantuan”, tutur Tegela.

Sementara itu, Sekretaris SIGAP Sulut, Guntur Bilulu menambahkan, semua bantuan yang dikirim baik tahap pertama dan tahap kedua ini merupakan aksi suka rela dari warga dan kaum Syarikat Islam di Manado dan Minahasa. (/MS)

Manado, Sulutnews.com - Sebanyak 80 dari 262 Sekolah Dasar (SD) di Kota Manado akan menjadi target pelaksanaan Pengadaan  sarana dan prasarana Program UKS atau Usaha Kesehatan Sekolah Pemerintah Kota Manado. Program UKS ini akan dipacu pembangunannya pada tahun 2018-2019.

"Dengan tersedianya dana yang cukup pada tahun 2019 kita sudah akan merampungkan pelaksanaan Program UKS  di sekolah-sekolah ini," demikian Kepala Bagian Kesra Dinas Kesejahteraan Rakyat Pemkot Manado, Dra Jeanne Corneles di Manado, Rabu (14/11).

Program UKS mencakup bidang pengadaan sarana ruang sekolah yang representaif, seperti lahan untuk tumbuhnya berbagai tanaman obat atau apotik hidup, ruang untuk pemeriksaan kesehatan dan pemberian imunisasi anak, serta tersedianya air bersih, wastafel dilengkapi  kran yg berfungsi mengaliri air dan tersedianya KCK.

Dari hasil penelusuran tahun 2018, 80 gedung sekolah itu belum ada yang memenuhi syarat sebagai sekolah UKS, antara lain tidak memiliki syarat yang diwajibkan sedangkan jumlah siswa cukup banyak, katanya. (/*Yy)

Manado, Sulutnews.com - Kepala Seksi Kemitraan Dan Jaringan Usaha Dinas Koperasi Dan UMKM Kota Manado, Hetty Tampie mengatakan sudah banyak industri pangan di Manado yang memproduksi pangan dan minuman yang aman dikonsumsi serta berlebel terutama yang berorientasi export, namun industry produk sejenis yang belum bersyarat dan sudah dipasarkan menjadi tugas pemerintah untuk membinanya.

"Hal ini memang kewajiban kita untuk membina terutama status legalitas usaha. Harus diberikan untuk standar konsumsi. Kendatipun agak sulit, namun yang melanggar aturan akan dikenakan sangsi keras," kata Hetty Tampie menjawab pertanyaan wartawan di Manado, Rabu (30/10).

Hak ijin label produk, bermanfaat untuk legalitas  komersial. Dalam lebel produk mewajibkan juga mencantumkan informasi batas waktu dan boleh tidaknya dikonsumsi antara lain itulah manfaatnya.

Hetty Tampie menambahkan, pemerintah melaksanakan sistim pembinaan yaitu dengan metode penyisiran, pendataan dan pelatihan calon usahawan serta memediasi pemberian kredit lunak perbankan sekaligus melaksanakan koordinasi dengan lembaga terkait. Dan hal ini sudah dilakukan guna terbangunnya keharmonisan kerja, kata Kasie Hetty. (/*Yy)

Manado (sulutnews.com). Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Lenda Pelealu,SE berharap besar Ajang Wisata Manado Fiesta atau Manado berpesta yang digelar Pelaksanaannya pada tanggal 31 Agustus oleh Walikota Manado, DR Godbless Sofcar Lumentut akan menjadi sarana strategis pemerintah untuk mewujudkan impian seluruh warga Kota Manado serta mengairahkan pertumbuhan ekonomi di dua sektor unggulan yakni pariwisata dan perikanan.

"Semoga seperti yang diharapkan pemerintah, Manado Berpesta akan menjadi wadah mewujudkan impian warga Kota Manado. Mari jo datang di Manado Fiesta," katanya menjawab pertanyaan wartawan usai mendampingi Walikota Manado pada Pembukaan Manado Kuliner Festival di Kawasan Mega Mas, Senin  (3/9).

Di ajang bergengsi ini semua kekurangan dapat diperbaiki. Terutama sektor pariwisata yang juga mempunyai pengaruh besar dalam perekonomian Kota Manado. Devisa akan meningkat. MF akan menjadi sarana hiburan warga, tetapi juga berkumpulnya para turis mancanegara, domistik bahkan sejumlah besar pelaku di sektor perikanan, UMKM kuliner, nelayan tangkap ikan, pedagang ikan.

"Begitu saja harapan saya dan kedepanya ekonomi warga Kota Manado akan baik dengan hadirnya Manado Fiesta di Kawasan Mega Mas," pungkas wanita yang akrab dengan para kuli tinta ini sambil tersenyum.(/Yayuk)

Manado Fiesta Diharapkan Menopang Pertumbuhan Ekonomi Kota Manado

Manado (sulutnews.com) Tahun ini Manado Berpesta atau Manado Fiesta lebih berwarna serta menarik untuk ditonton keluarga Indonesia. Disejajarkan dengan Ajang The Work Best Festival lainya karena banyak atraksi menghibur yang bisa disaksikan mulai dari darat, laut dan udara. Boleh ditambahkan pula MF 2018 sangat berpeluang besar dalam  pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kota Smart City ini kelak.

Diawali dengan dilepasnya Karnaval FISCO dan Kirap Budaya oleh Gubernur Sulut Dr Olly Dondokambey, pada hari Jumat (31/8), di Kawasan Pohon Berkat, Jln Piere Tendean, disaksikan Walikota Manado DR.Godbless Sofcar Lumentut, para Walikota dan Bupati se Sulut, Forkopindo, serta warga Manado perantauan. FISCO merupakan awal dari  Pembukaan Manado Berpesta, yang mana semua keindahan panorama laut Pulau Bunaken ditampilkan di darat. Yakni kurang lebih 100  kendaraan hias berpanorama laut dipenuhi ikan serta terumbu karang melakukan road show di Kawasan Godbless Tree Park Mega Mas Boulevard menuju finis di Godbless Park. Atraksi menarik dan menghibur ini mengundang decak kagum pengunjung terutama turis lokal maupun mancanegara. Sejak sore hingga malam hari ribuan orang memadati lokasi atraksi Fisco.

Manado Fiesta bukan hanya Festival FISCO tetapi juga ada festival yang tak kalah menghibur yaitu, Manado Kuliner Festival atau Bakar Ikan Massal yang dilaksanakan di lokasi yang sama pada hari keempat dan kelima. Di festival ini hadir pula Chef DR Vicky Lumentut serta para Chef kuliner dari penjuru tanah air. Hasil masakan para chef bisa segera disantap.

Dan banyak lagi atraksi di darat dan udara seperti Lomba Olahraga Terjun Payung, Busana Modern, Lomba Musik Kolintang, Lomba Tari Masamper dalam Manado Fair 2018. Kegiatan MF akan ditutup dengan Perayaan ThangkGiving pada 9 September. Perayaan itu digelar semua golongan agama dan melibatkan pemerintah dari tingkat terbawa kepala lingkungan, lurah, camat,hingga pejabat dan stekhokder di lingkungan Pemkot Manado.

Potret Atraksi MF tersebut, juga menarik minat para pencinta media sosial dengan menampilkan gambar serta vidio FISCO pada akun pribadinya untuk disebarkan. Dalam Akun-akun itu menampilkan berbagai foto exlusif Gubernur Olly Dondokambey dan Walikota terbaik se-Indonesia Dr Godbless Sofcar Vicky  Lumentut sedang berjabat tangan disaksikan Pejabat lainnya yang sedang menunggu dibukanya FISCO tersebut. Ada pula tampikan gambar Prof Julieta Runtuwene yang merupakan Ketua TP PKK Kota Manado beserta Ny Imelda Bastiaan di akun tersebut. Selain itu, acun sosial dari para stokhokder Pemkot Manado segera ramai pula dengan pujian dari para pencinta Fisco dan Manado Kuliner Festifal 2018 yang di Acun itu ikut menampilkan foto road show Mobil ikan laut, Paus Kakap Berkepala Martelu, Ikan Lumba-lumba, ikan Cakalang, Goropa, Malalugis, ikan Tude serta hampir semua jenis ikan laut lainnya yang hidup di laut tentu saja dapat disantap dan dimakan oleh orang Indonesia.

"Diknas Manado menampilkan Kendaraan hias berbentuk perahu atau bahtera. Di dalamnya tidak ada ikannya. Namun pelangi diatasnya menandakan Tuhan Memberkati Manado Fiesta," demikian kata Kadis Diknas Manado, Deisy Lumowa,S.Pd kepada Sulutnews.com.

Manager Hotel Aston, Tomy, menambahkan Managemen Aston berpartisipasi di MF 2018 dengan menampilkan kendaraan hias Ikan Paus terbesar yang hidup diperairan Laut Manado. "Ini ikan paus jenis raksasa karena ukurannya cukup besar dan berwarna abu abu," pungkasnya.

Kabag Humas Pemkot Manado Drs Steven Runtuwene menambahkan, dijamin MF 2018 meriah dan sangat menghibur sebagai The Word Best Festival," kata Steven yang mantan wartawan itu.

Manado Fiesta diadakan pertama kali pada tahun 2017, dan pada tahun 2018 ini sudah menjadi program unggulan sektor Pariwisata Pemerintahan Kota Manado. Dalam catatan sejarah pada tahun 2017 ajang ini dikunjungi 300-1000 orang per-harinya sejak hari pertama dibuka hingga Perayaan ThangksGiving itu.(/Yayuk)