Manado

Manado (36)

Manado, Sulutnews.com – Walikota Manado Vicky Lumentut menyampaikan pesannya terkait Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada apel bersama jajaran Pers di Kantor PWI Sulut, Rabu(13/02/2019).

Wali Kota Manado melalui Asisten I Pemkot Manado Heri Saptono mengatakan pada momentum HPN 2019 Dan HUT PWI ke-73, pihaknya berharap  pers di Sulut dan kota Manado akan terus melahirkan terobosan-terobosan baru dalam menjawab berbagai tantangan dunia informasi yang sangat dinamis saat ini. 

"Tetaplah menjadi mitra pemerintah dan penyambung aspirasi masyarakat yang kritis dan objektif, dan hadirlah sebagai garda terdepan dalam memerangi infromasi-informasi hoax yang kontra produktif bagi kemajuan pembangunan bangsa," katanya.

Dia memberikan apresiasi diiringi rasa bangsa yang sebesar-besarnya atas kiprah rekan-rekan pers di Sulut dan kota Manado, yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah dan memberikan sumbangsih besar bagi kemajuan peradaban. 

Harus diakui, katanya, dalam peradaban modern, media, baik cetak maupun elektronik telah menempati posisi krusial dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. 

Pers adalah pilar ke empat setelah Eksekutif, Legislative dan Yudikatif, yang berfungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, menegakkan keadilan, serta meluruskan segala yang berpotensi melenceng dari koridor konstitusi.

Pers juga mampu mengakomodir aspirasi masyarakat sehingga pemerintah dapat tanggap terhadap persoalan publik yang ada. sejauh ini telah banyak sekali pembangunan yang didasarkan atas aspirasi rakyat yang dilahirkan oleh pemberitaan dari rekan rekan pers. 

Di sisi lain, melalui kehadiran pers, kondisi pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, baik kelebihan maupun kekurangan dapat diketahui, diawasi dan dikritisi secara luas oleh masyarakat. 

"Kita semua boleh berbangga, rekan-rekan pers di Sulut dan kota manado telah mengambil peran dengan sangat baik dan menjadi bagian penting proses perjalanan pemdaban sulawes! utara sebagai sumber lnformasi, ilmu pengetahuan, hiburan maupun sebagai kontrol sosial bagi masyarakat ataupun pemerintah," jelasnya. 

Apa yang sudah kita capai pada hari ini. berbagai keberhasilan pembangunan yang telah diukir hingga saat ini tidak terlepas dari peran serta rekan-rekan pers sekalian. 

Pihaknya juga salut, di era teknologi informasi saat ini, rekan-rekan pers Sulut mampu dengan responsif berakselerasi beradaptasi dengan perkembangan zaman. para insan pers secara cerdas mampu memanfaatkan perubahan yang ada untuk dijadikan peluang agar terus berkembang maju. 

Epel bersama dihadiri oleh pengurus dan anggota PWI Sulut bersama dengan wartawan dan pemimpin redaksi media cetak, TV, Radio maupun media online(*/Merson)

Manado, Sulutnews.com - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawwesi Utara akan menghadiri acara hari puncak peringatan HPN ke-73 pada tanggal 9 Pebruari 2019 di Surabaya.

Mereka juga akan bertemu dengan Presiden Jokowi yang direncanakan akan menghadiri puncak acara HPN 2019 di Surabaya Jawa Timur. Rombongan Pengurus PWI Sulut dipimpin langsung oleh Ketua Drs Voucke Lontaan yang akan mengikuti serangkaian acara HPN yang berlangsung sejak tanggal 7 Pebruari s.d 9 Pebruari, demikian press rilies yang diperoleh dari Sekretariat PWI Cabang Sulut Balai Wartawan Jln Jend Sudirman Manado, Sulawesi Utara, Senin (4/2).

Thema hari pers tahun 2019 ini adalah "Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital."

Dipilihnya Jawa Timur sebagai tuan rumah adalah karena Surabaya merupakan salah satu Provinsi yang telah berhasil membangkitkan ekonomi kerakyatan yang diwujudkan dengan kehadiran banyaknya UMKM di kota pahlawan itu. Bagaimana pers bersinergis dengan pelaku usaha di sana untuk lebih dapat meningkatkan usaha di Era Digital, hal inilah yang menjadi kerinduan.

Dalam kegiatan hari pers akan hadir pula para pengusaha kecil dan besar untuk sosialisasi memasarkan produk serta mengembangkan usaha dengan bantuan online traning untuk menemukan pasar baru. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kota Manado akan launching Taman Bermain Anak bertaraf Internasional yang rencananya nanti dihadiri Walikota Manado DR Vicky Lumentut,SH,MSi,DEA, demikian kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kota Manado, Esther Mamangkey, SE,MSi.

Pemerintah belum menetapkan tanggal dan harinya, namun pastinya pada bulan Maret 2019 setelah launching kita sudah memiliki Taman itu.

"Namanya Taman Bermain Anak. Lokasi taman berada di Lapangan Sparta Tikala. Saya berharap kehadiran taman itu akan menguntungkan dan bermanfaat bagi anak-anak kita," kata Esther Mamangkey, di ruang kerjanya, Senin (4/2).

Ide membangun Taman bermain ini terinspirasi dengan berbagai masalah anak yang timbul di lingkungan keluarga dan bertetangga. Untuk meminimalisasi tindak kekerasan pemerintah memikirkan solusinya bagaimana memberi ruang bagi anak dengan tujuan melindungi serta melatih anak agar dapat mengatasi rintangan serta kesulitan mulai diusia sangat dini.

"Tercetuslah ide ini Taman bermain ini baru diwujudkan pembangunannya setelah anggaran disetujui pemerintah kota" ujarnya dengan senyum.

Ia menambahkan, Taman ini akan melengkapi julukan Kota Manado sebagai Kota Smart City. Anak-anak dapat membaca karena taman ini dilengkapi armada konteiner berisi buku-buku bacaan dan fasilitas ruang duduk di alam terbuka. Hal ini pula memungkinkan orangtua dapat menikmati panorama indah Kantor Walikota saat menuntun anak membaca. Atau berolahraga bagi yang hobby berolahraga, kata wanita cantik yang pernah menimbah ilmu di Fekon Unsrat ini. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Acara resepsi dan pisah sambut Kepala Sekolah SMP Negeri 01 Manado dari yang lama Jene Rey,SPd,MPd kepada pejabat baru Adeleida Kemur,SPd,MPd berlangsung di Halaman Gedung Sekolah SMPN 1 Komo Dalam Kota Manado, Selasa siang (29/1).

Kegiatan diwarnai berbagai atraksi siswa siswi memperagakan berbagai tari-tarian Maengket, pembacaan puisi dan lawakan cukup lucu dan mengharukan bagi kedua guru yang terkenal femiliar di lingkungan dunia pendidikan di Kota Manado ini.

Adeleida Kemur,SPd,MPd sebelumnya adalah Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Manado dan pernah meraih berbagai penghargaan bidang pendidikan. Sedangkan Jene Rey,SPd,MPd menjabat kepala sekolah di SMP 1, 6 tahun lamanya ia bekerja keras agar sekolah yang sudah berusia 67 tahun itu memiliki Gedung Perpustakaan Baru, mengusahakan Rehabilitasi gedung sekolah dan membangun gapura sekolah. Tahun ini ia sudah memasuki masa pensiun.

Dalam atraksi penyambutan Kepsek yang baru menariknya salah seorang siswa Saledeo diberikan kesempatan dari panitia membacakan pesan-pesannya, seperti ini isi pesan Saledeo yang pernah menjabat Ketua OSIS itu.

Ia berharap kepsek baru mampu menjadi "driver" motor penggerak siswa SMP Negeri 1 dan memperhatikan tanda-tanda lalulintas seperti ini.

"Yang pertama Ibu harus hati-hati saat naik gunung. Ada pilihan jalan naik yang akan membuat ibu dapat mmbawa prestasi sekolah kami semakin baik. Kedua, jalan turun Gunung Ibu harus melibatkan kerendahan hati dan jadilah pemimpin yang rendah hati. Ketiga berhati-hati terhadap kerikil tajam, tinkungan pasti mampu melewati rintangan. Dan keempat dilarang stop berprestasi serta yang terakhir tanda panah keatas artinya jangan melirik, andalkan Tuhan selama perjalanan".

Turut hadir dalam acara pisah sambut tersebut, Kadis Diknas Manado DR Dahlan Walangitan, Kabit SMP, Kabit Seni Dan Budaya,   Ketua Panitua Drs Robby Lumi. (*/Yuk).

Manado, Sulutnews.com -  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan wartawan dari berbagai media, Jumat (23/1) mengelar demonstrasi damai menentang perlakuan kasar dan sewenang-wenang oknum yang menyiksa bahkan membunuh secara keji fisik seorang wartawan dan pekerjaannya, yang terjadi di Indonesia. Bahkan mengecam remisi terpidana Pembunuhan Jurnalis yaitu Susrama terpidana kasus jurnalis di Bali pada 9 tahun silam.

Aksi demo berlangsung di Taman Zero Poin Pasar 45, Manado, Sulawesi Utara dengan pengawalan polisi dan Babinsa.

Dalam aksi demo ini para wartawan yang tergabung dan bekerja di berbagai industri pers koran, media elektronik dan media online membentangkan baliho bertuliskan kalimat penolakan, permintaan pembatalan remisi serta menyerukan stop pada tindak sewenang-wenang kepada wartawan apalagi membunuh secara fisik atau pekerjaannya.

Mereka juga menolak dikeluarkannya Kepres No 29 tahun 2018 dan remisi, yang dinilainya menodai kebebasan pers.

"Kami menolak perlakuan tidak menyenangkan kepada wartawan apalagi melukai dan membunuh," teriak Lynvia, wartawati koran.

Berikut isi orasi yang menjadi issu ketidakpusan insan pers itu yang ditandatangani Ketua JIS Lidvia Gundhe dan Ketua Bidang Advokasi AJI Manado Asrar Yusuf.

Orasi ini dibacakan lantang dengan toa.

  1. Mengecam kebijakan Presiden Jokowi yang memberikan remisi kepada tersangka pembunuhan jurnalis di Bali.
  2. Kebijakan itu tidak hanya melukai keluarga korban, tapi juga jurnalis di Indonesia.
  3. Meminta Presiden Jokowi membatalkan remisi karena hal itu memberi kesan tidak bersahabat bagi pers Indonesia. Hal itu pula akan menyuburkan impunitas membuat para pelaku tidak jera justru memicu kekerasan terus berlanjut.

Seperti diketahui seorang wartawan di Bali tewas terbunuh oleh seseorang yang tidak dikenal pada 9 tahun lalu, Almarhum Prabangsa. Belakangan polisi Bali berhasil menringkus Susrama yang adalah otak pembunuhan tersebut, yang mengakui semua perbuatannya karena terlibat korupsi. Ia dipenjara seumur hidup dan mendapat remisi pada tahun 2018 lalu. (*/Yy))

Manado, Sulutnews.com -Tekat Kota Manado untuk menjadi Kota Doa ditahun politik 2019, diwujudkan dengan berbagai usaha salah satunya berdoa di Gereja setiap tanggal 1 bulan berjalan. Dan mengadakan ibadah syukur di setiap lingkungan pemerintahan Kecamatan dan kelurahan.

Membuka tahun 2019, Pemerintah Kelurahan Kairagi Weru Kecamatan Paal 2, Sabtu akhir minggu (26/1) bertempat di Halaman Kantor Kairagi Weru Lingkungan III, menyelenggarakan Ibadah Ucapan Syukur Awal Tahun Baru 2019 dipimpin Khadim Pendeta Jeffrie Mangero,STh. Acara syukuran tersebut dihadiri Lurah Kairagi Weru Maritje Rengkuh,SE, perangkat kelurahan, para kepala lingkungan, TP-PKK,  para sesepuh Kelurahan, LPM, Babinsa TNI Angkatan Darat, tiga dari lima orang Caleg yang dalam catatan administrasi berdomisili sebagai warga di Pemerintahan Kelurahan Kairagi Weru.

Pendeta Jeffrei Mangero,STh dalam ajakan beribadah mengajak warga Kristen hendaknya tetap bersyukur memasuki tahun 2019. Diawali dengan pujian Aku Hendak Bersyukur KepadaMu dengan segenap hatiku, ibadah syukur awal tahun dimulai dengan pengakuan dosa dilanjutkan Berita Anugrah dan Pujian Syukur Litani Pujian dalam Mazmur 14:2-9, Terpujilah Allah.

Jeffrei Mangero dalam amanahnya mengatakan sangat berapresiasi dengan Pemerintah Kelurahan Kairagi Weru yang menyatakan ucapan syukur, tepat dengan langkah bijak Pemkot Manado mencanangkan Manado Kota Doa. "Gereja GMIM Victori Kairagi Weru akan mendukung Program Kota Manado sebagai Kota Doa. Dan akan membuka pintu gereja bagi umat untuk datang pada setiap tanggal 1 bulan berjalan pada pukul 5 pagi hingga 7 sore.

Berkaitan dengan hal itu lebih lanjut Pdt Jeffrei mengajak pula warga Kristen di Kairagi Weru harus pula ikut berdoa. Ia berujar ramah sangat perlu meniru kebiasaan hidup Nabi Yeremia (Nabi yang dalam Kitab Suci adalah utusan Tuhan yang mengajak warga Israel untuk tetap berdoa dalam pembuangan di Babel). "Nabi Yeremia senantiasa berdoa meski dalam pembuangan di Babilonia. Ia mengajak orang Kristen untuk tetap berdoa dimanapun tinggal meskipun dalam pembuangan. Doa yang dipanjatkan adalah doa minta Damai Sejahtera. "Saya mau mengajak kita semua warga Kristen untuk berdoa karena tiap orang percaya memperoleh damai dan kesejahteraan di kota dimana ia tinggal jika ia berdoa seperti Yeremia, katanya.

Namun yang utama adalah catatan hidup kita sendiri, ujar pendeta. Yaitu dalam hal kwalitas hidup harus naik seperti angka-angka dalam kalender kabisat. Ditahun 2019 ini hidup orang Kristen harus bisa diwujudkan juga oleh dua hal yaitu, dambaan dan doa yang selalu dikabulkan Tuhan. Hal inilah yang menjadikan kita akan tetap bersyukur karena memperoleh semua berkat.

Dalam sambutannya Lurah Kairagi Weru Maritje Rengkuh,SE mengatakan selang tahun 2018 yang baru dilewati Pemerintah Kelurahan Kairagi Weru tidak memiliki catatan buruk melainkan roda pemerintahan berjalan baik dan terkendali. Peran masyarakat dam Babinsa dalam menjaga keamanan 1x 24 berjalan baik sehingga lingkungan tetap aman kondusif. Ia mengajak warga masyarakat untuk tetap ikut mempertahankan kondisi ini menyongsong Pemilu April 2019. Karena terus terang, membangun masyarakat harus bersama-sama pemerintah sehingga Kairagi Weru tetap aman. Tentu sebagai Etalase pintu gerbang memasuki Kota Manado, Kairagi Weru akan semakin diperhitungkan daerah lain.

Demikian pula hal kebersihan di lingkungan masing-masing memasuki tahun politik dan program Kota Doa, harus terus dijaga keseharian jangan ada sampah di pinggir jalan dan got-got. "Mari kita bersyukur kepada Tuhan memasuki tahum 2019 ini kita tetap diberkati. Mari jaga Kelurahan kita tetap aman, bersih, sehingga enak dipandang." kata wanita berambut sebahu ini.

Caleg yang berkenan hadir mengikuti ibadah sore itu diantaranya Vecky Korto dan Ketty Dodokambey.(*/yuk).

Manado, Sulutnews.com - Kota Manado meraih Penghargaan terbaik pertama Indeks katagori Kota sedang berkembang Kota Cerdas Indonesia tahun 2018, diterima Walikota DR Ir.Vicky Lumentut,SH,MSi,DEA di Gedung Kompas Gramedia Rabu pagi kemarin (9/1).

Kota Manado menempati peringkat teratas sebagai kota cerdas dengan nilai 59,04, peringat kedua Kota Salatiga dengan nilai 58,95 dan posisi tiga Kota Yogjakarta. Penghargaan ini melengkapi 21 penghargaan lain yang diterima Kota Manado pada tahun 2018 yang baru dilewati.

Walikota DR.Ir.Vicky Lumentut,SH,Msi,DEA mengatakan sebelumnya ia telah banyak belajar pada kemajuan dialami kota metropolitan Surabaya dan Semarang, yang berhasil membangun kotanya menjadi lebih cerdas dengan fasilitas CCTV-nya. Untuk meraih penghargaan terbaik pertama Kota Sedang ini, Manado telah dilengkapi dengan fasilitas Cerdas Command Centre.

"Penghargaan bukanlah tujuan kita karena hanyalah bonus. Tujuan utama kita adalah kesejahteraan rakyat," kata Walikota.

Hadir mendampingi Walikota di acara penganugrahan ini, Ketua TP-PKK Kota Manado Prof.Julieta Runtuwene, Kadis Kominfo Manado Erwin Kontul,SH, Kabag Humas Steven Runtuwene,SE dan Staf Ahli Walikota Drs Mantje Nelwan.

Berikut kota-kota di Indonesia yang hari itu memperoleh Penghargaan KCI 2018.

Katagori Kota Metropolitan :

Surabaya dengan nilai 67,03.

Semarang dengan nilai 63,65.

Tanjung Selatan nilai 61,60.

 

Katagori Kota Besar :

Denpasar nilai 61,70.

Surakarta nilai 61,03.

Malang nilai 61,03.

 

Katagori Kota Sedang :

Manado dengan milai 59,09.

Semarang dengan nilai 58,99

Yogjakarta nilai 58,94.

 

Katagori Kota Kecil :

Padang Panjang nilai 55,19.

Sungai Penuh nilai 55,06

Solak dengan nilai 51,64.

Penghargaan IKCI 2018 diberikan kepada kota-kota yang dinilai manpu dengan indikator penilaian meliputi, kesiapan lingkungan, mobilitas, ekonomi masyarakat, pemerintah dan kualitas hidup.

Dilengkapi dalam empat katagori yaitu, 1.Kota Metropolitan dengan jumlah penduduk di atas 1 juta jiwa, Kota Besar dengan jumlah penduduk 500ribu-1juta jiwa, Katagori Kota Sedang dengan penduduk 100ribu-500ribu jiwa, dan Kota Kecil 100ribu jiwa. (*/Yy)

Manado, sulutnews.com - Kepala Bagian Hubungan Masyarakat PT (Persero) Angkasa Pura Manado, Angga Maruli,SE menyebut jumlah penumpang  melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi naik 2 persen pada akhir tahun yakni menjelang hari Natal sampai dengan Tahun Baru 2019.

"Jumlah penumpang pesawat  mencapai 2 juta 544 ribu orang. Kenaikan terjadi pada turis Asia, berbeda dengan sebelumnya kisaran 2 juta orang," kata Angga Maruli menjawab pertanyaan wartawan di Manado, Sulawesi Utata, Jumat (12/1).

Turis dari Tiongkok, Jepang, Korea, Filipina, Papua Nugini  Australia mencapai 11.155 orang, sedangkan sisanya turis dari negara-negara Eropa dan penumpang domistik Nusantara.

Seiring dengan boming kenaikan jumlah penumpang, Maskapai penerbangan di Indonesia  menyediakan armada 2500 unit Pesawat yang melayani penumpang, antara lain Silk Air  melayani penumpang Internasional, Garuda Air, Lion Air, Batik Air, CityLink dan Merpati, katanya.

Berkaitan dengan program pelayanan, tambah Angga Maruli, calon penumpang berangkat dan tiba di bandara Sam Ratulangi maka PT Angkasa Pura terus berupaya memanjakan dengan ikut menyediakan jasa penitipan barang bagasi dengan aman hingga penumpang tiba di bandara tujuan. Cukup banyak. penumpang dapat melakukan kegiatan administrasi dengan baik bersama petugas bagasi, baik pada saat tiba ataupun akan berangkat dan dijamin tidak mengalami kesulitan.

Maskapai penerbangan hingga awal tahun 2019 mencatat sudah terjadi 70 kali  penerbangan dalam sehari di Bandara Sam Ratulangi sejak awal Januari 2019. Fluktuasi terbang sering terjadi saat terjadi cuaca buruk.  Namanya Cansel fling, dilakukan mungkin dengan alasan cuaca buruk atau jarak pandang terbatas dimulai dari lokasi bandara. Pihak petugas airnav akan menerbitkan peringatan notice to arman. Dan pilot yang menerbangkan pesawat akan memutuskan saat itu juga apakah akan tetap landing ataukah divert ke Bandara alternatif alias Return to base atau kembali ke bandara asal, demikian Kabag Humas PT Angkasa Pura, Angga Maruli.(Yayuk/*)

Manado, Sulutnews.com - Duta Besar (Dubes) Indonesia di Philipina Dr Sinyo Harry Sarundajang mengatakan, saat in  ada sekitar 25,000 Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulut di Philipina. Mereka ada yang sekolah, buruh, petani, dan tenaga kerja serta pekerjaan lainnya.  Mereka tersebar di wilayah Davao Mindanao Philipina Selatan dan juga di Manila  Ibu Kota Philipina.

Kepada wartawan di Manado Rabu (26/12) Sarundajang mengatakan, dari jumlah tersebut mereka ada  sudah menetap lama di Philipina dan engan kembali ke Indonesia terutama di Sulut. WNI yang ada di negara tetangga tersebut, kata Dubes yang juga mantan Gubernur Sulut dua periode itu, sudah sejak lama menetap di Philipina. Mereka, sudah kawin mawin dan bekerja dengan baik. Untuk yang sekolah, ada sekitar 1.000 WNI setiap tahun sekolah di Philipina. Banyak perguruan tinngi berkualitas di Philipina.

Menurut Dubes, pihaknya berharap kerjasama Indonesia dan Philipina terus berjalan dengan baik baik pendidikan, ekonomi dan perdagangan. Ia mengatakan, untuk transportasi udara pihaknya berharap akan membukan jalur udara Manado dan   Davao diwilayah Mindanao. Ini penting, karena sangat dekat. Dulunya sudah ada namun terhenti. Kita akan upayakan untuk membuka kembali jalur transportasi udara. Kalau ini terbuka maka akan banyak wisatawan dan juga kalangan pebisnis akan memanfaatkan jalur ini.

Membangun kerjasama antara Indonesia dan khususnya Sulut yang dekat dengan Philipina akan sangat menguntgungkan karena Philipina negara yang pertumbuhan ekonomi sangat baik. Dan banyak sekolah berkualitas dan juga industri lainnya termasuk perikanan dan kelapa.

Mengenai, Kapal Roro yang  diresmikan beberapa waktu lalu, kemudian tersendat. Pihaknya berharap akan lancar lagi, dengan memakai kapal lebih kecil lagi. Ini bagian dari program Tol Laut dari Presiden, Kita akan terus kembangkan lagi terus. Karena akan  bermanfaat bagi masyarakat Sulut.(/Fanny)

 

Manado, Sulutnews.com - DPRD Kota Manado mengapresiasi kinerja BPPR Manado, karena bisa mendorong pemasukan daerah dari sektor pajak sampai tetap "on the track". "Kami mendukung BPPR Manado, agar bisa terus mendorong pemasukkan sekaligus mengelola pendapatan daerah untuk membiayai program pembangunan pemerintah daerah yang bersumber dari APBD murni," kata Cristina Pusung,

Pentolan Komisi B DPRD Kota Manado kepada Sulutnews.com. Meski begitu dia mengatakan pihaknya tetap mengawasi kinerja BPPR untuk mendorong pemasukkan daerah, sehingga tetap bisa mengumpulkan pendapatan asli daerah dari berbagai. “Kami terus melakukan pengawasan karena banyak objek pajak yang perlu ditingkatkan bahkan diperluas,.” Kata Caleg DPRD Partai Golkar dari Dapil Tikala Pal Dua ini. Menurutnya, banyaknya turis asing tentu menjadi potensi PAD bagi Manado. Sebab mereka datang butuh hotel dan restorant. Maka pajak hotel dan restoran tentu akan meningkat.

Kepala Bidang Pajak dan Retribusi, Drs Reki Pesik mengatakan, realisasi pemasukan PAD dari sektor pajak hotel sudah mencapai 96,20 persen dari target Rp32,5 miliar pada perubahan APBD 2018. Pemasukan daerah dari sektor pajak hotel, sudah mencapai Rp30,78 miliar hingga akhir Oktober 2018. "Realisasi pemasukan tersebut, menunjukan bahwa pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak hotel sudah mencapai 96,20 persen dari target Rp32,5 miliar pada perubahan APBD 2018," kata Pesik. Dia mengatakan, jika dihitung dari target induk APBD 2018, maka capaian pemasukan PAD dari sektor tersebut, sudah mencapai 125,65 persen, sebab ditargetkan sebesar Rp24,5 miliar, namun dengan adanya perubahan berbeda, tetapi tetap sesuai target. Esther mengatakan, optimis pemasukan daerah dari sektor pajak hotel bisa mencapai target yang ditetapkan, sebab baru sampai Oktober sudah berada di atas 95 persen. "Kami optimis bisa mencapai target, dan tentu saja ini menjadi tanggungjawab kami mendorong masyarakat terutama para pengusaha hotel sudah tetap sadar dan mau melakukan kewajibannya sebagai wajib pajak," katanya.

Di sisi lain, dia mengatakan, pihaknya pun mengajak semua pemangku kepentingan termasuk para kepala wilayah camat dan lurah, untuk menyosialisasikan sekaligus mengajak para wajib pajak agar sadar kewajibannya. 16 Ayat 4 dan 5, Tentang Tata Tertib. Sementara itu dalam KUA dan PPAS APBD 2019, Wakil Ketua DPRD Manado Richard Sualang mengatakan dalam pembahasan DPRD Manado dengan Tim Anggaran Kota Manado, telah sepakat menaikan Pendapatan Asli Daerah, pada pajak daerah dan retribusi daerah sebesar Rp 15 miliar. Sehingga yang semula PAD Rp 357 miliar menjadi Rp 372 miliar. "Kemudian secara global pendapatan yang disepakati dalam KUA dan PPAS pada Tahun Anggaran 2019 yang semula Rp 1,559 triliun menjadi Rp 1,574 triliun," ujarnya.(/Meldy)